NovelToon NovelToon
Tunangan Yang Tak Di Anggap

Tunangan Yang Tak Di Anggap

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Romansa / Konflik etika
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Hanela cantik

Alea Maheswari tidak pernah menyangka bahwa hidupnya yang tenang akan berakhir menjadi pion dalam permainan bisnis ayahnya. Ia dipaksa bertunangan dengan Dafin Danuar, seorang CEO dingin yang merupakan putra dari rekan bisnis keluarganya.

Bagi Dafin, kehadiran Alea adalah gangguan besar. Hatinya sudah terkunci untuk kekasih pilihan hatinya sendiri. Di mata Dafin, Alea hanyalah penghalang kebahagiaannya, sementara bagi Alea, pertunangan ini adalah beban yang harus ia pikul demi kehormatan keluarga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hanela cantik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rencana

Setelah keluarga Danuar sampai di rumah, suasana yang tadi hanya dingin berubah jadi panas dalam sekejap. Begitu pintu rumah tertutup rapat, suara gebrakan meja di ruang kerja Bramantyo terdengar sampai ke lantai dua.

"DAFIN! SINI KAMU!"

Dafin yang baru saja mau melangkah ke kamarnya, menghela napas kasar. Ia melonggarkan ikatan dasinya yang terasa mencekik, lalu berjalan santai masuk ke ruang kerja ayahnya. Di sana, Bramantyo sudah berdiri dengan wajah merah padam, sementara ibunya, Shinta, duduk di sudut ruangan sambil menangis sesenggukan.

"Maksud kamu apa tadi di sana, hah?!" bentak Bramantyo. "Kamu sadar nggak, kamu hampir menghancurkan kerja sama yang Papa bangun berbulan-bulan!"

Dafin menyandarkan punggungnya ke pintu, melipat tangan di dada dengan santai. "Aku cuma bilang yang sebenarnya, Pa. Papa memang lagi 'dagang' kan? Barang dagangannya Alea, pembelinya keluarga kita. Apa yang salah?"

PLAK!

Satu tamparan mendarat keras di pipi Dafin. Suasana mendadak hening. Shinta menjerit kecil, menutup mulutnya dengan tangan. Dafin tidak membalas, ia hanya memalingkan wajahnya sedikit, merasakan perih yang mulai menjalar di pipinya.

"Kamu benar-benar nggak punya sopan santun!" suara Bramantyo gemetar karena amarah. "Alea itu anak rekan Papa! Keluarga Maheswari itu punya harga diri! Kamu mempermalukan Papa di depan Arkan! Kalau sampai mereka batalin kerja sama ini, kamu yang akan Papa depak dari posisi CEO!"

Dafin perlahan menoleh kembali ke arah ayahnya. Ia tersenyum miring, sebuah senyum yang penuh luka dan kebencian. "Depak aja, Pa. Silakan. Papa pikir aku peduli sama jabatan itu kalau hidupku harus diatur-atur kayak robot?"

"Dafin, tolong jangan begini, Sayang..." Shinta mencoba menengahi, memegang lengan putrunya dengan gemetar. "Ini semua demi kebaikan kamu juga. Alea itu anak baik-baik."

"Kebaikan buat siapa, Ma? Buat aku atau buat saham Papa?" Dafin menepis tangan ibunya dengan halus namun tegas. "Kalian semua tahu aku punya Maya. Kalian tahu aku sayang sama dia. Tapi kenapa kalian tega maksa aku buat tunangan sama cewek yang nggak aku kenal sama sekali?"

"Maya cuma model yang nyari harta kamu, Dafin! Buka mata kamu!" teriak Bramantyo lagi. "Dia nggak bakal bisa kasih nilai tambah buat keluarga Danuar!"

"Tapi dia kasih aku kebahagiaan yang nggak pernah Papa kasih!" balas Dafin dengan suara yang tak kalah tinggi.

Bramantyo menunjuk wajah Dafin dengan jarinya yang gemetar. "Papa nggak peduli! Pokoknya hari Sabtu ini, acara pertunangan resmi di hotel akan tetap jalan. Kamu datang, kamu pasang muka manis, dan kamu pakaikan cincin itu ke jari Alea. Kalau sampai kamu bikin ulah lagi... Papa nggak akan segan-segan buat bikin Maya menghilang dari dunia modeling selamanya. Kamu tahu Papa bisa lakuin itu."

Dafin tertegun. Rahangnya mengeras sampai urat-urat di lehernya terlihat. Ini bukan lagi sekadar ancaman jabatan, ini sudah mengancam orang yang dia cintai.

"Papa licik," desis Dafin tajam.

"Itu cara dunia bisnis bekerja, Dafin. Sekarang keluar dari sini!"

Dafin berbalik dan membanting pintu ruang kerja ayahnya sekuat tenaga. Ia masuk ke kamarnya, mengunci pintu, dan langsung melempar gelas kristal di atas mejanya ke dinding hingga hancur berkeping-keping.

Napasnya memburu. Ia merogoh ponselnya, melihat ada sepuluh panggilan tak terjawab dari Maya. Ia ingin menelepon balik, tapi ia merasa terlalu kotor dan pecundang untuk bicara pada kekasihnya saat ini.

"Sialan!" umpatnya sambil mengacak-acak rambutnya.

......................

Alea melangkah masuk ke dalam kafe dengan langkah terburu-buru, diikuti oleh Kenan yang selalu berada tepat dua langkah di belakangnya. Suasana hatinya benar-benar buruk. Begitu melihat Riska melambaikan tangan di pojok ruangan, Alea langsung menuju meja tersebut.

Kenan hendak menarikkan kursi untuk Alea dan bersiap berdiri di posisi yang sangat dekat dengan meja, seperti yang biasa ia lakukan untuk memastikan keamanan maksimal. Namun, Alea berbalik dengan tatapan tajam.

"Kenan, kamu duduk di sana," perintah Alea sambil menunjuk meja yang jaraknya cukup jauh.

Kenan mengerutkan kening sedikit, wajahnya tetap datar namun suaranya menunjukkan kekhawatiran. "Nona, jarak itu terlalu jauh untuk saya merespons jika terjadi sesuatu. Standar keamanan—"

"Aku nggak butuh standar keamanan sekarang, Kenan! Aku butuh privasi!" potong Alea dengan nada tinggi. "Kenapa sih kamu harus nempel terus? Kamu mau nguping? Ini pembicaraan wanita, nggak ada hubungannya sama tugas kamu!"

"Maaf, Nona. Saya akan menunggu di sana," ucap Kenan pelan. Ia pun berbalik dan duduk di meja yang ditunjuk Alea, tetap waspada namun memberikan ruang yang diminta.

Alea menghempaskan tubuhnya ke kursi di depan Riska yang sedari tadi menonton dengan mata melotot. "Galak amat lo sama si ganteng," bisik Riska.

"Gue lagi pusing, Ris! Semua orang mau ngatur hidup gue, bahkan bodyguard gue sendiri," keluh Alea sambil memijat keningnya.

"Sabar, Al... Sabar. Jadi gimana? Ceritain semuanya ke gue," ucap Riska sambil menyodorkan iced americano pesanan Alea.

Alea pun mulai bercerita. Suaranya yang tadi tinggi kini berubah menjadi lirih dan bergetar. Ia menceritakan setiap detail penghinaan Dafin di meja makan. "Dia bilang gue barang dagangan, Ris. Di depan Papa! Dan Papa cuma diem aja seolah emang itu kenyataannya."

Riska mengepalkan tangannya di atas meja. "Brengsek banget si Dafin itu! Terus lo diem aja digituin?"

"Gue lawan, tapi tetep aja sakit hati gue nggak hilang. Apalagi dia dengan bangganya bilang kalau dia punya kekasih. Gue bakal jadi tunangan pajangan yang cuma dipake buat pameran bisnis," Alea menunduk, air matanya mulai jatuh membasahi pipi.

Riska menghela napas panjang, ia melirik sebentar ke arah Kenan yang dari kejauhan tetap memperhatikan Alea dengan tatapan yang sulit diartikan. "Al, gue tahu lo marah sama Kenan tadi, tapi cuma dia yang kelihatan bener-bener peduli sama lo. Liat tuh, mukanya aja kelihatan sedih liat lo nangis gitu."

Alea menyeka air matanya dengan kasar, melirik sekilas ke arah Kenan yang langsung membuang muka saat mata mereka bertemu. Ada rasa bersalah sedikit di hati Alea karena sudah membentak Kenan, tapi rasa sakit hatinya pada Dafin jauh lebih mendominasi.

"Gue nggak tahu harus gimana menghadapi hari Sabtu nanti, Ris. Perjodohan ini bakal ngebunuh gue perlahan-lahan," bisik Alea hampa.

"Al, dengerin gue," ucap Riska tegas. "Kalau lo cuma nangis kayak gini, lo bakal beneran jadi 'barang' yang mereka pindah tangankan hari Sabtu nanti. Lo mau hidup selamanya sama cowok yang hatinya buat cewek lain? Yang bakal ngerendahin lo tiap hari di rumahnya sendiri?"

Alea mendongak, matanya yang sembab menatap Riska hampa. "Terus gue harus gimana, Ris? Gue nggak punya kuasa."

"Lo punya otak, Al!" potong Riska cepat.

"Kalau lo emang nggak mau perjodohan ini terjadi, lo harus rencanain sesuatu. Lo nggak bisa cuma pasrah nunggu takdir nyeret lo ke pelaminan sama si brengsek Dafin itu."

Alea tertegun. "Maksud lo... gue harus kabur?"

"Kabur itu cara kuno dan gampang ketahuan. Lo harus bikin rencana yang lebih pinter," Riska berbisik makin rendah, matanya berkilat.

"Bikin acara pertunangan itu gagal dari dalam. Bikin skandal, atau cari tahu kelemahan Dafin dan Maya yang bisa lo pake buat neken bokap lo. Intinya, lo harus bikin situasi di mana keluarga Danuar sendiri yang ogah sama lo."

Alea terdiam sejenak, memikirkan kata-kata Riska. Ide itu mengerikan, tapi bertahan di posisi ini jauh lebih mengerikan.

"Tapi Ris, kalau Papa tahu gue yang ngerencanain..."

"Makanya, mainnya cantik. Lo punya Kenan, kan?" Riska melirik ke arah bodyguard tegap itu.

"Gue tahu lo tadi abis marahin dia, tapi dia itu kartu as lo. Dia tahu semua pergerakan keluarga lo, dia punya akses yang nggak kita punya. Kalau lo bisa bikin dia ada di pihak lo, maksud gue bener-bener di pihak lo, bukan cuma karena tugas, dia bisa bantu lo batalin semua ini."

"Kenan orangnya setia banget sama aturan, Ris. Gue nggak yakin dia mau diajak kerjasama buat ngerusak rencana Papa," gumam Alea ragu.

"Setia sama aturan atau setia sama lo?" pancing Riska dengan senyum penuh arti. "Coba lo pikirin lagi. Kalau lo nggak gerak sekarang, hari Sabtu nanti bakal jadi awal dari penjara lo. Pilihannya cuma dua: lo jadi korban, atau lo jadi pemainnya."

Kata-kata Riska terus terngiang di telinga Alea. Selama ini ia selalu menjadi anak yang penurut, putri Maheswari yang sempurna. Namun, melihat betapa kejamnya Dafin dan betapa dinginnya ayahnya, Alea mulai merasa bahwa menjadi anak baik tidak akan menyelamatkannya kali ini.

"Gue bakal pikirin cara, Ris," ucap Alea akhirnya, suaranya kini terdengar lebih mantap, meski ada ketakutan yang tersisa. "Gue nggak bakal biarin Dafin menang dengan mudah."

Riska tersenyum puas. "Nah, itu baru sahabat gue."

1
Erna Riyanto
gadis SMA yg bunuh diri karena Davin...apakah adik kenan...makin penasaran
ᄂ⃟ᙚRisa Virgo Always Beau
Ceritanya gampang di pahami dan alurnya menarik, ayahnya Alea memaksa Alea menikah dengan Dafin apakah Alea dan Dafin bisa saling mencintai
Erna Riyanto
semoga nnti Kenan bersatu sm alea...wlpun dgn jln yg sulit...suka bgt sm karakter Kenan...
Erna Riyanto
waahhh tambah lagi karya on going mu thorrr.....semoga konsisten dgn berbagai cerita yg dibuat...sukses...nungguin lanjutan si tuan Damian loh q
ig: denaa_127: makasihh udah support 😍
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!