Seorang gadis cantik pindah rumah ke rumah warisan nenek moyangnya. Dia tinggal sendiri karena kedua orang tuanya sudah meninggal.
Dia pindah ke rumah itu karena dekat dengan kampusnya dan rumah orang tuanya dijual untuk membayar hutang mereka.
Dia tinggal sendiri dirumah itu tapi dia merasa ada orang lain yang juga tinggal disana.
Setiap hari dia merasakan kehadiran sesuatu yang entah apa itu manusia atau bukan.
Gangguan demi gangguan datang menghampirinya. Membuatnya harus bersabar.
"Aku tidak mau tinggal lagi disini selama kau masih disini! "
_Narura Ayame_
"Kau akan tetap menjadi milikku meski aku tidak tahu kau itu makhluk apa"
_Devano Lee_
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ucu Irna Marhamah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
KESEPIAN
Bianca berjalan memasuki istana Diamond. "Sam! " panggil Bianca.
Dia bergegas memasuki sebuah ruangan yang ternyata adalah kamar seorang anak laki-laki berambut serupa dengannya.
"Oh Sam, kau membuat ibu khawatir" Bianca memeluk putranya itu.
"Ibu darimana? " tanya anak laki-laki yang bernama Sam itu. "Ibu ada urusan sebentar, dimana ayahmu sayang? " tanya Bianca.
"Ayah dikamarnya"
"Oh baiklah sayang, ibu akan menemuinya, jangan nakal ya" kata Bianca lalu mencium pipi Sam kemudian berlalu.
Bianca memasuki kamarnya dengan Devano. Terlihat Devano membaca artikel kerajaan.
Bianca memeluk Devano dari belakang. "Kau sibuk sayang? "
"Hn" hanya dua konsonan itu jawaban dari Devano. Bianca menghela napas panjang.
"Aku ingin menghabiskan waktu denganmu" bisik Bianca ditelinga Devano membuat Devano berdesir.
"Nanti saja " jawab Devano. "Baiklah aku menunggu" kata Bianca kemudian mengecup bibir Devano sekilas dan berlalu ke ranjang king size nya.
Sementara itu, Sam tengah bermain sendirian dikamarnya. Dia merasa bosan kemudian berjalan-jalan ke sekitaran istana.
Dia menemukan sebuah ruangan gelap. Dengan berani, Sam memasuki ruangan tersebut.
"Uh.. Gelap" gumam Sam.
Tiba-tiba seluruh obor di dinding itu menyala. Sam dengan jelas bisa melihat ruangan luas tersebut. Terdapat banyak lukisan yang terpasang didinding ruangan.
Ada satu lukisan yang menarik perhatiannya. Yaitu lukisan keluarga. Ada ayahnya berdiri dengan gagah di lukisan itu. Namun disampingnya itu bukanlah ibunya.
Wanita cantik itu berambut gelap. Sam melihat seorang anak laki-laki yang berdiri didepan ayahnya dan wanita itu dengan senyuman manisnya.
"Siapa dia? " gumam Sam. Suaranya menggema diruangan itu.
"Dia kakakmu"
Sam terkejut mendengar suara yang tiba-tiba terdengar itu. Sam menelisik keseluruh penjuru ruangan.
Terlihat pria berjubah hitam berdiri tak jauh dari hadapannya.
"Paman Ref" gumam Sam.
"Anak kecil dilukisan itu adalah kakakmu" kata Refano memperjelas ucapannya.
"Kakak? Jadi aku punya kakak? " tanya Sam dengan antusias.
Refano mengangguk sambil menghampiri lukisan tersebut kemudian menatap lukisan itu dengan seksama.
"Dimana dia? Aku mau bertemu dengannya aku mau bermain dengannya dan banyak yang ingin kuceritakan padanya" kata Sam dengan senangnya.
"Dia sudah tidak ada" kata Refano. Sam mengerutkan dahinya tanda tidak mengerti.
"Dia meninggal"
Sam terlihat sedih, "padahal aku ingin sekali bertemu dan bermain dengannya, selama ini aku kesepian tidak ada teman bermain "
Refano melirik Sam kemudian menghela napas berat. Bagaimana pun Sam tidak tahu apapun dan dia juga keponakannya, sama seperti Yoona dan Alex.
"Ada ibumu dan ayahmu kan? " kata Refano pelan sambil membelai kepala Sam.
"Ayah tidak sayang padaku, ibu tidak peduli padaku dan nenek, dia tidak ada waktu untukku" kata Sam pelan dengan suara serak hampir menangis.
Refano menghela napas panjang mengingat betapa rumitnya hubungan antara adiknya dengan kedua wanita yang merupakan istri sahnya. Baik itu Bianca maupun Narura.
"Yang peduli padaku hanya kau paman" kata Sam. Refano menatap Sam.
"Paman selalu mengunjungiku, seandainya paman tinggal disini, aku tidak akan kesepian" kata Sam lagi.
♡♥♡♥♡♥♡
Himeka tengah sarapan dengan Sam di meja makan. "Dimana ayah dan ibumu ?" tanya Himeka.
"Tidak tahu" jawab Sam.
Himeka menghela napas kemudian melanjutkan sarapannya. Dia sangat menyesal waktu itu dia tidak membunuh Bianca padahal saat itu adalah kesempatan emas. Sekarang anaknya sendiri yang terjebak didalam perangkap wanita sialan itu.
♡♥♡♥♡♥♡
Narura menatap putrinya yang terlihat lelah setelah latihan bela diri di tempat pelatihan.
"Ibu rasa kau terlalu berusaha Yoona"
"Aku harus menjaga diriku sendiri bu, aku tidak bisa terus menangis, dulu aku bergantung pada Shiray, sekarang Shiray tidak lagi disini" jawab Yoona.
Narura membelai pipi Yoona dengan lembut. "Baiklah, ibu selalu mendukungmu" kata Narura.
Yoona tersenyum. "Aku mandi dulu ya bu" kata Yoona kemudian berlalu ke kamar mandi.
Narura beranjak duduk ke sofa. Dia menghela napas panjang. Cukup sudah putrinya terpuruk saat ini dia juga harus memberikan dukungan dan kepercayaan pada putrinya itu.
"Aku merindukanmu... Alex " gumam Narura.
Bagi Narura, tujuan hidupnya yang sekarang adalah kebahagiaan Yoona dan dia ingin bertemu Alex. Dia sangat merindukan Alex.
♡♥♡♥♡♥♡
By
Ucu Irna Marhamah
jgn² siasat emak'y 😁
pdhal prcya sama keluarga hrus'y jgn sama pcr 🤦🏼♀️
mdh²an Yoona bner anak'y Devan sama Naru 🤲🏻 amin
jgn doonk
cucok meong mblewer²
bgoosz
ni otor'y yg halu apa pnglman pribadi ye 🤔🤣🤭
b'janda tor ✌🏻
🏃🏼♀️🏃🏼♀️🏃🏼♀️🏃🏼♀️💨💨💨💨💨💨