NovelToon NovelToon
Terpaksa Menikahi Pelenyap Suami Ku

Terpaksa Menikahi Pelenyap Suami Ku

Status: sedang berlangsung
Genre:Pernikahan Kilat / CEO / Hamil di luar nikah / Cintapertama
Popularitas:427
Nilai: 5
Nama Author: Eka Nawa

Arumi gadis yang sebelumnya sangat bahagia dengan keluarga kecilnya harus menelan pil pahit yang mana ia harus kehilangan suaminya.

Di tambah lagi dia harus menikah dengan pria yang membuat suaminya tiada karena hamil dengan pria itu

Akan kah pernikahan mereka bertahan lama, dan bagaimana kehidupan Arumi setelah menikah dengan kenan Dirgantara

happy reading 😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eka Nawa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

eps 23

Di sebuah taman Arumi berjalan sambil mendorong stroller hari ini iya merasa bosan di rumah dan meminta izin pada Kenan karena ia akhir-akhir ini sangat sibuk di kantor.

Arumi tidak sendirian ia ditemani Anita karena dirinya menolak untuk di dampingi bodyguard nya jadilah ia minta di temani sahabatnya karena jika tidak suaminya tidak akan mengizinkannya.

"Putri mu cantik sekali ia sangat mirip dengan Kenan, wajahnya Kenan versi cowok," puji Anita seolah Ayumi senang dengan pujiannya ia pun tersenyum.

"Bagaimana ya jika waktu itu aku sudah punya anak dengan Mas Natan mirip siapa kira-kira," ucap Arumi yang mana membuat Anita menatap nya.

"Arumi, aku harap kau tidak berbicara begitu di hadapan Kenan," peringat Anita.

"Kenapa?" tanya Arumi

Anita menghela napas ia kesal mengapa Arumi tidak pernah mengerti jika selama ini dia itu sudah sangat menyakiti suaminya.

"Apa kau tidak pernah sadar jika kau sudah sangat menyakiti Kenan?" ujar Anita.

Arumi baru mau protes, tetapi buru-buru Anita menyela ucapannya,"Aku tau kau ingin mengatakan apa dan aku juga ingin mengatakan ini padamu," sela Anita.

Anita memegangi tangan Arumi,"Lupakan yang telah terjadi Kenan sangat mencintai mu ia pun tidak sengaja membuat Natan tiada. Dia tidak lari dari tanggungjawab bahkan dia juga menikahi mu, selalu membahagiakan mu mana ada jaman sekarang pria sebaik dan setulus Kenan," terang Anita.

"Lupakan? Kau tidak mengerti perasaan ku," lirih Arumi.

"Aku mengerti tidak mudah bahkan aku tidak menyuruh mu melupakan Nata tapi aku menyuruh mu lupakan dan maafkan Kenan atas apa yang terjadi. Kalian memang sudah di takdir kan bersama. Coba saja jika bukan Kenan penyebab kecelakaan katakan lah orang lain jika kau memang berjodoh dengan Kenan semesta pun akan memberikan jalan lain untuk kalian bisa bersatu,"

Penjelasan yang luar biasa dari Anita membuat Arumi sedikit tercengang dan bertanya dalam hati. Benar kan itu? tapi memang yang iya rasakan mungkin kebahagiaan yang belum sempat ia dapatkan pada Natan.

Perhatian Anita teralihkan melihat mobil mewah yang terparkir di sebrang tidak jauh dari taman. Arumi tidak memperhatikan ia menatap dan mengajak Ayumi berbicara sambil memikirkan perkataan Anita yang tadi.

Anita menyenggol Arumi masih dengan pandangannya menatap ke arah pria yang berjalan menuju ke arah mereka berdua.

"Mas Kenan?" gumam Arumi.

"Kamu ngapain ke sini, mas? Katanya sibuk di kantor," tanya Arumi.

Kenan langsung menggendong putri kecilnya,"Aku habis meeting dekat sini," ucap Kenan.

Arumi berkata 'oh' saja ia menatap sekilas wanita yang bersama suaminya begitu pun Anita tapi ia menatap wanita itu dengan sangat sinis.

"Aku kesni ingin menjemput mu, sudah hampir sore nanti Ayumi bisa sakit," ajak Kenan.

"Baiklah," Arumi berjalan mendorong stroller tanpa menatap Jen yang masih memperhatikan penampilan Arumi yang menurutnya biasa saja.

Setelah sampai di parkiran Anita pun pamit karena ada urusan padahal sebelumnya Arumi ingin menghabiskan waktunya bersama Anita karena Kenan bilang dia akan pulang malam.

"Tanyakan ada suami mu siapa wanita itu," bisik Anita sebelum pergi.

"Dia pasti koleganya jangan berpikiran buruk," balas Arumi.

Anita merasa geram di buatnya ingin rasanya ia memukul kepala Arumi agar dia sadar dan melihat tatapan berbeda wanita itu pada suaminya.

"Terserah kau saja kalau sudah diambil orang baru nangis," seru Anita.

"Ada apa? Kenapa Anita terlihat kesal," tanya Kenan penasaran.

Arumi hanya menggeleng kan kepalanya,"Aku pamit dulu ya supir ku sudah datang," Jen menghampiri Kenan dan langsung memeluknya pria itu sedikit terkejut.

Untung saja ada Ayumi yang menjadi penghalang jika tidak pastinya pelukan itu sangat dekat.

Kenan langsung menatap Arumi yang juga menatapnya dengan datar ia mengambil alih gendongan Ayumi,"Masukkan Stroller nya," titah Arumi dan langsung masuk ke dalam mobil.

***

Braak

Pintu kamar di tutup sangat kencang dan Arumi langsung mengunci nya,"Apa dia ingin menantang ku dengan bersikap seperti itu dihadapan ku!" pekik Arumi.

Teriakannya membuat Ayumi menangis Kenan pun mendengar nya,"Arumi buka pintu nya sayang aku minta maaf. Jangan Ayumi yang menjadi sasarannya marah sama Mas saja," seru Kenan.

"Ada apa Kenan kenapa kau berteriak?" tanya Arsyad.

"Arumi sedang marah padaku Ayumi menangis aku takut jika Arumi ..."

Pintu itu terbuka Ayumi menangis sesenggukan di gendongan sang ibu Kenan langsung menggendong putri kecilnya dan menenangkan Ayumi dalam pelukannya.

"Tenang ya sayang Ayah di sini," Kenan mengelus belakang Ayumi hingga tangisan itu terhenti dan akhirnya tertidur.

"Selesai kan baik-baik jangan jadikan anak sebagai pelampiasan kemarahan," peringat Arsyad.

Kenan berlalu pergi ia meninggal kan Arumi yang masuk kembali ke dalam kamar. Arumi merebahkan tubuhnya merilekskan pikirannya ia merasa bersalah pada putrinya karena teriakannya membuat Ayumi menangis padahal ia juga tidak sengaja.

Perlahan kedua mata Arumi terpejam masih terngiang ucapan Anita padanya dan juga kejadian Jen yang mana memeluk begitu saja suaminya. Entah lah ia merasa cemburu atau tidak tapi yang pasti saat ini Arumi hanya butuh ketenangan.

Bruk

Arumi merasakan berat di tubuhnya ia langsung membuka kedua matanya dan ia terkejut melihat siapa yang saat ini di atas tubuhnya.

"Lepas kau berat sekali, Mas," kesal Arumi yang sekuat tenaga mendorong Kenan.

"Ya kau benar aku berat sama hal nya dengan cinta ku yang begitu berat padamu," gombal Kenan.

Bukannya merasa senang Arumi justru memasang wajah datarnya,"Minggir aku mau bangun," ringis Arumi.

"Gak mau, aku mau peluk," tolak Kenan.

"Kan tadi sudah sama dia ..." ketus Arumi.

Kenan terkekeh,"Apa kau cemburu?"

"Enggak,"

Pelukan itu pun akhirnya terlepas Arumi terduduk di tepi ranjang,"Mau ada hubungan atau tidak itu terse ... Akhhh,"

Kenan langsung menarik tubuh Arumi dan langsung saja ia sedikit brutal mencium bibir Arumi. Awalnya wanita itu meringis, tetapi lama kelamaan ia juga menikmati nya.

Sore hari menjelang malam itu mereka melakukannya keduanya tenggelam dalam kehangatan cinta yang sederhana namun dalam.

Nafas mereka seirama membuat hati mereka terasa lebih dekat dari sebelumnya. Sentuhan demi sentuhan yang diberikan Kenan begitu di nikmati Arumi yang memang tidak pernah merasakannya karena belum sempat ia rasakan dengan Natan.

"I LOVE U, ARUMI," kata itu mengakhiri kegiatan mereka berdua, Kenan memeluk erat Arumi dan kali ini Arumi juga membalasnya begitu erat.

Senyuman terukir di bibir tipis Kenan ia mencium kening Arumi yang penuh keringat lalu ia pun tertidur

Dreeet

Dreet

Baru saja Kenan memejamkan matanya suara ponsel membuatnya terganggu. Masih sambil berbaring tangan Arumi terulur mengambil ponsel dan memberikannya pada Kenan.

Arumi menghindar ia tidak ingin menganggu suaminya tapi Kenan malah menarik Arumi ke dalam pelukannya.

"Akhhh ... Mas," pekik Kenan yang mana ia sudah menerima telepon itu membuat si penelpon pun mendengarnya.

"Apa aku menganggu?"

"Ada apa kau menelepon ku jam segini?"

"Mas, jangan jahil dong," Arumi kesal karena tangan Kenan tidak juga diam.

"Baiklah, besok saja kita bicarakan di kantor,"

Tut

Tut

"Aneh, menelpon hanya menganggu saja," kesal Kenan melempar ponselnya ke sembarang tempat.

"Siapa, Mas?" tanya Arumi yang kini duduk bersandar masih dengan selimutnya.

"Pengacara Jen yang tadi bersamaku," terang Kenan.

Kenan berbaring di atas paha sang istri lalu dengan lembut Arumi mengusap kepala Kenan dengan penuh kasih sayang.

"Mas, boleh aku mengatakan sesuatu?" tanya Arumi.

Kenan mengangguk kan kepalanya dan berbalik menghadap Arumi,"Katakan ada apa? Apa kau ingin meminta sesuatu? Mau aku belikan apa? Mobil, rumah, perhiasan?" oceh Kenan.

"Bukan, aku tidak mau semua itu. Aku hanya ingin kamu setia sama aku," pinta Arumi.

Kenan bangun ia menatap Arumi penuh selidik,"Apa kau sedang menuduh ku selingkuh? Kau cemburu dengan Jen?"

"Iya ... sedikit," jawab Arumi.

"Hahah, Arumi kau cemburu? Sejak kapan?" seru Kenan.

"Gak tau lah, kamu mah nyebelin Mas," Rajuk Arumi.

"Dengarkan Mas ya sayang, aku dan Jen hanya sebatas pekerjaan tidak lebih jangan berpikir macam-macam. Mendapatkan mu saja susahnya minta ampun masa aku berselingkuh," ujar Kenan.

Arumi memeluk Kenan,"Tapi yang aku lihat sepertinya dia menyukai mu," lirih Arumi

"Itu urusan dia yang penting aku tidak. Sudahlah jangan bahas dia," Kenan melepaskan pelukannya lalu ia menangkup wajah cantik Arumi.

Sekali lagi ia mengecup nya dan mendekati wajahnya ke telinga sang istri,"Aku mau lagi apa boleh," bisik Kenan.

Arumi pun mengangguk kan kepalanya pelan lalu sekali lagi mereka melakukannya dengan penuh rasa cinta yang baru saja tumbuh di hati Arumi untuk Kenan.

*

*

Bersambung.

1
Shōyō
uwwwww calon
Shōyō
hayolohh
Shōyō
njayyy sapa nichh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!