NovelToon NovelToon
Villainess Want To Survive

Villainess Want To Survive

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / Slice of Life / Action / Epik Petualangan / Fantasi / Fantasi Wanita
Popularitas:820
Nilai: 5
Nama Author: DancingCorn

Ketika aku membuka mata, aku tiba di tempat yang tidak ku kenal.

Cukup yakin, ini novel yang pernah aku baca.

[Freedom The Continent]

[Freedom The Continent] adalah novel yang berpusat pada petualangan beberapa karakter dalam perjalanan mereka membebaskan benua dari kegelapan.

Ada dua tokoh sentral dalam cerita ini. Seorang mage wanita yang diangkut dari dunia lain dan seorang pendekar pedang yang terlahir kembali.

Tapi cukup, abaikan tentang mereka.

Karena aku tidak datang ke dunia ini menjadi salah satu dari mereka!

Aku menjadi bagian dari novel itu sebagai seorang penjahat kejam, mantan tunangan pangeran yang telah diasingkan!

Bahkan namaku hanya muncul beberapa baris dalam paragraf novel itu.

Tipikal Novel abad pertengahan, dimana gadis biasa menjadi saint, dinikahkan dengan pangeran dan mantan tunangan sang pangeran—seorang putri Duke yang menjadi penjahat untuk mendorong perkembangan cinta mereka.

Dan aku, adalah penjahat itu.

"... sial, ini mengerikan."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DancingCorn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 6 - Petunjuk

Suasana malam di Villa Constantine terasa sangat sunyi dan mencekam. Clae berjalan dengan wajah tenang.

Saat ini, dia tidak bisa diganggu dengan hal lain. Pikirannya mengingat setiap volume novel yang sudah dia baca.

Bahkan detail terkecil tidak akan dia lewatkan sekarang.

Sebelum mereka pergi ke ruang penyimpanan satu. Irene mencari lampu untuk dibawa sebagai penerangan.

Clae bisa melihat bahwa lorong didepan mereka adalah kegelapan total. Tidak seperti bagian sebelumnya yang masih memiliki cahaya. Meskipun itu remang-remang, setidaknya cukup untuk berjalan tampa hambatan.

Bagian penyimpanan.

Ada 7 ruangan yang digunakan sebagai tempat penyimpanan di Villa ini. Menurut novel, ruang 5 sampai 7 berisi barang-barang pribadi bangsawan sebelumnya, dan 4 lainnya adalah sisa-sisa peninggalan dari masa lalu yang lebih jauh.

Selain menghilangnya emas dan barang yang cukup bernilai, Ruang penyimpanan 1 sampai 4 masih penuh barang-barang antik.

Clae mengingat ada sesuatu yang penting disana.

"Kami sampai."

"Terimakasih. Kamu bisa pergi. Aku akan kembai sendiri nanti."

"Tidak Nona. Saya tidak akan pergi. Saya akan disini jika anda membutuhkan saya. Hanya menjaga di luar."

Clae melihat Irene. Irene tersenyum dengan tubuh berdiri tegap sesuai standar para pelayan. Matanya tidak begitu terlihat karena gelapnya malam.

'Bukan berarti kamu tidak bisa masuk juga.'

Tapi Clae hanya mengangguk singkat sebelum akhirnya masuk.

Dia berjalan beberapa langkah sebelum berdiri 3 langkah dari pintu. Dia mengingat apa yang pernah ditulis oleh pengarang novel volume 2.

Dia dengan tergesa-gesa kembali bersama kelompoknya.

Ketika sampai disana. Dia melihat bahwa Villa di atasnya sudah hancur. Tapi ruang penyimpanan satu sampai lima masih berdiri. Dan ruang penyimpanan satu yang paling utuh dari lainnya.

Rara masuk dan menemukan denah bangunan tersebut. Dia membaca untuk waktu yang lama sebelum dia menemukan tempat tersembunyi yang merupakan perpustakaan bawah tanah Villa.

Ketika dia mencarinya, perpustakaan itu sudah musnah dan tidak memiliki sisa.

Dia dan 2 orang dalam tim yang suka berpikir menduga, itu harus menjadi pintu masuk Dungeon tersembunyi....>

Clae melihat sekelilingnya dan menemukan peta tersebut.

"Bingo."

Dia berjalan hingga sampai di depan peta. Melihat peta besar di dinding.

Bukan, itu bukan peta. Itu denah bangunan ini. Denah yang sudah tua tapi masih tercetak dengan baik.

Bai Mansion

Itulah yang tertulis disana. Mungkin ini nama bangunan ini sebelumnya.

Villa itu memiliki lebih banyak misteri dari yang dia duga. Clae melihat denah dan berhasil menemukan tempat yang di maksud karakter utama.

Itu benar-benar perpustakaan, dan tempat itu berada di lokasi tersembunyi. Pantas saja tidak bisa langsung ditemukan.

Tentu saja tidak ada sisa-sisa catatan dari 100.000 tahun yang lalu. Tapi untuk dikatakan sebagai perpustakaan, ruangan yang ada disana terlihat sangat kecil dibandingkan dengan ruangan lainnya.

Clae mendekati denah dan menyentuh bagian atasnya. Dia merasa denah itu sangat aneh. Ketika Clae menarik tangannya, sebuah kertas jatuh dari belakang denah.

'Jelas ini tidak ada dalam novel.'

[Apakah kamu siap menerima Blessing]

'WTF!!'

Clae tidak sadar meremas kertas yang sudah menguning tua itu. Tapi wajahnya masih lumpuh penuh ketenangan.

Ketika dia sadar kembali dia menghembuskan nafas dan kembali membuka kertas tersebut.

Aneh, kertas ini sudah menguning dan tampak rapuh. Namun baik-baik saja setelah dia genggam seperti itu.

Clae memiliki firasat tidak menyenangkan dihatinya.

Clae sedikit penasaran karena kertas ini bahkan tidak rusak sedikitpun selain memiliki beberapa lekukan karena diremas tadi.

[Apakah kamu siap menerima Blessing (karunia)]

[Dewa sudah mengambil Blessing setiap orang]

[Namun]

[Jika kamu menerima dirimu sendiri]

[Kamu akan mendapatkan Blessing]

[Tapi berhati-hatilah]

[Karena bahkan dewa tidak bisa melakukan apapun pada Blessing yang ditinggalkan oleh orang sebelum mu]

"Haaahhhh."

Clae mengusap wajahnya dan menyentuh atas kepalanya.

Dewa. Blessing. Yang ditinggalkan oleh orang sebelum mu.

Ini tidak seperti Clae menginginkan kekuatan tersebut untuk menjadi lebih kuat. Dia hanya ingin melindungi dirinya sendiri.

Clae tanpa sadar menyentuh cek 3 juta koin emas di sakunya. Dia merasa dia akan kehilangan banyak kekayaan karena ini.

Emas yang dia miliki tidak begitu banyak. Selain sisa 30-an cek sebelumnya, Clae tidak memiliki kekayaan lain.

Clae mengesampingkan pikiran ini dan keluar dari ruang penyimpanan satu. Saat ini, lebih penting untuk bisa melindungi dirinya sendiri.

Dia menemui Irene yang ada di depan pintu.

"Aku akan pergi besok. Biarkan Benjamin menyiapkan cemilan untuk seharian."

"Ah? Apakah anda akan pergi sendiri. Ini tidak bisa dilakukan. Bagaimana jika anda mengalami bahaya."

Irene, pembunuh bayaran keji yang mampu menggunakan 2 pedang pendek dan sihir memperlihatkan wajah khawatir.

Meski Clae yakin ini hanya pura-pura. Dia tidak bisa mengabaikan mata dingin yang di tunjukkan Irene.

Clae menghindari tatapan Irene dan berjalan kembali ke kamarnya. Dia masih tidak biasa berhadapan dengan penjahat ini.

"Tidak masalah. Besok aku hanya berkeliling Villa."

"Baiklah, saya mengerti."

Clae menghela nafas lega mendengarnya.

"Namun mengapa anda tidak menemui Kakak Min sendiri?"

Perasaan lega Clae menghilang seketika. Clae merasa dingin mengalir dibelakang lehernya.

Menemui Benjamin? seorang psikopat yang sangat ahli dalam penyiksaan itu?

Tidak, Clae tidak sanggup menemuinya saat ini.

Dan Gailian, ayah Irene dan Benjamin, orang yang saat ini bertanggung jawab atas kuda. Dia bahkan tidak mau memikirkan orang tua yang berprilaku jinak namun kenyataannya adalah seseorang yang membunuh dalam sembunyi-sembunyi itu.

Clae menggelengkan kepala dan melihat ke depan.

"... Tidak. Siapkan saja besok dikamar ku."

"Baik, sesuai keinginan anda. Apakah anda tidak akan datang ke pesta Keluarga Baron Ubbrk?"

"Tidak, tolak semua undangan untuk saat ini."

'Aku akan sibuk melindungi diriku sendiri, mengapa aku harus menemui orang-orang aneh itu.'

"Baik, saya mengerti."

Clae melirik Irene yang memiliki senyum haus darah di mulutnya. Dia tersentak dan berjalan sedikit lebih cepat.

Kenapa gadis ini sangat menakutkan!

...****************...

Clae bangun dari tidurnya tanpa ada siapapun di dalam ruangan. Dia keluar dari tempat tidur dan membuka tirai jendela. Matahari baru saja terbit.

Ini hari kedua. Dia bisa merasakan tubuhnya beradaptasi dengan baik disini.

Hari ini Clae harus mendapatkan sesuatu. Jika tidak, dia tidak tahu apa yang akan terjadi padanya.

Tidak, dia tahu pasti.

Dia pasti akan mati jika tidak mendapatkan sesuatu untuk melindungi dirinya sendiri. Meskipun pilihan untuk bersembunyi dibawah sayap seseorang juga ada. Clae lebih suka berusaha terlebih dulu.

'Bukan berarti mereka akan menerimaku jika aku minta tolong.'

Dia bukan lagi Clae sebelumnya.

Dua jam kemudian, pintu kamarnya diketuk. Clae bisa melihat Irene masuk ke ruangan.

"Nona, anda sudah bangun."

Clae mengalihkan pandangan dari Irene ketika merasakan senyum dingin terbentuk diwajahnya.

"Bagaimana permintaanku kemarin."

"Tentu, ini dia. Apa kamu baik-baik saja sendirian?"

Clae melihat Irene yang berpura-pura menjadi kakak perempuan baik. Namun senyum dingin yang ada di wajah Irene membuat Clae tidak bisa memandangnya lebih lama. Clae menurunkan matanya dan melihat kotak bekal yang dibawa Irene.

"Bagus, apa yang akan terjadi ketika aku hanya berkeliling Villa."

"Baiklah, pastikan kamu kembali sebelum gelap."

Clae kembali melihat Irene. Ada apa dengan kebaikan yang tiba-tiba ini. Clae tiba-tiba merasakan perasaan tidak menyenangkan merayap ke tubuhnya.

"Aku dengar beberapa tikus masuk kesini. Akan buruk jika kamu terluka karenanya. Oh, jangan khawatir. Ayah dan aku akan memastikan tikus terpotong sehingga tidak akan kembali lagi."

'Persetan!'

Clae mengumpat dalam hatinya. Meski dia merasakan hatinya menggigil saat Irene mengatakan 'tikus' dengan dingin, wajah Clae masih tenang seperti tidak terjadi apapun.

Clae, yang mengetahui identitas sebenarnya dari Irene, tidak mungkin hanya menganggap 'tikus' itu sebagai hewan. Clae mencoba menjauhkan pikiran dari duo ayah-anak psikopat ini.

"Apakah semua baik-baik saja?"

Irene membuat wajah aneh ketika Clae tidak melihatnya.

Clae saat ini sibuk dengan kertas di atas meja depannya. Dia tidak punya pilihan lain daripada harus menghadapi Irene dengan tatap muka.

Dia mencoret dan membuat simbol hingga tidak menyadari perubahan Irene. Ketika Clae tidak mendengar jawaban apapun. Dia melihat keatas.

Clakk

Dia tiba-tiba menjatuhkan pena di meja. Clae terkejut dengan wajah dingin dan haus darah Irene. Meski Clae tau itu tidak diarahkan kepadanya. Dia masih tidak bisa menahan perasaan dingin saat melihatnya.

Clae menyembunyikan tangannya yang sedikit bergetar ke samping tubuhnya.

"Jangan khawatir, nona. Hanya 2 orang memiliki luka ringan."

Clae mengerutkan kening. Dia melipat kertas dan membawa pena sebelum akhirnya berdiri.

"Irene, beri mereka obat agar sembuh dengan baik. Juga, beri mereka uang tambahan. Pastikan menangani tikus itu."

Irene berkedip saat mendengar kata-kata Clae. Dia menunduk dan menerima perintah Clae dengan wajah penuh senyum.

"Sesuai keinginan anda, Nona."

Clae kembali menggigil karena senyum di wajah Irene. Dia bisa merasakan perasaan buruk datang darinya.

"Kalau begitu aku akan pergi."

"Tentu Nona, nikmati perjalanan mu."

'Aku akan lebih menikmatinya jika kamu tidak mengatakan hal-hal tadi.'

Ayam lemah sepertinya pasti akan mati jika bertemu dengan penyusup itu.

Penyusup ini juga ada dalam novel. Clae asli baru mengetahuinya setelah dia pulang dari pesta.

Lima pelayan yang dikirim ayahnya terluka dan sekarat karena itu. Itu juga alasan Clae ingin menarik Rara saat bertemu dengannya.

Tapi sekarang, Clae tidak pergi ke pesta dan dia memberi perintah Irene untuk mengurus penyusup itu. Clae berpikir bahwa semua seharusnya baik-baik saja.

Sebelum sampai ke basement tempat perpustakaan tersembunyi itu. Clae harus melewati dapur.

Clae bisa melihat seorang pria dengan badan tinggi dan tubuh atletis namun kurus berdiri disana. Pria itu melihat antara beberapa tanaman di atas meja. Di belakang pria itu, dua orang kesatria sedang duduk dengan tangan penuh darah.

'... hanya dua orang yang memiliki luka ringan.'

'Luka ringan pantatmu!'

1
ellyna munfasya
UPP lagi thorr😤
Panda
titip jejak kak nanti dibaca
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!