NovelToon NovelToon
TERJERAT CINTA PAK KADES

TERJERAT CINTA PAK KADES

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Beda Usia
Popularitas:4.8k
Nilai: 5
Nama Author: julieta

Dari desa yang sederhana tumbuh cinta yang tak pernah disangka...

Hal itulah yang mungkin dirasakan oleh Vallery gadis cantik yang lahir dan dibesarkan di kota dengan berbagai macam vasilitas mewah kemudian dipaksa untuk tinggal didesa terpencil yang jauh dari hiruk pikuk dan kemudahan fasilitas umum yang biasa ia dapatkan setelah diusir oleh nenenk tirinya dari rumah begitu kedua orang tuanya meninggal dunia. Tanpa disang,ka keputusan cepat yang dimabilnya untuk tinggal di Desa Maju Bersama, kampung halaman sang papa untuk tinggal bersama neneknya mengubah seluruh kehidupan Vallery termasuk kisah cintanya yang terejrat kepada seorang kepala desa yang berstatus duda perjaka di kampung neneknya itu yang terus mengejarnya secara ugal-ugalan hingga membuat hati Vallery pun menjadi luluh...
Kisah cinta romantis namun ada sedikit unsur komedi mewarnai kisah cinta keduanya membuat cerita kali ini bisa terbilang sangat ringan karena jauh dari intrik panjang dan berat.
HAPPY READING.....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon julieta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

JEBAKAN

Tutik yang sedari tadi memperhatikan Dirga yang terus mengawasi setiap pergerakan Vallery, lima menit setelah cucu nenek Gendhis itu pergi, iapun berjalan mendekat kearah Dirga dan membisikkan sesuatu ditelinga kepala Desa Maju Bersama tersebut.

Melihat ekpresi tegang Dirga dan langkahnya yang terburu-buru, Tutik pun segera mengambil ponselnya dan menyuruh Liana untuk bersiap-siap.

Tutik yang melihat Dirga sudah masuk kedalam jebakan yang temannya buat, dengan ekpresi dibuat sekacau mungkin, ia berjalan dengan langkah panik mendekati pak camat dan juga istrinya.

“Pak Camat, gawat pak! Liana hilang!” , ucap Tutik dengan ekspresi panik.

“Hilang gimana? Dibalai desa ini banyak orang, nggak mungkin kan Liana sampai diculik orang”, ucap Dina, ibu tiri Liana sambil mengelus rambut Heru, anak kandung yang ada dalam pangkuannya dengan tenang.

Tutik yang melihat jika raut wajah pak camat yang tadi masih merasa cemas kini sudah mulai pudar pun mulai merasa khawatir, takut jika ia gagal menjalankan perintah Liana dan membuat ayah serta keluarganya celaka pun mulai menangis tersedu-sedu.

“Saya tahu jika balai desa ini banyak orang dan tak mungkin Liana diculik. Tapi Liana sudah pergi ketoilet cukup lama, tapi ketika saya pergi kesana, toilet sudah kosong dan setelah saya berkeliling ke semua tempat, sosok Liana tak juga ketemu. Saya takut Liana mendapatkan hal buruk”, Tutik berbicara sambil menangsi sesenggukan, membuat semua orang pun mulai gaduh.

Para panitia acara pun segera bertindak, karena jika Liana benar-benar hilang maka ini akan menjadi masalah besar bagi mereka.

Apalagi yang hilang itu putri sulung pak camat, urusannya bisa panjang nanti dan nama baik desa merekapun dipertaruhkan.

Ketika semua orang tengah berpencar mencari Liana, Vallery yang baru kembali dari toilet bersama yu Puji dan anaknya pun segera menatap kearah gadis yang ditunjuk oleh Agus.

“Itu buk, mbak yang tadi memberiku uang dua puluh ribu dan menyuruhku menabrak mbak Vallery dan menuangkan minumanku ke bajunya”, aku Agus.

“Lho, itu bukannya si Tutik, anaknya pak Wandi, kades Sukolilo?”, ucap Yu Puji terkejut.

“Apa kamu kenal Tutik, Val?”, Tanya yu Puji sambil menatap Vallery penasaran.

Melihat Vallery menggeleng pelan, firasat yu Puji yang merasa jika ada yang tak beres pun semakin besar.

Vallery yang melihat Tutik dan pak camat serta istri dan anak bungsunya terlihat pergi dengan wajah panik, ia dan Yu puji serta Agus pun segera mengikutinya dari belakang.

“Kenapa mereka semua berjalan menuju gudang perlengkapan?”, batin Vallery bingung.

Baru saja Vallery tiba, ia sudah bisa mendengar suara isak tangis dan kemarah pak camat yang menggelegar dari luar.

“Dasar kades busuk! Gaya saja sok alim, nggak tahunya tingkahnya sangat bejat hingga berani menodai putriku!”, amuk pak camat.

Dirga yang sedari tadi terus dimaki dan dituduh tanpa dikasih kesempatan untuk memberi penjelasan pun segera mengebrak almari yang ada dibelakangnya dengan kasar.

BRAAKKK!!

“Bisa diam tidak! Beri saya kesempatan untuk menjelaskan!”, teriak Dirga dengan sorot mata tajam, membuat siapapun yang melihatnya akan merasa sangat takut.

Pandangan Dirga menyapu seluruh tempat hingga kedua netranya menatap sosok Tutik yang masih berlinang air mata.

“Hey, kamu!”, tunjuk Dirga kearah Tutik yang membuat tubuh gadis itupun bergetar ketakutan dan dengan suara terbata, Tutik pun merespon

“Saya pak kades?”, Tanya Tutik pura-pura bodoh.

“Ya, kamu. Anaknya pak Wandi, kades Sukolilo”, ucap Dirga mempertegas.

Begitu nama ayahnya disebut, Tutik tak lagi pura-pura tak paham jika ia yang dipanggil pun segera berjalan maju dengan ketakutan.

“Tadi kan kamu yang memanggilku agar kesini, katanya Vallery terluka dan memerlukan bantuanku segera sehingga aku kamu suruh cepat-cepat kesini dan malah temanmu yang seperti hantu ini yang justru ada disini”.

Begitu mendengar perkataan Dirga, semua orang, termasuk Yu Puji pun pada akhirnya kahirnya menarik sebuah kesimpulan, ini konspirasi! Keduanya berniat menjebak pak kades!

Mendengar ucapan Dirga, Tutik ketakutan hingga tubuhnya tanpa sadar mundur beberapa langkah.

“Itu…itu tidak benar. Anda jangan memfitnah saya pak kades”, Tutik berkata sambil menangis ketakutan.

“Itu fitnah apa bukan, Yono bisa menjadi saksinya”.

Yono yang ada dalam kerumunan, begitu namanya dipanggil iapun segera bersuara.

'Bukan hanya saya saja yang mendengar perkataanmu kepada pak kades, beberapa orang yang ada dibelakang pak kades pasti juga mendengar ucapanmu yang sedikit keras itu. Kalau kamu masih mengelak, aku bisa-memanggil semua orang itu untuk bersaksi”.

Mendengar jawaban Yono, tubuh Tutik terasa sangat lemas hingga ia hampir jatuh karena tak menyangka jika bisikannya yang menurutnya tak terlalu keras itu bisa didengar oleh orang lain.

Liana yang melihat kebodohan Tutik hanya bisa mengepalkan tangannya, membiarkan kuku panjangnya menancap kuat ditelapak tangannya.

Vallery yang ada diantara penonton, tanpa sengaja melihat cahaya merah di satu titik sehingga ia pun baru sadar jika handycam miliknya sempat tertinggal di gudang penyimpanan dan masih aktiv merekam semuanya.

Melihat ada peluang, Vallery pun muncul dari balik kerumunan warga yang menonton kejadian menghebohkan itu.

“Karena semuanya tak ada yang mau mengaku, sebaiknya kita lihat rekaman ini dulu. Kebetulan, handycam milikku tertinggal di gudang dalam keadaan menyala sehingga kita bisa melihat apa yang sebenarnya terjadi , agar kita semua tak saling tuduh dan saling menyalahkan”.

Liana yang terkejut karena tak menyangka jika disamping kaca yang tadi digunakan untut mematut dirinya ada kamera yang merekam semua aktivitas nya, membuat dirinya pun merasa panik dan ingin mengambil handy cam tersebut, namun sayangnya gerakan Vallery lebih cepat darinya, membuat Liana pun jatuh tersungkur.

“Hey, bukankah kamu yang sedari tadi meneriakkan keadilan diberikan untukmu. Dalam video ini kita bisa melihat, apakah kamu benar-benar seorang korban atau malah pelaku penjebakan terhadap pak kades untuk merusak nama baiknya”.

Ucapan Vallery bagai api yang mematik sumbu diatas bom waktu dalam diri Liana yang langsung meledak tanpa kendali, membuat Dina, istri pak camat terpaksa menahannya.

“Liana, diamlah. Ini justru bagus untukmu agar semua orang bisa melihat bagaimana wajah asli pak kades mereka yang selama ini terkenal lurus dan alim itu”, ucapan Dina yang di permukaan terlihat seolah membela Liana tapi bagi orang yang cerdas bisa menangkap arti jika kalimatnya itu semakin memojokkan anak tirinya itu dalam kondisi yang tak menguntungkan.

Liana yang tak lagi bisa menghindar hanya bisa mengertakkan giginya dengan marah melihat Baruna mematikan lampu gudang penyimpanan karena Vallery akan menggunakan tembok dalam ruangan tersebut sebagai media layar untuk menjalankan video yang sudah ia simpan terlebih dahulu sebelum ia tayangkan agar bisa disaksikkan oleh semua orang dengan jelas.

1
Fadilah Fadilah
lanjutkan
PengGeng EN SifHa
alamaj mbah luraaaaaaaahhpantasimu menakutkan mbah🤣🤣🤣
Fadilah Fadilah
lanjutkan cerita nya
Fadilah Fadilah
lanjutkan
Fadilah Fadilah
lanjutkan cerita nya
Fadilah Fadilah
lanjutkan
Fadilah Fadilah
lanjutkan cerita nya
Fadilah Fadilah
lanjutkan
Rian Moontero
Mampiiirrr😍👍👍
Fadilah Fadilah
lanjutkan cerita nya 🙏🙏🙏
Fadilah Fadilah
lanjutkan sampai habis cerita ini jan🙏🙏🙏
Fadilah Fadilah
lanjutkan
PengGeng EN SifHa
BERSAMBUNG...


TENG TENG TEEEEEEEEEENNNNGGGGG☕️

SELAMAT PAGI SEMUAAAAAA
PengGeng EN SifHa: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
Fadilah Fadilah
lanjutkan
PengGeng EN SifHa
walah walah walah walah...dunia dirga benar2 sangat seru dengan mereka yg mempunyai keinginan yg berbeda² demi sebuah VALIDASI
PengGeng EN SifHa
tampah...tledok...kalau ditempatku namane
Fadilah Fadilah
lanjutkan
PengGeng EN SifHa
Tatapanmu bagaikan mata si elang🦅🦅🦅 yang siap menerkam ga🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!