*Dokter bar bar dan Pak CEO
Nana : Nunggu 10 tahun tapi gak ada kepastian, sedangkan ada orang baru yang sudah pasti bisa memberikan kepastian.
Sagara : Aku bukan sengaja membuat mu menunggu , tapi aku sedang mempersiapkan diri agar ketika hidup bersama mu aku sudah bisa meratukan mu sepenuhnya.
Hai guys,,, aku datang dengan cerita cinta yang ada komedi dan juga actiaonnya . cerita ini sebenarnya seasen dua dari cerita "lelaki itu punyaku" yang aku tulis di aplikasi orange sebelah.
yukk baca aku tunggu saran saran kalian di cerita aku ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cinnam0n17, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 2. Nana Marriage Life
Happy Reading
Ketukan pintu di depan membuat Nana mengangkat kepalanya yang sejak satu jam lalu membaca semua hasil dari operasi sebelumnya yang mana hasil Lab korban sudah keluar .
"silakan masuk " kata Nana meminta orang di depan pintu itu untuk masuk.
"maaf dokter. Do depan ada polisi yang mencari dokter dan ingin bertemu" kata suster yang biasa membantu Nana di ruang tindakan .
"suruh masuk " kata Nana sambil merapikan meja kerjanya dan sudah bisa di pastikan kalau tidak membawa barang bukti baru ya ingin bertanya hasil dari kasus kematian beberapa hari lalu.
"maaf ibu dokter menganggu waktu sorenya , kami datang ke sini ada yang ingin di bicarakan " kata salah satu dari dua polisi yang datang.
"silakan duduk pak" kata sambil tersenyum kecil mempersilakan dua polisi itu untuk duduk di kursi di depannya .
"ada yang ingin bapak berdua sampaikan atau tanyakan? Mungkin seputar korban pembunuhan itu" kata Nana membuat dua polisi muda itu tersenyum kecil.
"kalau itu tentu ibu dokter namun kami juga kesini membawa barang bukti baru yang mungkin bisa membantu ibu dokter untuk mengungkap kasus ini " kata polisi itu membawa satu kantung plastik bening yang di taruh di atas meja di depan Nana.
"saya tidak tahu pasti ini sampel rambut korban atau mungkin milik pelaku namun saya berharap ini bisa membantu kita semua untuk mengungkap kasus ini dan ada juga gelas kopi yang meninggalkan noda lipstik di sini " kata polisi itu yang membuat Nana segera mengambil sarung tangannya dan memasangnya lalu meneliti dua barang bukti tersebut.
"ini pasti membantu pak" kata Nana mengeser dua barang bukti tersebut .
"ohh bagaimana hasilnya dok apa sudah ada titik terang dari jasad korban" tanya dokter yang paling bertubuh tinggi ini .
"sedikit lagi pak namun saya bisa memastikan jika korban memang di habisi dengan dicekik namun setelahnya di cekoki dengan racun agar seolah oleh korban meninggal karena bunuh diri dengan racun itu. Dan juga ada beberapa lebam di tubuh korban baik dari benturan dan juga perlawanan yang coba korban lakukan" kata Nana yang membuat dua polisi itu mengangguk .
"kami juga tengah memburu sahabat koran yang kata para tetangga kos korban terakhir terlihat bersama korban " kata polisi itu yang membuat Nana paham sekarang kasus ini bisa saja di lalukan oleh sahabat korban sendiri.
"bu,,, dokter kalau begitu kami ingin pamit , karena masih ada yang harus kami kerjakan " kata dua lelaki itu berdiri yang membuat nana juga berdiri dan setelahnya mengantar dua lelaki itu untuk keluar dari ruangannya .
"kami permisi ibu dokter , maaf menganggu waktunya dan selamat bekerja" kata lelaki yang lebih tinggi itu pada Nana lekat dengan senyum di wajahnya .
"iya pak,, bapak berdua juga" kata Nana.
Setelah kedua Polisi itu pergi Nana segera menutup pintu ruangannya dan setelah itu berjalan menuju kursi kerjanya lagi , duduk dan menyender di sana sambil menghela napas.
"introvert gini ya kalau ketemu orang pasti tenaganya habis.suka sih sama profesi aku sekarang tapi kalau tenaga habis tiap ketemu orang apa gak lebih baik aku nikah aja gitu sama konglomerat biar bisa jadi nyonya yang kerjaannya cuma makan tidur aja" kata Nana yang sudah mulai membayangkan hidup tentram bersama konglomerat .
"ide siapa sih yang para perempuan buat kerja banting tulang begini , kan enakan di rumah aja ya" kata Nana yang setelahnya merasa ada getaran di saku jas dokternya .
Nana mengambil ponselnya di dalam sakunya dan melihat siapa sin pengirim pesan padanya ini dan seperti bisa di tebak orang itu adalah sagara yang sudah di abaikan Nana mungkin sebulan lamanya .
"10 tahun itu bukan waktu yang singkat dan kenapa juga gue mau ya nunggu selama ini. Ibarat gue kredit mobil mungkin gue udah dapat dua mobil" kata Nana merasa waktu yang di buang terlalu lama .
"kondangan gue selalu pergi sendiri, teman teman gue udah sukses karirnya lalu nikah. Nah,,, gue gini gini aja, pulang kerja main sama herkules dan buntal kan bosan juga gue " kata nana duduk tegak dan menopang dagunya dengan satu tangannya di atas meja.
"apa gue gini karena haus kasih sayang ya? Sagara nih biang keroknya , ngejar ngejar gue kan gue jadi kecintaan. Udah gue nya kecintaan dianya pergi kuliah dan kerja di luar negri mana gak pulang pulang lagi" kata nana yang jadi kesal sekarang .
"apa gue mulai buka hati atau mungkin gue terima ajakan para lelaki buaya untuk aja gue jalan dan makan di luar ya? Tapi kalau orang tua gue tahu gue begini di belakang sagara bisa di gantung mamak singa gue di pohon beringin" kata nana yang galau juga jadinya.
"ahh udah lah mending gue pulang aja deh , ke rumah kekek terus gue gangguin suami istri itu sampai tantrum " kata nana yang mengambil tasnya dan segera ingin bergegas pulang .
"bu dokter ingin pulang " tanya suara yang membuat nana berbalik dan melihat siapa yang mengajak dirinya bicara .
"bapak ngajak ngomong saya?" tanya nana pada polisi yang tadi datang ke ruangannya namun kali ini hanya ada lelaki tinggi ini yang ada di hadapan Nana.
"iya dokter Nana . Apa sudah ingin pulang ?' tanya polisi itu sekali lagi yang membuat nana mengaruk kepalanya bingung.
"iya saya ingin pulang ingin ke rumah kakek dan nenek saya " kata nana berkata apa adanya .
"ahh begini dok,, jika ada waktu saya rencana ingin mengajak ibu dokter untuk keluar bersama" kata polisi itu yang membuat Nana terdiam sepersekian detik.
"saya???" tunjuk Nana pada dirinya sendiri. "dalam rangka apa ya pak ?" tanya Nana yang menjadi bodoh begini.
"tidak dalam rangka apa apa bu dokter saya hanya ingin dekat dengan dokter itu pun jika dokter tidak merasa risih" kata lelaki dengan name tag Rama itu.
"tapi kayanya saya gak bisa hari ini deh, kalau lain kali bagaimana?' kata nana yang lagi lagi menolak ajakan laki laki kesekian kalinya.
"tidak papa dok tidak harus hari ini. Tapi apa boleh saya ingin minta kontak dokter " kata lelaki itu mengulurkan ponselnya kehadapan nana.
"boleh" jawab nana memberikan nomer ponselnya.
"terimakasih banyak dokter" kata lelaki itu tersenyum tampan saat ponselnya nana kembalikan.
"sama sama kalau begitu saya pergi dulu " kata nana yang setelahnya memasuki mobilnya meninggalkan polisi itu yang masih berdiri menunggu mobil nana pergi menjauh.
"cantik" Gumam rama sambil tersenyum melihat nomer yang di berikan nana tadi padanya .
Rama bukan sekali dua kali bertemu dengan dokter Nana namun sudah sering sekali mereka terlibat dalam penyelesaian kasus yang di tangani oleh polisi dan sebagai dokter forensik yang di percayai oleh polisi mereka tentu sering bertemu.
"setahun waktu yang sudah cukup untuk tahu jika kamu tidak sedang dekat dengan siapa siapa " kata Rama tersenyum.
*************