NovelToon NovelToon
Transmigrasi Ke Tubuh Putri Mahkota

Transmigrasi Ke Tubuh Putri Mahkota

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Time Travel / Fantasi
Popularitas:7k
Nilai: 5
Nama Author: Aurora.playgame

⭐ Novel dengan 20 BAB Terbaik 🏆🏅 ⭐

Mati konyol di dunia modern, jiwanya justru bertransmigrasi ke tubuh seorang gadis lemah yang dijadikan bidak catur. Keluarganya sendiri menjualnya ke istana demi harta dan posisi, sementara sang Putra Mahkota mendominasi pernikahan mereka sebagai transaksi dingin demi takhta.
Semua orang mengira dia akan pasrah dan hancur di dalam lingkaran intrik istana. Namun, mereka tidak tau bahwa jiwa di dalam tubuh itu bukan lagi gadis penurut yang bisa diinjak-injak.
Saat keluarga yang memanfaatkannya dan calon suami yang meremehkannya mulai menyadari perubahan drastis dalam dirinya, permainan kekuasaan di istana berubah total.

Akankah sang calon putri mahkota melarikan diri membawa kebebasannya, atau justru membalikkan keadaan dan merebut seluruh isi istana?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aurora.playgame, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ep. 22: Bertemu Ibu Suri

Kabar mengenai insiden racun yang memakan tuannya sendiri di Kediaman Shen menyebar cepat bagaikan angin malam di seluruh ibu kota.

Dalam hitungan jam, pamor Jiang Xiuwei hancur lebur. Kekuasaan pengelolaan rumah tangga Kediaman Jenderal secara resmi dicabut oleh Jenderal Shen Longwei dan diserahkan sepenuhnya kepada Shen Yue di bawah bimbingan para tetua keluarga.

Pagi itu, suasana Kediaman Shen berubah total. Para pelayan yang dulunya bertindak sewenang-wenang dan menjadi kaki tangan Jiang Xiuwei kini tunduk patuh.

Kini, Shen Yue berdiri di teras Paviliun Utama, menatap jajaran pengawal dan pengurus kediaman yang berbaris rapi di hadapannya.

"Mulai hari ini," ucap Shen Yue dengan suara tenang namun berwibawa, "setiap pemasukan, pengeluaran, serta urusan logistik Kediaman Jenderal harus melalui verifikasi Paviliun Barat. Siapa pun yang mencoba melakukan kecurangan atau bermain mata dengan pihak luar, tidak akan ada ampunan kedua."

"Hamba sekalian siap mematuhi perintah Nona Sulung!" seru seluruh pengurus kediaman serempak.

Di saat yang sama, Shen Zia tersudut di paviliun samping. Tanpa dukungan ibunya yang kini terbaring lemah di bawah pengawasan ketat tabib dan pengawal, Zia tidak lagi memiliki taring. Namun, kebencian di hatinya semakin membara

"Kakak..." bisik Shen Zia dari balik jendela kamar, menatap sosok Shen Yue yang begitu megah di halaman. "Kau pikir kau sudah menang? Putra Mahkota Zhao Xiao tidak akan pernah membiarkanmu bertahta di sampingnya!"

Sementara itu...

Di Istana Timur, suasana tidak kalah panas. Pangeran Zhao Xiao berjalan bolak-balik di dalam ruang kerjanya dengan raut wajah yang gusar. Di sampingnya, Lin Wanru menangis tersedu-sedu sambil memegangi saputangan sutranya.

"Zhao Xiao... bagaimana ini?" tangis Lin Wanru dengan nada merajuk. "Nona Shen Yue kini dipuji-puji oleh Yang Mulia Kaisar. Jika dia benar-benar menikah dengan Anda dan menjadi Putri Mahkota, posisi hamba di samping Anda pasti akan tersingkirkan! Lagipula, ibunya di kediaman baru saja terlibat skandal racun... apakah wanita dari keluarga seramai itu pantas menjadi pendamping Anda?"

Zhao Xiao mengepalkan tangannya. Keputusan Kaisar di perjamuan lalu yang menolak pembatalan pertunangan demi mempertahankan Shen Yue karena kecerdasannya masih menorehkan luka mendalam pada harga dirinya sebagai Putra Mahkota.

"Wanru-er, jangan khawatir," desis Zhao Xiao dingin. "Ayahanda Kaisar mungkin terpukau oleh kata-kata manis dan ketajamannya di perjamuan. Namun, Istana Timur bukanlah tempat yang bisa dikuasai hanya dengan mulut manis. Latihan Protokol Kekaisaran dan Ujian Kelayakan Putri Mahkota akan dimulai minggu depan di hadapan Ibu Suri. Di sana, aku akan memastikan dia mempermalukan dirinya sendiri hingga Ayahanda tidak punya pilihan lain selain mencabut pertunangan ini!"

Tak lama kemudian, seorang kasim kepercayaan masuk membungkuk dengan hormat. "Yang Mulia Putra Mahkota, Utusan dari Paviliun Ibu Suri telah tiba. Ibu Suri meminta Anda dan Nona Shen Yue hadir di Istana Kedamaian Abadi besok pagi untuk memulai penilaian resmi."

Zhao Xiao tersenyum sinis. "Bagus. Mari kita lihat sejauh mana putri jenderal yang kasar itu bisa bertahan di hadapan aturan ketat Ibu Suri."

Keesokan harinya, kereta kencana kekaisaran menjemput Shen Yue dari Kediaman Jenderal. Shen Yue mengenakan gaun sutra berwarna biru keemasan yang anggun dengan tatanan rambut yang simpel namun memancarkan keagungan alami.

Qingzhu yang menyertainya tampak sangat gugup, tetapi Shen Yue berjalan dengan langkah yang mantap.

Saat tiba di Istana Kedamaian Abadi, Shen Yue disambut oleh aroma dupa kayu cendana yang menenangkan. Di atas kursi mahoni yang diukir indah, tengah duduk Ibu Suri, wanita paling berpengaruh di belakang layar kekaisaran, bersama Zhao Xiao dan Lin Wanru yang sudah hadir lebih dulu.

"Hamba Shen Yue, mengucapkan salam keselamatan kepada Ibu Suri yang Agung," ucap Shen Yue sambil melakukan penghormatan istana dengan gerakan yang sangat sempurna dan presisi.

Ibu Suri memicingkan matanya, dan mengamati setiap detail gerakan Shen Yue. "Berdirilah, Yue-er. Kudengar dari Kaisar bahwa kau adalah gadis yang sangat cerdas dan berani. Namun, menjadi seorang Putri Mahkota bukan hanya soal kecerdasan bertutur kata, melainkan juga kemahiran dalam tata kelola kekaisaran, seni, serta kebijakan politik."

"Ibu Suri," sela Zhao Xiao dengan nada sopan yang dibuat-buat, "Shen Yue tumbuh besar di pinggiran dan jarang berada di lingkungan istana. Hamba khawatir beliau belum siap memikul tanggung jawab besar mengelola pembukuan Istana Timur dan urusan diplomasi internal."

Shen Yue tersenyum tipis merespons provokasi tersebut. "Yang Mulia Putra Mahkota sangat mengkhawatirkan hamba. Namun, jika boleh hamba bertanya... bagian mana dari pengelolaan Istana Timur yang dianggap terlalu rumit untuk hamba?"

Lin Wanru tiba-tiba menyela dengan nada lembut namun menusuk, "Nona Shen, pembukuan Istana Timur melibatkan alokasi anggaran militer, logistik istana, serta upeti dari belasan provinsi. Bahkan para cendekiawan terbaik membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk menguasainya. Bukankah Nona sebaiknya belajar merenda dulu sebelum mencampuri urusan berat ini?"

Shen Yue menatap Lin Wanru dengan pandangan menilai. "Nona Lin, merenda memang seni yang indah, tetapi negara tidak dikelola dengan benang dan jarum. Jika Ibu Suri berkenan, hamba memohon izin untuk memeriksa buku catatan keuangan Istana Timur tiga bulan terakhir yang baru saja diserahkan oleh Dewan Keuangan."

Ibu Suri pun mengangguk karena tertarik. "Serahkan buku pembukuan itu padanya."

Bersambung...

1
Dewi Habibah
lagi donk😍
Aurora: Siap... othor up besok ya... 🤗
total 1 replies
merry
gpp si lkimu agk pengecut dan buta gk tau mn tipu muslihat,, asal ceraikan selir jgn ambil selir ckp satu istri sah ajjj🤭🤭🤭🤭
Aurora: di jamannya punya istri banyak itu sudah biasa, apalagi keluarga kerajaan 😅🤭
total 1 replies
merry
jgn smpai kmu ksh kesucian kmu putri gk ikls wlpun hak mslhnya lkimu pyn bini muda,,, 🤭🤭🤭🤭licik lggg
merry
moga cerai lh sm suami mu yg pengecut bodoh itu 🤭🤭🤭🤭
merry
penghianat ap cb bos kau ajj nikh istri mu sexgus nkhin kekasih gelapmu,, mls dech sm kmu atrnn she Yue nkh sm kakak mu itu
merry
tumis rebung enk bgtt ap lg yg ada ruas ya itu 🤭🤭🤣🤣
Aurora: bener, renyah n lembut...🤗
total 1 replies
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮
aku lanjut baca lagi nanti . Kren k👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!