NovelToon NovelToon
Sistem Kultivasi Otomatis

Sistem Kultivasi Otomatis

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi Timur / Sistem
Popularitas:69k
Nilai: 4.9
Nama Author: Nur_Afif

#KARYA ORIGINAL!!#
Update setiap hari.

Fang Tian, seorang pemuda berumur sekitar 20 tahun. Saat sedang berjalan santai di tepi pantai, sebuah pesawat kecil menukik tajam kearahnya dan membunuhnya.

Tapi hal yang tidak terduga terjadi, dia menyebrang ke dunia kultivasi, di mana kekuatan adalah segalanya. Hidupnya sangat berat selama tiga bulan, hingga akhirnya dia membangkitkan sistem yang ditunggu-tunggunya. Hidupnya berubah seratus delapan puluh derajat, menggapai puncak dengan bantuan sistem.

Tidak hanya itu, dia mendapatkan istri yang sangat cantik yang sebenarnya adalah seorang yang sudah bereinkarnasi sebanyak enam kali!!

Tanpa dia sadari, ternyata ada sebuah belenggu yang mengekangnya agar tidak bisa berkembang, memaksimalkan potensi aslinya.

Siapakah yang sebenarnya memasang belenggu pada istri Fang Tian? Apa mereka berdua dapat melepaskan belenggu itu?

Penasaran dengan cerita mereka, silahkan baca....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur_Afif, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24 - Pertarungan

Ekspresi Qing Lian tidak berubah, "yakin?" Ucapnya meremehkan.

Dan benar saja, tali keemasan yang mengikatnya mulai merenggang. Tali itu berderit, serat-seratnya mulai putus satu persatu, hingga akhirnya, dengan suara keras, tali itu benar-benar putus.

Tali itu yang tadinya terlihat sangat kuat dan tak tergoyahkan, kini terlihat rapuh dan usang. Melepaskan Qing Lian dari belenggunya.

Mata Shi Lai terbuka lebar, tidak percaya apa yang terjadi didepannya. Tidak terkecuali Shen Wu dan Ze An, mereka tak mampu menyembunyikan rasa keterkejutannya.

Benda yang dikatakan bisa menahan seekor naga dapat diputuskan oleh seorang gadis yang bahkan ranahnya hanya berada di Body Tempering. Benar-benar sebuah kesombongan yang tidak berdasar dan dibesar-besarkan.

"Ba-bagaimana mungkin!...." Gumam Shi Lai tidak percaya.

Qing Lian tidak memperdulikan ekspresi orang-orang didepannya. Dengan santainya dia berjalan sambil meregangkan tubuhnya yang kaku.

"Ah.... Begini memang lebih nyaman," gumamnya puas.

Tiba-tiba, ekspresinya berubah menjadi serius, matanya tajam menatap mereka bertiga. "Siapa yang menyuruh kalian!...." Ucapnya pelan penuh penekanan, tapi bisa didengar mereka semua.

Dingin!

Pandangan Qing Lian menusuk, seperti bilah pedang yang sudah diasah sangat tajam. Setiap langkahnya terdengar seperti hitungan mundur menuju kematian.

Sesuatu merayap di tulang punggung mereka, mencengkeram erat tubuh mereka dalam ketakutan yang tak berwujud.

Tubuh mereka gemetar hebat, keringat dingin bercucuran, dan terasa berat, seperti ada beban tidak terlihat yang menimpa. Mereka bahkan sulit bernapas, bisa pingsan kapan saja jika tidak kuat dan bahkan hampir bersujud saking takutnya.

"Apa apaan ini!... Apa ini bisa dikeluarkan oleh manusia?!... Sangat mengerikan!..." Pikir mereka bertiga.

Saking takutnya, mereka tidak ada yang berani menjawab. Mental mereka menciut, target yang mereka kira kertas ternyata keras.

Suasana menjadi mencekam, mereka tidak berani bergerak sembarangan.

"Jawab aku!...," tanya lagi Qing Lian.

Tapi masih tidak ada yang menjawabnya. Kesabaran Qing Lian mulai habis, "jika kalian tidak ingin mengucapkannya secar cuma-cuma, aku akan melakukannya secara paksa!..."

Qing Lian berjalan perlahan, kedua tangannya memegang pedang yang terlihat begitu tajam. Aura kuat keluar dari pedangnya.

Mereka bertiga menjadi semakin waspada, namun masih belum berani bertindak gegabah. Mereka tahu kesempatan untuk menang sangatlah kecil.

Dalam kedipan mata, Qing Lian menghilang dari pandangan mereka. Sekejap kemudian, suara desiran angin terdengar, diikuti oleh bayangan yang tiba-tiba muncul di sisi Shi Lai.

Slash!.... Clang!...

Shi Lai tidak sempat bereaksi, namun untungnya Ze An berhasil menahan tebasan pedang Qing Lian, walau dengan susah payah. Telat sepersekian detik saja, kepala Shi Lai pasti sudah terputus dari badannya.

"Egghhhhh....."

Ze An membawa Shi Lai menjauh, menjaga jarak. Namun tentu saja Qing Lian tidak membiarkannya begitu saja.

Slash!... Buk.....

Qing Lian menghilang lagi dari tempatnya dan muncul kembali tepat di samping Shi Lai dan Ze An dengan pedang yang sudah terbalur darah hingga menetes ke tanah.

"Eh?... Ada apa ini? Kenapa rasanya sangat dingin, dan apa itu? Itu tubuhku?..."

Pandangan Shi Lai berputar-putar, dia dapat melihat tubuhnya dari bawah. Dia tidak tahu apa yang telah terjadi, hanya rasa dingin yang tiba-tiba muncul di bagian lehernya sebelum pandangannya seperti ini.

Matanya terbuka lebar, masih tidak percaya. Darah mengalir deras hingga membuat genangan di tanah.

"Apa?!..." Gumam An Ze tidak percaya.

Dia menoleh sedikit dan menyadari bahwa kepala Shi Lai sudah tidak berada di tempatnya. Kemudian, dia menoleh ke bawah, di sana ada kepala Shi Lai dengan tatapan yang masih tidak percaya.

Ze An menelan ludah dengan susah payah. Kaki dan tangannya gemetar hebat. Napasnya tercekat, seolah-olah udara di sana menjadi lebih tipis.

"Lari! Aku harus lari!.... Mustahil untuk membunuh monster ini!..."

Dia ingin lari, tapi bahkan pikirannya tidak bisa berpikir.

Dari balik bayangan, Shen Wu muncul dan melesat cepat. Tombaknya menusuk tanpa suara–sangat senyap, mengarah ke punggung Qing Lian.

Namun, sebelum ujung tombak mengenainya, tubuh Qing Lian sudah bergeser kesamping dengan gerakan halus, seolah sudah memprediksiknya sejak tadi.

"Apa?!..."

Qing Lian memutar badannya, kemudian menendang kiat ke arah Shen Wu hingga terpental jauh dan menabrak pohon hingga tumbang dengan suara gemuruh.

Whush!... Brak!...

"Uhuk.... Uhuk...." Darah mengalir dari mulut Shen Wu, tapi tatapannya masih tajam seakan tidak mau menyerah begitu saja.

Melihat bahwa Shen Wu tidak menyerah begitu saja, semangat juang Ze An kembali menyala. Dia ikut menyerang Qing Lian.

Slash!...

Clang!..

Ze An menyerang tanpa henti, menebas udara berulang kali–tidak mampu mengenai Qing Lian, menciptakan kilatan tajam.

Setiap serangannya hanya menebas bayangan, seolah Qing Lian hanyalah ilusi yang tidak bisa disentuh.

Namun Ze An tidak mau menyerah begitu saja, "Flash Fang!..." Kecepatan tebasan nya semakin cepat, hampir tidak terlihat.

Clang!... Clang!....

Yang sebelumnya Qing Lian dapat mengatasinya hanya dengan satu tangan, sekarang dia perlu menggunakan kedua tangannya untuk dapat sepenuhnya menahan serangan bertubi-tubi Ze An.

Di samping itu, Shen Wu bangkit lagi, menyeka darah di mulutnya. Selagi Ze An menarik perhatian Qing Lian, dia menyiapkan serangan mematikan yang akan mengakhiri semuanya dalam satu serangan.

Dia menancapkan kakinya ketanah, membentuk kuda-kuda dan menstabilkan postur tubuh. Dia mengencangkan otot tangan dan kakinya, menitik beratkan tenaganya pada dua hal ini.

Pandangannya tajam, mencari titik lemah Qing Lian. Tombaknya di tarik sedikit kebelakang untuk mempersiapkan dorongan eksplosif.

Setelah mencari waktu yang tepat, dengan kekuatan penuh, dia melangkahkan kakinya hingga melesat cepat kedepan. Tombak didorong kedepan dalam satu tusukan cepat dan presisi.

"Heaven Piercing Spear!..."

Dam!... Whush!...

Ujung tombak bergerak secepat kilat, menciptakan tekanan udara yang bisa mengoyak benda di sekitarnya.

Mata Qing Lian berhasil menangkap gerakan Shen Wu yang melesat menggunakan tombak di tangannya. Tanpa keraguan sedikitpun, ia menarik Ze An kedepannya. Dalam sekejap, dadanya tertembus oleh ujung tombak temannya sendiri.

Jleb!....

Tombak Shen Wu menembus dada Ze An hingga berlubang besar, seperti donat yang bolong tengah. Mata Ze An terbuka lebar, menatap dadanya yang tertancap tombak.

Darah mengalir deras dari dadanya, "uhuk.... Uhuk...." Ze An mengeluarkan seteguk darah segar. Dia memegang tombak yang menusuknya sebelum pada akhirnya kehilangan kesadaran beserta nyawanya.

Shen Wu sangat terkejut dan rasa bersalah menghantuinya, tubuhnya bergetar hebat. Dia tidak pernah menyangka akan membunuh temannya sendiri, walau mereka baru bertemu tidak lama ini.

Tangannya gemetar, darah masih menetes di ujung senjatanya. Napasnya pendek-pendek.

"Apa yang telah aku lakukan....?" pikirnya, namun itu tidak ada jawaban, hanya ada penyesalan.

Ekspresi Qing Lian tidak berubah, dia seolah tidak peduli dengan itu.

"Jadi, siapa yang menyuruhmu untuk menangkap ku?"

Suara Qing Lian muncul tepat di belakang Shen Wu, pedang tajam sudah tepat berada di depan lehernya, hanya berjarak kurang dari satu inci, bergerak sedikit dan itu akan memenggalnya.

Bahkan dalam keadaan putus asa seperti ini, Shen Wu masih kekeh dengan kesetiannya. Dia hanya diam saja, tidak berbicara sedikitpun, tidak membocorkan informasi apapun

"Oh... Kau masih ingin merahasiakannya?!... Baiklah, selamat tinggal!...."

Sreeettt....

Dengan satu gerakan cepat, pedangnya melintas. Darah muncrat sangat deras dari leher Shen Wu, matanya membulat sebelum akhirnya tumbang.

Bruk!...

Suara tubuhnya yang menghantam tanah terdengar seperti sebuah akhir dari perjalan.

"Siapa yang mengirim mereka?" Pikir Qing Lian. "Yah, aku tidak peduli. Siapapun itu, jika berani macam-macam, aku akan memberinya sebuah neraka yang dapat dia nikmati!..."

"Aku terlalu lama di sini, pasti sudah banyak orang yang berkumpul di sana. Aku harus bergegas, jika aku tidak mendapatkan benda itu, pasti akan merepotkan nantinya."

Qing Lian melanjutkan perjalanannya, menuju rencana awalnya.

...***...

Crak!.... Crak!... Tar....

Sebuah papan kayu yang bertuliskan 'Shen Wu' retak dan kemudian hancur berkeping-keping, menyisakan serpihan kayu saja.

Seorang pria tua dengan rambut dan jenggot panjang keputihan duduk di sebuah kursi, ekspresinya menjadi jelek setelah melihat hancurnya papan kayu didepannya.

Dia menggertakkan giginya, terlihat kemarahan yang begitu besar. Tangannya mengepal erat, hingga terlihat darah menetes dari telapak tangannya.

Brak....

Meja di depannya hancur setelah dia pukul, tapi amarahnya masih belum reda.

Tiba-tiba, pintu didepannya terbuka cepat, memperlihatkan dua orang pria paruh baya. Mereka berjalan masuk dengan langkah cepat, ekspresi mereka terlihat sangat marah.

"Ling Yun! Muridku telah terbunuh!...." Ucap mereka berdua bersamaan.

Mereka adalah Chen Feng–guru Shi Lai dan Yuan Feng–guru Ze An. Mereka sangat marah setelah mengetahui kematian anak didiknya.

"Ya, murid dalam yang aku kirim juga mati!..."

Chen Feng menarik kerah Ling Yun, "kau bilang ini akan mudah! Lalu kenapa muridku sampai terbunuh?!..." suaranya bergetar oleh amarah, giginya menggertak.

"Aku sudah memberi mereka Dragonbind Cord, itu adalah barang tingkat Xuan, tidak mungkin dia dapat menghancurkan itu," ucap Ling Yun.

Dia melanjutkan, "dilihat dari waktu kematian yang tidak jauh berbeda, aku tebak mereka tidak sempat menggunakannya dan terbunuh."

"...."

Chen Feng lepas kerah Ling Yun, "aaarrrkkhhhhh!...." Teriaknya keras. "Qing Lian! Berani sekali kamu membunuh murid yang aku didik dengan susah payah."

Dia berjalan keluar dengan langkah cepat, kemarahannya begitu besar dan tidak tahu harus apa selain menunggu Qing Lian keluar dari dunia saku.

Sekarang hanya ada Yuan Feng dan Ling Yun. Suasana menjadi hening sejenak, sebelum akhirnya Yuan Feng angkat bicara, memecah keheningan.

"Muridku tewas karena permintaan darimu, jadi kamu harus tanggung jawab," ucap Yuan Feng. Kemarahan dapat dilihat darinya, tapi tidak terlalu besar, seperti hanya kesal karena ala yang dia miliknya direnggut oleh orang lain.

Dia kemudian juga meninggalkan Ling Yun sendirian, meratapi apa yang telah terjadi. Tatapannya kosong tapi penuh kemarahan.

1
Arman Langit
Luar biasa
Pororo_Pargoy
an jing sesuai ama namanya
DEWA KUTUKAN ☠️
atu doang kurang ni mah
Putri Rayhannisa
update
London Ponsel
maaf Thor. ttpi jika bisa jgn gunakan bahasa Inggris. cerita ini dah bagus tanpa bahasa Inggris.
Nur_Afif: Maksudku sih biar terlihat keren, hehe/Hey/
total 1 replies
Hr⁰ⁿ
Thor udh gw kasih kopi,smngt updatenya,
selalu nunggu update
Nur_Afif: makasih/Coffee/
total 1 replies
erick hardiansyah
Luar biasa
Putri Rayhannisa
cukup singkat
Halik M
utang dulu dan.....kaburrrrr🤣🤣🤣🤣,u
Putri Rayhannisa
up
Aldo Delpierro
Luar biasa
Djhdhdhhd Bdhdbdb
lanjut sampe punya anak
Djhdhdhhd Bdhdbdb
lanjut
Jasimmarseda
Luar biasa
Raysonic Lans™
unboxing dong...
Tres Bagus
lanjut Thor 👍👍👍👍👍
Kall
hahaha mampuss
Kall
An Jing oh An Jing cuabull🥸🥸
Abdur Rahman
lanjutkan Thor...
Abdur Rahman
lanjutkan Thor... ceritanya menarik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!