NovelToon NovelToon
Kultivator Yang Menantang Waktu

Kultivator Yang Menantang Waktu

Status: tamat
Genre:Action / Fantasi Timur / Kelahiran kembali menjadi kuat / Perperangan / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Psikopat / Tamat
Popularitas:5.4k
Nilai: 5
Nama Author: Agen one

Terlahir dengan kutukan yang memakan usia, Boqin Tianzun terpaksa menempuh jalan berdarah demi melawan waktu yang kian menipis. Di tengah pengkhianatan keluarga dan dunia yang memuja kekuatan, ia merajut rencana keji untuk merangkak ke puncak tertinggi.

​Bagi sang iblis berbakat, nyawa hanyalah pion catur dan cinta hanyalah teknik manipulasi, kecuali untuk satu jiwa yang tersisa. Di ambang batas kematian, ia bersumpah akan menaklukkan takdir dan menghancurkan siapa pun yang menghalangi langkahnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31: Istana di Atas Awan

​Setelah kepergian Jenderal Zhao yang memalukan, Boqin Tianzun menyadari bahwa rumah kayu di tepi danau, meski indah, tidak lagi cukup aman dari gangguan luar. Ia menginginkan tempat di mana debu dunia tidak bisa menyentuh Sua Mei, dan di mana tidak ada kaki prajurit mana pun yang bisa menginjakkan kaki tanpa izinnya.

​"Mei," panggil Boqin saat fajar menyingsing. "Bagaimana menurutmu jika kita tinggal sedikit lebih dekat dengan bintang-bintang?"

​Sua Mei tertawa kecil, mengira Boqin sedang bercanda. "Itu mustahil, Boqin. Manusia tidak bisa tinggal di langit."

​Boqin tersenyum tipis. "Bagi orang lain, itu mustahil. Bagiku, itu hanya masalah niat."

​Boqin melangkah ke tengah Kota Anggrek Hitam. Ia melepaskan kekuatan Jiwa Sejati Level 1 secara penuh, namun ia mengontrolnya dengan sangat presisi agar tidak menghancurkan warga.

​Ia mengangkat kedua tangannya ke langit. "Bangkitlah!"

​Tanah bergetar hebat. Sembilan bukit raksasa di sekitar kota mulai terangkat dari akarnya. Dengan kekuatan manipulasi ruang dan gravitasi, Boqin menarik bukit-bukit itu ke atas awan. Ia menggunakan Inti Api Matahari sebagai bahan bakar permanen untuk membuat pulau-pulau terbang itu tetap melayang.

​Di atas pulau terbesar, Boqin mulai membangun. Bukan dengan tukang bangunan, melainkan dengan Esensi Qi. Ia membentuk marmer putih dari debu gunung, mengalirkan air terjun dari kristal atmosfer, dan menanam pohon-pohon spiritual yang ia curi dari berbagai sekte.

​Dalam waktu satu hari, sebuah kompleks istana yang megah—Istana Langit Abadi—berdiri tegak melayang di atas kota. Kota Anggrek Hitam kini berada di bawah bayang-bayang keagungan istananya.

​Sementara itu, di Ibukota Kekaisaran, Jenderal Zhao bersujud di depan Kaisar Naga Langit. Wajahnya masih pucat saat menceritakan bagaimana phoenix emasnya hancur hanya dengan satu jari.

​"Dia bukan manusia, Baginda! Dia adalah iblis dalam wujud pemuda!" teriak Zhao.

​Di samping Kaisar, berdiri tiga sosok tua yang mengenakan jubah abu-abu. Mereka adalah Tiga Tetua Pelindung Benua, masing-masing berada di ranah Jiwa Sejati Level 5.

​"Jangan berlebihan, Zhao," ucap salah satu tetua dengan suara serak. "Mungkin dia menggunakan artefak kuno. Seseorang di Level 1 tidak mungkin menghancurkan phoenix Level Jiwa Sejati semudah itu. Kami akan pergi ke sana dan memberinya pelajaran tentang hierarki kekuatan."

​Kaisar mengangguk, namun hatinya diliputi kecemasan. "Bawa kepalanya, atau bawa surat penyerahannya. Kekaisaran tidak boleh dipermalukan!"

​Malam itu, Boqin membawa Sua Mei ke istana barunya melalui jembatan cahaya yang ia ciptakan. Sua Mei terpaku melihat pemandangan seluruh benua dari ketinggian ribuan meter. Udara di sini sangat murni, disaring oleh formasi pelindung yang dibuat Boqin.

​"Ini... luar biasa, Boqin." bisik Sua Mei, matanya berkaca-kaca melihat keindahan taman bunga yang mekar di atas awan.

​Boqin memeluknya dari belakang, dagunya bersandar di bahu Sua Mei. "Hanya ini yang layak untukmu, Mei. Di sini, tidak ada pajak, tidak ada perang, dan tidak ada yang bisa menghinamu lagi."

​Namun, di ujung cakrawala, Boqin merasakan tiga titik energi yang sangat kuat sedang mendekat dengan kecepatan tinggi. Tiga Tetua Pelindung sedang datang.

​Boqin tidak melepaskan pelukannya. Ia hanya melirik ke arah utara dengan mata yang berkilat dingin.

​"Tiga serangga lagi yang ingin menguji kesabaranku," batin Boqin. "Jika mereka mengotori lantai marmer baruku dengan darah mereka, aku akan memastikan seluruh sekte mereka ditarik ke sini untuk menjadi pelayan pembersih selamanya."

1
Aldrianto M. Lasut
ini yg bikin cerita gak menarik memanfaat kan wanita yg telah membantu dgn licik..
y@y@
👍🏿🌟👍🏻🌟👍🏿
Zan Apexion
lanjut
༄⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Lanjut Up Thor
Epi Cendrawati
bagus alur ceritaya
Agen One: Wah, terima kasih loh🔥🔥🔥🔥
total 1 replies
༄⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Mantap 👍
Agen One: /Pray//Pray//Pray//Pray//Pray//Pray//Pray//Pray//Pray/
total 1 replies
Nanik S
lanjutkan
Agen One: siappppp
total 1 replies
Nanik S
Cuuuuuuuuusst
Agen One: 🔥🔥🔥🔥🔥🔥
total 1 replies
Nanik S
Licik dan kejam
Agen One: 💀💀💀💀💀💀
total 1 replies
Nanik S
God Job
Agen One: 👍👍👍👍👍👍
total 1 replies
y@y@
💥👍🏼🌟👍🏼💥
Agen One: Gassss
total 1 replies
Nanik S
Dendam lama
Nanik S
Kejam dan sadis
Nanik S
Sui Mei... teman satu satunya yang membuatnya bersemangat
Agen One
Manipulatif dan strategi
Nanik S
Shiiiiip
Nanik S
Keren cekali ceritanya Tor
Nanik S
Kata yang halus tapi mematikan
Nanik S
Jangan terlena Boqin
Agen One: gak akan, justru sebaliknya💪
total 1 replies
Nanik S
Song Yi... mau bikin umpan malah termakan umpan 🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!