NovelToon NovelToon
Berondong Pilihan Single Mom

Berondong Pilihan Single Mom

Status: tamat
Genre:Single Mom / Anak Genius / CEO / Janda / Berondong / Tamat
Popularitas:15M
Nilai: 4.8
Nama Author: kenz....567

Ceo duda dengan gadis sudah biasa, tapi Ceo janda dengan berondong baru luar biasa.

Zayn Albert, seorang pria tampan dengan segala kesederhanaannya. Ia harus membiayai sang nenek yang menjadi penderita kanker. Zayn membutuhkan banyak biaya, sehingga dia memutuskan untuk mencari pekerjaan dengan gaji yang lebih tinggi.

Tak di sangka, ia justru malah bertemu dengan Shea Lexix Wiratama. Seorang Ceo cantik yang merupakan janda anak dua. Zayn niatnya ingin melamar kerja, tetapi salah satu anak dari wanita itu justru menawarkan sang mommy padanya.

"Angkel, Angkel mau nda cama Mommy Kai? Mommy kai Janda." Ujar Kai dengan mata bulat menggemaskan.

"Om disini mau lamar kerja, bukan lamar jadi bapakmu Cil." Ringis Zayn.

Zayn akui, ibu dari anak kecil itu sangat cantik. Tapi, Zayn tahu diri. Dia datang hanya untuk melamar kerja. Namun, tak di sangka. Ceo cantik itu justru mengatakan sesuatu padanya.

"Kamu di terima."

"Terima kasih Bu! Terima ka ...,"

"Jadi suami saya."

"Hah?!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kenz....567, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Permintaan si kecil

Terlihat, seorang wanita cantik turun dari mobilnya. Kaca mata hitam bertengger cantik di hidung mancungnya, rambutnya hitam bergelombang menambah kecantikan wanita itu. Kulit putih bercahaya miliknya membuat aura kecantikannya bertambah. Dengan langkah anggun, wanita itu melangkah memasuki sebuah rumah besar dengan tatapan lurus ke depan.

"Shea!" Wanita cantik itu menoleh, ia menatap wanita paruh baya yang datang menghampiri dengan tatapan kesal.

"Dari mana kamu? Kerja lagi? Astaga, Shea. Mama sudah atur rencana pertemuan kamu sama si Richard. Kenapa kamu gak datang hah?!" Omel wanita paruh baya itu.

Shea Lexix Wiratama, seorang wanita cantik yang merupakan CEO di perusahaan Wiratama. Selepas ayahnya meninggal, Shea lah yang meneruskan perusahaan milik sang ayah. Shea juga merupakan janda anak dua, ia dan suaminya telah bercerai tiga tahun yang lalu. Kini, sang ibu berusaha menjodohkannya kembali dengan beberapa pria. Sayangnya, Shea merasa tak tertarik.

"Ma, Shea capek habis dari kantor. Bisa bahas nanti enggak?" Ujar Shea dengan sedikit kesal.

Mata wanita paruh baya itu membulat sempurna, "Naaahh ini nih, kenapa Mama suruh kamu menikah lagi. Biar Kamu ada yang bantuin di kantor, Mama pilihkan kamu pria yang sederajat sama keluarga kita. Biar anak-anak kamu juga mendapat peran seorang ayah. Richard itu duda tanpa anak, dia pasti menerima anak-anakmu." Serunya dengan kesal.

Shea menghela nafas berat, ia lelah terus di jodohkan oleh sang mama. Ia menganggap, dirinya tak membutuhkan seorang pria. Pernikahan yang kandas, membuat ia tak memiliki keinginan untuk menikah kembali. Namun, sang mama terus mendorongnya untuk kembali menikah. Dengan alasan, agar kedua anaknya mendapat sosok seorang ayah.

"Sudah yah Ma, aku capek. Mending, Mama aja deh yang nikah sama dia. Mama kan juga janda," ujar Shea dengan santai dan berlalu pergi meninggalkan sang mama yang melongo dengan tingkahnya.

"Anak minim akhlak! Masa Mama nya di suruh nikah lagi!" Desis Daisy dengan kesal.

Shea berniat masuk ke dalam kamarnya, tubuhnya terasa lelah setelah seharian bekerja. Namun, langkahnya terhenti tepat di depan pintu bercat biru langit. Ia tak sengaja mendengar sebuah suara nyaring dari dalam sana. Perlahan, Shea mendekatkan telinganya pada pintu tersebut.

"Halgaiii akuuu, jaga pelacaankuuu, aku bukan diaaa, dia bukan dilikuuu huooo .... Dia cuka kamuuu, aku cuka maltabaakk. Halgai akuuu huooo!!"

Shea melipat bibirnya, ingin rasanya dia tertawa. Perlahan, ia pun memutuskan untuk membuka pintu kamar itu. Herannya, lampu kamar itu justru mati. Tak ada suara apapun dan terlihat sunyi. Shea merasa aneh, sebab tadi ia mendengar suara bocah menggemaskan sedang bernyanyi riang. Ia pun memutuskan untuk menyalakan lampu kamar itu, dan terlihat lah sebuah gundukan selimut di atas ranjang.

"Wah, sedang mengajak Mommy bermain rupanya yah." Gumam Shea dengan seringai di bibirnya.

Ia pun mematikan lampu kembali dan masuk ke dalam kamar. Tak lupa, ia kembali menutup pintu. Selang beberapa saat, terlihat sebuah sorot cahaya dari atas ranjang. Melihat itu, Shea langsung menyalakan kembali lampu kamar tersebut. Terlihat lah, sosok bocah menggemaskan menatapnya dengan mata membulat sempurna.

"MOMMY!" Pekiknya dengan terkejut.

"Wah, Kai mengajak mommy bermain hm? Jam berapa ini? Kenapa masih bermain ipad?" Seru Shea seraya mendekati ranjang.

Kai Zaviyar Rowan, sosok bocah menggemaskan berusia empat tahun. Bocah tampan yang memiliki tingkah yang sangat menggemaskan. Dimana, ia selalu melanggar peraturan yang sang mommy buat. Seperti saat ini, anak itu masih memainkan ipad miliknya di jam tidurnya.

"Nda ada yang ajak, Mommy cana tidul." Usir Kai yang mana membuat Shea membulatkan mulutnya

"Kai, sekarang jam berapa? Ayo, letakkan ipad mu dan tidurlah. Besok kamu harus ke sekolah kan? Gurumu telpon Mommy jika tadi pagi kamu membolos lagi! Sampai kapan kamu tidak mau mendengar omongan Mommy?" Omel Dhea dengan kesal.

Kai mengerucutkan bibirnya sebal, dia melirik ke arah sang mommy yang berdiri di sisi ranjangnya. "Mommy juga nda pelnah dengal Kai. Pulang nda pelnah bawa daddy balu, bolo-bolo daddy balu. Maltabak aja nda pelnah." Gerutu Kai.

Shea melongo tak percaya, bisa-bisanya putranya mengatakan itu. Daddy baru katanya? Shea menepuk keningnya dengan sedikit keras. Sudah pasti mama nya lah yang meracuni pikiran bocah menggemaskan itu. Tadinya Kai tak pernah menuntut daddy baru, tapi belakangan ini bocah menggemaskan itu menuntutnya. Dengan alasan, teman sekolahnya semuanya di jemput oleh daddynya tapi dia tidak.

"Kai, stop berbicara tentang daddy baru." Tegur Shea.

"Kata Oma Mommy janda, jadi bica cali daddy balu buat Kai. Kai mau di jemput daddy, nda mau di jemput Pak cupil!" Sentak Kai dengan kesal.

"Astaga, tidur atau ...,"

"MOMMY NDA PELNAH CAYANG KAI! MOMMY CAYANGNA ABANG DOANG! KAI MAU DADDY BALU BIAL ADA YANG CAYANG KAI!" Teriak Kai yang mana membuat Shea terkesiap.

Nafas Kai mendengar memburu, matanya terlihat berkaca-kaca. Ia menatap sang mommy dengan wajah memerah menahan emosi. Shea tak pernah mendengar perkataan tadi dari putra kecilnya sebelumnya. Baru kali ini, dia mendengarnya. Bahkan, Kai berani berteriak padanya.

"Tidurlah, besok kamu harus sekolah." Pinta Shea dan beranjak keluar dari kamar putranya. Hati wanita itu terasa sakit, ia tak pernah mengira jika Kai akan mengatakan itu padanya. Shea menutup pintu kamar Kai dengan pelan, lalu ia menyandarkan kepalanya pada pintu itu dan menahan tangisnya.

"Mommy."

Shea menarik kepalanya, ia melihat seorang anak laki-laki berusia tujuh tahun memandangnya dengan tatapan tanpa ekspresi. Kedua sudut bibir Shea terangkat, dia mengusap wajahnya dan segera menghampiri anak laki-laki itu.

"Azriel, belum tidur sayang?" Tanya Shea menghampiri anak laki-laki bernama lengkap Azriel Ezario Rowan. Anak pertama dari Shea yang memiliki sifat pendiam.

"Apa adek marah?" Tanya anak itu dengan tatapan khawatir.

"Enggak, biasa adikmu kalau di larang selalu menangis. Ayo, kita ke kamarmu." Ujar Shea seraya merangkul putranya berniat mengajaknya pergi.

"Mommy, aku bisa sendiri. Lebih baik Mommy menemani adek tidur. Selamat malam Mommy,"

Shea terdiam dengan tatapan sendu, ia memandang putranya yang pergi menjauh darinya. Helaan nafas berat terdengar, Shea tertunduk dalam. Dia merasa, belum bisa menjadi ibu yang baik untuk kedua anaknya. Ia belum bisa adil terhadap keduanya. Perceraiannya dengan mantan suami, tentu berdampak besar bagi kedua anaknya.

"Apa ... aku ibu yang buruk?" Batin Shea menahan sesak di d4d4nya. Ia pun memutuskan untuk masuk ke dalam kamarnya.

.

.

.

Karena lelah seharian bekerja, Zayn tertidur seraya duduk di kursi yang berada di sebelah brankar. Pria itu tak menyadari, jika neneknya sudah bangun dan melihatnya. Tangan keriput wanita baya itu terangkat, berusaha mengusap kepala Zayn yang bersandar di tepi brankar. Sebelum nenek Dian menyentuhnya, Zayn sudah bangun lebih dulu.

"Nenek, Nenek sudah bangun?" Seru Zayn dengan semangat, terlihat matanya masih merah karena tertidur tadi.

"Kamu capek yah? Tidur lagi, Nenek tidak akan mengganggumu." Lirih wanita baya itu dengan lemas.

Zayn menggeleng, dia meraih tangan keriput sang nenek dan menggenggamnya dengan lembut. Lalu, ia menempatkan tangan itu di pipinya dan menatap nenek Dian dengan mata berkaca-kaca. "Maaf yah Nek, Zayn belum bisa maksimalkan pengobatan Nenek. Tapi, Zayn akan berusaha untuk mendapatkan uang. Agar nenek bisa sembuh," ujarnya dengan lirih.

"Jangan Nak, percuma. Nenek sudah tua, gak lama lagi Nenek juga akan menyusul kakekmu." Zayn tak lagi bisa menahan air matanya, perkataan neneknya sungguh menyayat hatinya.

"Jangan bicara gitu Nek, Zayn sama siapa kalau enggak sama Nenek. Zayn hanya punya Nenek, kalau Nenek gak ada Zayn sama siapa? Hiks ... Nenek harus tetap bertahan, Zayn gak mau sendirian." Lirih Zayn dengan air matanya yang terus luruh.

Tangan keriput nenek Dian mengusap lembut wajah cucunya, ia memandang pria tampan itu dengan mata berkaca-kaca. "Kamu kan bisa cari istri, sudah cukup umur kok untuk menikah." ucap Nenek Dian mencairkan suasana.

"Neneeekk!! Ih, Zayn masih kecil. Mau di kasih makan apa istri Zayn nanti, batu?" Kesal Zayn.

Nenek Dian tersenyum, dia mengusap lembut wajah cucunya. Sejak bayi, dialah yang merawat Zayn hingga tumbuh menjadi pria tampan seperti sekarang. Hanya dirinya yang Zayn punya, jika dia menyerah dia tidak tahu Zayn akan bersama siapa. Tapi, ia juga lelah menghadapi penyakitnya saat ini.

"Nenek harap, akan ada wanita yang mencintaimu dengan tulus." Lirih Nenek Dian saat melihat senyuman cucunya itu.

Setelah makan dan di beri obat, Nenek Dian kembali tertidur. Zayn pun menyalakan ponselnya yang sejak tadi ia matikan. Terlihat pesan masuk dari Riki yang menanyakan tentang kabar sang nenek. Mungkin, sahabatnya itu tahu dari Lita. Ia pun membalas pesan dari Riki. Namun, tiba-tiba Zayn terdiam.

"Ada lowongan pekerjaan di perusahaan Wiratama, apa aku coba aja yah." Gumam Zayn. Tatapan Zayn beralih menatap ke arah neneknya yang tertidur lelap. Lalu dia menghela nafas berat, kepalanya terasa sangat sakit saat ini.

"Mending aku coba aja deh." Putus Zayn.

____

Jangan lupa dukungannya🥰🥰

1
Eli Elieboy Eboy
𝑝𝑎𝑠𝑡𝑖 𝑡𝑎𝑡𝑎𝑝𝑎𝑛 𝑝𝑜𝑙𝑜𝑠 𝑧𝑎𝑦𝑛 𝑝𝑒𝑟𝑠𝑖𝑠 𝑘𝑒𝑘 𝑘𝑎𝑖 🤣🤣🤣
Eli Elieboy Eboy
𝑒𝑙𝑒ℎ 𝑢𝑑ℎ 𝑙𝑖𝑎𝑡 𝑣𝑖𝑑𝑒𝑜 𝑛𝑦𝑎 𝑑𝑎𝑛 𝑡𝑎𝑛𝑑𝑎 𝑡𝑎𝑛𝑔𝑎𝑛 𝑠𝑢𝑟𝑎𝑡 𝑐𝑒𝑟𝑎𝑖 𝑏𝑎𝑟𝑢 𝑛𝑔𝑒ℎ 𝑘𝑎𝑙𝑜 𝑙𝑖𝑜𝑛𝑒𝑙 𝑑𝑖 𝑗𝑒𝑏𝑎𝑘 𝑚𝑎𝑛𝑡𝑎𝑛 𝑚𝑢 𝑑𝑎𝑛 𝑘𝑒𝑚𝑎𝑟𝑒𝑛2 𝑘𝑚𝑛 𝑎𝑗ℎ𝑎 𝑘𝑜𝑘 𝑔𝑎𝑘 𝑠𝑎𝑑𝑎𝑟 😡😡😡
Eli Elieboy Eboy
𝑏𝑖𝑠𝑎 𝑔𝑎𝑘 𝑝𝑒𝑟𝑎𝑛 𝑛𝑦𝑎 𝑠𝑖 𝑣𝑎𝑛𝑦𝑎 𝑖𝑙𝑎𝑛𝑔𝑘𝑎𝑛 𝑎𝑗ℎ𝑎
𝑔𝑒𝑑𝑒𝑘 𝑏𝑎𝑐𝑎𝑛𝑦𝑎
𝑠𝑜𝑘 𝑦𝑔 𝑚𝑒𝑟𝑎𝑠𝑎 𝑝𝑎𝑙𝑖𝑛𝑔 𝑡𝑒𝑟𝑠𝑎𝑘𝑖𝑡𝑖 𝑒ℎ 𝑢𝑗𝑢𝑛𝑔2𝑛𝑦𝑎 𝑚𝑛𝑡𝑎 𝑏𝑎𝑙𝑖𝑘
Eli Elieboy Eboy
𝑚𝑎𝑛𝑡𝑎𝑝 𝑧𝑎𝑦𝑛 😍😍😍
𝑏𝑎𝑙𝑎𝑠 𝑘𝑎𝑡𝑎2 𝑣𝑎𝑛𝑦𝑎 𝑦𝑔 𝑠𝑙𝑎𝑙𝑢 𝑚𝑎𝑢 𝑚𝑒𝑛𝑎𝑛𝑔 𝑠𝑒𝑛𝑑𝑖𝑟𝑖 𝑑𝑎𝑛 𝑦𝑔 𝑝𝑎𝑙𝑖𝑛𝑔 𝑚𝑒𝑟𝑎𝑠𝑎 𝑡𝑒𝑟𝑠𝑎𝑘𝑖𝑡𝑖
Eli Elieboy Eboy
𝑢𝑑ℎ 𝑏𝑖𝑎𝑟𝑖𝑛 𝑎𝑗ℎ𝑎 𝑘𝑎𝑙𝑜 𝑣𝑎𝑛𝑦𝑎 𝑚𝑎𝑢 𝑐𝑒𝑟𝑎𝑖...
Eli Elieboy Eboy
𝑘𝑎𝑔𝑒𝑡 𝑘𝑎𝑛 𝑙𝑜 𝑘𝑎𝑙𝑜 𝑧𝑎𝑦𝑛 𝑚𝑎𝑢 𝑑𝑖 𝑗𝑎𝑑𝑖𝑘𝑎𝑛 𝑝𝑒𝑤𝑎𝑟𝑖𝑠 𝑑𝑖 𝑘𝑙𝑢𝑎𝑟𝑔𝑎 𝑠𝑎𝑙𝑣𝑎𝑡𝑜𝑟𝑒 🤣🤣🤣
Eli Elieboy Eboy
𝑔𝑒𝑑𝑒𝑘 𝑎𝑘𝑢 𝑙𝑎𝑚𝑎2 𝑠𝑎𝑚𝑎 𝑠𝑖 𝑣𝑎𝑛𝑦𝑎😡😡😡
𝑒𝑚𝑎𝑛𝑔𝑛𝑦𝑎 𝑤𝑎𝑘𝑡𝑢 𝑙𝑖𝑜𝑛𝑒𝑙 𝑑𝑖 𝑘𝑎𝑠𝑖ℎ 𝑜𝑏𝑎𝑡 𝑝𝑒𝑟𝑎𝑛𝑔𝑠𝑎𝑛𝑔 𝑠𝑎𝑚𝑎 𝑚𝑎𝑛𝑡𝑎𝑛 𝑡𝑢𝑛𝑎𝑛𝑔𝑎𝑛 𝑚𝑢 𝑚𝑎𝑠𝑖ℎ 𝑏𝑖𝑠𝑎 𝑏𝑒𝑟𝑓𝑖𝑘𝑖𝑟 𝑡𝑒𝑛𝑡𝑎𝑛𝑔 𝑘𝑤 𝑦𝑎 𝑘𝑎𝑔𝑎𝑘 𝑙𝑎
Eli Elieboy Eboy
𝑎𝑘𝑢 𝑠𝑒𝑡𝑢𝑗𝑢 𝑑𝑛𝑔 𝑚𝑢 𝑝𝑎𝑘 𝑡𝑢𝑎 𝑘𝑎𝑙𝑜 𝑧𝑎𝑦𝑛 𝑠𝑎𝑡𝑢2𝑛𝑦𝑎 𝑝𝑒𝑛𝑒𝑟𝑢𝑠 𝑘𝑙𝑢𝑎𝑟𝑔𝑎 𝑠𝑎𝑙𝑣𝑎𝑡𝑜𝑟
Eli Elieboy Eboy
𝑝𝑑 ℎ𝑎𝑙 𝑙𝑖𝑜𝑛𝑒𝑙 𝑘𝑜𝑟𝑏𝑎𝑛 𝑑𝑖 𝑠𝑖𝑛𝑖 𝑘𝑎𝑟𝑛𝑎 𝑚𝑎𝑛𝑡𝑎𝑛 𝑚𝑢
Eli Elieboy Eboy
ℎ𝑎𝑟𝑢𝑠𝑛𝑦𝑎 𝑣𝑎𝑛𝑦𝑎 𝑠𝑎𝑑𝑎𝑟 𝑑𝑖𝑟𝑖 𝑗𝑛𝑔 𝑐𝑢𝑚𝑎 𝑛𝑦𝑎𝑙𝑎ℎ𝑖𝑛 𝑙𝑖𝑜𝑛𝑒𝑙 𝑑𝑜𝑎𝑛𝑘
𝑘𝑎𝑛 𝑔𝑎𝑟𝑎2 𝑚𝑎𝑛𝑡𝑎𝑛 𝑡𝑢𝑛𝑎𝑛𝑔𝑎𝑛 𝑚𝑢 𝑚𝑎𝑘𝑎𝑛𝑦𝑎 𝑙𝑖𝑜𝑛𝑒𝑙 𝑏𝑖𝑠𝑎 𝑡𝑑𝑜𝑟 𝑑𝑛𝑔 𝑤𝑎𝑛𝑖𝑡𝑎 𝑙𝑎𝑒𝑛
𝑗𝑛𝑔 𝑐𝑢𝑚𝑎 𝑚𝑒𝑛𝑦𝑎𝑙𝑎ℎ𝑘𝑎𝑛 𝑑𝑜𝑎𝑛𝑘 𝑑𝑎𝑛 𝑚𝑒𝑟𝑎𝑠𝑎 𝑦𝑔 𝑝𝑎𝑙𝑖𝑛𝑔 𝑡𝑒𝑟𝑠𝑎𝑘𝑖𝑡𝑖 😡😡😡
Ati Ati
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Eli Elieboy Eboy
𝑦𝑎 𝑎𝑚𝑝𝑢𝑛 𝑎𝑧𝑟𝑖𝑒𝑙 𝑠𝑎𝑚𝑝𝑒𝑘 𝑔𝑎𝑘 𝑘𝑒𝑙𝑖𝑎𝑡𝑎𝑛 𝑔𝑡𝑢 🤣🤣🤣
Ati Ati
hiburan nya Emak2 si buntelan 🤣🤣🤣
Ati Ati
ujung2 nya nanti kakeknya minta ginjalnya Zyan diminta didonorkan buat cucu perempuan nya si Jenna🤔😞
Ati Ati
jangan2 Shea Hamidun , Zyan kena sindrom kehamilan simpatik
Ati Ati
puasnya aku ..... BPK kandung dipermalukan anak sendiri didepan publik 🤣🤣🤣🤣 jingkrak2 akuuu , jadi pada tau deh orang2 🤪🤪🤪
Ati Ati
aku nyengir terus kadang ngakak thor 🤣🤣🤣🤣🤣 tanggung jawab udah bikin bengek karena ngakak & nyengir2 terus astaga othor bener2 gak ada obat 👍👍👍👍👍
Eli Elieboy Eboy
𝑦𝑎 𝑎𝑙𝑙𝑎ℎ 𝑘𝑎𝑖 𝑐𝑎𝑙𝑜𝑛 𝑑𝑎𝑑𝑑𝑦 𝑚𝑢 𝑖𝑡𝑢 𝑚𝑎𝑛𝑢𝑠𝑖𝑎 𝑙𝑜ℎ 𝑏𝑢𝑘𝑎𝑛 𝑠𝑒𝑗𝑒𝑛𝑖𝑠 ℎ𝑒𝑤𝑎𝑛 𝑡𝑎𝑜 𝑚𝑎𝑘𝑎𝑛𝑎𝑛 𝑡𝑎𝑜 𝑡𝑢𝑚𝑏𝑢ℎ2𝑎𝑛 𝑦𝑔 𝑏𝑖𝑠𝑎 𝑑𝑖 𝑜𝑟𝑑𝑒𝑟 🤣🤣🤣
Eli Elieboy Eboy
𝑦𝑎 𝑎𝑙𝑙𝑎ℎ 𝑘𝑎𝑖 𝑚𝑜𝑚𝑚𝑦 𝑚𝑢 𝑙𝑒𝑏𝑖ℎ 𝑏𝑎𝑖𝑘 𝑛𝑔𝑎𝑠𝑖ℎ 𝑚𝑎𝑟𝑡𝑎𝑏𝑎𝑘 𝑑𝑟 𝑝𝑑 𝑛𝑦𝑎𝑟𝑖 𝑑𝑎𝑑𝑑𝑦 𝑏𝑎𝑟𝑢 𝑏𝑢𝑎𝑡 𝑚𝑢 😂😂😂
Eli Elieboy Eboy
𝑦𝑎 𝑎𝑚𝑝𝑢𝑛 𝑠ℎ𝑒𝑎 𝑛𝑜ℎ 𝑎𝑛𝑎𝑘 𝑚𝑢 𝑙𝑎𝑔𝑖 𝑝𝑟𝑜𝑚𝑜𝑠𝑖𝑖𝑛 𝑘𝑎𝑚𝑢 𝑦𝑔 𝑗𝑎𝑛𝑑𝑎 𝑠𝑎𝑚𝑎 𝑝𝑎𝑝𝑎 𝑏𝑎𝑟𝑢 🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!