Raisya vasty prayoga. seorang baby siter di kediaman keluarga besar nugraha. Wanita itu di minta untuk menikah dengan salah satu anaknya yang bernama Argantara Nugraha. Seorang perwira yang terkenal dingin dan angkuh.
bagaimanakah perjalanan pernikahan Rara dan Arga? ikuti kelanjutan kisah mereka di "Istri Pilihan Mama"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss Mia Novita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kelakuan Arga dan Rara
Mendengar perkataan Arga membuat Rara menghentikan langkahnya dan membalikkan tubuhnya. "Apa kamu yakin dengan apa yang kamu katakan kak?" Tanya Rara sambil menatap Arga
"Aku sangat yakin Ra. Dulu memang mungkin aku malu memilikimu, Tapi setelah aku mencintaimu, Aku sudah membuang jauh rasa malu itu. Aku sudah terlanjur mencintaimu Ra" Ucap Arga sambil mendekat lalu memeluk Rara begitu erat.
"Aku harap kak Arga tidak pernah melupakan apa yang sudah kak Arga katakan terhadapku" Ucap Rara lagi
"Aku janji Ra. Ijinkan aku mencintaimu dengan sebisa ku" Ucap Arga sambil mempererat pelukannya
"Aku tidak butuh janji kak. Buktikan apapun yang sudah kamu katakan"
"Iya Ra. Akan aku buktikan semua yang sudah aku katakan" Ucap Arga lagi
"Ra. Jangan kembali dulu ya. Kita nikmati dulu suasana malam ini. Tempat ini benar-benar bagus Ra" Ucap Arga sambil menggandeng tangan Rara dan memintanya untuk duduk.
Rara tak menjawab. Wanita itu hanya melirik ke arah sekitar dan perkataan Arga memang benar, Jika saat ini mereka sedang ada di sebuah tempat romantis.
"Tempat ini memang benar-benar bagus kak" Ucap Rara sambil melihat ke arah sekitarnya.
"Ra. Aku mau kamu berjanji tentang satu hal" Ucap Arga sambil menggenggam tangan Rara
Mendengar itu membuat Rara mengerutkan kecil keningnya sambil menghadap ke arah Arga yang saat ini sedang menatapnya.
"Berjanji apa kak?" Tanya Rara pelan
"Berjanjilah untuk selalu bersamaku dalam keadaan apapun" Ucap Arga sambil menatap dalam Rara
"Aku tidak akan berjanji kak. Tapi aku akan berusaha untuk selalu ada di sampingmu dalam keadaan apapun dan apapun yang terjadi kak" Ucap Rara pelan
"Ternyata mama tidak salah sudah memilih kamu untuk menjadi pendamping hidupku Ra. Aku benar-benar beruntung memilikimu"
Arga menatap dalam Rara. Begitu juga Rara yabg saat ini juga membalas tatapan Arga yang begitu dalam. Ini pertama kalinya mereka berdua saling menatap kedua manik mata hitam itu.
"Aku mencintaimu Ra" Ucap Arga tiba-tiba yang terdengar begitu lembut
"Aku juga mencintai mu kak. Bahkan rasa cinta yang aku miliki sudah ada jauh sebelum pernikahan kita terjadi" Ucap Rara yang berkata secara jujur tentang perasaan yang sudah dia miliki entah sejak kapan.
Arga yang mendengar pengakuan Rara sedikit terkejut. Ini pertama kalinya Arga mengetahui perasaan Rara yang sebenarnya.
"Apa maksud kamu Ra. Kamu sudah memiliki rasa jauh sebelum pernikahan kita terjadi?" Tanya Arga sambil menatap Rara
"Iya kak. Perasaan ini sudah ada jauh sebelum pernikahan kita terjadi. Dan tanpa aku sadari, Rasa yang aku miliki ternyata sudah sedalam ini" Ucap Rara lagi
"Benarkah? Sejak kapan rasa itu ada dalam hatimu Ra?"
"Aku juga tidak tau sejak kapan rasa ini ada kak. Tapi yang pasti, Setiap kali aku bertemu denganmu, Aku merasa jantungku berdetak lebih cepat dari pada biasanya"
"Maafkan aku yang tidak pernah menyadari perasaanmu Ra" Ucap Arga sambil mencium punggung tangan Rara lembut
Disaat Arga mau mencium bibir Rara. Tiba-tiba saja ponselnya berdering, Ada sebuah panggilan masuk dari pak RT. Melihat nama pak RT yang tertera di layar ponselnya membuat Arga dengan cepat langsung mengusap tombol hijau itu.
📞:Halo nak Arga. Kalian dimana, Ini acaranya sudah akan di mulai. Apakah kalian bisa kemari secepatnya?
📞:Iya pak RT, Saya akan secepatnya kembali
📞:Baiklah.
Tut...tut...tut..
Setelah mendengar hal itu sambungan telponnya langsung di tutup oleh Arga. Pria itu melirik ke arah Rara yang saat ini sedang sibuk menatap ribuan bintang yang bertaburan di atas langit.
"Ra, Kita harus kembali ke tenda. Kata pak RT acara akan segera di mulai"
"Benarkah? Ya sudah ayo"
5 Menit kemudian mereka semua sudah tiba di tempat piknik. Ternyata semua orang sudah bersiap untuk acara malam ini, Acara BBQ.
"Nak Arga sama nak Rara akhirnya datang juga. Sini langsung ikut bergabung" Ucap salah satu ibu-ibu di sana
Di antara semua orang memang Arga dan Rara lah pasangan termuda di antara mereka. Karna yang lain umurnya sekitar 40 tahun ke atas.
Acara bbq itu berjalan dengan sangat lancar. Malam ini menjadi malam pertama bagi Arga dan Rara memperbaiki hubungan mereka yang selama beberapa hari ini sudah hambar karna ulah Arga sendiri.
Saat ini Arga dan Rara sudah ada di dalam tenda. Tanpa terasa jam sudah menunjukkan pukul 00:00. Semua orang sudah pada tidur, Kecuali Arga dan Rara yang masih terjaga.
Mereka berdua merasa begitu canggung saat berada di dalam satu tenda. Karna mau bagaimanapun, Malam ini adalah malam pertama bagi mereka tidur berdua di dalam ruangan sempit seperti ini.
"Aduh, Kenapa rasanya canggung begini"Ucap Rara dalam batinnya
"Aduh. Kenapa malah jadi seperti ini. kenapa aku merasa jantungku seperti sedang berdisko. ini benar-benar tidak bagus buat kesehatan jantungku"Ucap Rar dalam batinnya
"Ra, kak Arga" Ucap mereka secara bersamaan sambil membalikkan tubuhnya.
Saat ini posisi mereka terlihat begitu dekat serta saling memandang kedua manik matanya.
Rara mengedipkan kedua matanya saat menatap kedua manik mata tajam Arga. Lagi-lagi Rara merasa jantungnya berdetak seakan lebih cepat dari pada biasanya. Posisi kali ini benar-benar dekat, Bahkan mereka berdua sama-sama bisa mendengar hembusan nafas yang sama-sama hangat.
"Kenapa Rara terlihat begitu cantik malam ini" Batin Arga lagi
Arga masih setia menatap kedua manik mata Rara begitu dalam. Sedetik kemudian, Pria itu mendekatkan wajahnya pada wajah Rara dan mencium bibir tipis itu tanpa permisi terlebih dahulu.
Rara yang mendapat ciuman mendadak langsung membulatkan kedua matanya. Rara masih tidak menyangka jika Arga akan mencium bibirnya secara tiba-tiba seperti itu.
Ciuman Arga menjadi semakin dalam dan semakin intens. Pria itu ******* lembut bibir Rara yang akan menjadi candu baru untuknya.
Ciuman Arga menjadi semakin panas. Tanpa Rara sadari, Ternyata wanita itu membalas ciuman Arga dan membuat ciuman itu menjadi semakin panas. Arga yang mendapatkan respon tentu menginginkan hal yang jauh lebih intim dari pada apa yang saat ini mereka lakukan.
"Eum"
Suara sialan itu tanpa sadar keluar dari mulut Rara. Entah kenapa tubuhnya memberikan respon yang lebih. Bukan hanya Arga, Rapi tubuh Rara juga menginginkan hal yang jauh lebih dari pada saat ini.
"Eum"
Suara haram itu sudah mampu membangunkan hasrat Arga dan menjadikannya ingin melakukan hal yang jauh lebih lagi.
"Apakah malam ini akan menjadi malam pertama kita Ra?" Tanya Arga sambil menggigit daun telinga Rara
dulu aja gak menginginkan anaknya, anaknya di uang begitu saja, sekarang sudah besar mau di ambil secara paksa.
bukannya di episode sebelumnya Queen dan William saudaraan.
trus di part ini Queen saudaraan juga dengan lexan, trus sekarang Queen dan William gak saling kenal.
??????