NovelToon NovelToon
Kayla ( Antara Cinta Dan Luka )

Kayla ( Antara Cinta Dan Luka )

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen Angst / Teen School/College / Selingkuh / Romansa / Cintapertama
Popularitas:508
Nilai: 5
Nama Author: Jaena19

Bagaimana rasanya mengetahui jika kekasihmu selingkuh dengan adikmu sendiri? Kayla terkejut mendengar pembicaraan Arga dan Kanaya adiknya di UKS,ia tak menyangka jika selama ini keduanya menjalin hubungan di belakangnya.Walaupun merasa sakit,ia memilih untuk diam dan berpura-pura tidak tahu.Selain belum siap melepaskan Arga,ia juga ingin melihat sejauh mana keduanya dapat menyembunyikan hubungan itu.Tapi lama-lama Kayla tak tahan, terlebih ketika ayahnya meninggal Arga lebih mementingkan Kanaya di banding dirinya. "Kalau dari awal lo suka Kanaya,kenapa lo harus deketin gue dan jadiin gue kekasih lo Arga?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jaena19, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

dua puluh tujuh

"Masuk," ucap Kayla ketika seseorang mengetuk pintu kamarnya.

Setelah pulangnya Bastian, ia berdiam diri dalam kamar dan belum keluar sampai saat ini.

"Kenapa?" tanya Kayla pada adiknya

Kanaya tak menjawab, gadis itu berjalan mendekat ke arahnya lalu duduk di sampingnya.

"Kak, keluar ya kak Arga nunggu Lo di luar. Kasian dia gak mau pulang sebelum Lo keluar temuin dia." Bujuk Kanaya.

"Gak, Lo suruh dia pulang aja. Gue capek mau istirahat."

Kayla merebahkan dirinya, menarik selimut dan berpura-pura akan tidur. Sejujurnya ia sama sekali belum mengantuk, tapi tidur adalah alasannya untuk menghindari Arga.

"Kak ayo lah temuin Kak Arga walaupun cuma sebentar, kasian dia nunggu Lo dari tadi."

Kanaya mencoba membujuk kakaknya, menggoyangkan tubuh kakaknya agar bangun dan mau menemui Arga.

Merasa terganggu Kayla menyentak tangan Kanaya, ia bangun dari tempat tidurnya dan menatap marah ke arah adiknya.

"Lo gak tuli kan? Gue bilang gak ya gak. Suruh dia pergi apa susahnya si? Dia nunggu gue sampai pagi pun gue gak peduli, kalau Lo ngerasa kasian sama dia, temenin aja dia," ujar Kayla dengan nada yang cukup tinggi.

Kanaya memundurkan tubuhnya, gadis itu sedikit merasa takut ketika kakaknya marah. Karena tak mau membuat kakaknya semakin marah, ia memilih untuk keluar dari kamar dan menemui Arga.

Kayla kembali membaringkan tubuhnya, ia menatap langit-langit kamar. Perlahan air matanya keluar, saat ini ia merasa muak dengan perasaannya sendiri, perasaan yang ia sadari semakin hari semakin membuatnya sakit.

Ingin sekali ia mengakhiri hubungannya dengan Arga karena jujur sejauh ini ia sudah terlalu kecewa dengan laki-laki itu, perasaannya juga sudah sering terluka karenanya.Tapi lagi perasaan dalam hatinya membuat ia terkadang ragu untuk melakukan hal itu, cintanya masih cukup besar untuk Arga.

Kayla menghapus air matanya ketika ada yang mengetuk pintu kamarnya.

"Jangan ganggu gue!" Teriak Kayla pada orang yang mengetuk pintunya.

Orang di balik pintu itu tak mengatakan apapun, tapi perlahan orang itu membuka pintunya dari luar.

"Kay, maaf aku lancang buka kamar kamu," ujar orang itu setelah berhasil membuka pintu kamarnya.

Kayla segera beranjak dari tempat tidurnya ketika melihat Arga masuk ke dalam kamarnya.

"Ngapain si ke sini?mau apa?mau jelasin alasan-alasan bulshit kamu itu hah!?"ujar Kayla marah.

Emosinya terpancing begitu saja melihat wajah kekasihnya, ya dirinya sudah terlalu kecewa dengan Arga.

Arga cukup terkejut dengan nada bicara Kayla yang cukup tinggi, selama ini ia tak pernah mendengar Kayla berbicara dengan nada seperti ini.

"Maaf aku gak bermaksud buat bohong, tapi aku punya alasan Kay. Aku memang gak hubungin kamu, tapi aku benar-benar cari kamu setelah urusanku selesai."

Kayla berdecih, ia udah tak percaya dengan apapun alasan yang di keluarkan dari mulut Arga. Selama ini ia selalu percaya dengan apapun yang Arga katakan tapi kali ini ia tak mau di bodohi lagi.

"Kamu pikir aku percaya? kamu pikir aku bodoh Arga, orang manapun di dunia ini pasti akan terlebih dahulu menghubungi orang yang di cari, jika tidak berhasil maka mereka akan mencarinya langsung. Arga jujur aku muak sama omong kosong dan alasan-alasan kamu itu."

"Aku benar-benar cari kamu Kay, kalau kamu gak percaya kamu bisa tanya Kanaya."

Kayla tersenyum miring. "Oh kamu dan Kanaya cari aku, tapi kenapa tak ada satupun dari kalian yang berusaha hubungi aku? Atau jangan-jangan kalian hanya berpura-pura mencari padahal nyatanya kalian ada maksud lain."

Kayla tak peduli jika ucapannya memancing kecurigaan Arga akan pengetahuannya tentang hubungan mereka, biarlah semuanya terungkap sekarang karena ia sudah cukup lelah untuk berpura-pura tidak tau apa-apa. Jika tadi Arga bersama Kanaya sudah pasti tujuan mereka bukan untuk mencarinya atau jangan-jangan urusan yang Arga maksud adalah menemani Kanaya.

"Kay, terserah kamu mau percaya atau gak tapi kita benar-benar cari kamu. Saat itu kita panik jadi gak kepikiran untuk hubungin kamu."

Kayla melangkah maju mendekat ke arah Arga, ia menatap datar laki-laki itu.

"Kayanya kamu emang menganggap aku ini bodoh ya Ga. Kamu pikir aku akan percaya? logikanya bagaimana kalian bisa tau dimana keberadaan aku kalau gak ada satupun dari kalian yang berusaha hubungi aku. Kalau kalian benar-benar cari aku, pasti kalian yang pertama kali datang temui aku daripada Bastian. Asal kamu tahu Arga, aku di sana nunggu kamu sendiri, sampai akhirnya aku terjebak hujan di sana. Saat itu aku berusaha hubungi kamu tapi tak ada satupun panggilan aku yang kamu jawab. Setelah kejadian ini aku semakin bertanya-tanya mengenai perasaan kamu."

Kayla menarik napasnya, ia masih menatap wajah tampan kekasihnya.

"Arga kalau memang sudah tak ada aku di hati kamu, kita akhiri saja hubungan ini. Aku gak mau terus menerus seperti ini, kamu juga gak perlu berpura-pura lagi."

Arga menggeleng, ia meraih tubuh Kayla dan memeluknya berharap bisa menenangkan dan merubah pikiran gadis itu.

"Kamu boleh marah, kamu boleh benci tapi jangan akhiri hubungan ini, aku gak mau Kay."

Kayla diam, ia tak membalas pelukan Arga ataupun melepas pelukan laki-laki itu. Pelukan ini masih tempat ternyaman nya untuk bersandar, tapi si pemberi pelukan ini menjadi penyebab luka pada dirinya.

"Maaf."Ucap Arga berkali-kali.

Kayla membalas pelukan Arga ketika merasa tubuh laki-laki itu bergetar, tanpa melihatnya pun ia tahu jika laki-laki itu tengah menangis sekarang.

"Maaf Kay, tolong jangan akhiri hubungan ini, aku gak mau kehilangan seseorang yang udah mengisi kekosongan dalam diri aku."

Arga semakin mengeratkan pelukannya, isakan laki-laki itu kini terdengar olehnya. Merasa tak tega, ia mengusap punggung Arga, kini ia seperti sedang menenangkan anak kecil yang tengah menangis karena tak mau ditinggal oleh ibunya.

Arga melepaskan pelukannya, ia menatap Kayla dengan mata yang sedikit sembab karena menangis.

Kayla tersenyum tipis melihat wajah Arga yang terlihat lucu setelah menangis, ini memang kali pertamanya melihat laki-laki itu menangis.

Kayla mengulurkan tangannya menghapus sisa-sisa air mata di pipi Arga. Mau semarah apapun dirinya, tak dapat di pungkiri jika ia masih memiliki perasaan terhadap laki-laki di hadapannya, apalagi setelah melihatnya menangis karena tak mau ia mengakhiri hubungan ini.

"Jangan putus ya, nanti siapa yang akan temenin aku tanding kalau bukan kamu, siapa juga yang akan jadi pendengar keluh kesah aku selain kamu. Kamu itu bagai rumah buat aku Kay, memang terdengar berlebihan tapi begitu nyatanya. Aku minta maaf kalau kejadian ini benar-benar buat kamu kecewa dan marah, aku akan kasih kamu waktu sendiri tapi untuk putus maaf aku gak bisa."

Kayla mengangguk. "Oke,aku kasih kesempatan sekali lagi. Ini kesempatan terakhir buat kamu, setelah ini aku benar-benar akan mengakhiri hubungan ini tanpa peduli kamu setuju atau gak."

Biarlah kali ini ia kembali menjadi gadis bodoh yang memberi kesempatan Arga, mungkin jika dirinya benar-benar muak nanti ia akan melepaskan Arga tanpa ragu.

Arga tersenyum senang, ia kembali memeluk Kayla dengan erat dan mengucapkan terimakasih padanya berkali-kali.

"Pulang gih ini udah malam, besok kita harus sekolah," ujar Kayla setelah mereka melepaskan pelukan.

"Iya, setelah aku pulang kamu langsung tidur ya. Selamat tidur sampai jumpa besok pagi." Arga mengusap kepala Kayla sebentar lalu laki-laki itu keluar dari kamarnya.

Ini akan benar-benar jadi kesempatan terakhir kamu Ga.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!