NovelToon NovelToon
Berondong Nakalku

Berondong Nakalku

Status: tamat
Genre:Contest / Cintapertama / Berondong / Komedi / Tamat
Popularitas:1.9M
Nilai: 5
Nama Author: rozh

Satria seorang remaja keturunan kaya raya, telah lama jatuh hati pada wanita yang beberapa tahun lebih tua dari umurnya.

Wanita usil yang selalu menganggapnya bocil.

“Aku ingin Kakak menjadi pacarku.”

“Aku tak sudi jadi pacarmu!”

“Kenapa Kak?”

“Kau bocah! Pipis saja belum lurus.”

“Maksud Kakak, aku kurang jantan? Tapi kita sudah sering berciuman!”

“Anggap saja itu kenangan, carilah pacar yang seusia denganmu!”

“Tidak! Aku ingin Kakak menjadi pacarku! Titik.”

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rozh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Apa Kurangnya Aku?

Sekelebat bayangan itu sedang slow motion dalam ingatannya. Dan sekarang gadis yang telah lama ia sukai itu, jadian kembali dengan Erian. Apa yang harus ia lakukan? Menghajar pria bajing*n itu? Menggerebeknya bersama selingkuhannya bersama Nurbaya, agar matanya terbuka? Atau...

“Ah, dasar bodoh!” Uring-uringan sendiri.

“Kenapa sih harus jadian lagi?” Menggerutu.

Berjalan ke cermin. Menatap dirinya sendiri, meraba wajahnya, menghadapkan tubuhnya ke kiri dan ke kanan. Memastikan penampilannya.

“Aku jauh lebih tampan dari Erian itu.”

Ia yang sejak tadi memang tak pakai baju, karena ia telah melempar bajunya pada Nurbaya untuk di cuci, menaikkan tangannya ke atas, seperti orang mau panco atau style mau tarung adu otot. “Macho-an juga aku!” Masih protes.

“Lebih Ok-an wajah ku!”

“Kok bisa sih Kakak suka sama Erian itu? Apanya yang lebih bagus dariku?”

“Mobil? Keren-an juga mobilku!”

“Mandiri? Aku sudah mandiri sejak Ia memintanya.”

“Uang? Aku juga punya!”

“Jujur? Setia? Jangan ditanya lagi. Aku punya semua. Aku selalu jujur padanya, hanya menyukainya, hanya dia!” Uffftt! Menghela nafas, lalu terdiam.

Satria terdiam cukup lama, memperhatikan wajahnya.

“Ah, karena aku belum dewasa?!” Menatap tajam wajahnya sendiri.

“Baiklah, aku akan pakai obat penyubur, supaya jambang, jenggot dan kumis ku lebat, biar terlihat lebih dewasa, hm...” Ia mengelus dagunya.

Ia langsung mengambil handphone di kantong celananya.

[Sore Tuan Muda, ada yang bisa saya bantu] jawab Sekretaris Dewa di sebrang sana mengangkat teleponnya.

[Belikan aku penumbuh rambut ya!] perintahnya.

Dewa terdiam, berpikir, dan kebingungan.

[Kenapa Kakak diam saja? Dengar tidak?!]

[Iya Tuan Muda, saya sedang berpikir, maksudnya rambut untuk apa ya? Hm, seingat saya, rambut Tuan Muda sudah subur dan lebat. Apakah terjadi masalah pada rambut Anda,Tuan Muda?]

[Itu Kau tau kalau rambutku masih bagus Kak, aku minta obat rambut supaya aku punya jambang, jenggot dan kumis lebat!] ucap Satria.

Eh? Sekretaris Dewa terperangah mendengarnya. Apa lagi yang akan dilakukan Tuan Muda nya ini? Selalu saja meminta hal yang aneh-aneh, pasti nya ini selalu berhubungan dengan Nurbaya.

“Apakah Nona Nurbaya meminta?” Berpikir.

[Baiklah Tuan Muda, aku akan membelinya, kalau begitu, apa m.... BIP!] ucapan Sekretaris Dewa terpotong. Satria telah mematikan telepon nya secara sepihak sebelum ia menyelesaikan ucapannya.

“Dasar remaja puber! Gak ada sopan-sopannya sama yang tua!” Sekretaris Dewa ngedumel.

Jika Sekretaris Dewa saja protes, bagaimana dengan penilaian yang lain? Karena Satria, jauh, jauh, sangaaaaaat jauh lebih baik pada dirinya!

Satria hanya tersenyum, hanya bicara dan meminta padanya. Pada yang lain, ia hanya menatap tajam, tak segan-segan menghukum, bahkan matanya tak berkedip saat pengawalnya mematahkan lengan seorang preman yang waktu itu menggoda Nurbaya.

Matanya tak berkedip saat Bapak-bapak tua memohon bahkan bersujud di kakinya meminta ampun karena telah gagal menyelesaikan perintahnya. Tak peduli akan hukuman pada karyawannya yang telat dan malas bekerja.

Sorot matanya tak pernah tertarik akan wanita bahenol yang menggoda, bahkan ia hanya diam saja saat pengawalnya menampar pipi wanita yang menggodanya sampai berdarah.

Mungkin saja banyak para karyawan yang marah dan dongkol padanya. Namun mereka tetap bergantung, sangat butuh pekerjaan.

**

Nurbaya telah kembali masuk ke kamarnya memunguti jas dan baju kemeja yang di lemparkan Satria padanya tadi di lantai. “Dasar anak Nakal!” Ia masih mengelus pipinya.

Ia berjalan ke dapur, belok kanan, lurus, sampai menemukan 2 buah mesin cuci di sana. Ia memasukkan jas dan kemeja di mesin cuci secara terpisah dengan masing-masing mesin cuci.

“Lagi ngapain Neng?” tanya seorang Pelayan.

“Eh, Mba. Ini lagi nyuci baju Tuan Muda.” sahut Nurbaya.

“Loh? Ini kan tugas aku Neng. Biar aku saja. Tadi aku sudah periksa semua sudut di kamar Tuan Muda, bahkan menciumi semua baju yang digantung di anger lemari untuk memastikan pakaian kotornya. Tapi tak ada.” jelas Pelayan itu.

“Menciumi semuanya?”

“Iya, Tuan Muda kadang suka campur-campur, habis di pake, digantungin aja di lemari, kadang-kadang dimasukin ember kotor. Jadi musti dicium semua yang tergantung itu.”

“Ngerepotin banget sih jadi orang, dasar anak kecil, baju sendiri aja gak bisa beresin mana yang bersih dan kotor.” sungut Nurbaya.

“Biasalah Neng, Kita kan di gaji emang untuk begitu. Eh, maksudnya Mba kan kerja memang untuk mencuci.”

Hm... Nurbaya terdiam.

Dia tak kerja di rumah ini, namun Ibu dan Bapaknya bekerja di keluarga Damrah sejak dulu. Mereka tinggal di rumah belakang. Nurbaya bebas keluar masuk rumah ini karena permintaan Satria. Dan Semua pelayan tau, kalau Nurbaya dan Mona di perlakukan dengan baik oleh Satria.

“Ya udah, Neng balik aja, biar aku yang selesaikan.”

“Jangan Mba, nanti malah semakin besar masalahnya. Mba tau lah gimana sifatnya, Tuan Muda?! Semua maunya harus dituruti. Dia tadi menyuruhku, biar aku saja. Kalau nanti Mba yang ngerjain, bisa-bisa kita disembur sama dia.” jelas Nurbaya terkikik di akhir kalimat.

“Baiklah kalau begitu, aku lanjutkan pekerjaanku yang lain dulu.”

“Ok, Mbak.” sahut Nurbaya.

Entah berapa kali putaran mesin cuci itu berputar, bahkan Nurbaya sudah menghabiskan 3 bungkus kuaci.

Cup! Tiba-tiba saja pipinya di cium oleh Satria. “Biar rasa sakit yang tadi hilang.” ucapnya tersenyum menggoda.

“Bocah nakal, beraninya kau mempermainkanku!” Nurbaya langsung meletakkan kuaci yang ia pegang, berdiri dari duduknya, memukul-mukul lengan Satria. Pemuda itu terkekeh.

Kemudian Ia memukul yang lain.

“Rasakan ini!” Ia memukul-mukul pantat Satria. “Kau berani menggigitku, lalu menciumku!” serunya.

Masih tak puas memukuli pantat Satria, ia juga mencubiti Satria, kemudian menggelitik pemuda itu, sampai pemuda itu terjatuh ke tubuhnya.

Ya, posisi mereka sekarang terlihat seperti sepasang kekasih. Nurbaya tersandar kemesin cuci yang bergetar, Satria yang terjatuh memeluknya tanpa sengaja. Wajah mereka saling tatap.

Jantung Satria menari-nari, sambil menyanyikan yel-yel, Baby Love You, Baby Love you. Uyeaaahh!!!

Mungkin seperti itu, jika jantung itu bisa bersuara. Atau mungkin berkata, Baby look at me, Only you and me.

Berbeda terbalik dengan perasaan Nurbaya. Ia mendorong keras tubuh Satria. “Sengaja ya?! Dasar anak Nakal!” Ia langsung menjewer telinga Satria.

Padahal barusan Ia hampir saja berhayal bergandengan tangan dengan Nurbaya dengan baju pengantin putih, lalu ia menggendong pujaan hatinya. Hadeeehh, sabar Satria. Banyakin usaha lagi ya, cemungutz!

“Kakak sakit, lepasin! Jangan kuat-kuat!” rengeknya.

“Biarin!”

“Kakak kenapa sih galak banget sama aku? Kenapa gak suka sama aku?”

“Karena....” Nurbaya menggantung ucapan dan tangannya menunjuk dada Satria.

“Karena kamu bocah nakal!” sambungnya.

“Nakal darimananya? Aku selalu baik, patuh, perhatian, setia, jujur dan mandiri. Seperti pria impian kakak.”

Nurbaya tergelak.

“Terus?” tanyanya menatap Satria dengan tatapan mengejek.

“Apa kurangnya aku dari Erian itu?” tanya Satria serius, ia merubah mimik wajahnya, menatap Nurbaya dalam.

1
Chris Antono
Luar biasa
Yuni Herwani
kata2 nakal sering kali ditulis bisa diganti kata yang lain
Yuni Herwani
lucu kayak pertama kali ciuman/Proud/
Lies Atikah
gak ngerti ah aku jadi kecwa sa ma si satria
Lies Atikah
ngaca aya siapa elo
Lies Atikah
cewe oon baru nyadar keoonan nya berlan di lewat batu kerikil yang di mau jadi esmosi thor
cctv putralawu
bagus banget ceritanya nggak bosenin,semangat terus sukses buat author👍
Reni Wati
kenapa novel My brothers overprotektif gak bisa di temukan ya thor!!
Rasti Rasti
aku mampir thoor, jangan lupa mampir juga ya. LENTERA.karya baru aku.
my name
semoga semua dendam benar benar berakhir
my name
kok jd begini sih jalan ceritanya 😤
my name
tegang banget,kok bs satrya kenapa sebodoh itu sih
my name
waduh kalau sudah ber urusan sama mafia bakalan repot, jalan ceritanya pasti bakalan bikin tegang ngak ada lagi uwu uwuan
my name
nyesek, ngak terasa sampai keluar air mataku 😭😭😭😭
my name
kamu terlihat kuat mel tp sebenarnya kamu rapuh sangat rapuh 😭😭😭
my name
😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
my name
erian melani.....kenapa endingnya begini 😭😭
my name
aku sudah dag dig dug ku kira hamil ternyata belum, y sudah semangat bikin lg aja sat 😁😁
my name
karma dibayar kontan, benerkan erian
my name
tk pikir bakalana ada adegan yg uwu uwu ternyata diskip 😁😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!