David Alexander Praja seorang pria yatim piatu yang di tinggal mati oleh kedua orang tua serta adik kesayangannya,saat diri nya masih berusia belasan tahun.
Kecelakaan mobil orang tua nya saat itu membuat bocah yang sedang mengadakan pertandingan basket itu,seperti akhir hidup bagi nya apalagi orang tua nya meninggalkan banyak hutang yang makin membuat nya terpuruk.
Hidup dalam kesendirian membuat nya sangat kesepian,karna pria itu hanya seorang anak yatim piatu dengan pekerjaan serabutan menghidupi kehidupan pahit nya.
Adakah yang bersedia menjadi mentari untuk kehidupan nya yang gelap atau itu hanya cita2 nya saja yang tak pernah terwujud ??
Dan bagaimana kisah kehidupan seorang gadis yang juga berjuang untuk membahagiakan orang tua dan membalas jasa seorang Kakak asing berbaik hati yang sudah membesarkan nya hingga sekarang ??
Saksikan kisah hidup mereka disini.
Sebelum itu,harap membaca membaca kisah sebelum nya.
SENYUMAN ANAK YANG TERBUANG season 1 dan 2
Terima kasih,happy reading😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desi sukma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Usaha
Kebesokan pagi nya mereka duduk diruang makan,David sedikit terkejut melihat keluarga itu pagi2 sudah bangun,apalagi pria itu tak sengaja melihat anak2 Reno sudah mandi di kolam sebelum solat subuh.
Pria itu sudah menggigil duluan melihat Barra dan Andrew terlihat biasa saja, saat menceburkan diri nya kedalam kolam renang itu.
Pagi ini Ana mengenakan pakaian yang sopan karna sudah di tegaskan oleh Nisa pagi tadi.
Gadis itu hanya menurut saja untuk menghormati diri nya dan calon kakak ipar nya itu.
Biasa nya gadis kecil itu hanya mengenakan bikini saja di depan Abang2 nya,karna dia menganggap mereka saudara yang sama dengan diri nya.
Barra dan yang lain nya juga mengenakan pakaian yang sopan karna tak enak dengan David.
" Abang ngak mandi ? Tanya Ana keluar dari kolam dengan berpegangan kepada lantai.
" Nanti aja " Kata David tersenyum cangguh.
" Yaaah padahal Ana mau mandi sama Abang " Kata Ana lesu.
David hanya cengengesan saja mengusap rambut basah gadis itu.
" Abang beneran mau nikah sama Kak Cila ?
" Hm "
" Kenapa ? Padahal Ana udah Gr loh semalam " Jujur bocah itu.
" Hehe kamu masih kecil,harus sekolah yang pinter dulu jadi gadis dewasa baru boleh nikah " Nasehat David mencubit pipi gadis itu.
" Ya makanya Abang harus nungguin Ana gede,baru kita nikah "
David hanya tersenyum menggeleng.
" Abang sini deh " Kata Ana tiba2 ingin membisiki pria itu.
David mengernyit dan mendekatkan diri nya.
Gadis itu membisiki David dengan mata melihat kearah gadis yang baru membuka pintu kamar nya.
David melotot terkejut.
" Beneran ?? Tanya David memastikan.
" Iya,liat tuh ngak enak dipandang " Kata Ana menunjuk Cila yang sedang menggaruk garuk kepala nya,baru bangun tidur.
Gadis itu tak menyadari bahwa dikolam sana ada David.
Gadis itu tanpa dosa nya berjalan sempoyongan dengan muka sembab,rambut acak acakan dan menguap lebar kearah dapur.
" Maka nya Bang,sama Ana aja dari pada Kak Cila " Hasut Ana merayu David.
" Ngak boleh,Abang udah ngelamar Kakak kamu "
" Yah,dibatalin aja apa kita kawin lari aja gimana ?? Kata Ana memberi solusi.
David melotot dan langsung menggeleng tegas.
" Ini baru hidup gue berakhir beneran,kalo gue nekad bawa ni bocah kabur dari bapak nya itu " Batin David bergidik ngeri.
Gadis itu masih menunggu jawaban pria pujaan hati nya.
" Gimna ??? Abang tenang aja Ana ngak nyusahin kok,gampang ngurusin nya.
Tinggal kasih makan 3x sehari doang udah,sama Cinta nya Abang dibanyakin " Kata Ana tersipu malu.
" Hah !! " Kata David terkejut.
" Hehehe " Ana cengengesan dan kembali menyelupkan dirinya ke kolam renang.
David menggeleng tak percaya kepada bocah yang baru saja menganjak nya kawin lari itu.
Cila datang dengan membawa secangkir gelas susu di tangan nya.
Gadis itu terkejut melihat David yang tiba2 muncul dibalik tembok,bahkan susu ditangannya hampir lepas.
Gadis itu terdiam mematung,David hanya melihat sekilas dengan wajah datar nya melewati Cila tanpa sepatah kata pun.
David menaiki tangga lagi menuju kamar.
" Uhhh dasar es balok,dia kira aku tembok apa ngak ditegurin sama sekali " Kata Cila kesal melihat pria itu menaiki anak tangga.
" Gimana nasib pernikahan aku coba kalo calon nya kayak gitu hiks hiks " Kata Cila ingin menangis kesal.
Gadis itu berlalu dengan perasaan menggerutu,apalagi melihat bocah yang juga berpapasan dengan nya.
Ana melangkah tanpa melihat Cila,gadis itu dengan sombong nya melewati Cila begitu saja.
" Uh,ngak es balok,ngak ni bocah sama aja pagi2 bikin orang murka " Kesal Cila melihat Ana berjalan terkidik2 dengan baju handuk nya.
" Kak " Panggil Barra tiba2.
" Eh eh copot copot " kata Cila terkejut.
" Hehe,Kak perut aku ngak enak nih dingin " Kata Barra melas.
" Ya gosokin minyak angin lah sana "
" Bukan itu,tenggorokan aku juga dingin nih butuh yang anget2 " Melas Barra lagi mengusap tenggerokan nya.
Cila mengernyit bingung.
" Maksud nya ??
" Boleh minta dikit ? Tanya Barra tersenyum canggung.
" Apa ?
" Itu " Tunjuk Barra kegelas Cila pegang..
" Mau ?
Barra mengangguk.
Karna kasihan Cila pun memberikan gelas nya kepada Barra.
Bocah remaja itu tersenyum manis dan meneguk susu Cila yang masih hangat itu.
" Abang bagiiiiiiii " Teriak Aktam berlari dengan handuk sepinggang.
Barra memberi kepada adik nya.
" Aku juga mau Bang " Kata Andrew memelas.
Barra kembali memberi lagi susu Cila.
Gadis itu hanya melongo saja melihat susu nya digilir 3 bocah itu.
Barra sudah berjalan duluan dengan mengusap tenggorokan nya lega,gelas terakhir dipengang oleh Andrew,karna Aktam pun ikut berlari mengejar Barra yang sudah kabur.
" Nih Kak " Kata Andrew memberi gelas kosong kepada Cila dengan wajah polos nya.
Gadis itu menerima nya dengan mata melotot terkejut.
" Makasih ya Kak,susu nya enak uhhhh langsung anget lagi badan aku " Kata Andrew tersenyum dan berlalu meninggalkan Cila dengan gelas kosong nya.
" Yaaaah habisssss " Desah Cila lesu dengan muka hampir menangis.
Barra terkekeh pelan diatas sana melihat wajah Cila sudah memerah antara ingin marah dan menangis.
" Aaaaakkkkkhhhhhhhhhhh " Teriak Cila kesal menjambak2 rambut nya sendiri.
" Emang2 ya tuh bocah ngak bisa apa bikin aku seneng sehari aja,selalu aja bikin orang keseeell...." Gerutu Cila kesal.
Gadis itu kembali kedapur dengan menghentak hentak kaki nya kesal.
Dari atas sana David menggeleng pelan melihat tingkah Cila seperti anak kecil.
Lelaki itu tak menyangka Cila dengan sangat mudahnya diakali ke3 bocah itu.
" Pantes aja di jebak temen2 nya,lah dia sama bocah kecil itu aja ngak sadar sedang di kerjaian " Gumam David pelan.
Pelaku yang mengakali Cila pun tertawa terbahak bahak melihat wajah Kakak nya kesal,apalagi melihat Cila yang sangat setres kehilangan susu nya pagi ini.
Setelah sarapan David izin pulang untuk bekerja.
Reno dan Nisa tak bisa memaksa karna lelaki itu memang pekerja keras.
" Saya harap kamu bisa memegang janji " Kata Reno tegas.
" Iya Bang,saya sudah memberi mahar nya kepada dia berupa cincin emas 10 mata " Kata David menunduk.
Reno terkejut bersama istri nya,mereka langsung melihat ke arah Cila yang juga menunduk.
" Beneran Dek ? Tanya Reno.
" Iya Kak,ini " Kata Cila menunjukkan cincin di jari manis nya.
" Maaf Bang,aku ngak bisa ngasih lebih " Kata David canggung.
" Ngak papa,saya hargai pemberian kamu,dan tenang saja untuk acara akad saya yang akan membantu " Kata Reno tersenyum lembut.
" Iya Bang,tapi seperti janji sebelum nya tidak ada perayaan sampai kami bisa saling menerima nanti nya " Kata David mengingatkan lagi.
Reno mengangguk paham.
Pria itu pun pulang diantar supir Reno ke terminal karna David sudah 2 hari izin bekerja..
❤❤❤❤❤
**Hay guysss maaf nih baru nongol hari ini banyak kerjaan...
Makasih ya udah mengkhawatirkan author,nulisin koment2 yang bikin author senyum2 sendiri dan kadang ketawa sendiri kek orang gila,author sangat terharu karna kalian menunggu Up nya author hari ini.
Terus semangat ya dan jaga diri masing2**.
Jangan lupa terus dukung author dengan cara VOTE,LIKE,COMENT.
jangan lupa juga masukin karya author di Novel FAVORIT KALIAN,kasih Tips juga biar makin mantulll...
Terima kasih