Meyra merasa sangat aneh karena kini dia berada di sebuah pulau yang dia tidak tahu entah di mana, sejauh mata memandang hanya ada lautan saja.
Setelah dia mencari tahu, ternyata Meyra terdampar di dunia lain. Demi bisa kembali ke bumi, dia rela menerima tawaran untuk menikah dengan siluman singa jantan yang dia temui di sana.
"Apakah aku bisa pulang ke bumi jika menikah denganmu?"
"Tentu saja, aku juga bisa membantumu untuk mengungkapkan kejahatan yang menimpa ayahmu."
Bagaimana kisah selanjutnya?
Langsung kita kepoin yuk.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cucu@suliani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tidur Bersama Ibu
Meyra terlihat kebingungan kala Lion hanya diam saja seraya menatap wajah ibunya, dia melihat Lion yang seperti ingin mengungkapkan sesuatu tapi terasa sulit.
"Kenapa, Sayang? Kenapa kamu malah kaya orang bingung gitu?" tanya Meyra.
Lion yang sedang melamun seakan tersadar dengan teguran dari istrinya, lalu dia tersenyum dan mengusap pipi istrinya.
"Sebenarnya Ibu bisa masuk ke dunia ayah, hanya saja tidak bisa bertahan lama. Hanya sebentar saja," jawab Lion lesu.
Meyra terlihat mengerutkan dahinya, Lion berkata jika ibunya tidak bisa berlama-lama di dunia ayahnya. Lalu, kenapa dia bisa bertahan lama, pikirnya.
Dia bisa sampai lima hari saat di sana, bahkan kata bi Onah dia sampai menghilang selama lima bulan lamanya.
"Lalu, kenapa aku bisa lama saat berada di sana?" tanya Meyra bingung.
Lion tersenyum mendengarkan pertanyaan dari istrinya, tentu saja Meyra bisa lama berada di sana. Karena Meyra adalah wanita terpilih, wanita spesial.
Meyra mempunyai kekuatan yang sangat besar di dalam tubuhnya, hanya saja dia tidak menyadarinya.
Jika saja Meyra tahu dan bisa mengasah kekuatannya dengan baik, Meyra akan menjadi sosok wanita yang tidak terkalahkan.
"Karena kamu spesial, Sayang. Kamu bahkan bisa membuat aku menjadi manusia seutuhnya," jawab Lion.
Meyra sebenarnya tidak paham dengan apa yang dikatakan oleh Lion, tapi dia tetap menganggukkan kepalanya.
Dia juga tidak paham kenapa harus dia yang menjadi wanita pilihan dan mampu membuat Lion berubah menjadi manusia seutuhnya, satu hal yang dia sukuri.
Dia merasa bersyukur bisa menikah dengan Lion, walaupun pertemuan mereka seakan seperti perjodohan ghaib, tapi dia tetap bahagia bisa bersuamikan lelaki seperti Lion.
"Begitu, ya. Apa spesialnya?" tanya Meyra pelan.
"Kamu itu bisa melintasi waktu, kamu bisa pergi ke duani mana pun yang kamu mau singgahi. Hanya perlu mencari pintu menuju dunia lain saja," jelas Lion.
"Oh," jawab Meyra.
"Ada lagi, Sayang. Di dalam tubuh kamu ada kekuatan yang sangat besar, kamu bisa menggunakan kekuatan itu di saat kamu membutuhkannya. Hanya perlu belajar untuk memakai kekuatan itu," jelas Lion.
"Masa sih?" tanya Meyra tidak percaya.
"Haish! Dibilanginnya, ya sudah ngga usah dipikirkan. Nanti kamu akan bisa menggunakan kekuatan itu dengan baik secara sendirinya," kata Lion.
"Hem," jawab Meyra acuh.
Karena pada dasarnya dia tidak terlalu paham tentang hal ghaib, kalau saja dia tidak melihat sendiri Lucas menjadi Singa, dia masih mengagap jika hal ghaib itu hanya bulshit.
Melihat obrolan antara anak dan menantunya yang seakan tiada habisnya, Liliana terlihat tersenyum dan bersuara.
"Sudah jangan berdebat, sekarang kita ke dapur saja. Kita masak untuk makan malam," ajak Liliana.
"Hem, sepertinya itu ide yang sangat bagus," kata Lion.
Setelah mengatakan hal itu, akhirnya Lion, Meyra dan juga Liliana terlihat bangun dan melangkahkan kaki mereka menuju dapur.
Walaupun di sana ada bibi yang sedang mempersiapkan semuanya, tapi tetap saja mereka terlihat antusias untuk ikut memasak.
Malam ini adalah malam yang sangat spesial untuk mereka, mereka ingin menikmati setiap waktu kebersamaan yang mereka lalui.
Apalagi dengan Liliana, dia terlihat begitu senang karena akhirnya bisa berkumpul kembali dengan Lion, putranya. Walaupun tanpa Lucas.
Di alam lainnya.
Bianca yang sudah terkurung selama lima tahun merasa sangat senang karena bisa bertemu kembali dengan suaminya, Alexander. Sayangnya mereka harus terpisah walaupun tinggal dalam satu alam.
Setiap hari sudah gelap, Alexander akan mengendap-endap untuk menemui istrinya. Dia akan membawa Bianca menuju ruang bawah tanah yang tidak sengaja dia temukan.
Mereka akan melepas rindu di sana dengan tergesa, mereka takut akan ketahuan olah raja Gordian. Lelaki berusia jutaan tahun, raja di alam tersebut.
Dia menentang rakyatnya untuk hidup bersama, antara pria dan wanita dia pisahkan tempat tinggalnya.
Hal itu dia lakukan agar tidak ada keturunan yang lahir, dia takut jika ada keturunan yang lahir maka kedudukannya akan tergeser.
Dia sering menikahi wanita-wanita yang ada di alam tersebut, sayangnya semua istrinya tidak ada yang dia biarkan hamil. Dia tidak mau tahtanya tergeser walaupun oleh keturunannya sekalipun.
Jika ada yang ketahuan dua insan sedang memadu kasih, bahkan ada yang sampai hamil, maka mereka akan dimusnahkan.
"Mas, aku kangen banget. Rasanya ngga tahan hidup kaya gini terus, sembunyi-sembunyi terus. Kita harus mencari jalan untuk pulang," kata Bianca seraya memeluk tubuh suaminya yang masih kekar itu.
Alexander merasakan hal hang sama, tapi dia tidak tahu bagaimana caranya untuk pulang dari sana.
"Aku juga berpikir seperti itu, tapi di mana letak pintu untuk pulang itu?" tanya Alexander seraya menghela napas berat.
"Oiya, Mas. Bukankah dulu Ibu kamu pernah bilang jika di dalam tubuh Meyra ada kekuatan besar yang... apa katanya itu?" tanya Bianca.
Bianca seolah-olah sedang mengingat-ingat apa yang pernah dikatakan oleh mertuanya dulu, sayangnya dia tidak ingat.
"Ada kekuatan besar yang tidak dia tahu dan dulu kamu mencibir apa yang ibu katakan," kata Alexander seraya terkekeh.
Bianca hidup di jaman modern, dia berpikir jika apa yang dikatakan oleh mertuanya hanyalah hal tahayul.
"Dih, kamu juga ngga percaya. Kamu bilang itu tahayul," kata Bianca tidak senang.
"Hem, tapi sepertinya sekarang aku percaya. Semoga Meyra menyadari kekuatannya dan bisa menyelamatkan kita dari sini," kata Alexander.
"He'em, semoga saja. Oiya, aku harus segera pergi. Takutnya nanti ada penjaga yang berkeliling," kata Bianca.
Alexander terlihat mendengkus sebal, tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa. Dia hanya bisa pasrah dan membiarkan agar istrinya bisa cepat pergi.
"Hem, pergilah. Nanti kita bertemu lagi," kata Alexander.
Alexander langsung memeluk pinggang istrinya dengan erat, lalu dia menunduk dan menautkan bibirnya.
Rindu?
Tentu saja dia sangat rindu dengan istrinya itu, wanita yang sudah lima tahun tidak dia temui itu. Bahkan rasanya dia ingin sekali bercinta sepanjang hari dengan istrinya.
Andai saja tidak ada benteng yang dibangun untuk memisahkan para lelaki dan juga perempuan, dia pasti akan bahagia karena bisa tinggal satu atap dengan istrinya itu.
"Emph! Sudah, aku mau pergi. Jaga diri baik-baik, aku akan pergi terlebih dahulu agar tidak ada yang curiga," kata Bianca setelah tautan bibir mereka terlepas.
"Hem," jawab Alexander dengan berat hati.
Alexander terlihat menatap punggung kecil istrinya yang keluar dari dalam ruang bawah tanah, dia hanya bisa menghela napas berat.
Setelah kepergian istrinya, dia terlihat keluar dari ruang bawah tanah tersebut dan segera pergi ke tempat para pria di mana dikumpulkan.
Iya, para pria terlihat dikumpulkan di sebuah rumah yang berbeda dengan rumah para wanita. Namun, dia merasa bersyukur karena masih berikan satu kamar setiap orangnya.
Dengan seperti itu dia masih mempunyai tempat untuk menyendiri, tempat untuk menikmati kesendiriannya.
Saat siang hari tiba, mereka akan dipekerjakan untuk mengurus perkebunan. Baik itu sayur atau buah.
Mereka bekerja sepanjang hari dan hanya akan diberi makan dua kali sehari, jika mereka merasa lapar, maka mereka akan memakan buah secara sembunyi-sembunyi. Benar-benar menyedihkan.
"Semoga saja Meyra bisa menemukan kami," kata Alexander sebelum memejamkan matanya.
Tubuhnya terasa lelah karena seharian sudah bekerja, tapi setelah bertemu dengan istrinya dan meluapkan kerinduan, rasa sakit itu berubah menjadi rasa yang sangat indah.
***
Malam ini Lion memutuskan tidur di dalam rumah Liliana, bukan hanya itu saja. Lion juga memutuskan tidur bersama dengan Liliana, dia berdalih ingin merasakan tidur sambil dipeluk oleh sang ibu.
Liliana sampai mendengkus geli kala mendengar permintaan dari putranya itu, tapi tidak dapat dia pungkiri jika dia juga merindukan putranya itu.
Meyra sampai merasa cemburu karena harus tidur sendirian, tidak ada kehangatan dari tubuh Lion, suaminya.
Padahal awalnya Meyra seakan enggan jika harus tidur bersama dengan suaminya itu, tapi setelah beberapa hari ini merasakan tidur di dalam dekapan hangat Lion, Meyra merasakan kenyamanan.
Bahkan mereka bisa memadu kasih setiap waktu dan bercanda tawa bersama, itu sangat meyenangkan bagi Meyra.
Pantas saja ayahnya, Alexander sangat merasa kehilangan istrinya, Bianca. Karena ternyata rumah tangga itu memang sangat menyenangkan, berbagi rasa dan berbagi segalanya.
"Aku tidur sendiri?" tanya Meyra ketila Lion mengantarkan Meyra menuju kamar tamu.
"Hem, malam ini aku mau bobo sama Ibu." Lion memeluk pinggang istrinya.
"Aku ngga ada yang peluk?" tanya Meyra.
"Hanya satu malam, besok kita bobo bareng lagi," kata Lion.
Lion menunduk lalu mengecup bibir istrinya, Meyra terlihat menarik tengkuk leher suaminya dan memperdalam tautan bibirnya.
"Besok lagi," kata Lion setelah tautan bibir mereka terlepas.
"Hem," jawab Meyra.
Lion terlihat mengangkat tubuh mungil istrinya, lalu dia merebahkannya dengan perlahan di atas tempat tidur.
Dia kecup kening istrinya dengan penuh kasih, dia tatap wajah cantik istrinya dengan penuh cinta. Lalu, dia berkata.
"Aku bobo sama ibu dulu, besok aku bobo sama kamu lagi. Jangan sedih, aku hanya akan bobo satu malam saja dengan ibu tolong izinkan aku untuk melepas rindu bersama dengan ibu," pinta Lion.
"Iya, aku paham. Kamu ingin merasakan kasih sayang seorang ibu, pergilah!" kata Meyra yang tidak mau egois.
Dia juga mengerti bagaimana rasanya merindukan orang yang begitu dia sayangi, Meyra juga akan melakukan hal yang sama jika bertemu dengan Bianca, ibunya.
Dia ingin sekali memeluk ibunya dan tidur bersama dengan ibunya, walaupun hanya satu malam saja. Lima tahun tidak bertemu, membuat rasa rindu di dadanya seakan membuat dirinya begitu sesak.
"Terima kasih untuk pengertiannya," kata Lion.
Setelah mengatakan hal Lion terlihat menunduk dan memgecup kembali bibir istrinya yang selalu membuat dirinya candu.
Setelah itu, Lion terlihat meninggalkan Meyra yang langsung mengambil guling dan memeluknya dengan erat.
Meyra benar-benar merasa lucu karena dia merasa enggan untuk melihat Lion yang pergi meninggalkan dirinya, padahal awalnya dia benar-benar merasa takut saat melihat wajah Lion yang berada di dekatnya.
"Semoga kita akan terus bahagia dan semoga sebentar lagi aku bisa menemukan kedua orang tuaku, karena aku juga merindukan mereka," kata Meyra sebelum dia terlelap di dalam tidurnya.
***
Selamat siang Kesayangan, jangan lupa like dan komentnya. Semoga kalian sehat selalu dan murah rezeky, Sayang kalian selalu.