NovelToon NovelToon
Kepentok Deadline Atasan

Kepentok Deadline Atasan

Status: sedang berlangsung
Genre:Office Romance / Enemy to Lovers / Nikah Kontrak / Berondong / Kehidupan di Kantor / CEO
Popularitas:24.6k
Nilai: 5
Nama Author: Rain (angg_rainy)

Di kantor, Cyan Liani (28 tahun) seorang atasan perempuan yang tegas, rapih, kaku, dan jutek. Netizen biasanya manggil pake julukan lain yang lebih variatif kayak; “Singa Ngamuk”, “Atasan Dingin” , “Ibu Galak”, dan “Perawan Tua”.

Sementara Magenta Kusuma (25 tahun) adalah anggota tim Cyan yang paling sering bikin suasana rapat jadi kacau. Pria ceroboh yang doyan ngeluarin celotehan humor, bikin seisi ruangan ketawa dan terhibur.

Hubungan mereka yang kayak dua kutub magnet itu nggak mungkin dimulai dari ketertarikan, melainkan dari kesialan-kesialan kecil yang mampir. Diskusi sering berakhir debat, sindiran dibalas sindiran, bertengkar adalah hal umum.

Kehidupan semerawut itu tambah parah ketika keluarga ngedorong Cyan ke pinggir jurang, antara dijodohkan atau memilih sendiri.

Terdesak dikejar deadline perjodohan. Cyan milih jalan yang paling nggak masuk akal. Yaitu nerima tawaran konyol Magenta yang selalu bertengkar tiap hari sama dia, untuk pura-pura jadi calon suaminya.

Cover Ilustrasi by ig rida_graphic

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rain (angg_rainy), isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25

Tanpa mereka sadari keberadaan Raka di sana, kejadian yang sebenarnya terungkap di sini. Cyan yang seperti biasa akan diantar pulang oleh Magenta itu langsung masuk mobil. Magenta memutar kemudi, bermaksud keluar dari area parkir. Namun, baru melaju sekitar 20 meter, tiba-tiba Genta mengerem mendadak.

Hampir saja kepala Cyan terantuk dasboard mobil, tetapi setelahnya Genta malah teriak histeris. Sangat kencang, cukup membuat kuping Cyan nyeri.

“Kenapa, sih? Bikin kaget aja. Untung jantungku made in Indo. Kalau bukan, udah remuk berkeping-keping!” protes Cyan kesal. Genta tidak ada waktu mengklarifikasi bahwa narasi itu benar, ia lebih tertarik ke hewan yang menghinggapi punggung Cyan sekarang.

“Aku berhenti karena ada itu di baju kamu, Syan!” balas Magenta menunjuk.

“HAH, APA?”

“KECOAK, SYAN! KECOAK DI BAJU KAMU!” Genta histeris, diikuti teriakan kencang dari Cyan.

“WHAT? IIHH, JIJIK BANGET, TOLONG!” teriak Cyan panik setengah mati. Mereka saling merunduk, sama-sama mencari cara agar hewan itu pergi. Insting melindungi Magenta pun aktif seketika. Ia ingin membantu meski nyatanya geli sendiri.

“Itu-itu di pundak, dia ke pundak kamu, SYAN! Aaaaaaa!”

Cyan merinding, menggeser posisi duduknya di pintu. Tanpa pikir panjang, Magenta mendekat dan bermaksud ingin menangkap hewan itu. Namun, memang benar manusia hanya bisa merencanakan. Sisanya? Tergantung takdir dan kesempatan.

Entah bagaimana ceritanya kaki Magenta tersandung, ia pun terjatuh tepat di atas tubuh Cyan. Bibir mereka bersahutan, menempel sempurna. Seketika saja mata Cyan memelotot kaget. Ia bertahan di posisi itu sambil meremas ujung roknya. Terasa hangat, hangat yang menyebar dari bibir ke seluruh tubuh. Lembut sekali, ditambah sedikit sensasi basah, membuat keduanya hampir lupa daratan.

Saat kesadaran Cyan kembali, ia buru-buru melepas ciuman sebelum digrebek orang.

Hm, sedikit memalukan jika mereka ditangkap dan dipaksa nikah saat itu juga. Apa kata KUA?

“GENTA! GILA YA?!” Refleks, Cyan mendorong tubuh Magenta. Tenaganya tiba-tiba kuat seperti wonder woman.

“LAH, AKUNYA PANIK!” Magenta tak mau kalah.

“PANIK KOK BIBIRMU SENGAJA CIUM AKU?! OH, SHIT,” umpat Cyan frustrasi. Ketika panggilan aku-kamu berubah menjadi lo-gue, tanda emosinya tersulut sampai ke ubun-ubun.

“Ya, refleks namanya, Syan. Siapa suruh berisik teriak-teriak!”

Cyan langsung menutup wajahnya dengan kedua tangan, perasaannya kini campur aduk. Ia merasa bersalah, terlebih sedang berpuasa.

“Genta, ini bulan puasa. Ingat, bulan puasa! Kita lagi puasa, Gen. Orang-orang juga lagi puasa!” tegur Cyan.

“Ya ampun, Syan. Aku juga tahu. Tapi kita kan udah buka puasa barusan,” balas Magenta memijat keningnya.

“Bisa kena karma kita! Bisa sial tujuh turunan!”


“Ya maaf dong. Aku juga gak sengaja tadi. Kan aturannya kalau gak sengaja itu kayaknya mah gak papa,” pungkas Magenta berkilah.

“Aku gak mau tau, Gen. Dosa kamu tanggung sendiri karena kamu duluan cium aku yang nggak berdosa dan polos ini,” balas Cyan mengerucutkan bibir.

“Lah? Barengan dong. Kan sama-sama menikmati,” ucap Magenta cengengesan.

“BERANI YA?! AKU ITU ATASAN KAMU!” ancam Cyan membuat nyali Magenta ciut seketika.

“Hehe, iya maaf, Sayang.”

Cyan mendengkus kesal, lalu ia cepat-cepat memperbaiki posisi lagi. Masih dengan ekspresi kesal dan dengkusan napas yang sangat berat, seolah secara mendadak hari ini adalah hari tersial baginya. Memang dasar hewan sialan, pembawa bencana!

Sayangnya bagi Magenta, hewan itu pembawa keberuntungan baginya.

“Kayaknya mulai hari ini gue harus jadiin kecoak sebagai hewan favorit gue deh,” batin Magenta tertawa geli.

Mereka pun mulai melaju membelah jalanan kota yang ramai. Tak sampai 20 menit, Magenta tiba di apart Cyan. Cyan langsung turun tanpa dibukakan pintu oleh Magenta. Ia masih marah dan telanjur kesal.

Dan tepat ketika ia ingin menyalakan mesin lagi, mobilnya malah mati. Kali ini ia tidak bercanda, beberapa kali dicoba tidak ada hasilnya.

“Syan,” panggil Genta pelan, menghentikan langkah wanita itu.

“Huh?” Cyan menoleh, menyadari ada sesuatu yang salah.

Namun, sebelum berkata jujur, Magenta mencoba sekali lagi. Dan sesuai dugaan, mobilnya tidak mau nyala. Benar-benar hari apes tidak ada di kalender.

“Jangan bilang ke aku kalau ….”

“Kayaknya mogok deh,” potong Magenta cepat.

Cyan menatap langit, menghela napas gusar. Tenaga yang tadinya terkuras karena urusan kantor dan anak buahnya yang rewel mendadak full tangki lagi.

“TUH ‘KAN! KARMA CEPET BANGET TURUNNYA!” teriak Cyan histeris.

“Ini bukan karma, ini aki kayaknya,” balas Magenta cenderung santai, seolah amarah Cyan kali ini tidak ada apa-apanya dibanding masalah yang mereka hadapi.

“Tetep aja. Tuhan turunin karma ke kita lewat mobil ini, Genta!” celetuk Cyan meremas rambutnya sendiri. “Terus gimana caramu balik kalau gini?”

“Wait, serahkan semuanya ke aku.” Magenta turun, lalu membuka kap mobil sok paham. Selama seperempat jam Cyan menunggu di sana, melihat Magenta bolak-balik seperti setrika. Karena panas dan lelah berdiri, ia pun masuk mobil lagi dan duduk manis.

Ia tidak tahu Magenta di sini hanya bengong, termenung dalam kebingungan, apa yang menjadi penyebab mobilnya mogok. Ah, dasar pahlawan kesiangan. Sayangnya tidak bisa dianggap pahlawan sama sekali karena nyatanya seorang satpam perut buncit itulah yang datang menolong mereka.

“Kenapa ini, Mas?” tanya pria itu.

“Kena karma,” jawab Magenta asbun.

“Hah?”

“Ya, ini mogok, Pak. Masa’ iya gak bisa dilihat dari tadi saya mondar-mandir buka kap mesin,” balas Magenta kesal.

“Oalah, mogok toh. Boleh saya bantu cek? Curiga akinya, Mas,” tawar satpam tersebut. Tanpa berpikir panjang, Magenta mengangguk mengiyakan. Membiarkan mobilnya diperiksa oleh satpam apart yang bertahun-tahun mengabdi di sana.

“Nah, ‘kan bener dugaan saya. Akinya lemah, Mas. Gak bisa dipaksa ini. Bisa, sih dibenerin gampang aja, masalahnya bengkel jauh dari sini. Besok aja palingan, Mas,” ucap satpam setelah diperiksa.

Cyan yang ada di dalam mobil itu langsung membuka jendela dan mengeluarkan kepalanya.


“Apa? Besok?”

“Iya, Bu Cyan. Mau tidak mau.”

“Jadi, saya nginep di sini dong?” tanya Magenta menunjuk dirinya sendiri. Seketika Cyan menoleh cepat, menatap nyalang.


“Di sini?” Ia memastikan.

“Ya di apartemen kamu lah, masa di parkiran,” balas Magenta sewot.

“Hufh, yaudah. Tapi kamu tidur di ruang tamu, jangan sekalipun masuk kamarku!” ancam Cyan setelah berpikir keras.

“Siap, Yang Mulia Ratu.”

Di apartemen yang tidak terlalu mewah itu, Cyan langsung pamit membersihkan dirinya sendiri. Setelah itu, Cyan memasak untuk persiapan sahur, jadi nanti tinggal dipanaskan. Genta duduk di sofa, iseng membuka ponsel Cyan yang ditinggal di meja ruang tamu. Ponsel itu ‘tidak dikunci’. Awalnya hanya ingin melihat jam, tetapi fokusnya teralih ke bar notifikasi yang sangat sepi baginya.

Chat WA hanya berisi grup kantor, grup alumni sekolah, keluarga, dan 2 sahabat perempuannya. DM Instagram pun bersih, feed ditata rapi, tidak ada chat atau komentar cowok-cowok cosplay musang birahi. Nostalgia foto-foto mantan pun tidak ada. Ah, iya, Magenta lupa kalau Cyan jomblo sejak lahir.

Seharusnya ia tidak terkejut mengetahui kenyataan itu. Namun, Magenta syok karena kehidupan Cyan lebih sepi dari yang ia prediksi, bahkan isi ponselnya sendiri. Tidak ada drama, kode-kode keras, atau apa pun itu. Hidup Cyan mengalir terlalu tenang dan damai. Ia terdiam, ada rasa kecewa karena tidak menemukan apa-apa, tetapi di sisi lain lega bukan main.

“Kirain ada saingan,” gumamnya meletakkan ponsel itu lagi. Tepat ketika Cyan datang membawa dua gelas cokelat hangat.

“Ngapain kamu buka-buka HP aku?” tanya gadis itu mengerutkan kening.

“Handphone mu nggak dikunci, Syan. Barusan dia teriak ‘tolong buka aku’. Eh, pas di cek ternyata hidupmu boring banget.”

“Handphone mana yang bisa ngomong. Dasar gila!”

“Tapi punyamu bersih, dan aku jadi lega banget,” jawab Magenta mantap.

“Entar dulu, kalimatmu ambigu nih. Maksudnya apa?”

“Ya, gak ada chat cowok lain.” Magenta mengedikkan bahu.

“Emangnya harus ada? Emang pacar sepenting itu?” tanya Cyan tersenyum tipis.

“Nggak juga, sih.”

Mereka pun saling terdiam sejenak, sesekali menghela napas panjang. Magenta yang memikirkan hubungannya, lalu Cyan yang masih terbayang ciuman tak disengaja tadi. Rasanya rindu, ingin mengulang, tetapi karma akan datang lebih kejam dari sebelumnya.

Sampai akhirnya, Cyan menyalakan televisi, berniat memutar drama China favoritnya.

“Gen, aku mau nonton drachin. Kamu kalau suka nonton bola atau film action gitu, buka YT aja di Ipad aku,” ucap Cyan tanpa menoleh.

“Lho, kamu suka nonton drachin juga?” tanya Genta menoleh cepat.

“Lah, emangnya kamu juga suka? Aku suka nonton drama kolosal atau kerajaan gitu, bukan drama modern,” balas Cyan agak syok.

“Iyaaa! Astaga, jangan bilang kamu nonton ‘Love You Seven Times’?” tebak Magenta.


“KAMU JUGA?”

“Itu favorit aku, Syan!”

“Aku nangis banget di episode 23 itu, Gen. serius kamu juga nonton?”

“AKU JUGA!”

Keduanya pun tertawa ngakak, momennya begitu pas dan tidak diduga-duga. Cyan kira Magenta sama seperti pria lain yang menyukai film aksi berdarah-darah.

“Yaudah nonton, yuk! Aku udah ketinggalan banyak episode karena sibuk belakangan,” ajak Cyan menyetel aplikasi streaming berbayar. Genta dengan inisiatifnya menggelar kasur di depan TV.

Mereka duduk berdampingan dengan pandangan fokus ke layar. Jarak yang awalnya agak jauh, lama-kelamaan mendekat tanpa sadar. Magenta yang seperti biasa menghujani setiap adegan dengan kalimat-kalimat asbunnya.

“Ini cowoknya dewa perang, tapi kok lemah banget? Ngelawan kaisar langit aja padahal,” protesnya kesal.

“Beda. Kaisar langitnya agak-agak stres, jadi butuh strategi buat lawan. Mana bisa langsung bunuh seketika gitu. Serangnya pakai taktik, main di belakang ceritanya,” jelas Cyan.

“Tapi jujur di kehidupan kelima ini aku suka banget. Mereka jadi deket dan banyak kocaknya.”

“Iya, Gen, aku paling gak suka kehidupan pertama dan kedua. Nyesek banget.”

Episode demi episode terlewat sudah, tanpa disadari jam menunjukkan waktu 00:00 tepat. Cyan susah payah menahan kantuk, terlebih drama yang mereka tonton memang sedikit melow. Hingga akhirnya, Cyan menjatuhkan kepalanya di bahu Magenta. Matanya terlalu berat, ia tak kuasa lagi menatap layar terlalu lama.

Magenta tersenyum simpul, mengangkat perlahan kepala Cyan agar berbaring di bantal. Setelah itu ia ikut berbaring, menatap wajah cantik Cyan yang sempurna tanpa riasan. Lama-lama, kantuk juga menyerang. Magenta menguap beberapa kali sebelum akhirnya ikut terlelap di samping Cyan.

“Kalau kita nggak pacaran pura-pura, kira-kira bakal gimana ya?”

1
Aruna02
laki laki mah kagak kelihatan lah syudah pernah gituan kalo cewek ada bekas nya 😭😭kok nggak adil ya
Aruna02
gentaaaa OMG jangan nyosor mulu
Laila Sarifah
Cyan pegangan ke bahu Genta dh kayak tukang ojek aja, peluk di perut kek✌️🤣
Rivella
lucu bnget deh Cyan dan Magenta🤣🤣
Rivella
lucu bnget namanya😭😭🤭
Aleaa
masa yang begini ngga pakai perasaan sih wkwkwk
Wulandaey
Lha si arga mau jadiin cyan bini kedua👍 jelas2 genta aj deketin stgh matii... klo kaga dicium jg g bkal genta brhasil tu dket sma bosnya yg galak introvert ini
Aleaa
wkwk genta gentw, lift pun berpihak padamu
Aleaa
Astagaaa ini dua orang dewasa kek bocil jadinya ya
Laila Sarifah
Apa itu yg namanya Karma? Mana suami Vira ini suka jelalatan lagi pasti di atas pesawat dia melakukan hal-hal aneh dgn pramugarinya
Drezzlle
Magenta ini pria yang blak2 an ada plus minusnya. Minusnya nggak bisa bedain lagi serius dan nggak
ainnuriyati
yaah vira sgitu doang kekuatan lu, blm apa2 sh kena sikat cyan
Drezzlle
cubit ya Magenta ih, masih pura-pura bilang nggak suka setelah semua yang terjadi.
brilliani
musang /Angry/ tolongg ada musang birahiyy tlongg
brilliani
jurus ngeles dan denial nya sama kuat🤣
Sinchan Gabut
Astaga Vi ma Ar ini pasangan 🚩🚩

Masing2 ud ad pasangan masih aj ganggu Genta n Cyan hih 😤
Alessandro
astaga berbagi iler....
ada2 aja,, cyan.. blh jg ngga baper2 club. cm jwb,
"ngga biasa aja, ud prnh lbh dr itu" 🤭
Alessandro
bs pas.. ini mo puasa yakkk🤭
jd gk sabar war takjil 🔪
Miley
genta heh wkwkw🤣
Miley
sehat² wanita karir
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!