Dua bulan lalu, Luella Brynn dipaksa menikah dengan seseorang Bernama Edric Alton yang tidak ia inginkan dan tidak ia kenal. Hanya untuk mengikuti permintaan mendiang orangtua Edric. Pernikahan hanya sebatas formalitas di hadapan orangtua Edric, dan begitu orangtua Edric meninggal. Luella di ceraikan begitu saja oleh Edric. Tidak ada kata perpisahan, hanya ada selembar cek dengan nominal fantastis sebagai rasa terimakasih karena Luella bersedia membantu Edric. Lalu bagaimana dengan kehidupan Luella dan Edric pasca bercerai? Dengan status baru yang akan mereka bawa satu sama lain, sedangkan usia Luella terbilang masih sangat muda bahkan usianya terpaut 15 tahun dengan Edric.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yayalifeupdate, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
28
Luella sampai di kantor dengan tepat waktu. Dia segera menuju ruangannya dan menemui Sarah.
“Sar” Panggil Luella
“Gimana? Baik-baik aja kan?” tanya Sarah.
“Aman kok. Tadi gimana dirumah?”
“Aku bilang kamu mau rujuk sama Pak Edric, hehe”
“Astaga! Sarah kamu gila?”
“Gak ada cara lain Luella, kalau aku bilang kamu dekat sama Pak uhm itu nanti dia akan semakin menjadi-jadi”
“Iya sih, tapi rujuk? Apa harus dengan kata rujuk?”
“Terus apa?”
Luella menghela nafasnya kasar, dia menggaruk dahinya kemudian memejamkan mata sejenank untuk mencerna kalimat Sarah.
“Kita kerja dulu aja, ini dibahas nanti” Ucap Luella
“Nanti tidur dirumahku kan?”
“Iya Sar, tapi temani ambil baju dulu”
“Oke Luella”
.
.
Sementara dikantor Edric mencari informasi tentang Henry dari apa yang ia dengar saat bersama Luella.
Semua informasi yang Edric cari berada di depan matanya, bahkan tidak butuh waktu lama untuk mendapatkan itu.
Edric hanya berusaha mencari tahu, tapi ia tidak akan bertindak berlebihan tanpa izin dari Luella. Hanya saja Edric harus tetap memantau Luella, karena wanita yang bersama Henry saat ini bukanlah wanita yang stabil dalam mengelola emosi.
“Luella benar-benar dalam masalah” batin Edric
Edric mengambil ponselnya, kemudian menghubungi Luella untuk membuatnya tetap menjaga jarak dari Henry.
Luella yang mendengar ucapan Edric semakin merasa hawatir, tidak hanya sarah bahkan Edric yang memiliki kemampuan untuk melindungi pun masih hawatir.
“Siapa?” tanya Sarah
“Pak Edric, Sar”
“Apa katanya?”
“Suruh hati-hati”
“Kan… aku bilang apa, lawanmu ini perempuan gila. Henry juga gila kenapa dia membuatmu di dalam situasi sulit”
“Mungkin karena itu mereka berjodoh Sar”
“Hahaha mungkin”
“Hai Luella, Sarah” panggil Melly
“Melly, selamat datang kembali ke kantor” ucap Luella
“Gimana di kantor baru? Seru gak?” tanya Sarah.
“Seru tapi masih susah untuk adaptasi disana, untungnya untuk kembali ke kantor utama di majuin”
“Ya ampun Mel, kasihan banget. Gak ada makanan enak?”
“Gak ada Sar, adanya makanan hambar semua”
“Kita makan enak deh siang ini, Luella juga lagi gak mood tuh”
“Aku? Gak mood? Gak mood kenapa?” tanya Luella
“HAHAHA” Sarah dan Melly tergelak kompak
Ketiganya meninggalkan kantor, kemudian segera menuju tempat makan yang sering mereka kunjungi sebelumnya.
Cal melihat Luella bersam dengan Melly dan juga Sarah, Cal yang tadinya ingin menyapa dia mengurungkan niatnya kemudian segera naik menuju ruangannya.
Luella dan kedua temannya segera menuju restoran yang jaraknya tidak terlalu jauh namun mereka tetap mengendarai mobil karena ketiganya saat ini sedang menggunakan heels.
“Luella sama sarah seperti biasanya?” tanya Melly
“Betul” jawab keduanya dengan kompak
Setelah memesan makanan, Melly segera bergabung dengan Luella dan juga Sarah. Dia melepas kacamatanya dan menatap Luella dengan tatapan yang sulit diartikan.
“Luella ada hubungan apa nih sama Pak Cal” tanya Melly sambil cekikikan.
“Hah, gak ada apa-apa Mel. Itu gosip beredar gitu aja”
“Tidak ada asap kalau tidak ada api, Sarah… tolong ceritakan”
Sarah tergelak, kemudian ia mulai bercerita. Sementara Luella hanya menepuk jidatnya. Dan Melly begitu antusias mendengarkan cerita Sarah yang dengan detail menceritakan beberapa kejadian saat bersama dengan Cal.
“Mungkin Pak Cal memang ada perasaan sama kamu Luella” celetuk Melly
“Aduh mulai” jawab Luella memutar bola matanya
“HAHAHA” Sarah dan Melly tergelak bersama
Sarah dan Melly memang sangat sering menggoda Luella, namun itu hanya sebatas candaan mereka. Meskipun dari dalam diri sarah dan Melly mereka begitu hawatir karena Luella sedang dalam bahaya, cepat atau lambat Grace akan segera mencium keberadaan Luella.