NovelToon NovelToon
Cintai Aku Sehari Saja, Mas !"

Cintai Aku Sehari Saja, Mas !"

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Cintamanis / Patahhati / Nikahmuda / One Night Stand / Single Mom / Beda Usia / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:7.9M
Nilai: 4.8
Nama Author: sery

Cinta, bisa membutakan segalanya. Karena cinta.

Bianca menghalalkan segala cara, untuk memiliki seorang pemuda yang sangat di cintainya.

Bianca melakukan tindakan bodoh, yang menyebabkan dia mengandung anak dari pria yang di cintainya.

Apa yang terjadi pada Bianca??

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sery, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sedekahkan suami

Happy reading guys 🥰

👇👇👇

"Aku pelanggan di restoran ini, sama  seperti dengan orang itu. Tapi, mungkin saja. Dia hanya bisa memesan air putih untuk minum, aku yang lebih menguntungkan menjadi costumer restoran ini." Ejekan keluar dari mulut Safira, membuat Ayu yang sudah tenang dengan kedatangan Antonio.

Kini...

Plak...

Jemari Ayu mendarat di pipi Safira dengan mulus, karena Safira tidak waspada.

"Aaww...!" Safira memegang pipinya yang kena gampar tangan Ayu.

"Kau berani memukulku..!" seru Safira.

"Kenapa aku harus takut? jangan karena merasa sok kaya, kau bisa berkelakuan seenaknya...!" seru Ayu dengan menantang Safira, Ayu berjalan mendekati Safira dengan membusungkan dadanya.

Semua pengunjung restoran terbelalak, dan merasa senang apa yang dilakukan oleh Ayu.

"Bagus mbak..!" seru pengunjung restoran.

"Berantas dunia pelakoran dari dunia ini mbak..!" ucapan para pengunjung semakin nyeleneh dan ramai, sebagian ada yang merekamnya secara live di media sosial miliknya.

Sedangkan Bianca sibuk menutupi telinga dan mata Elvan, walaupun sebenarnya. Apa yang dilakukan tidaklah begitu bermanfaat, karena Elvan masih bisa mendengar apa yang terjadi.

"Dasar orang miskin..! sok mau makan di restoran mewah!" ejek Safira yang belum merasa tobat, walaupun sudah mendapatkan lima jari Ayu mendarat di pipinya.

"Jaga mulutmu yang bau bangkai itu ya..! untuk membelikan baju yang layak untukmu saja aku mampu, apalagi hanya membayar harga makanan puluhan ribu..!" ucap Ayu sembari mengacungkan jari telunjuknya menunjuk tepat kedepan wajah Safira.

"Nyonya, jika anda ingin makan. Silakan kembali ketempat meja anda, tetapi jika hanya ingin menganggu costumer restoran saya. Silakan keluar..!" Antonio mempersilakan Safira untuk meninggalkan meja Ayu.

Karena banyak mulut yang mulai memberikan umpatan kepada Safira, akhirnya. Safira meninggalkan restoran dengan perasaan yang jengkel.

"Awas kau Ayu, sekarang kau bisa menang. Aku akan membalasmu." ngedumel Safira sambil jalan meninggalkan restoran.

"Maaf Pak, saya telah mengacaukan restoran anda," ucap Ayu seraya mengatupkan kedua tangannya didepan dadanya.

"Jangan dipikirkan, anggap saja tontonan gratis bagi costumer saya. Bukankah begitu ibu-ibu, bapak-bapak?" tanya Antonio pada pengunjung restorannya.

"Iya," sahut pengunjung restoran bersamaan.

"Silakan lanjutkan makannya Bu, Pak," ucap Antonio pada pengunjung restorannya.

Pelayan membawa pesanan Bianca dan Ayu.

"Ayo silahkan," ucap Antonio seraya menarik kursi di samping Ayu dan mendudukkan dirinya di kursi tersebut.

"Bian, apa kabar?" sapa Antonio pada Bianca.

"Baik mas," sahut Bianca.

"Ini.!" pandangan Antonio terarah pada sosok kecil Elvan yang duduk disebelah Bianca, Antonio merasa pernah melihat Elvan.

"Anak Ayu mas, namanya Elvan," ucap Bianca dengan cepat, Karena dia takut Antonio banyak bertanya mengenai Elvan.

Uhuk..uhuk...

Ayu tersedak mendengar perkataan Bianca, tangan Antonio dengan cepat meraih gelas dan memberikannya pada Ayu. Ayu meneguk isi gelas sampai habis.

"Makan pelan-pelan ," ucap Antonio.

"Terima kasih Pak," ucap Ayu.

"Hahahaha..!" Antonio tertawa.

"Kenapa mas tertawa?" tanya Bianca.

Begitu juga dengan Ayu, dia melirik Antonio yang tertawa disebelahnya tempat Ayu duduk.

"Apa ada kelainan pada otaknya, orang ini? batin Ayu.

"Sorry, aku tidak terbiasa di panggil Pak. Panggil saja mas, atau abang. Kanda juga boleh, tapi jangan Pak ya," kata Antonio pada Ayu sambil bergurau.

"Iya mas," sahut Ayu.

"Mas, kenalkan teman Bianca. Ayu." Bianca mengenalkan Ayu pada Antonio.

"Hai Yu, kamu keren tadi." Antonio mengacungkan dua jempolnya.

Ayu tersenyum malu, membayangkan dirinya tadi. Saat melawan Safira.

Antonio kembali mengarahkan pandangan matanya kepada Elvan, matanya memicing menatap Elvan.

"Kami sepertinya pernah bertemu," ujar Antonio sambil berusaha untuk mengingat-ingat, di mana pernah melihat Elvan.

"Nah..!.baru aku ingat, aku bertemu dengannya di kebun binatang. Waktu itu aku bersama dengan Jonathan..!" seru Antonio.

"Elvan bertemu dengan Jonathan? apa dia curiga dengan Elvan? gawat..! aku harus secepatnya pergi dari kota ini." batin Bianca.

"Bian, apa kau tidak mau bertemu dengan Jonathan!" tanya Antonio.

"Iya mas, Bian juga mau ke rumah Tante Maya juga selesai dari sini," kata Bianca.

"Baguslah, dia belum nikah-nikah juga Bian," kata Antonio.

"Mas Anton sudah nikah?" tanya Bianca.

"Hehehe...belum juga sih..," jawab Antonio sembari cengengesan.

"Kamal dan Amar juga belum, kami berempat masih menjadi singel abadi," kata Antonio.

"Tidak apa-apa kan, aku ikut duduk di sini?" tanya Antonio.

"Tidak apa-apa mas, ini kan restoran punya mas Anton."

"Kau tinggal di mana Bian?" tanya Antonio.

"Di kota B, mas ," jawab Bianca.

Ayu mengangkat kepalanya, menatap Bianca. Saat Bianca mengatakan mereka tinggal di kota B.

"Kota B, mas kira di kota T. Karena bertemu dengan Elvan di kebun binatang di kota T ," ucap Antonio.

"Maa, El sudah kenyang." Elvan mendorong makanan dari depannya.

"Ini masih banyak daging ayamnya El," ucap Bianca.

"Maa..!" Antonio heran, Elvan memanggil Bianca dengan sebutan Mama.

"Perut El sudah besar maa," ucap Elvan sambil menunjukkan perut.

Bianca tersadar, dia melihat Antonio. Ada keterkejutan di raut wajah Antonio, saat mendengar Elvan memanggil Bianca Mama.

"Elvan memanggilku Mama mas El, karena aku ikut merawatnya sedari kecil," kata Bianca.

"Apa benar ini putra teman Bianca? tidak ada mirip dengan temannya ini, lebih cocok menjadi anak Bianca dan Jonathan. Semakin menarik." batin Antonio.

Tanpa sepengetahuan Bianca, Antonio memotretnya bersama dengan Elvan. Dan mengirimkan gambar tersebut pada Jonathan.

Setelah selesai makan, Bianca meninggalkan restoran. Antonio meminta nomor telepon Bianca, sekali lagi. Bianca berbohong, dengan mengatakan ponselnya hilang saat bermain di arena bermain yang ada di dalam Mall.

"Nomor telepon mas Anton beri pada Bian, nanti. Bian sudah beli ponsel, Bian yang akan menghubungi mas Anton," kata Bianca.

"Betul ya, jangan bohong," kata Antonio.

"Iya mas, Bian tidak akan bohong," kata Bianca.

"Ini," Antonio memberikan kartu namanya pada Bianca.

"Ayu, apa ponselmu hilang juga?" tanya Antonio.

"Tidak mas," jawab Ayu.

"Beri nomor ponselmu." Antonio memberikan ponselnya pada Ayu.

Ayu melirik pada Bianca, sebelum mengambil ponsel Antonio.

Setelah memasukkan nomornya pada ponsel Antonio, Bianca pergi meninggalkan restoran. Kembali menuju motel.

Sampai di motel, Bianca langsung mengatakan pada Ayu untuk segera kembali pulang.

"Tapi ini sudah terlalu siang Bian, kita akan Kemalaman ditengah jalan. Kasihan bawa Elvan. Lihatlah, langit juga sudah kelihatan akan turun hujan. Elvan baru sembuh dari sakit."

Bianca melihat Elvan yang tidur, saat pulang dari Mall. Elvan tidur dalam perjalanan pulang.

"Bian, apa yang kau takutkan. Jika sudah waktunya bertemu, tidak akan bisa kau elak kan," kata Ayu

"Seperti aku, perempuan yang di Mall tadi. Orang yang sangat tidak ingin aku temui, akhirnya. Aku bertemu juga. Aku bisa melawannya, aku puas. Apalagi bisa menamparnya," kata Ayu.

"Kau juga harus berani bertemu dengannya."

"Dia yang tidak menginginkan aku bertemu dengannya dan muncul didepan keluarga."

"Mungkin karena saat itu dia sedang dalam keadaan emosi, sekarang. Mungkin dia sudah menyesal."

"Besok pagi-pagi, kita pulang," ucap Bianca, setelah mempertimbangkan kesehatan Elvan.

Bersambung 👉👉👉

1
Jaya Purba
Luar biasa
Ran Aulia
ceritanya bagus. Romantis dan menghibur. suka sama karakter mama Maya dan papa Budi 💙 ❤️ ♥️ 💖 💕 💓

terima kasih ya kak 😍 😍😍😍
Safa Almira
bagus
Sony Sound
Luar biasa
Dewi Yanti
hah chelsea kurag apa suami dan anak mu, sungguh tdk bersyukur dg apa yg kau miliki.. yg akhir nya suami yg tulus mencintai pergi lelaki yg km idamkan jg tdk di dpt kan.akhirnya sendirian
Inez Silvia
ceritanya bagus
Ros Sitorus
Kecewa
Ros Sitorus
Buruk
Mama Muda
ceritanya bagus tapi saya gak setuju klo cewek perkosa cowok
Mama Muda
ceritanya 👍👍👍👍
Mama Muda
selamat ya atas kelahirannya sehat selalu
Mama Muda
cara cemburunya suka ☺☺☺☺☺
Mama Muda
ngidamnya 😁😁😁😁 aduh pala jadi pusing
Mama Muda
itu alat tes kehamilan pak joy
Mama Muda
pak joy ngidam ☺☺☺☺
Mama Muda
bian trimakasihlah pd pak joe karna melindungimu dari perbuatan jelekmu
Mama Muda
emang anak jo tapi bukan dengan chealsea ma mungkin
Mama Muda
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 aku bacanya bukannya sedih 💖💖💖💖💖💖bunda maya
Mama Muda
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 bude ngompol
Mama Muda
👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻 bunda maya anak umur 30puluhan kok di bujuk untuk acara begituan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!