NovelToon NovelToon
Permaisuri Gendut

Permaisuri Gendut

Status: tamat
Genre:Fantasi Isekai / Time Travel / Reinkarnasi / Fantasi Wanita / Cinta Istana/Kuno / Tamat
Popularitas:5.8k
Nilai: 5
Nama Author: ANWi

Tiara Mo akan menghadiri kompetisi tinju tahunan, namun dalam perjalanan ia mengalami kecelakaan dengan truk tangki minyak , saat sadar ia sudah menempati tubuh permaisuri 200kg.

" APA APA INI ! APA PEMILIK TUBUH ASLI TIDAK BISA MENAHAN RASA LAPAR !" Pekik tiara mo kesal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ANWi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 2 : Selir Ning

Permaisuri Lin Yue duduk terdiam di atas ranjang besar berkelambu. Napasnya masih terasa berat meski tabib telah pergi sejak tadi. Setiap kali ia bergerak sedikit saja, lipatan tubuhnya ikut bergeser, menciptakan rasa asing yang sulit diabaikan.

Tubuh ini benar-benar bukan tubuhnya.

“Yang Mulia, silakan minum ramuan ini,” ucap Xiao Xiao pelan sambil mendekat, membawa mangkuk kecil berisi cairan berwarna cokelat.

Lin Yue menatap mangkuk itu cukup lama sebelum akhirnya mengulurkan tangan. Tangannya gemetar, bukan karena takut, melainkan karena belum terbiasa dengan beratnya sendiri.

“Xiao Xiao,” panggilnya lirih.

“Ya, Yang Mulia?”

“Sejak kapan… aku berada di istana ini?”

Xiao Xiao terdiam sesaat, lalu menunduk. “Sejak satu bulan lalu, Yang Mulia. Sejak Anda menikah dengan Yang Mulia Kaisar.”

Satu bulan.

Lin Yue mengulang kata itu dalam benaknya. Dalam ingatan asing yang tadi menyerbu kepalanya, ia memang melihat potongan-potongan kejadian—perjalanan panjang, gerbang istana yang menjulang, tatapan orang-orang yang penuh rasa ingin tahu, juga senyum palsu yang menempel di wajah seorang wanita.

Ia meneguk ramuan itu perlahan. Rasanya pahit, namun tidak seburuk yang ia bayangkan.

“Apakah… aku sering pingsan?” tanyanya lagi.

Xiao Xiao mengangguk ragu. “Akhir-akhir ini, iya. Tubuh Yang Mulia semakin sulit bergerak. Tabib sudah berkali-kali memperingatkan, tapi…”

“Tapi apa?”

Xiao Xiao menggigit bibirnya. “Tapi Selir Ning selalu mengirim makanan. Katanya agar Yang Mulia tidak merasa kesepian.”

Selir Ning.

Nama itu membuat pelipis Lin Yue berdenyut. Ingatan lain muncul—seorang wanita berwajah lembut, tutur katanya manis, sering datang dengan nampan penuh makanan berminyak. Setiap kali Lin Yue asli menolak, wanita itu akan tertawa kecil dan berkata bahwa seorang permaisuri tak boleh terlihat kurus dan sakit-sakitan.

Perlahan, tubuh ini pun berubah.

“Apakah aku… sering makan?” tanya Lin Yue pelan.

Xiao Xiao menunduk lebih dalam. “Hampir setiap saat, Yang Mulia.”

Lin Yue menghela napas panjang. Naluri petinju di dalam dirinya berteriak. Ini bukan kebetulan. Tidak mungkin.

“Xiao Xiao,” ucapnya lagi, kali ini dengan suara lebih tenang, “di istana ini, siapa yang paling sering datang ke paviliunku?”

“Selain pelayan, hanya Selir Ning, Yang Mulia.”

Tak lama setelah kata-kata itu terucap, suara langkah kaki terdengar dari luar. Tirai pintu digeser, memperlihatkan sosok wanita berpakaian anggun dengan senyum lembut yang seolah tak pernah pudar.

“Yang Mulia Permaisuri,” sapa wanita itu manis. “Kudengar Anda pingsan. Aku sangat khawatir.”

Lin Yue menatapnya tanpa menjawab. Inilah Selir Ning.

Wajahnya cantik, kulitnya cerah, matanya menyimpan kilau licik yang samar. Di belakangnya, dua pelayan membawa nampan besar berisi ayam goreng, daging babi panggang, dan kue-kue manis.

“Aku membawa makanan kesukaan Anda,” lanjut Selir Ning sambil melangkah mendekat. “Tabib pasti menyuruh Anda istirahat. Tapi perut kosong juga tidak baik.”

Xiao Xiao tampak gelisah. “Nyonya Selir, tabib—”

“Diam,” potong Selir Ning lembut, namun tajam. “Aku berbicara dengan Permaisuri.”

Lin Yue memperhatikan semuanya dengan saksama. Postur Selir Ning rileks, seolah ia adalah pemilik tempat ini. Cara ia berdiri terlalu percaya diri untuk seorang selir biasa.

“Letakkan saja di sana,” ujar Lin Yue akhirnya.

Selir Ning tersenyum puas. “Tentu, Yang Mulia.”

Nampan itu diletakkan di meja rendah di dekat ranjang. Aroma makanan langsung memenuhi ruangan.

“Silakan makan selagi hangat,” kata Selir Ning. “Kaisar akan senang jika mengetahui Yang Mulia menjaga kesehatan.”

Kaisar.

Nama itu membuat Lin Yue semakin waspada.

“Aku belum lapar,” ucapnya singkat.

Senyum Selir Ning sempat membeku sesaat, namun segera kembali. “Oh? Biasanya Yang Mulia—”

“Biasanya bukan sekarang,” potong Lin Yue datar.

Keheningan tipis menyelimuti ruangan. Selir Ning menatapnya beberapa detik lebih lama dari seharusnya, seolah sedang menilai sesuatu.

“Kalau begitu, aku tidak akan memaksa,” ujarnya akhirnya. “Istirahatlah dengan baik.”

Ia berbalik dan pergi, meninggalkan aroma minyak dan kecurigaan.

Begitu tirai tertutup kembali, Lin Yue langsung menghela napas pelan.

“Xiao Xiao,” ucapnya, “mulai sekarang, jangan biarkan siapa pun membawa makanan ke paviliunku tanpa izinku.”

Xiao Xiao terkejut. “B-baik, Yang Mulia.”

“Dan satu lagi,” lanjut Lin Yue, menatap meja penuh makanan itu. “Buang semuanya.”

Xiao Xiao mengangguk cepat dan memberi isyarat pada pelayan lain.

Saat ruangan kembali sepi, Lin Yue menyandarkan punggungnya ke bantal. Ia menatap langit-langit istana yang tinggi itu, pikirannya berputar cepat.

Ia mungkin terjebak dalam tubuh yang lemah.

Ia mungkin menjadi permaisuri terbuang.

Namun satu hal tidak berubah.

Ia tahu bagaimana cara bertahan.

Dan kali ini, ia tidak akan membiarkan siapa pun menjadikannya sasaran empuk lagi.

Di istana Kekaisaran Daxuan,

Permaisuri Lin Yue mulai bergerak.

***

Mohon Dukungan untuk :

• Like

• Komen

• Subscribe

• Follow Penulis

Terimakasih banyak❤️

1
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°🇮🇩
mampir kak
ANWi: makasi udah mampir kaka cantik ~
total 1 replies
Erlina Ibrik
Berarti Han shuo adalah Putra mahkota atau Kaisar yang sesungguhnya..?
🧐
Erlina Ibrik
Semangat Author , awal cerita keliatan menarik 👍
ANWi: terimakasih sudah mampir kak erlina ~
total 1 replies
sahabat pena
happy ending... di tunggu karya baru nya Kak💪💪💕
sahabat pena: Sama-sama Kak
total 2 replies
sahabat pena
pilihan yg terbaik adalah mengikuti kata hati mu tiara mo. semangat lanjut Kak 💪💪💪
sahabat pena: sama sama kak
total 2 replies
Sribundanya Gifran
lanjut💪💪💪
ANWi: siap kakak cantik~
total 1 replies
Sribundanya Gifran
lanjut
Sribundanya Gifran
lanjut thor
ANWi: siap kak, terimakasi sudah mampir~
total 1 replies
sahabat pena
kurang waspada
ANWi: iya nih Lin Yue ga fokus , kenapa ya~
total 1 replies
sahabat pena
jangan bilang jodoh nya permaisuri itu han suo lagi? 🤣🤣🤣🤣
ANWi: waduh~
total 1 replies
sahabat pena
lanjut kak💪💪💪😘
sahabat pena
part awal masih penasaran. lanjut kak💪💪💪
sahabat pena: sama sama trs semangat kak💪💪💪
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!