Pertemuan antara widia dengan angga, pria yang merenggut kesuciannnya yang membuat hidupnya hancur. Yang membuat dia harus berpisah dengan kekasih yang sangat widia cintai.
Lalu setelah 8 tahun berlalu dia kembali bertemu dengan angga pria yang telah menghancurkan masa depannya.
Perlahan cinta antara widia dan angga. Akankah angga dan widia bisa bahagia, atau malah sebaliknya.
Bagaimana kisah Cinta widia dan angga selanjutnya.
Ig:@KismiBebby.
Jangan Lupa like dan Votenya. Agar author semakin semangat membuat novelnya 😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AngelKiss, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps. 24
Lalu widia keluar dari kamar mandi dan angga yang melihat widia keluar dengan pakaian yang dia berikan sontak terkejut dengan apa yang dia lihat.
"Cantik." itu kesan pertama angga untuk widia.
"Apa liat-liat." Tanya widia sambil menatap angga waspada
"Tak ada." Jawab angga acuh.
Cantik tapi garang itulah julukan yang cocok buat widia dari angga.
"Ayo."
"kemana?"
"Kau tak lapar?"
"Tak, aku ingin pulang saja."
Angga yang melihat tatapan sendu widia tak tega, terpaksa sekarang dia menuruti keinginan widia.
Lalu angga mengajak widia keluar dari hotel tersebut dan berjalan menuju area parkiran.
"Aku jalan kaki saja."
"Tidak, aku akan mengantar mu."
"Tak perlu."
Angga yang tak suka jika ada orang yang membantah perintahnya langsung menarik tangan widia dan memaksa widia memasuki mobilnya.
"Heyy.. apa yang kau lakukan aku bisa jalan sendiri."
"Diam, pakai sabuk pengamanmu."
Widia yang tak ingin berdebat lagi dengan angga yang sangat keras kepala lebih memilih diam sambil menuruti ucapan angga dan angga yang melihat widia sudah tak memberontak lagi langsung mengendari mobilnya menuju rumah widia.
Di perjalanan hanya keheningan yang menemani kedua orang tersebut, tak ada yang mau mulai percakapan terlebih dahulu.
Perjalanan menuju rumah widia harus terhalang oleh kemacetan di jakarta yang sudah menjadi pemandangan sehari-hari.
Entah sudah berapa lama mereka berada di dalam mobil sambil menunggu.
Terlihat widia mulai bosan dan sesekali menguap. Angga yang melihat tingkah widia cukup terkekeh.
Kruyukkk.....
Terdengar suara perut widia yang mulai keroncongan, widia yang mengetahui hal itu cukup malu. Dan angga yang mendengarnya hanya tersenyum.
"Jika kau lapar bilang, jangan so-soan bilang tak lapar."
"Tadi pagi emang gak lapar, lihat sekarang jam berapa! wajarlah perut ku berbunyi."
Angga yang mendengar pembelaan widia hanya tersenyum.
"Hmmm... Oke, nanti di depan sana kita menepi dulu."
"Buat apa?"
"Bukan nya kau lapar?"
"Tapi kau tak lihat di depan kita ini macet parah, bagaimana bisa menepi."
"Yah, aku juga bingung."
"Dasar."
Hening...
Tak ada lagi obrolan di antara widia dan angga. Sudah cukup lama mereka terjabak macet dan akhir nya mereka sudah tak terjebak macet lagi.
"Akhirnya , gak macet lagi."
"Kalau begitu kita akan menepi dulu."
"buat apa?"
"makanlah."
"Tak, aku tak mau makan. Aku ingin langsung pulang titik tak pake koma."
Angga yang mendengar ucapan widia langsung memacu mobilnya menuju rumah susun tempat widia tinggal.
Tak memakan waktu yang lama mobil angga sudah sampai di depan rumah susun tempat widia tinggal.
Widia langsung keluar dari mobil angga, sebelum itu.
"Kau tak ingin mengucap kan terimakasih."
"Untuk apa?"
"Terserah kau saja."
"Terimakasih bapak angga aji gumilar."
"Sama-sama."
widia langsung pergi meninggalkan angga yang tengah tersenyum sambil menatapnya. Dan kemudian mobil angga langsung pergi meninggalkan rumah susun tersebut.
widia yang melirik ke belakang dan mendapati mobil angga sudah tak ada langsung melanjutkan perjalanannya menuju rumahnya.
Tapi di tengah jalan widia langsung di hadang oleh segerombolan ibu-ibu tukang gosip.
"Eh widia baru pulang." Ucap bu irma sebagai ketua geng ibu-ibu rempong tersebut.
"Iyah, emang nya kenapa."
"Kamu tuh yah gak tahu malu banget." Ucap bu ida.
"Saya yang tak tahu malu kok kalian yang risih." Jawab widia dengan nada yang cukup keras.
"Di bilangin sama orang tua itu harusnya di dengerin bukan malah ngelawan." Ucap bu ina.
"Biarin aja bu, dia itu kan cewe gak bener percuma kita bicara panjang lebar juga gak akan di denger." Ucap bu irma dengan kata-kata bijaknya.
Widia yang mendengar ucapan bu irma semakin geram.
"Emangnya seberapa suci kalian bisa menghina saya seperti itu, ingat ibu-ibu kita cuman beda cara dalam berbuat dosa jadi jangan jadi orang yang so suci." Jawab widia.
Lalu widia langsung melenggang pergi meninggalkan ibu-ibu tersebut yang langsung diam membisu ketika mendengar ucapan widia.
sedangkan hukum buat alat musik dan musik itu sendiri adalah harom'
dan di tambah dengan Joget" di depan para Ikhwan 😥 miris