Seorang wanita bernama Eun Chae hampir memutuskan untuk mengakhiri hidupnya yang membosankan setelah mendapatkan diagnosa mengidap penyakit linglung atau amnesia di usianya yang baru 30 tahun. Terlebih parahnya, Eun Chae tidak ingat bagaimana dirinya telah kehilangan kedua orang tuanya setahun yang lalu, dalam sebuah kecelakaan saat berlibur ke luar negeri. Siapa sangka pria yang menolongnya ternyata seorang chef terkenal di media sosial?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon originalbychani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ep 3 : Para Master Kuliner
Saat ini, di lokasi perekaman kompetisi memasak live yang diramaikan oleh penggunaan media sosial, harum masakan para ahli semakin membuat para juri dan host penasaran.
Hidangan Chef Do dan para peserta lain telah hampir selesai. Lima orang chef yang nampak seperti pesaing itu adalah Chef Dong Baek, Chef Min Ho, Chef Ik Jun, Chef Geum Bi, dan Chef Na Rae. Dua diantaranya lelaki, sementara sisanya wanita.
Dalam dunia kuliner, biasanya chef pria dikatakan mendominasi karena perbedaan fisik. Namun, pandangan semacam itu mulai berubah semenjak munculnya para wanita pekerja keras yang tidak kalah lihainya.
Walau Chef Do percaya diri dengan kemampuannya dan bersikap cuek terhadap yang lain, pria itu jelas dapat mengenali kelima orang chef cerdas yang ingin mengalahkannya.
Chef Jang Dong Baek adalah yang paling senior diantara kelimanya, dan mungkin peserta wanita tertua di tempat itu. Usianya di atas 35 tahun, dengan pengalaman memasak selama 15 tahun. Dia pernah bekerja di dapur hotel bintang lima, berguru dengan chef hebat dari Tiongkok, hingga membuka usahanya sendiri. Keahliannya adalah membuat masakan Tiongkok.
Chef Hwang Min Ho adalah yang termuda dari kelimanya, berwatak keras dan disiplin, dengan pencapaian yang boleh dikatakan membanggakan di usianya yang baru 27 tahun. Bagaimana tidak? Dia pernah bekerja di restoran berbintang Michelin, mulai dari anak baru lulus kuliah hingga menjadi asisten Chef yang berbakat. Selain itu, dia sudah pernah memenangkan kompetisi memasak yang lain. Menjadi juara kompetisi kali ini akan memberinya validasi bahwa dirinya lah yang terbaik.
Chef Lee Ik Jun berusia 32 tahun dan sudah berkeluarga. Penampilannya lumayan keren dengan tinggi badan 187 cm. Dia seperti chef idola, terutama bagi penyuka hidangan mewah ala Barat dan ibu-ibu.
Chef Song Geum Bi adalah ahli masakan tradisional Korea, sementara Chef Kim Na Rae adalah ahli masakan Korea modern dan peneliti gastronomi.
Lalu, bagaimana dengan latar belakang Chef Do? Pria itu sangat tampan, sepantaran dengan Chef Ik Jun, berwawasan luas, terobsesi dengan teknik memasak dan pencarian bahan berkualitas, dia bereksperimen dan terus berkembang, serta paling terkenal dalam dunia internet. Namun, karena sifat unik dan arogannya, dia memiliki banyak penggemar sekaligus penjerumus. Belum lagi, dia tidak pernah bersedia mengungkap nama lengkapnya secara publik.
Selain nama-nama yang dikenal oleh komunitas muda di kota Seoul ini, para peserta lain nampak seperti juru masak biasa.
Menu masakan Chef Dong Baek kali ini adalah dongpa-yuk, yakni masakan daging babi khas kota Hangzhou, Tiongkok.
"Wah, kelihatannya lezat sekali. Dagingnya pasti lembut karena dikukus dan diberi saus," ucap host perempuan yang berkeliling ruangan sesuai giliran, diikuti oleh tim produksi acara.
"Dongpa-yuk ini kumasak dengan gayaku sendiri, jadi pasti lebih enak daripada yang biasa," jelas Chef Dong Baek.
"Wow. Sudah kuduga, Chef Dong Baek memang hebat!" puji sang host sambil mengacungkan jempol, lalu beralih kepada Chef Min Ho.
Bahan dasar masakan Chef Min Ho adalah telur. Walau telur itu sederhana, Chef Min Ho nampak mampu menciptakan rasa yang dahsyat.
"Pemirsa, inilah Chef Min Ho. Mari kita lihat kreasi menariknya untuk memukau para juri!" ucap host.
"Masakan dariku hari ini kuberi nama Telur Tiga Rasa, karena dimasak dengan cara dan bumbu tak asing yang berbeda," tutur singkat Chef Min Ho.
Chef Min Ho membuat omelet gulung Korea 'gyeran-mari' versi dirinya yang diberi saus jamur, lalu disajikan seperti lauk pelengkap 'banchan'. Kemudian, ia mempersiapkan konsep masakan telur dalam cangkang kosong. Ia menggunakan mesin pengatur suhu kematangan telur, lalu mengisikan telurnya ke dalam cangkang.
Jenis hidangan telur Chef Min Ho yang ke-tiga sedikit lebih kompleks, karena akan disusun secara elegan di atas piring. Ia menggunakan teknik penguapan kuning telur dan gula 'sabayon' ala Perancis, namun dikombinasikan dengan pembuatan chawan-mushi ala Jepang. Terakhir, ia mengisikan campuran yang telah diproses itu selagi masih panas dalam cetakan, lalu memindahkan cetakan ke atas pendingin cepat nitrogen yang memudahkan pudding telur itu dikeluarkan dari cetakan.
"Chef. Bisakah Anda memberi penjelasan lebih mengenai hidangan Telur Tiga Rasa ini?" tanya host, karena semakin penasaran.
"Seperti yang terlihat, menu telur ini terdiri dari 2 sajian panas dan 1 sajian dingin. Para juri disarankan mencoba secara berurutan. Anggap saja, sajian dingin ini adalah hidangan penutup," tambah Chef Min Ho.
"Wah, luar biasa! Baik, selanjutnya mari kita tonton keahlian memasak Chef Ik Jun," lirih host.
Chef Ik Jun, sesuai reputasinya sudah pasti membuat masakan Barat. Ia memasukkan rebusan daging ikan dalam panci presto besar beserta lobster dan kerang, lalu menumis bumbu pedas bersama sayuran.
"Chef, aroma masakan ini sedap sekali. Apa namanya?" tanya host, dengan senyuman manis dan tatapan condong kepada pria keren bernama Ik Jun itu.
"Hidangan yang kubuat adalah *Bouillabaisse --dibaca Buyabeis--, yaitu sup ikan atau boga bahari ala Perancis, yang dimasak perlahan hingga mendidih agar seluruh bumbunya meresap. Porsinya cukup besar, mungkin aku bisa membagikan kepada host, para juri, dan para tim produksi," ujar Chef Ik Jun ramah.
"Wah, mendengarnya saja sudah membuatku lapar! Terima kasih, Chef Ik Jun. Saya penggemar Anda, semoga berhasil!" tawa host, lalu mendekati chef yang berikutnya.
"Chef, apa masakan Korea untuk hari ini?" tanya host, sambil memperhatikan dua botol arak kosong di meja Chef Geum Bi.
"Masakanku hari ini adalah belut laut. Untuk menghilangkan bau amis dan melembutkan dagingnya, kurebus dengan arak. Setelah itu, daging belut ini kupanggang dalam loyang di atas arang. Tidak lupa kumasukan kaldu ikan, irisan bawang bombai, beserta sayuran. Untuk membiarkan kaldunya meresap, loyang ini kututup dengan aluminium foil selama 15 menit. Bawang bombai dan sayuran ditiriskan, lalu diberi bumbu kering. Terakhir, aku memanggang daging belut itu di atas arang lagi, tanpa loyang. Daging belutnya kulumuri dengan saus lada hitam, sedikit minyak, kecap asin, dan herba. Ketika sudah nampak kecoklatan, segera kusajikan dengan nasi, kimchi, dan sayuran tadi sebagai pendamping," jelas Chef Geum Bi.
"Wah, seperti yang dinantikan dari sang ahli masakan Korea! Sudah pasti harus ada nasi! Semoga para juri langsung berkata enak," komentar host.
Sebelum host beralih kepada Chef Do, lalu Chef Na Rae, dan yang lain-lain, terdengar pemberitahuan bahwa para juri telah siap mencoba hidangan.
Tanpa terganggu, Chef Do berhasil menyelesaikan hidangan hingga sentuhan terakhir. Sementara, Chef Na Rae masih menata hidangan unik dan minimalisnya dengan hati-hati. Entah apa yang dibuatnya, namun aroma dan warna khasnya familiar.
Hidangan Chef Do mendapatkan urutan pertama untuk disajikan kepada para juri. Inilah momen yang paling dinantikan oleh semua orang!
- Bersambung -