NovelToon NovelToon
Bukan Citra Rashmi

Bukan Citra Rashmi

Status: tamat
Genre:Keluarga / Dijodohkan Orang Tua / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Tamat
Popularitas:1.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: sinta amalia

"Hamili aku, please!"

Pemuda itu mengangkat sebelah alisnya lalu melirik dan meneliti gadis di depannya dengan seksama.
"Badan kamu ngga se mok, terkesan kaya orang kampung, mana bau kembang 7 rupa! Mana gue nav su!" gidiknya acuh sama sekali tak tertarik, bahkan mantan-mantannya 3 kali lipat lebih sempurna darinya.

Sontak saja mata bulat itu membola, "kamu ngga tau saya siapa?! Saya R.Rr. Rashmi Sundari Kertawidjaja!" logatnya sundanese banget.
Alva malah meneguk air mineral dalam botol sampai tandas, lalu berdiri. Tingginya cukup membuat gadis itu mendongak kaya lagi liatin jerapah, "lo kayanya kurang minum, dehidrasi bikin lo halu."

"Tunggu! Rakyat jelata!" jeritnya meneriaki Alva yang sudah berlalu.

Warna-warni kisah kasih si princess Rashmi yang ternyata seorang keturunan menak bersama Alvaro si pemuda datar, cuek terhadap sekitarnya terkesan apatis, mencintai kehidupan dari sisi hitam.
Bagaimana lika-liku perjalanan cinta keduanya, ditengah aturan dan pemahaman aristok rat?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sinta amalia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BCR # 25. KEPERCAYAAN

~Alvaro~

Ia menatap Asmi lekat-lekat, demi menemukan jawaban kenapa ia bisa tertarik pada gadis ini, padahal ia tak berhidung mancung, untuk ukuran cantik, Alva akui Asmi memang cantik meskipun jauh di luar sana banyak gadis yang lebih cantik dari Asmi tentunya. Perangainya? Oh ayolah! Asmi itu manja, pemarah, cengeng, absurd, menggemaskan terkesan childish. Kehidupannya? Jelas-jelas, ia gadis nomer wahid dalam list gadis yang harus ia hindari, karena kehidupannya dan Asmi bak bumi dan langit.

Tapi semakin melihat Alva justru semakin terlena, "apa sih liat-liat!" akhirnya sengit Asmi membuyarkan lamunan Alvaro tentangnya.

Rashmi Sundari, aku tertarik magnetmu.....

Meski Alvaro tau ujung kisahnya nanti yang akan menyedihkan jika memilih Asmi, setidaknya ia pernah menyukai seseorang, pertanyaan ibun tentang Alva yang tak benar-benar menyukai gadis terpatahkan, karena kini ia betul-betul menyukai Asmi.

"Pernah nyoba instrumen senar gini?" tanya Alva.

Gadis ini mengangguk, "kecapi."

Alva kembali terpukau, diantara ribuan anak muda terlebih perempuan, bisa dihitung jari gadis-gadis yang memilih berdampingan dengan budaya adat tanah kelahirannya sendiri, jelas! Asmi adalah ningrat yang dituntut untuk mencintai tanahnya, ia lah yang akan menjadi panutan generasi muda tatar sunda.

Tak mudah memainkan itu, lebih sulit ketimbang alat musik modern, bagi Alvaro. Maka kali ini ia menyeringai, bak menyelam sambil minum air.

"Gimana kalo kita barter? Aku ajarin kamu gitar, kamu ajarin aku kecapi?!" tawar Alva.

Sejak kapan ia jadi selembut ini pada perempuan, biasanya kalo ngga lo-gue, ya kata kasar lainnya banteran lembut juga nama asli.

Asmi pulang ke rumahnya dijemput mang Dedi di rumah Elisa. Asmi mampir ke rumah Elisa sore itu.

Amih berdiri di depan pintu masuk, dengan sorot mata ultramennya.

"Cieee, si cantik nungguin anaknya pulang nih!"

"Assalamu'alaikum amihhh," Asmi meraih punggung tangan amih dan menyalaminya takzim, namun rupanya amih tak luluh dengan sikap itu, "kenapa sekarang telat terus pulangnya neng?"

"Mih..." Asmi mele nguh singkat, sudah berapa kali ia membicarakan hal ini pada amihnya, tapi otak amih sudah full tak lagi menerima semua penjelasannya.

"Please, kasih kepercayaan buat Asmi..." pintanya.

"Bukan ngga percaya, cuma ngingetin neng, takutnya khilaf!" jawabnya melengos masuk ke dalam.

"Khilaf gimana? Pacar aja ngga punya?!" godanya kembali, Asmi akan melakukan ini jika sedang mencoba menghindar dari pertengkaran.

"Ck! Khilaf bukan cuma yang mendekati zina aja neng."

Amih lantas memutar badannya dengan tiba-tiba, membuat Asmi ikut terkejut dibuatnya, "khilaf kalo Asmi adalah menak, khilaf kalo Asmi sudah ada yang minta..."jelasnya dengan mengangkat-angkat alis saking kerasnya peringatan yang diberikan kepada putri ngeyelnya.

"Baru diminta aja kan?" Asmi kini berjalan mendahului amih lebih dalam masuk ke ruang tengah, "belum apih kasih sama orang,"

"Belum, tapi sebentar lagi."

Asmi kini bersikap bak amih tadi dengan congkaknya, "Asmi belum jawab mau."

"Ngga perlu. Amih sama apih udah wakilin," balas amih.

Asmi kembali gemas menggertakan emosi dan menyalurkannya hanya lewat gertakan gigi dan kepalan tangan saja, kemudian ia masuk ke dalam kamarnya dan menutup pintu kamar keras.

*Hufffttt*!

Asmi mengatur nafasnya, lalu mengelap keringat yang akhir-akhir ini sering keluar saat ia menahan emosinya.

"Calm down Asmi! Kamu akan menjadi menak yang pertama kalinya menentang aturan, bahwa menak tak selamanya harus memiliki pasangan menak lainnya, atau juragan!" ia mensugesti dirinya sendiri.

Mang Dedi kembali menggaruk kepalanya tak gatal, ini kali ke sekiannya Asmi meminta dijemput terlambat lagi. Namun ia tak sampai memikirkan Asmi yang berbohong atau berdalih, karena memang setaunya mahasiswa itu tugasnya banyak.

Hanya saja, sudah pasti ia harus menerima kembali omelan Raden nganten yang super pedas level jalapeno.

"Kang, udah jam 2, ngga jemput raden rara Rashmi?" tanya Ujang.

Pria tua itu menyesap rokok lalu mengepulkan asap rokok di gazzebo belakang dekat kolam ikan kediaman Kertawidjaja seraya menekuk lututnya bak di warteg.

"Nanti jam 5, raden rara mintanya jam segitu." jawabnya pasrah jika harus bertemu raden nganten dan diomeli kembali karena menurut saja pada Rashmi untuk pulang, kemudian meninggalkan Rashmi tanpa tau apa yang sedang ia lakukan.

"Beruntung kamu, kang. Raden nganten lagi cek Saung amih, di beberapa cabang. Jadi raden nganten pasti pulang malam!" tepuk Ujang.

Apakah kali ini mang Dedi harus bersyukur? Ia tersenyum setidaknya telinganya diberi waktu jeda barang sehari dari omelan majikannya itu.

"Alhamdulillah," balasnya berseru, seraya menyeruput kopi yang terasa lebih nikmat hari ini. Mungkin baginya kasih sayang Tuhan ditunjukan dengan cara membuat Raden nganten pergi seharian full tanpa harus mengomel.

Ujang tertawa, "lagian akang. Udah tau punya majikan galak, bukannya diturutin malah nurutin den rara!" ia terkekeh.

"Saya bukannya mau-maunya ngikutin den rara, tapi kasian...den rara itu sudah besar, memiliki teman-teman, masa kemana-mana harus saya ikutin terus! Saya yakin, sebagai seorang manusia, den rara juga butuh privasi, sekalipun seorang ningrat!" jelasnya menerawang setiap waktunya yang dihabiskan dengan anak majikannya, ia setidaknya peka merasakan beban mental Asmi.

Ujang setuju, "Saya takut den rara, stress. Karena terlalu dikekang dan diatur."

Satu meja ini diisi sang pemilik resto bersama anak, mantu, cucu serta manager resto bawahannya.

"Ma, Dhala mau ikan!" tunjuk Dara.

Katresna mengambil dan memisahkan duri ikan lalu mencampurnya dengan nasi liwet dan menyuapkan ke dalam mulut kecil putrinya.

"Setiap bulannya kita ada menu baru, raden." ucap seorang berdasi menunjukan sebundel map laporan pengembangan inovasi dari bawahan.

Amih mengangguk paham, namun ia tak berniat menjawab ucapan karyawannya itu. Ia lebih memilih bercengkrama dengan kedua mantunya, "amih mau tanya, kegiatan mahasiswa tuh apa aja?!

Nawang dan Katresna saling pandang, "apa ya? Ya gitu aja mii, kegiatan kampus mah, sibuk tugas, ada juga kegiatan non akademik yang diseriusin ya bisa jadi sibuk banget malah, kenapa emangnya?" tanya Katresna, ia dan kakak iparnya sudah dapat menebak, semua ini pasti bermuara di Asmi.

"Asmi ada cerita apa gitu sama kalian, atau ikutan kegiatan apa di kampus yang bikin pulangnya telat terus?"

*Kan, bener*! Katresna mengurai alis yang menukik.

"Mih, maaf bukan Nawang mau ikut campur dalam cara amih menjaga dan mendidik Asmi, tapi kalo menurut sudut pandang Nawang-----" ia melirik pada manager hotel, karena obrolan sepribadi ini tak harus terjadi di depan orang lain.

Sadar akan tatapan Nawang, manager tersebut undur diri.

"Maaf raden, sepertinya urusan saya sudah selesai. Mangga atuh dilanjut saja acara makannya, saya ke ruangan," pamitnya mengangguk dalam.

"Iya. Nuhun kang Difar." angguk Amih sebatas gerakan dagu saja.

"Asmi terlalu terkekang, Nawang khawatir...nantinya akan berdampak buruk buat psikologi Asmi, awalnya ia akan denial phase...jika dibiarkan terus menerus akan berakibat fatal, biarkan Asmi punya dunia remajanya sendiri, mih. Kasih dia kepercayaan agar bisa bertanggung jawab atas dirinya sendiri dan nama keluarga," jelas Nawang sangat hati-hati, pasalnya mertua indahnya itu kesenggol dikit aja langsung mode debus! Makan beling. Sementara Katresna sudah menelan kunyahannya sulit takut amih ngamuk karena tak menerima sarannya dan Nawang. Salah-salah bertutur kata, ia kena ngap! Ia sampai menahan nafasnya sejenak saking gugupnya.

Amih memandang lurus lalu menopang dagu dengan tumpuan tangan, menimbang-nimbang ucapan Nawang. Apakah selama ini ia terlalu keras pada Asmi? Terlalu memerintah dan mendominasi?

Di tempat lain, Asmi sedang bernyanyi lagu favoritnya milik band Simple Plan, bersama akang kuman.

"Aku ada kerjaan sebentar lagi,"

"Vulcan? Atau konser?" tanya Asmi.

"Konser," singkat Alva.

"Ikut!" pintanya, seumur-umur ia menyukai band-band cadas, namun ia tak pernah tau bagaimana behind the scene para crew di belakang konser-konser megah itu.

"Mau ngapain ikut, nanti kamu bosen?!"

Asmi menggeleng, "Asmi pengen tau, rasanya jadi crew sama promotor tuh gimana?! Boleh ya kang?!"

"Ya udah. Tapi jangan bikin riweuh atau ganggu?!"

Asmi mengangguk bak burung beo, "i'm promise!"

.

.

.

.

.

.

1
ngakaakk
😭😭😭😭😭
udh brpa x baca part ini bikin nangisss😔😔😔
tunggu rakyat jelata
part bikin ngakak👏👏👏
😁😁
nesiew fatt
Kl sunda gaul masih ngerti klo sunda alus priyayi gini loading juga 🤭
Anonymous
/Good//Good//Good//Good//Good/
Erni Fitriana
asikkkkkk
Erni Fitriana
JLEBBBB YA GAS😁😁😁😁
Erni Fitriana
😘😘😘😘😘😘....teh sin...hbs ini tolong bikinin cerita keluarga kakaknya raden amar yah...plisssd🙏🙏🙏🙏
Erni Fitriana
28 november ultah akuuuuuu😊😊😊😊😊
Erni Fitriana
sashiiii🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣gesrek
Erni Fitriana
inalillahiwainaillaihi rojiuun...abah menghembuskan nafas hidupnya setelah menunaikan kejujuran leluhur😭😭😭😭
Erni Fitriana
jalele jayyyy😁😁😁😁😁
Erni Fitriana
Rahmi😘😘😘😘😘😘😘😘😘
Erni Fitriana
oala keturunan agah tohhh...circle nyaaaaa menak....dan ternyata alvaro berdarah biru juga
Erni Fitriana
bulu kuduk kuhhhhh😖😖😖😖😖... percaya tidak percaya..kekuatan farah..kekuatan silsilah tidak bisa disembunyikan..abah eman bisa melihat itu didiri alvaro
Erni Fitriana
berasa aya sesuatu nyak bah ..abah bertatapan sama kang kuman😊
Erni Fitriana
jarrrr..Cintya menghilang elisa datanggggggg😆😆😆😆
Erni Fitriana
kang kuman👍🏾👍🏾👍🏾👍🏾👍🏾...teh sin,nuhun tos berbesae hati menterjemahkan suju sundanies..jasi berasa kita ijut KKN nih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!