NovelToon NovelToon
Kali Ini Aku Akan Baik-baik Saja

Kali Ini Aku Akan Baik-baik Saja

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir / Romansa / Dijodohkan Orang Tua / Reinkarnasi / Transmigrasi / Tamat
Popularitas:2.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: KGDan

Cintanya, harga dirinya, dan ketulusannya, telah ia berikan pada pria itu, dan bahkan sampai rela tidak menginginkan, James Sebastian, tunangan yang di jodohkan Ibunya kepadanya.

Tapi, apa yang ia dapat? Eleanor Benjamin, di tinggalkan pria itu, Richard Marvin, saat mereka akan melangsungkan pernikahan, demi wanita lain!

Hingga sebuah mobil menabraknya, dan ia meregang nyawa, Richard tidak memperdulikannya!

Eleanor berharap, seandainya ada kesempatan kedua untuknya! ia akan mendengarkan Ibunya. Dan membalikkan keadaan! membalas apa yang ia rasakan pada Ricard.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KGDan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 1.

Bruk!!!

Eleanor merasakan tubuhnya sakit bukan main, dan ia merasakan tulangnya remuk, begitu terbanting ke jalan dengan begitu kuatnya.

Sebuah mobil melaju dengan kencang menabrak tubuhnya, saat ia akan menyeberang jalan mengejar Ricard Marvin, yang pergi meninggalkannya di Altar Pemberkatan pernikahan mereka.

Ia masih mengenakan pakaian pengantin, saat mengejar Ricard. Eleanor tidak dapat menggerakkan tubuhnya. Matanya tidak berkedip melihat darahnya mengalir membasahi jalan beraspal itu.

"Tolong! tolong! seseorang kena tabrak mobil! cepat panggil ambulance!!"

Eleanor mendengar suara-suara, dan orang-orang mulai mengerumuni dirinya yang terkapar di tengah jalan.

"Cepat! cepat! panggil ambulance!!"

Suara-suara itu semakin ribut dan berisik. Lalu Eleanor mendengar sirene ambulance mendekat. Beberapa orang berpakaian serba putih mendekati tempat ia terbaring di jalan.

Eleanor tidak mampu mengeluarkan suaranya, karena merasakan sakit yang sangat menggigit pada tubuhnya. Sangat sakit sekali!

Tubuhnya di angkat ke atas tandu, dan ia merasakan tubuhnya semakin sakit sekali, sepertinya ia tidak akan bertahan hidup lagi.

"Apakah anda memiliki keluarga?" tanya seorang perawat memegang ponsel Eleanor, yang mereka temukan di sekitar tempat Eleanor terkapar di jalan. Saat ini ia telah berada di dalam ambulance, menuju rumah sakit.

Eleanor menggerakkan tangannya dengan susah payah, "Hu.. hubungi tunangan saya... " ucapnya dengan susah payah.

Perawat itu segera mendekatkan ponsel yang ia pegang kepada Eleanor, "Bagaimana cara membuka kuncinya?" tanya Perawat itu menjadi panik, karena melihat Eleanor jadi kesulitan bernafas.

Eleanor menyentuh ponselnya, dan ponsel pun terbuka, "Tekan nomor satu, tunangan saya" ucapnya lemahnya.

"Baik!" Perawat dengan cepat menekan nomor satu, dan membuka pengeras suara ponsel, lalu ponsel Eleanor terhubung ke ponsel tunangannya, Richard Marvin.

"Halo.. Tuan, tunangan anda mendapat kecelakaan, ia sedang kami bawa ke rumah sakit terdekat!!" sahut si Perawat begitu ponsel yang ia hubungi di angkat tunangan Eleanor.

"Aku tadi sudah katakan padanya untuk bersabar menunggu ku! trik apa lagi yang dia buat, sungguh menyebalkan! kecelakaan?? kecelakaan apa?! sampaikan padanya, jangan membuat trik yang tidak lucu, untuk membuat ku berlari menemuinya! aku tidak akan percaya dengan kebohongan yang dia buat!!"

Klik!

Ricard menutup ponselnya. Eleanor dengan jelas mendengar nada ketus Ricard dalam ponselnya.

Ia merasakan dadanya sakit sekali, mendengar kata-kata Ricard yang begitu ketus padanya.

Ricard menganggap kecelakaan yang ia alami, hanya sebuah sandiwara yang ia buat.

Sesampainya ia di bawa ke rumah sakit, ia segera di pindahkan ke tempat tidur dorong pasien.

Eleanor semakin sulit bernafas, saat ia di bawa ke ruang UGD. Pandangan matanya perlahan mulai redup.

Paru-parunya semakin sulit menghirup udara, mengingat kembali kata-kata ketus Ricard yang tidak perduli padanya.

Otaknya yang sudah melemah untuk berpikir, sekilas ia menyesali apa yang telah ia lakukan selama ini.

Ia tidak mendengarkan Ibunya, untuk menerima perjodohan yang telah di atur Ibunya untuknya.

Ia menolak pria yang di pilih Ibunya untuk menjadi suaminya, dan memilih pria yang ia sukai sejak duduk di bangku kuliah.

Ia tidak menyadari, ternyata pria yang ia sukai memiliki wanita lain, yang lebih di pedulikan Ricard dari pada dirinya.

Mata Eleanor perlahan tertutup, saat ia masuk ke dalam ruang UGD. Seandainya ia di beri kesempatan, untuk kembali ke waktu sebelum ia terkapar di tabrak mobil.

Ia akan mendengarkan Ibunya, dan meninggalkan bajingan, yang tidak layak mendapatkan cintanya.

Saat Eleanor diberi pertolongan, perlahan matanya tertutup, dan ia merasakan semuanya gelap gulita. Tangannya terkulai dengan lemah ke sisi tubuhnya.

"Pasien menghembuskan nafas terakhirnya, karena mengalami kecelakaan mobil, membuat organ bagian dalam tubuhnya remuk, dan tidak dapat di selamatkan!" sahut Dokter yang akan memberi pertolongan pada Eleanor.

Perlahan Dokter itu pun menutup tubuh Eleanor dengan kain putih. Tiga Perawat yang tadi membawa Eleanor, terlihat sedih saat kain itu menutup wajah Eleanor.

"Sungguh malang gadis itu, tunangannya tidak punya hati nurani, bisa-bisanya lelaki itu mengatakan kalau gadis itu berbohong!"

Ketiga Perawat itu menghela nafas dengan berat, lalu mereka meninggalkan tubuh Eleanor yang telah kaku di ruang UGD.

Menunggu keluarga Eleanor, untuk datang mengambil tubuh Eleanor, yang sudah tidak bernyawa lagi.

Bersambung......

1
naura✨
👍
Dewi Kasinji
ijin baca kak
Ning Suswati
buat apa saling ancam, biasanya mai ciduk dan hilang, selesai, gk perlu main adu mulut, dari awal sih ceritanya adu mulut mak2 comber
Ning Suswati
lucu juga udah pada tuwer masih aja sombong, apalagi cuma jalangkung, pelakor, sok2 an bersih emak2 sosialita
Ning Suswati
terlalu lembek sih, sibuk aja berdebat kaya anak TK, terus baikan lagi, lagi dan lagi, gk ada habisnya mulut kaya mak mak rombeng
Ning Suswati
gila tuh manusia serakah ingin kaya, hidup enak cara singkat, tdk tau dg siapa lawan bicara nya
Ning Suswati
aq suka alurnya, tadinya sempat curiga kalau2 serangan kepada aleanor akan berhasil, tapi sungguh cantiq, aq suka
Ning Suswati
dasar manusia iblis, gk ada yg bener, maunya enak sendiri, opsesi, rakus, tamak, apalagi y🤔
Ning Suswati
masa cuma sekretaris mau minta dijemput mantan bos, emang ada apa2nya kali y🤔
Ning Suswati
ceritanya jadi kaya anak2 TK, saling hujat
Ning Suswati
iiiikkkkkhhhh jadi ikutan emosi, tadinya melani sekarang diana, ceritanya jalan di t4, gk maju2
Ning Suswati
kok banyak manusia2 berhati iblis dan tak tau diri
Ning Suswati
jadi ceritanya kaya orang kampungan, memalukan katanya konglo kok jadi kongkalikong, masa sdh pakaian pengantin berdebat gk habis2,
Ning Suswati
kapan pesta nya mulai, masa pestanya konglomerat tdk ada pengamanan khusus, kaya orang kampung pengantin berdebat dg manusia2 sampah, dilayani
Ning Suswati
kan udah pakaian pengantin, kok jadi kaya kampungan gitu,
Ning Suswati
kayanya si pembaca diajakin jadi gila juga kayanya, kok gk abis2 melani2 melulu kaya dikampung aja ketemuan terus
Ning Suswati
kemana aja pengawal james, kok keadaan genting begini, masih main sandiwara2an apa drama komedi y, bikin mual aja jadinya
Ning Suswati
kan ada undangn, tanya dong mana kartu undangannya, kok melani bikin ribut dilayani, apa gk malu2in tuh
Ning Suswati
aq suka semuanya lancar, emang enak diabaikan, nikmatin aja tuh si melaninya kan sdh sah
Ning Suswati
menangislah darah sekalian richard syukurin dikadalin jalangkung, gk nyadar2, ya begitulah laki2 pecundang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!