Ketika pernikahan yang selama ini ku anggap sempurna,ternyata hanya sebuah kebohongan membuat kehidupan ku hancur lagi dan lagi.
Namun aku bertahan berharap bisa mengubah pernikahan palsu itu benar-benar nyata,namun semakin aku bertahan rasanya semakin aku jatuh dan hancur mengetahui lebih banyak hal yang lebih menyakitkan.
"Aku mau bercerai"
"Setelah kau membuat ku bergantung pada mu,kau ingin bercerai dengan ku?JANGAN HARAP!.KAU TIDAK AKAN BISA PERGI DARI KU SELAMANYA SAMPAI AKU MATI!"
"Kenapa tidak?,AKU AKAN PERGI SELAMANYA SAMPAI KAU TIDAK PERNAH MELIHAT KU SAMPAI KAU MATI!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hantari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Panti asuhan
Di antara ketiga mobil yang terparkir berjejer,Alessia memilih naik mobil Jackson yang Ia tau tak banyak bicara sehingga Ia tidak perlu membuang-buang energi untuk menjawab pertanyaan siapapun, berbeda jika Glen.
Namun saat Ia sudah duduk dengan tenang di dalam mobil milik Jackson,Oliver terlihat ingin membuka pintu di sebelahnya,namun mobil itu sudah Ia kunci sejak masuk.
Oliver tak lagi memaksa,Ia bingung dengan sikap Alessia namun Ia lebih bingung dengan sikapnya saat ini,yang jelas-jelas sangat bukan diri nya sendiri.
Glen yang hampir sepanjang hari selalu berada di sisi Oliver jelas sangat tau bagaimana hubungan keduanya yang memang sangat aneh untuk sepasang suami istri.
Sama hal nya dengan Oliver,Ia juga tidak percaya dengan perubahan sikap Alessia yang begitu berubah drastis seperti bukan dirinya sendiri lagi yang dulu,namun lebih kaget lagi melihat perubahan sikap tuan nya itu yang biasanya tidak pernah peduli dengan istri nya,dan selalu cuek dan dingin apapun yang di lakukannya.
Dan Glen orang yang paling tau kalau Oliver tidak pernah menyukai apalagi mencintai Alessia sejak dulu,sejak keduanya bertemu hingga menikah 3 tahun lamanya,dan sikap itu tidak pernah berubah sedikitpun tapi sekarang?,"Kenapa kelihatan berbalik ya?"
Sementara Jackson memperhatikan keduanya sama seperti yang di lakukan oleh Glen,namun tidak pernah ada orang yang bisa menebak apa yang di pikiran nya wajahnya yang dingin dan selalu serius membuat Glen selalu kesal padanya.
Glen tipe orang yang banyak bicara harus punya rekan seperti Jackson,sehingga Glen sering kesal padanya karna Ia tidak bisa bergosip tentang hubungan tuan mereka dengan istri nya, seperti saat ini.
"Huuh"
Glen menghembuskan nafas kasar, kemudian naik ke mobilnya sendiri sebab Ia datang dengan mobil sendiri tadi karna mengantarkan sesuatu yang di perlukan hari ini.
Begitupun dengan Jackson yang naik ke dalam mobilnya,dimana Alessia duduk di belakang dengan begitu tenang dan terus menatap ke luar dengan tatapan yang kosong dan wajah yang hampa.
Ketiga mobil itu akhirnya melaju meninggalkan hotel itu.
Di perjalanan keadaan di dalam mobil Jackson benar-benar hening tanpa sedikitpun suara, Alessia terus menatap ke luar dengan kaca yang di buka lebar membiarkan angin yang sejuk menerpa wajahnya yang polos tanpa make up,mungkin jika itu dulu Ia akan sangat takut di terpa angin karna khawatir dengan riasan wajah dan rambut nya.
Ia juga baru sadar menikmati keindahan jalanan kota juga cukup membuat hati dan pikiran nya tenang hingga senang,"Dulu aku selalu menganggap kalau hanya cinta yang membuat ku bahagia dan merasa senang seperti ini, tapi aku salah cinta hanya membuat ku buta dan tidak pernah memikirkan luasnya bumi yang tidak pernah benar-benar ku nikmati"
Ia memejamkan matanya merasakan sejuknya angin yang semakin dingin saat banyak pepohonan rimbun yang mereka lewati,"Aku justru menempel dan terus mengharapkan cinta dan perhatian yang sejujurnya tidak akan pernah ku dapatkan sampai kapan pun,karna aku tidak akan pernah bisa mendapatkan hatinya yang sudah di milik wanita lain"
Dari kaca spion depan Jackson diam-diam memperhatikan istri tuan nya itu,meski Ia sendiri jarang memperhatikan wanita itu tapi Ia juga bisa merasakan perubahan nya.
"Tuan Jackson kemana kita akan pergi?"
Alessia tiba-tiba bertanya saat merasakan seseorang memperhatikan nya,dan Ia memang selalu menyebut Jackson dengan embel-embel tuan karna selalu merasa segan dan enggan dengan pria yang sebelas dua belas dengan suaminya yang super dingin dan cuek, apalagi dengan nya yang selalu berwajah serius kapan pun dan dimana pun.
"Maaf nyonya,saya tidak bisa memberitahu anda sekarang.Anda akan tau sendiri setelah sampai nanti"
Memang tidak ada gunanya bertanya pada seseorang yang begitu menghormati atasannya,jadi Alessia tak lagi berbicara dan memilih bersandar dan memejamkan matanya beberapa saat.
Namun entah berapa lama,Ia merasakan mobil berhenti dan seseorang membuka kan pintu untuk nya.
"Silahkan nyonya, kita sudah sampai"
"Kita ke panti asuhan ini,kenapa kau tidak memberitahu ku tadi?!?",tanya nya dengan kaget dan terharu karna sudah lama Ia tidak mengunjungi anak-anak di panti asuhan itu,namun Ia juga marah karna tidak di beritahu akan ke tempat itu sehingga Ia tidak menyiapkan hadiah untuk mereka.
"Semuanya sudah di siapkan di sana, tidak perlu memikirkan hal yang lain"
Ucap seorang pria di belakang nya, yang tak lain adalah Oliver suaminya dengan Glen yang setia di sisinya.
"Kalau tau begini aku akan mampir sebentar di toko pakaian atau yang lain",kesalnya tak peduli dengan apa yang di siapkan di dalam sana,karna Ia selalu mempunyai perhatian khusus pada anak-anak itu dengan apa yang selalu Ia siapkan sendiri.
Di saat seperti itu tiba-tiba segerombolan anak-anak kecil hingga berbeda-beda usia berlari dan mengelilingi Alessia berebut untuk memeluknya.
"Selamat datang kembali Tante Alessia karna sudah sembuh dan sehat kembali",ucap anak-anak itu dengan suara teriakan mereka untuk masih nyaring dan bagus, mereka berbondong-bondong memberikan setangkai bunga mawar putih yang mereka bawa setiap satu orang.
"Semoga Tante Alessia ibu peri kami selalu sehat dan tidak pernah sakit lagi jadi bisa sering mengunjungi kami,kami sayang Tante Alessia", lanjut mereka dengan begitu bersemangat sampai beberapa anak-anak berlompat.
Alessia begitu terkejut sekali terharu dan memeluk mereka satu persatu,hingga menciumi mereka seperti yang selalu Ia lakukan setiap berkunjung ke sana.
"Terimakasih ya anak-anak manis, Tante senang sekali mendapatkan bunga-bunga dari kalian", ungkapnya dengan begitu terharu hingga menitikkan air mata.
Sementara di belakang.
"Semua nya berjalan sesuai keinginan tuan,nyonya Alessia juga seperti nya sangat senang sampai terharu seperti itu.Ide tuan memang yang terbaik,semoga setelah ini nyonya Alessia akan kembali seperti dulu lagi dan tidak mendiami tuan lagi yang membuat tuan bingung"
"Glen sekarang kau terlalu banyak bicara,diam lah"
Oliver terlihat memperbaiki dasinya dengan rapi nya dan juga jas nya,seolah akan mendapatkan sebuah penghargaan.
"Tante juga harus berterimakasih pada paman itu karna dialah yang mempersiapkan semuanya",ucap salah satu bocah kecil menunjukkan ke arah belakang Alessia saat ini dimana ada tiga pria yang tinggi menjulang dengan setelan jas rapi mereka.
Glen seketika kesulitan menelan saliva nya saat merasakan sesuatu yang sangat dingin hingga mencekam menusuk hingga tulangnya,saat seorang bocah menunjuk ke arah nya.
"Paman itu?",tanya Alessia menunjukkan Glen seperti yang di katakan oleh bocah polos di depannya,membuat bocah itu mengangguk.
"Iya Tante,paman itu yang menyiapkan semuanya dan menyiapkan kami banyak hadiah juga sebagi ucapan syukur karna Tante Alessia sudah sehat kembali dan bisa mengunjungi kami lagi",jelas beberapa bocah lagi dengan bersemangat menceritakan pada Alessia.
Dasi yang tadinya sudah di ketatkan dan di rapikan, terpaksa di kendur kan lagi saat merasakan gerah dan panas yang tiba-tiba,bahkan beberapa kali memperbaiki jas nya seolah mencari angin untuk masuk ke dalam tubuhnya.
Glen langsung maju saat merasakan firasat dan hawa yang sangat buruk,jadi Ia segera maju ke hadapan anak-anak itu untuk menjelaskan semuanya, namun sebelum Ia menjelaskan anak-anak itu sudah menyerbu nya dan memeluknya.
"Terimakasih ya paman sudah membawa Tante Alessia kemari dan menyiapkan hadiah yang banyak untuk kami",ucap mereka.
Alessia juga bangkit dari jongkoknya dan berdiri di depan Glen sekarang yang ada di sebelah nya."Terimakasih ya Glen sudah menyiapkan semua ini", ucapnya dengan tulus hingga membungkuk sedikit tubuhnya mengungkapkan terimakasih yang tulus,meski Ia sendiri tau kalau sebenarnya semua itu pasti atas perintah Oliver namun semua itu di persiapkan oleh Glen di tengah kesibukan nya di kantor.
Glen jadi sedikit salah tingkah karna Alessia berterimakasih dengan tersenyum padanya,dan senyum dengan wajahnya yang polos tanpa make-up itu benar-benar terlihat tulus dan sangat indah dan juga cantik.
***
Gimana kelanjutannya, pantengin terus yaaaa🥰.
Jangan lupa like dan komen-komenya.
Suka banget kalau ada yang komen,love you guys 💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖
telat kamu cemburu olav karena Ale sudah hilang rasa cinta dan pedulinya untuk mu terbang di bawa angin
padahal gak sakit di bikin sakit
sakit beneran baru tau rasa dia
Kamu tahu rasanya bagaimana diabaikan bahkan ramah pada orang lain