Hanya cerita fiksi
Tidak terkait dengan agama manapun
maaf jika ada yang kurang berkenan 🙏
Bella Amanda awalnya adalah gadis cantik yang begitu periang. Tapi sikapnya lambat laun berubah ketika orang-orang membandingkan dirinya dengan adiknya sendiri yang katanya lebih cantik, lebih pintar dan lebih segala-galanya.
Bukan hanya itu Bella juga harus menelan pil pahit saat suaminya dengan tega bermain belakang dengan Belinda, adiknya sendiri dan diharuskan menikah.
Sanggupkah Bella tetap bertahan dengan pernikahannya atau memilih menyerah?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon airarahma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Permohonan Ibu
Ini adalah hari ke 7 Raffa di rawat di rumah sakit. Selama itu pula Finn selalu setia menemani Ayahnya. Kadang saat ada pekerjaan yang tidak bisa ditinggal maka kedua adik kembarnya akan secara bergantian menunggui ayahnya di rumah sakit.
Tapi.. Erlan si kakak paling tua sama sekali tidak pernah menjenguk ayahnya sekalipun. Padahal penyebab Raffa masuk rumah sakit adalah karena kelakuan Erlan sendiri.
Saat ini di rumah sakit Finn menunggui Ayahnya tidak sendiri, Ibu pun ada disana.
"Apa kakakmu ada kesini?" tanya Ibu sambil mengupaskan buah untuk Finn.
Finn menggeleng.
"Dia sedang banyak masalah bu, Bella baru saja keluar dari rumah" jawab Finn.
Ibu sampai menjatuhkan buah dipangkuannya karena dia begitu terkejut mendengar cerita Finn tentang Bella.
"Bel..Bella tinggal dimana sekarang?" tanya Ibu terbata.
"Apa Bella ingin bercerai dari kakakmu?" tanya Ibu pula.
Ibu sangat takut jika Bella dan Erlan bercerai. Bagaimana nasib cucunya bila itu terjadi?
"Aku tidak tau bu. Yang aku dengar dari Om Daniel saat menjenguk Ayah kesini adalah Bella tinggal sementara di rumah tante Fraya. Belum ada pembahasan tentang perceraian" jawab Finn.
Ibu menghela nafas lega.
"Tapi bila Bella bersikukuh bercerai dengan Erlan, maka tugasmu untuk mendekati Bella agar dia mau menjadi istrimu" ucap Ibu tidak terduga.
"Bu... Jangan bicara aneh-aneh.. Kalau Bella mendengar dia akan sedih bu. Aku juga tidak mungkin menikah dengan Bella. Aku tidak mungkin menikah dengan mantan istri kakakku sendiri, bu. Mohon Ibu mengerti juga perasaanku" tolak Finn dengan tegas.
Ibu terlihat menghela nafas. Sangat takut kehilangan menantu seperti Bella membuat Ibu begitu frustasi hingga mempunyai ide yang sedikit memaksa.
Bagaimana mungkin Bella mau menikah dengan Finn setelah apa yang dilakukan Erlan?
"Bella masih sangat muda dan cantik. Tidak mustahil bila banyak yang mau menjadi suaminya. Lalu bagaimana dengan Elea? Apa suami baru Bella nanti akan menerima El? Kalau kamu sebagai pamannya pasti bisa menerima anak itu dengan baik, itu alasan Ibu nak. Ibu kasian dengan Elea" ucap Ibu mencurahkan isi hatinya.
"Bu... Bella masih menjadi istri Erlan. Kenapa pikiran ibu sudah kemana-mana? Walau mereka nanti bercerai, Elea tetap menjadi tanggung jawab Erlan" ucap Finn membalas pernyataan Ibunya.
"Tapi firasat Ibu bilang kalau mereka akan bercerai" ucap Ibu sambil menghapus air mata di pipinya. Tangis seorang nenek yang begitu menyayangi cucunya. Ibu lupa kalau ini terjadi adalah karena kesalahan anaknya sendiri.
"Sudah jangan berpikiran macam-macam. Tidak baik untuk kesehatan Ibu" tegur Finn dengan nada yang sopan.
Tak lama kemudian, Bella dan Elea kembali datang menjenguk mertuanya.
Ibu langsung saja berhamburan memeluk Bella sambil berurai air mata.
"Maafkan ibu Bella. Maafkan Ibu yang tidak bisa mendidik Erlan dengan benar" ucap Ibu dengan terisak.
Bella pun jadi ikut menangis mendengar mertuanya menangis seperti itu.
Elea yang bingung kemudian ikut juga menangis. Dia tidak suka melihat mamanya menangis.
"Mom, jangan menangis mom" ucap Elea dengan gaya bicara sesuai anak seusianya.
Mendengar itu membuat Bella segera menghentikan tangisnya.
"Mommy tidak nangis kok sayang.. Mommy hanya bahagia bertemu Nenek dan Kakek" ucap Bella berusaha meyakinkan anaknya.
Elea melihat sekeliling, Kakek nya yang sedang tertidur, uncle nya yang berwajah sedih serta neneknya yang tak kalah sedih.
"Semua sedih mom" sahut Elea.
"Tidak nak, semua bahagia" jawab Bella sambil mengelus rambut Elea dengan sayang.
Finn kemudian bangkit dari duduknya dan mengajak Elea untuk bermain di luar.
"El kita main diluar yuk" ajak Finn pada ponakannya sambil merentangkan tangannya
Dengan senang hati Elea pun meraih tangan pamannya itu.
"Om , El mau beli es cream" ucap Elea berbisik.
Walau begitu Bella tetap mendengarnya.
"Jangan El, kamu kan baru sembuh" tegur Bella masih bernada lembut.
Elea mengerucutkan bibirnya tapi di tetap menurut ucapan ibunya.
Finn pun menggendong Elea keluar ruang perawatan Raffa ditemani suster.
Tinggallah diruangan itu Bella dan mertuanya.
Ibu terus saja meminta maaf atas perbuatan anaknya.
"Ini bukan salah ibu" ucap Bella menenangkan mertuanya yang sudah benar-benar terlihat frustasi.
"Kalau kamu mau bercerai dengan Erlan ibu tidak apa nak, tapi mau kah kamu menikah dengan Finn bila kamu bercerai? Finn pasti menyayangi Elea seperti anaknya sendiri" ucap Ibu penuh mohon.
Deg.
Dada Bella rasanya seperti tersengat listrik.
Belum kering rasanya luka yang mengaga di hati Bella, kini Ibu kembali menaburkan garam. Tidak mungkin Bella bisa menikah dengan Finn setelah bercerai dengan Erlan. Walau Bell mengerti maksud Ibu adalah demi Elea, tapi apa Ibu pernah memikirkan perasaan Bella?.
Bella juga ingin melakukan sesuatu berdasarkan keinginannya. Dia tidak mau lagi menjadi orang yang selalu menuruti perkataan orang lain walau itu orang tua dan mertuanya sendiri
Dulu Bella berusaha menerima perjodohan demi menjadi anak yang berbakti walau akhirnya lama-lama cinta itu tumbuh secara perlahan. Tapi setelah dia benar-benar mencintai Erlan, suaminya itu malah berselingkuh dengan adiknya sendiri.
Bella menggeleng.
"Maaf bu, aku sama sekali tidak kepikiran untuk menikah lagi" jawab Bella apa adanya. Bella sangat trauma dengan yang namanya pernikahan.
Ibu kembali menangis.
"Maafkan Ibu sudah egois padamu Bella. Ibu hanya tidak mau Elea menjadi korban" ucap Ibu yang menyadari kesalahannya.
Bella menghela nafas.
Sekarang pun Aku dan Elea sudah menjadi korban Mas Erlan , Bu. Ucap Bella dalam hati.
...
Setelah berbincang cukup lama dengan mertuanya. Bella pun menyusul Finn dan Anaknya. Saat ini mereka sedang bermain di taman yang ada di rumah sakit. Taman yang berisikan air mancur dan juga area bermain anak. Pantas saja Elea betah berada disana.
Kini Finn dan Bella sudah duduk bersebelahan di kursi besi yang ada di taman tersebut. Pandangan mereka sama-sama tertuju pada Elea yang sedang bermain ayunan bersama susternya.
"Maafkan Ibu ya Bell. Aku tau ibu pasti sudah berbicara yang aneh-aneh padamu" ucap Finn tanpa melihat ke arah Bella.
"Ibu hanya sangat takut Elea yang menjadi korban bila kalian berpisah. Ibu pikirannya sudah kemana-mana. Itu hanya karena Ibu begitu menyayangi Elea. Tapi Ibu lupa kalau kamu juga punya pilihan mu sendiri. Kamu juga harus memikirkan perasaanmu sendiri" lanjut Finn.
Bella menoleh ke arah adik iparnya itu.
"Makasih mas, karena mengerti posisi ku. Bukannya aku egois, tapi aku sudah tidak bisa lagi melanjutkan hubunganku dengan Mas Erlan. Aku tidak sebaik itu bisa memaafkan kesalahannya. Karena perselingkuhan itu termasuk prinsip menurutku. Sekali berselingkuh bisa jadi nanti dia akan berselingkuh kembali" ucap Bella yang kembali menjatuhkan air matanya.
Bersambung...