NovelToon NovelToon
You Are My Destiny

You Are My Destiny

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta pada Pandangan Pertama / Cintapertama / Berondong
Popularitas:695
Nilai: 5
Nama Author: nunna namjoon

seorang mahasiswi yang menjalin hubungan yang rumit dengan seseorang tentara .. apakah mereka akan berakhir sampai menikah ? ... entahlah

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nunna namjoon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 11

Sesampainya di rumah sakit, suga membopong tubuh hana ke arah tempat tidur pasien di UGD.

Semua orang yang mengantar hana di persilahkan menunggu di luar oleh perawat yang sedang bertugas di UGD.

½ jam berlalu seorang dokter keluar dari ruang IGD tersebut.

"Doona? " Ucap suga spontan.

"Suga yaaa lama tak bertemu" Jawab doona sambil memeluk suga.

Gea yang melihat mereka berdua berpelukan agak sedikit kesal entah itu cemburu atau apa dia tak tau.

"Bagaimana kondisi bibi sekarang?" Ucap suga sambil melepas pelukan.

"Dia terkena serang jantung, untung saja belum terlambat, jadi masih sempat tertolong" Jawab doona.

"Apa aku bisa melihat kondisinya di dalam? " Tanya gea.

"Untuk saat ini belum bisa karna detak jantungnya masih belum stabil kalau sudah di pindahkan ke ruang inap kalian bisa menjenguknya" Penjelasan doona.

"Terima kasih sudah membantu bibi" Ucap suga.

Batin gea "baru pertama ini aku melihat suga begitu akrab jika bersama perempuan walaupun itu teman akrabnya, atau jangan jangan mereka ahh tidak mungkin, gea kau berfikir apa sih, suga itu hanya mantanmu tapi kenapa aku tak suga melihat nya berpelukan dengan perempuan lain"

"Gea... Geaaa" Ucap tuan Gerald.

"Aahh iya dad" Jawab gea yang tersadar dari lamunan nya.

"Paman terlihat lelah sebaiknya pulang saja ke rumah, ini sudah larut biar bibi aku yang jaga bersama gea" Ucap suga menyela.

"Aku masih menghawatirkan mamanya gea di dalam sana" Tuan Gerald dengan perasaan sedihnya.

"Ku rasa istrimu akan segera membaik tuan, lebih baik anda beristirahat saja di rumah, jangan sampai ikutan sakit, kasian anak anda jika melihat orang tuanya sakit semua" Ucap doona dengan lemah lembut.

"Baiklah kalau begitu, suga!! Paman titip bibi dan gea ya" Ucap tuan Gerald.

Suga hanya mengangguk sambil tersenyum, tak lama kemudian tuan Gerald pergi meninggalkan rumah sakit.

"Aku pamit ya suga, jam praktekku sudah berakhir jika kau perlu bantuan segera hubungi dokter yang berjaga malam" Ucap doona.

"Sekali lagi terimakasih doona" Jawab suga.

Setelah doona pergi, gea memberanikan diri untuk bertanya ke suga.

"Kau begitu akrab dengan dokter itu, memangnya kalian ada hubungan apa? " Tanya gea sambil memanyunkan bibirnya.

Suga yang gemas melihat gea yang seperti itu terselip buat untuk mengerjainya.

"Apa kau cemburu tuan putri" Jawab suga dengan tersenyum gemas ke gea.

"Apa sih, aku kan cuman bertanya? " Ucap gea dengan salah tingkah .

"Kami hanya teman, aku bertemu dengannya waktu bertugas di Seoul, dia perempuan yang baik dan rendah hati dan dia sangat tanggap dalam menjalankan tugasnya sebagai dokter" Ucap suga yang memposisikan dirinya duduk di samping gea.

"Oww ku kira dia... "

Belum sempat gea menyelesaikan percakapan nya, ruangan IGD terbuka dan ternyata mamanya gea sudah bisa di pindahkan ke ruang rawat inap.

Gea dan suga segera mengikuti para suster yang mendorong hospital bed.

Ruangannya cukup luas karna suga memesan ruang rawat inap kelas VIP agar hana bisa cepat pulih tanpa ada gangguan suara pasien lain.

Namun mamanya gea belum sadarkan diri tapi kondisinya sudah stabil.

"ma bangun ma, jangan seperti ini! " Ucap gea yang duduk di samping ranjang sambil memegang tangan mamanya.

"Tenang lha gea, aku yakin bibi hana akan segera sadar, sekarang tidurlah, ini sudah larut sekali, kau juga butuh istirahat" Pinta suga dengan mengusap lembut pundak gea.

Gea hanya terdiam dan menuruti perintah suga, hanya ada satu sofa panjang di ruangan itu, mau tak mau mereka berdua harus berbagi tempat.

Namun gea hanya duduk terdiam dan mulai mengantuk, tanpa sadar Kepala nya terjatuh ke pundak suga.

Batin suga "gadis ini tak pernah berubah dalam segi manapun, sampek sekarang masih saja suka tertidur dengan keadaan duduk"

Akhirnya suga menempatkan kepala gea ke pahanya sebagai bantalan . Tak lama suga juga ikut tertidur dengan posisi duduk.

*******

Dddrrttt ddrrttt ddrrtt

Ponsel hyunjin berdering di atas nakas tak jauh dari tempat tidurnya.

hyunjin : "apa!!" (Ucapnya yang masih menutup mata karna malas untuk bangun)

yoona : "ya hyunjin-ah apa kau tau kabar gea, dua hari ini ia tak ada kabar?"

Seketika mata hyunjin membuka lebar dengan sempurna.

hyunjin : "jika kau mencari gea! apa hubungannya denganku, mengganggu orang tidur saja"

yoona : "rumah gea kan tak jauh dari rumahmu, pasti kau tau"

hyunjin : "bagaimana kau tau rumahku dekat dengan gea? " Tanya hyunjin dengan penasaran. Tapi yoona lupa kalau gea pernah berpesan agar tak membahas kepada siapapun kalau gea dan hyunjin tinggal satu komplek.

yoona : "ahh itu... Aku.. Emm gea yang memberi tahu ku" Ucapnya dengan gagap.

hyunjin : "dasar kalian para wanita memang tak bisa menjaga rahasia"

yoona : "sorry hyunjin-ah tapi aku janji tak akan memberitahu siapapun"

hyunjin : "terserah kau saja"

Setelah itu hyunjin langsung menutup panggilan.

"Yakkk sialan baji**an ini, berani- berani menutup telfon aku kan belum mendapat informasi tentang gea" Ucap yoona dengan kesal.

"Aahh aku baru ingat, kak suga !! tapi .. Ahh setidaknya bertanya saja tak apa kan" Lanjut yoona.

*******

Ddrrttt ddrtttt

Suara seringan handphone suga membangunkan gea karna di taruh di saku suga.

Gea mengambil pelan pelan handphone dari saku suga, di sana tertera nama yoona.

"Untuk apa yoona menghubungi suga, angkat! Jangan " Angkat!! Jangan!! Angkat saja lah"

yoona : "haloo maaf sebelumnya kak, aku ingin menayangkan keberadaan gea, apa kau tau? "

gea : "ada apa kau mencariku? "

yoona : "APAAAA!! gea!! Kau dimana dan... Kau pagi- pagi seperti ini sudah bersama kak suga, apa jangan jangan kau... "

gea : "berhenti berpikir yang tidak tidak yoona, sekarang aku ada di rumah sakit, mamaku terkena serangan jantung kemarin malam, untung ada suga yang cepat membawanya ke rumah sakit"

yoona : " Apa, bagaimana keadaan nya sekarang,, pantas saja kau susah sekali untuk di hubungi "

gea : "mianhe batrai ponselku habis dan aku lupa membawa charge nya"

yoona : "Beri tahu tau aku nama rumah sakitnya nanti aku akan kesana"

gea : "baiklah aku akn mengirim nya lewat ponsel suga,, emm bye bye"

Baru saja gea menutup panggilan yoona, Tiba-tiba ada tangan yang melingkar memeluk gea dari belakang.

"Kau harus di hukum gea karna memakai ponsel orang tanpa ijin" Suara bariton khas bangun tidur suga membuat gea terdiam kikuk.

"Ma... Maaf tapi suara ponsel mu membangunkanku " Ucap gea yang hanya bisa menunduk dan perutnya terasa geli seperti ada kupu kupu yang berterbangan di atas perutnya.

"Siapa yang menelfon?" Tanya suga melepas pelukan nya.

"Yoona... Dia menayangkan keberadaan ku karna dua hari tak bisa di hubungi karna ponselku kehabisan batrai" Jawab gea.

"Pakailah ponselku, aku akan mencari charge untuk mengisis saya ponselmu, siapa tau perawat di sini mempunyai charger yang cocok untuk ponselmu" Ucap suga sambil berdiri.

"Tak perlu, aku akan pulang saja sambil mengambil pakaian untukku dan juga mama" Jawab gea

"Baiklah aku akan mengantarmu, tak baik jika gadis cantik sepertimu pulang sendirian, bagaimana kalau di jalan bertemu om om gendut terus kau di culik dan di jual" Ejek suga.

"Yaakkk kau ini, tak bisakah kau berhenti mengejekku hah" Teriak gea sambil memukul lengan kekar suga.

"Sssttt ini rumah sakit jangan berteriak atau ku cium agar kau diam dan tak mengomel" Ucap suga yang berbisik di telinga gea.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Semoga hari kalian menyenangkan seperti kisah cinta suga dan gea

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!