NovelToon NovelToon
Pesona Istri Yang Kusia-siakan

Pesona Istri Yang Kusia-siakan

Status: sedang berlangsung
Genre:Lari Saat Hamil / Selingkuh / Pelakor / CEO / Suami Tak Berguna / Penyesalan Suami
Popularitas:120.4k
Nilai: 5
Nama Author: Melon Milk

Alyssa hidup dalam pernikahan yang hancur bersama Junior, pria yang dulu sangat mencintainya, kini menolaknya dengan kebencian. Puncak luka terjadi ketika Junior secara terang-terangan menolak Niko, putra mereka, dan bersikeras bahwa anak itu bukan darah dagingnya. Di bawah satu atap, Alyssa dan Niko dipaksa berbagi ruang dengan Maureen, wanita yang dicintai Junior dan ibu dari Kairo, satu-satunya anak yang diakui Junior.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Melon Milk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

23

“Kamu sudah bicara dengan orang tuamu?” tanya Junior santai, seolah hubungan mereka masih sedekat dulu.

Alyssa menoleh dengan tatapan berat dan penuh kesal. “Urusanmu apa.”

Dahi Junior berkerut. “Kasar.”

“Kalau kamu merasa tersinggung, jangan ajak aku bicara,” balas Alyssa dingin sambil tetap fokus mengukur bahu pria itu. Tangannya sedikit gemetar saat menggeser pita ukur bukan karena sulit, melainkan karena perasaannya sendiri.

Sial.

Ia sedang menyentuh mantan suaminya. Otot lengan Junior terasa keras di bawah jarinya, dan bau tubuhnya, terlalu familiar, terlalu mengganggu, membuat kepalanya pening. Sejak tadi ia ingin pergi, tapi pekerjaannya belum selesai.

Dan Junior malah terus menatapnya.

“Kamu sempat ke luar negeri setelah kita berpisah?” Junior kembali bertanya. Wajahnya penuh rasa ingin tahu, seolah benar-benar perlu tahu apa yang terjadi dalam hidup Alyssa.

Alyssa menarik napas dalam-dalam, berusaha menahan diri. “Urus urusanmu sendiri,” ucapnya tajam tanpa menatapnya.

“Jawab saja,” desak Junior, nada suaranya mulai kehilangan kesabaran.

“Tolong, Junior. Berhenti bicara denganku,” suara Alyssa terdengar lelah. “Kita tidak dekat. Apa kamu tidak paham? Seolah semua yang terjadi dulu tidak berarti apa-apa bagimu. Cara kamu bertanya itu… seperti tidak ada luka, tidak ada kehancuran.”

Ia berhenti mengukur, lalu menatap Junior. semua sakit hati itu keluar lewat matanya.

“Jadi meskipun kita bertemu berkali-kali, jangan bersikap santai padaku. Kamu menghancurkan kepercayaanku, kamu dan Maureen. Hidupku ikut hancur. Kamu tertipu olehnya.”

Tangannya terlepas dari tubuh Junior.

“Bagaimana aku bisa percaya padamu kalau Maureen punya bukti?” Junior bertanya keras kepala.

Alyssa tak menjawab. Ia hanya menggeleng, terlalu lelah untuk menjelaskan sesuatu yang tak pernah didengarkan.

“Ingat ini,” ucap Alyssa akhirnya dengan tenang, suaranya nyaris datar. “Kalau memang ada apa-apa antara aku dan Edgar, akulah yang akan dinikahi Edgar, bukan Ashley. Dan Niko tidak akan memanggil Edgar ‘Ucle’ kalau dia benar-benar ayahnya.”

Ia merapikan alat-alatnya setelah selesai mengukur. Junior terdiam, menatap kosong, seolah baru tersadar akan sesuatu.

Apa? Baru bangun dari kenyataan? Bahwa selama ini kamu dibutakan Maureen?

Namun meski begitu, Alyssa tak pernah berniat kembali. Ia sudah berjanji pada Niko dan pada dirinya sendiri. Hidupnya cukup dengan anak-anaknya.

Tiba-tiba Friska berlari menghampiri mereka, napasnya sedikit terengah. “Maaf, Tuan Junior, calon istri Anda sudah datang. Saya khawatir akan terjadi keributan kalau melihat Anda berdua bersama,” ucapnya cemas. Ia tidak ingin masalah disini.

Jantung Alyssa mencelos. Ia membenci keributan, terlebih jika Maureen membuat adegan di Studio B yang sedang ramai. Alyssa tak mau harga dirinya diinjak lagi.

Ia cepat-cepat merapikan barang, berpura-pura tak mendengar apa pun.

Namun sebelum sempat menjauh, Junior meraih pergelangan tangannya. Kuat.

“Kenapa buru-buru?” bisiknya dekat telinganya, membuat bulu kuduk Alyssa meremang. “Kita belum selesai, mantan istriku.”

“Lepaskan aku!” Alyssa berusaha melepaskan diri. Tangannya gemetar. “Kalau Maureen melihatku dekat denganmu, dia akan mempermalukanku lagi! Pakai otakmu, Junior!”

Junior mengernyit. “Lalu kenapa? Kamu desainernya. Dia tidak bisa melarangku bekerja dengan siapa pun.”

“Kamu bodoh atau pura-pura bodoh?” Alyssa membalas tajam. “Kalau aku di posisi Maureen, aku juga marah! Kamu masih bicara dengan mantan istrimu seolah tidak pernah terjadi apa-apa. Aku juga akan cemburu!”

Kesabarannya habis.

Tanpa peringatan, Alyssa menggigit tangan Junior sekuat tenaga.

“Argh!” Junior berteriak, terhuyung sambil memegangi tangannya.

“Rasakan!” Alyssa menyeringai puas. “Sakit? Bagus. Itu pantas kamu terima.” Bekas gigitan itu tampak berdarah.

Ia berbalik pergi, namun suara Junior mengejarnya.

“Aku bersumpah, kalau suatu hari aku menangkapmu, giliranku yang akan menggigitmu dan kamu tidak akan pernah melupakannya.”

Gila. Seolah aku akan membiarkan itu terjadi.

Alyssa langsung pulang ke Apartemen nya. Di sana sudah ada Niko dan Cecil di ruang tamu, bersama kedua orang tuanya.

“Ayah, Ibu” sapa Alyssa hangat.

Dalam dua hari terakhir, hubungannya dengan orang tua kembali membaik. Ia memang tidak benar-benar membenci mereka, ia hanya terluka. Dan ia bisa merasakan usaha mereka untuk menebus semuanya.

Ia mencium pipi Aliana dan Albert bergantian.

“Mommy! Aku kangen!” Cecil berlari memeluknya.

“Aku juga kangen, sayang,” Alyssa membalas sambil mengecup pipi anaknya berkali-kali.

Ia tak bisa membayangkan jika Junior sampai merebut Cecil darinya.

***

“Junior, sayang, bagaimana proses pengukuranmu?” suara Maureen terdengar saat ia memasuki Studio B. Matanya menyapu ruangan dan lega karena Alyssa sudah pergi.

Junior berdiri membelakangi Maureen, merapikan blazernya.

“Biasa saja,” jawabnya singkat. “Kamu ngapain ke sini?”

Maureen mengangkat bahu, terlihat gugup. “Aku hanya mau bilang aku pergi sebentar. Menemui teman.”

Junior menatapnya dari ujung kepala sampai kaki. “Biasanya kamu pergi tanpa pamit. Kenapa sekarang bilang? Perlu uang?”

Nada curiga terdengar jelas. Beberapa hari lalu ia baru memberi uang, dan Maureen sudah kehabisan lagi?

“Tidak,” jawab Maureen pelan. “Aku hanya ingin memberi tahu.”

“Pergilah,” kata Junior dingin. “Aku urus Kairo. Nikmati waktumu.”

Ia sama sekali tidak menoleh lagi.

Maureen menggigit bibir. Ia ingin mendekat, ingin mencium Junior, walau sekilas. Tapi pria itu lebih memilih berbicara dengan Friska daripada menatapnya.

Ia merasa… tidak penting.

Dengan kesal, Maureen melangkah keluar dari Luxe Lane. Udara sore terasa dingin, tapi hatinya jauh lebih dingin. Ada sesuatu yang akan ia lakukan dan ia membencinya.

Ponselnya berbunyi. Nomor tak dikenal. Sebuah pesan berisi nama hotel dan restoran.

“Serius… di hotel?” gumamnya. “Dekat sekali dengan kediaman ortu Junior."

Ia hampir mundur. Namun teringat ancaman Ziora, jika ia tidak datang, pria itu tak akan berhenti.

“Cepat selesaikan,” katanya pada diri sendiri.

Di depan hotel, seorang pria menunggunya Hans. Wajah tampannya membuat Maureen refleks menelan ludah. Namun tetap saja, pesona Junior tak tertandingi.

“Kamu telat,” kata Hans santai.

“Aku sibuk,” balas Maureen ketus. “Ziora bilang kamu sudah dibayar. Jadi kenapa kamu masih menggangguku?”

Hans tertawa kecil, mendekat. “Kamu lupa siapa aku bagimu.”

Maureen menepis tangannya. “Langsung saja. Apa maumu?”

Wajah Hans mengeras. “Kamu tahu. Dua malam. Kalau tidak…”

“Kamu memeras aku?” Maureen mendesis.

Hans tersenyum miring. “Mungkin. Aku satu-satunya yang tahu rahasiamu. Coba bayangkan kalau Junior tahu.”

Maureen membeku.

“Baik,” katanya akhirnya, getir. “Dua malam.”

Hans tersenyum puas.

Di dalam hati, Maureen menggenggam tinjunya.

Seandainya saja ia bisa menghancurkan pria ini.

1
kalea rizuky
menye menye alisya males dahh
kalea rizuky
pergi jauh alisya enak aja qm sama anak mu cm di jadiin cadangan doank dih laki goblokkk
Asyatun 1
lanjut
Oma Gavin
waduh ini yg koma istri edgar jgn seneng dulu kamu maureen hbs ini giliran edgar yg akan menghabisi mu dan hans
Anonymous
LEMAH AMAT 🤣
Asyatun 1
lanjut
Anonymous
Alyssa mental Slime
Ma Em
Alyssa bulatkan tekadmu pergilah ke Amerika lbh baik Alyssa dan anak2 tinggal di Amerika , Alyssa hrs bisa melupakan Junior emang Junior tetaplah papanya Niko dan Cecil itu tdk akan ada yg bisa menggantikannya , aku tdk sukanya sama Alyssa tetap saja lemah dan bodoh msh saja TDK bisa move on dari Junior sama saja Alyssa dipakai tambah lumayan sama Junior dulu dicaci dihina dan diusir dibuang seperti sampah tapi Alyssa sdh melupakan momen itu .
Ma Em
Alyssa akhirnya kamu emang selalu kalah dari Maureen kamu yg bodoh Alyssa msh saja percaya sama Junior , Junior tetap saja memprioritaskan Kairo daripada Niko , lbh baik kamu lupakan Junior lbh baik kamu keluar negeri lagi jgn tinggal di indonesia lagi lupakan Junior carilah kebahagiaanmu dan anak2 Alyssa .
Asyatun 1
lanjut
Adinda
Alysa tolol udah dibuang,difitnah direndahkan masih mau bertahan
Adinda
wanita tolol udah dibuang kayak sampah masih saja bodoh
kalea rizuky
kapok goblok sih jd orang menyia nyiakan anak dan istri demi anak haram
Oma Gavin
nah bener kan kairo bukan anak junior sudah jelas dari kelakuan nya mirip maureen kamu saja yg oon bin goblok junior selama ini kamu hanya dimanfaatkan maureen jelas" selingkuh dgn hans kamu masih saja ngga test DNA udah dari awal kamu ragu wajah ngga ada miripnya dgn kamu masih saja kamu pertahankan, semoga kamu juga ditinggalkan sama alyssa dan niko, cecil biar komplit penderitaan mu junior
Anonymous
ole ole balikan... DASH DASH OHRANGER
Anggrenioi
okeee
Anita Rahayu
cerita kamu memuakkan dan jenuh thor karakter cowo gk tegas dan plin plan begitu juga dgn cweknya gk sukalah bacanya
kalea rizuky
Alisa lemah lembek tolol lawan bodoh
kalea rizuky
sekali lacur ttep lacur
kalea rizuky
klo balik q ksih rating jelek. ini. novel liat aja
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!