NovelToon NovelToon
CINTA TAK KENAL USIA

CINTA TAK KENAL USIA

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Ramanda

Karena orang tua serta para keluarga selalu mendesak untuk menikah. Akhirnya Adelia Aurellia nekat menikahi seorang anak magang yang jarak usianya sepuluh tahun dibawahnya. Hal itu malah membuat orang tua Aurel menjadi murka. Pasalnya orang tua sang supir yang bernama Adam Ashraf adalah seorang pengkhianat bagi keluarganya Aurel.

Padahal itu hanya fitnah, yang ingin merenggangkan persahabatan antara Ayahnya Aurel dan juga Ayahnya Adam. Makanya Adam sengaja bekerja pada mereka, karena ingin memulihkan nama baik sang Ayah. Dan karena tujuan itu, ia pun langsung menerima tawaran dari Aurel, untuk menikahinya.

Akankah, Adam berhasil membersihkan nama baik sang Ayah? Dan Akankah mereka mendapatkan restu dari keluarga Aurel? Yuk ikuti karya Ramanda, jangan lupa berikan dukungannya juga ya?.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ramanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

NEKAT.

Adelia Aurellia, adalah seorang CEO di perusahaan AA Cosmetic. Selain memiliki wajah nan cantik ia juga memiliki kemampuan yang luar biasa hebatnya. Jadi tak heran bila perusahaannya berkembang dengan pesat. Tapi sayang ia memiliki sifat yang arogan. Bahkan ia juga dikenal sebagai wanita terdingin bagi kolega bisnisnya. Makanya tak heran juga diusianya yang hampir menginjak tiga puluh dua tahun, ia belum juga menikah.

Hal itulah yang membuat kedua orang tuanya menjadi resah. Karena mereka takut anak semata wayang mereka menjadi perawan tua. Makanya mereka selalu memaksa Aurel untuk datang ke perjodohan yang sudah diatur oleh sang Ayah. Namun selalu berakhir dihari pertemuan itu saja. Padahal kebanyakan dari mereka adalah seorang pengusaha juga. Tetapi tak satupun dari mereka yang mampu memikat hati Aurel.

"Rel, kemarin malam kamu jadikan menemui anaknya Pak Subandi?" Tanya seorang pria yang tak lain adalah Ayah Aurel, yang bernama Firman Syahputra.

Aurel yang sedang menyesap kopi hitamnya hanya melirik sekilas tanpa minat. Ia meletakkan cangkir porselen itu dengan denting pelan yang terdengar tegas. "Jelas tidak, Pa. Aurel sibuk dengan peluncuran produk baru bulan depan. Pertemuan itu hanya buang-buang waktu."

Wajah Firman seketika memerah. Ia menggebrak meja makan, membuat sang istri, Asnita, tersentak kaget. "Buang-buang waktu kamu bilang? Pak Hendra itu rekan bisnis penting Papa! Anaknya, Denis, baru saja pulang dari London dan dia sangat tertarik padamu!"

"Tertarik pada aset AA Cosmetic, maksud Papa?" Aurel berdiri, merapikan blazer merah marunnya yang elegan. "Aku tidak butuh laki-laki yang hanya ingin menumpang di atas kesuksesanku. Kalau Papa ingin aliansi bisnis, lakukan lewat meja rapat, bukan meja makan malam."

"Aurel!" Suara Firma meninggi. "Umurmu sudah tiga puluh dua tahun. Sampai kapan kamu mau bersikap dingin begini? Papa dan Mama sudah tua. Kami ingin melihatmu berkeluarga, ada yang menjaga kamu!" lanjut Firman dengan nada suara terdengar masih tinggi.

"Aku bisa menjaga diriku sendiri, Pa," sahut Aurel datar, lalu melangkah pergi menuju pintu depan di mana mobilnya sudah menunggu.

Di luar kediaman megah itu, seorang pemuda bertubuh tegap dengan kemeja putih sederhana yang lengannya digulung hingga siku, berdiri tegap di samping mobil mewah Aurel. Namanya adalah Adam Ashraf. Meskipun statusnya hanya sebagai anak magang sekaligus supir sementara, tatapannya menyimpan ketajaman yang tak biasa.

Adam melihat Aurel keluar dengan wajah yang kaku dan penuh amarah. Ia segera membukakan pintu mobil.

"Selamat pagi, Bu Aurel," sapa Adam sopan.

Aurel tidak menjawab. Ia masuk ke dalam mobil dan membanting pintu. "Jalan, Adam. Ke kantor sekarang!"

Selama perjalanan, suasana di dalam mobil sangat mencekam. Adam melirik melalui spion tengah. Ia tahu, momen ini adalah kesempatan yang ia tunggu. Sebenarnya, Adam bukanlah pemuda biasa yang butuh pekerjaan kasar. Ia adalah putra dari Bramasta, sahabat lama Firman yang kini menyandang status pengkhianat di mata keluarga Syahputra.

Tujuan Adam mendekati Aurel sangat jelas: Ia bermaksud mencari bukti bahwa ayahnya dijebak dalam kasus korupsi perusahaan orang tua Aurel sepuluh tahun lalu yang menghancurkan karier dan nama baik keluarganya. Namun, melihat posisi Aurel yang terpojok oleh keluarganya sendiri, sebuah rencana gila terlintas di benak Adam.

Setibanya di lobi kantor, Aurel tidak langsung turun. Ia memijat pelipisnya yang berdenyut. Ponselnya terus bergetar—pesan dari sang Ayah yang mengancam akan menjodohkannya secara paksa jika ia tidak membawa calon suami dalam waktu satu minggu.

"Sial!" umpat Aurel lirih.

"Ada yang bisa saya bantu, Bu? Anda terlihat sangat tertekan," suara bariton Adam memecah keheningan.

Aurel menatap Adam dari spion. Pemuda ini baru berusia dua puluh dua tahun, sangat muda, tapi memiliki pembawaan yang tenang dan dewasa. Wajahnya tampan, namun tipe ketampanan yang tidak membosankan.

"Bantu apa? Kamu hanya anak magang yang kebetulan bisa menyetir," ketus Aurel.

Adam tersenyum tipis, jenis senyum yang membuat Aurel sedikit terpaku. "Kadang, masalah besar membutuhkan solusi yang paling tidak masuk akal. Jika masalah Anda adalah desakan keluarga untuk menikah, saya bersedia menjadi solusinya."

Aurel tertawa sinis, "Kamu mau melamarku? Kamu tahu siapa aku, Adam? Dan kamu tahu siapa kamu?"

"Saya tahu. Anda CEO yang butuh 'tameng', dan saya adalah orang yang tidak memiliki kepentingan apa pun dengan harta Anda. Bukankah itu kriteria yang paling aman bagi wanita seperti Anda?" Adam menjawab dengan sangat tenang.

Aurel terdiam. Otak bisnisnya mulai bekerja. Menikahi anak muda ini akan membungkam mulut ayahnya sekaligus menghindarkannya dari perjodohan konyol dengan para pengusaha rakus. Dan yang paling penting, anak magang ini mudah dikendalikan.

"Kamu tahu konsekuensinya jika bermain-main denganku?" ancam Aurel dengan tatapan mematikan.

"Saya siap tanda tangan kontrak apa pun. Asal... Anda mengizinkan saya tetap berada di sisi Anda sebagai suami sah, setidaknya di depan hukum," jawab Adam. Dalam hatinya, ia berbisik: Dan di situlah aku akan menemukan kebenaran tentang Ayah.

Aurel menarik napas panjang. "Baik. Temui aku di ruangan pukul empat sore. Kita buat kesepakatan." katanya, dan ia pun langsung turun dari mobil, tanpa menunggu jawaban dari Adam.

Adam tersenyum puas, matanya masih mengarah punggung Aurel yang memasuki pintu loby, "Berhasil, Aku harus menggunakan kesempatan ini dengan sempurna," gumam Adam, lalu ia pun turun dari mobil dan menyerahkan kunci mobil pada salah satu scurity disana. Setelah itu ia pun masuk ke gedung yang sama dimana Aurel tadi masuk.

1
sry rahayu
🥹
sry rahayu
kasian Arumi
sry rahayu
😄
sry rahayu
syukurlah
sry rahayu
good luck adam
Wandi Fajar Ekoprasetyo
wah nih mulut belom pernah makan sambel setan level neraka ya..... enak sekali ngomong nya
sry rahayu
selalu nunggu up nya thor
Trie Vanny
Selalu hadir untuk mendukung karya kakakku ini👍👍👍🤭
Ramanda.: Terimakasih Adikku 😍😍. Aku selalu padamu muachh.😘😘
total 1 replies
sry rahayu
semangat 💪
Irni Yusnita
semua cerita yg kau buat selalu bagus dan menarik 👍 lanjut Thor 👍
Wandi Fajar Ekoprasetyo
Weh singkat sekali langsung terkuak kasus yg udh lama.......Hem..... kira² ada balas dendam apa lagi nih dr keluarga Denis
Wandi Fajar Ekoprasetyo
semangat kak othor.....d tunggu up nya
Wandi Fajar Ekoprasetyo
mulai goyah pertahan Aurel
Wandi Fajar Ekoprasetyo
wajah tenang penuh dendam
Ai Sri Kurniatu Kurnia
hadir
Lia siti marlia
hadir thoor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!