NovelToon NovelToon
Legenda Tabib Gila: Dari Gelandangan Menjadi Penguasa

Legenda Tabib Gila: Dari Gelandangan Menjadi Penguasa

Status: sedang berlangsung
Genre:Action
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Razif Tanjung

Mati konyol hanya gara-gara dua potong roti? jangan bercanda!

Nasib buruk menimpa seorang pemuda gelandangan. perut lapar memaksanya untuk mencuri, tapi bayaran dari perbuatannya itu nyawanya hampir melayang di hajar warga.

Namur, takdir berkata lain.

saat matanya kembali terbuka, ia bukan lagi sekedar gelandangan bodoh yang lemah, jiwa dari tubuh kurus itu telah menyatu dengan jiwa seorang ahli racun, sains, dan ahli dalam ramuan.

" Lihat saja suatu saat kalian akan berlutut di kaki ku untuk minta tolong "

Di dunia yang moralnya sudah rusak ini,haus akan kekuasaan, kekayaan, dan populeritas dia bakalan menjadi penguasa tertinggi

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Razif Tanjung, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8 : Hormon Titan

Pagi di Hutan Larangan dimulai dengan kicauan burung yang merdu dan perut Bara yang berkeriuk seperti musik heavy metal.

"Lapar adalah motivator terbaik inovasi," ucap Bara sambil meregangkan tubuhnya yang kaku.

Hari ini agendanya padat. Dia tidak mau hanya berburu untuk makan hari ini. Dia mau membangun sistem ketahanan pangan yang berkelanjutan. Dalam kamus bisnis Bara: Passive Income.

Target: Sungai.

Komoditas: Udang Galah dan Ikan Baung.

Bara turun dari markas tebingnya membawa panci aluminium, golok, dan sisa terpal yang dipotong kecil.

Langkah pertama: Akuisisi Aset (Menangkap Bibit).

Bara tidak punya pancing. Pancing itu untuk orang sabar. Bara butuh hasil instan.

Dia berjalan ke tepi sungai yang arusnya tenang. Dia melihat kawanan udang galah bersembunyi di balik akar pohon.

"Jadilah sarapanku hari ini ya wahai sobat," gumamnya.

Bara mencari cacing tanah yang gemuk di tanah lembap. Dia mengumpulkan segenggam cacing, lalu melumatkannya dengan batu. Dia mencampur lumatan cacing itu dengan sedikit getah Pohon Karet Liar yang lengket.

Jadilah Bola Aroma Kematian. Baunya amis luar biasa, tapi bagi ikan dan udang, ini wangi parfum yang menggiurkan

Bara meletakkan umpan itu di dalam "bubu" (perangkap) sederhana yang dia anyam asal-asalan dari ranting lentur dan sisa potongan jaring baju bekasnya.

Cemplung.

Lima menit kemudian. Air bergolak.

Bara mengangkat perangkapnya.

"Jackpot."

Di dalam perangkap itu, selusin udang galah remaja dan tiga ekor ikan baung sedang pesta pora.

Langkah kedua: Konstruksi Infrastruktur (Membuat Tambak).

Bara tidak menggali tanah (capek). Dia memanfaatkan lekukan sungai alami di pinggir tebing. Dia menyusun batu-batu kali sebesar kepala kerbau untuk membuat bendungan setengah lingkaran.

Air sungai tetap bisa masuk lewat celah bebatuan (sirkulasi oksigen terjaga), tapi ikan dan udang di dalam tidak bisa keluar karena celahnya terlalu sempit.

"Inilah Bendungan Bara Sejahtera," ucapnya bangga sambil menepuk batu terakhir.

Dia memasukkan tangkapannya ke dalam kolam buatan itu, tak lupa juga menyisakan sedikit untuk sarapan. Ikan dan udang itu berenang bingung di rumah baru mereka.

Langkah ketiga: Bio-Hacking (Ramuan Pertumbuhan).

Inilah menu utamanya.

Bara menyalakan api unggun. Dia mengisi panci aluminiumnya dengan air.

"Dengar wahai penghuni sungai," Bara berpidato di depan panci. "Secara alami, kalian butuh 6 bulan untuk panen. Tapi aku tidak punya waktu selama itu. Aku butuh uang buat beli celana dalam baru."

Bara mulai meracik Formula X-1: Titan Growth.

Bahan-bahannya:

Protein Konsentrat: Sisa kepala udang dan jeroan ikan yang dia sisihkan, ditumbuk halus.

Kalsium Karbonat: Dia mengerik bubuk kapur dari dinding tebing batu kapur di dekat air terjun. Ini untuk mempercepat pengerasan kulit udang saat moulting (ganti kulit).

Katalisator: Daun Sambung Nyawa . Tanaman ini punya steroid alami yang memacu pembelahan sel.

Booster: Sedikit gula pasir yang dia beli di pasar (sumber energi glukosa instan).

Dan jamur Ganoderma yang pernah dia dapatkan sebelumnya: untuk ketahanan tubuh tidak mudah kena sakit.

Bara merebus semuanya sampai menjadi bubur kental berwarna hijau lumut yang meletup-letup. Baunya? Seperti kombinasi pasar ikan dan pabrik jamu.

"Baunya sukses. Semakin busuk, semakin bergizi," analisis Bara.

Setelah dingin, dia menuangkan cairan kental itu ke dalam tambak batunya.

Air di dalam tambak berubah keruh kehijauan sejenak.

Ikan dan udang di dalamnya bereaksi gila-gilaan.

 Mereka menyerbu cairan itu seperti diskon baju lebaran di Tanah Abang. Makan dengan lahap, rakus, tanpa ampun.

"Makanlah, Sayangku. Tumbuhlah menjadi monster," bisik Bara dengan senyum licik.

 Satu bulan kemudian.

Bara sedang duduk santai sambil mengunyah bengkoang bakar, ketika dia memutuskan mengecek tambaknya.

Dia melongok ke dalam air.

Matanya terbelalak.

"Buset."

Udang-udang itu... bermutasi.

Bukan jadi monster Godzilla, tapi ukurannya membengkak dua kali lipat dalam waktu sebulan. Kulit mereka keras berkilau, capitnya besar dan kokoh. Ikan baung yang tadinya kurus sekarang terlihat seperti ikan yang rajin nge-gym dan minum susu protein.

Metabolisme mereka dipacu paksa. Mereka ganti kulit tiga kali sehari.

"Ini bukan udang galah. Ini Lobster Air Tawar KW Super," puji Bara pada dirinya sendiri. "Pengetahuan biologi masa lalu memang curang."

Bara menghitung cepat.

Ada sekitar 20 ekor udang ukuran jumbo (size 15 ekor/kg) dan 5 ekor ikan baung gemuk.

Kalau dia bawa ke pasar biasa, orang akan nawar sadis.

"Hmm... Target marketnya salah kalau ke pasar becek," pikir Bara. "Barang premium harus masuk ke pasar premium."

Dia teringat Restoran Seafood yang dia lewati saat perjalanan ke sini. Restoran yang mobil parkirnya bagus-bagus.

"Oke. Saatnya panen perdana."

Bara membuat keranjang angkut dari anyaman kulit kayu yang dia lapisi daun pisang basah agar udangnya tetap lembap dan hidup sampai tujuan.

Dia menangkap udang-udang "binaragawan" itu. Mereka meronta kuat sekali.

Plak!

Seekor udang menampar tangan Bara dengan ekornya. Pedas juga.

"Sabar, Nak. Kalian akan menjadi martir demi kemajuan ekonomiku," hibur Bara sambil memasukkan mereka ke keranjang.

Total muatan: Sekitar 3 Kilogram Udang Galah Super dan 2 Kg Ikan Baung.

Bara mandi di sungai (tanpa sabun, pakai pasir sebagai scrub alami), merapikan rambutnya, memakai jaket parkanya lagi, dan menyemprotkan sedikit perasan jeruk nipis hutan ke badannya sebagai parfum alami (biar nggak bau amis).

Dia siap turun gunung.

Satu Jam Kemudian. Di Dapur Belakang "Restoran Sari Laut Kencana".

Restoran ini ramai. Koki utamanya, seorang pria gemuk dengan topi tinggi yang kotor kena saus, sedang marah-marah.

"Mana suplier udang?! Tamu meja 5 minta udang bakar madu! Stok abis!" teriak si Koki.

"Supliernya bannya bocor, Chef!" jawab asistennya panik.

Di saat genting itulah, Bara muncul di pintu dapur belakang. Penampilannya masih agak gembel, tapi keranjangnya menebarkan aura misterius.

"Permisi," suara Bara tenang tapi berwibawa.

Si Koki melotot. "Siapa lu? Pemulung? Pergi sana, gue lagi pusing!"

"Saya tadi denger ada yang butuh udang"

Bara tidak tersinggung. Dia berjalan masuk, meletakkan keranjang anyamannya di meja stainless steel.

" Anda belum pernah lihat udang se-atletis ini kan?."

Bara membuka tutup keranjang.

Si Koki dan asistennya melengok. Mata mereka membulat.

Di dalam sana, udang-udang galah itu masih hidup, bergerak lincah, warnanya biru kehitaman segar, ukurannya seragam dan montok-montok.

"Gila..." desis si Koki. "Ini udang dari mana? Seger banget! Capitnya gede bener!"

"Dari mata air pegunungan rahasia, diberi makan plankton pilihan dan diberi kentut setiap pagi" bual Bara dengan wajah datar. "Organik. Tanpa pengawet. Masih hidup."

Si Koki langsung mengambil satu udang. "Kualitas ekspor ini mah. Lu punya berapa kilo?"

"Tiga kilo. Khusus buat sampel hari ini," jawab Bara. "Saya lepas 150 ribu per kilo."

"Mahal amat! Pasar cuma 90 ribu!" protes si Koki, naluri pedagangnya keluar.

"Pasar jual udang mati yang dikasih es batu. Ini udang yang masih punya semangat hidup," balas Bara tajam. "Liat matanya. Bersinar kan? Coba masak satu. Kalau rasanya nggak manis gurih, saya kasih gratis semua."

Si Koki tertantang. Dia langsung merebus satu udang. Warnanya berubah merah menyala dengan cepat. Dia mencicipi dagingnya.

Krenyes.

Manis. Gurih. Teksturnya padat, seperti lobster. Efek kalsium dan gula dari ramuan Bara.

Wajah si Koki berubah cerah.

"Oke! Gue ambil semua! 450 ribu tunai!"

Bara tersenyum tipis.

"Deal."

Transaksi terjadi. Bara menerima uang lembaran biru dan merah.

Dompetnya (yang cuma kantong plastik) kembali tebal.

"Besok bawa lagi nggak?" tanya si Koki antusias.

"Tergantung mood udangnya," jawab Bara misterius. "Tapi siapkan saja uangnya."

Bara berjalan keluar dari dapur restoran dengan langkah ringan.

Pendapatan hari ini: Rp 450.000 + Rp 200.000 (Ikan Baung dijual terpisah ke warung tenda pecel lele).

Total: Rp 650.000.

Modal: Cacing tanah (gratis) + Sampah ikan (gratis) + Kapur tebing (gratis).

Margin Keuntungan: 100%.

"Bisnis yang indah," gumam Bara sambil menatap uang di tangannya. "Sekarang, saatnya belanja bibit tanaman obat. Aku butuh Ginseng dan Jahe Merah untuk proyek selanjutnya."

Tapi sebelum itu... dia melihat menu di depan restoran tadi.

Ayam Goreng Mentega.

"Ah, reward untuk diri sendiri," pikirnya. Bara pun masuk ke restoran itu lewat pintu depan, siap menjadi pelanggan yang membayar, bukan lagi gembel yang diusir.

Meskipun pelayannya agak ragu melihat jaket parkanya yang lusuh, uang di tangan Bara adalah tiket VIP yang sah.

1
Aman Wijaya
mantab Thor lanjut terus
Razif Tanjung: terimakasih udah mampir kak🙏
total 1 replies
Aman Wijaya
lanjut terus Thor semangat semangat semangat
Gege
pikir ada adegan kultivasi ganda kulit bertemu kulit dan bulu bertemu bulu lima some...kan tenaganya berlimpah ruah birahinya naik..mirip epek afrodiak..🤣🤭
Razif Tanjung: jangan tar ke banned🤣🤣🤣
total 1 replies
Gege
naaaah kaaan ada adegan nanti remas remas...pastikan scene remas meremas 2k kata sendiri thoorr...🤣🤣
Razif Tanjung: eittt pelanggaran 🤣🤣
total 1 replies
Gege
kereeen updatenya...apik dan epic... kalo bisa lima kenapa tiga Thor...banyakin hareemnyaah...
Gege
apakah akan ada scene kulit bertemu kulit dan bulu bertemu bulu dalam 10k kata thorr?🤣
Razif Tanjung: oh jelas tidak🤭
total 1 replies
Gege
mantaabbb...gassss 10k kata per update thorrr...
Gege
wasyeeek... moga ada alur yang nemuin wanita kena kanker payudara sembuhnya harus dipijat dengan olesan ramua ajaibnya Bara...yoook bikin thorr alurnya
Razif Tanjung: wah kebetulan sekali🤣🤣🤣, tinggal nunggu update ya kak
total 1 replies
Gege
karya yang warbyasaah
Gege
gilaa karya yang warbyasaah...para reader NT wajib sih ini mampir...rugi kalo engga...gasss thorrr
Gege
udah sampe bab 6 ceritanya amajing bangeed...warbyasaah...gass sekali up 10k kata...🤣
Razif Tanjung: wah terima kasih udah mampir saya terharu loh
total 1 replies
Slow ego
gua ikut mampir like👍.
Slow ego
namanya unik🤔
Razif Tanjung: terimakasih banyak kak, apakah ada yang harus saya perbaiki kedepannya, dari sudut pandang kakak yang baca deh
total 3 replies
anggita
mampir like👍, iklan👆
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!