Banyak yang mengira bahwa Arjuna begitu bodoh, bahkan ada yang menyebutnya aneh, sehingga dia dipandang rendah oleh keluarga istrinya.
Padahal sebenarnya dia adalah seorang pangeran yang memiliki keahlian dalam dunia medis pada 1000 tahun yang lalu, yang memaksanya harus hidup di dunia modern yang terasa asing untuknya.
Dengan kemampuan medisnya yang dimiliki, dia akan membuktikan bahwa dia adalah seorang dokter genius yang hebat dan menjadi penguasa.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DF_14, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 29
Setelah mendapat jawaban dari Ferdy, Arjuna sangat merasa kesal. Dia tidak mengerti, mengapa ada seorang kakak kandung yang begitu tega menyuruh orang untuk mencampurkan obat tidur ke dalam minuman adiknya sendiri.
Nova memang telah menyuruh Ferdy untuk mencampurkan obat tidur ke dalam minuman Helena. Ferdy awalnya menolak, tapi karena dia sangat tergiur dengan bayaran yang cukup tinggi, akhirnya dia mengiyakan.
"Aku sudah menjawab dengan jujur. Jadi, aku mohon. Jangan laporkan aku ke polisi. Aku terpaksa melakukannya karena membutuhkan biaya pengobatan untuk ibuku," Ferdy memohon dengan sangat.
Arjuna menatap tajam pada pria itu. "Apa kamu juga yang telah membuat lampu itu jatuh, untuk mencelakai Helena?"
Ferdy langsung menggeleng. "Nggak, aku gak melakukannya. Kalau masalah itu aku gak tahu."
Setelah melihat raut wajah Ferdy, Arjuna merasa bahwa pria itu berkata dengan jujur.
Dia berpikir, mungkin bisa saja ada orang yang sengaja merusak lampu gantung itu. Tapi bagaimana jika Helena tidak berjalan melewati lampu gantung itu? Karena area restoran sangat luas.
Dia merasa seakan lampu gantung itu jatuh secara tiba-tiba, bukan karena direncanakan oleh seseorang.
...****************...
Setelah acara pesta selesai, Zora dan Nova pura-pura harus mencemaskan Helena. Karena itu mereka segera pergi ke rumah sakit.
Namun, Axel menahan Nova. "Nova, Papa ingin bicara berdua denganmu."
Nova terpaksa menurut. Sehingga Hanya Zora saja yang masuk ke ruangan tempat Helena dirawat.
Axel sengaja berbicara dengan Nova di halaman belakang rumah sakit yang sepi.
"Papa mau bicara apa?" tanya Nova dengan nada ketakutan. Karena dia tahu ayahnya sudah mengetahui niat jahatnya.
Plak!
Tanpa basa-basi, Axel langsung menampar wajah putrinya dengan penuh amarah.
Nova sangat terkejut, dia memegang wajahnya yang terasa perih. "Kenapa Papa menamparku?"
"Helena itu adikmu. Tapi kenapa kamu tega mencelakainya?" bentak Axel.
Walaupun Axel merasa bahwa lebih baik Nova yang menjadi direktur di Rumah Sakit Niroga. Tapi Helena juga adalah darah dagingnya, sebagai seorang ayah sudah pasti memiliki rasa sayang terhadap kedua anaknya.
Nova menjawab dengan jujur. "Iya, aku memang sudah mengaku. Aku memang menyuruh orang untuk mencampurkan obat tidur itu. Tapi untuk kasus lampu gantung yang jatuh itu bukan aku yang melakukannya."
Saat itu, dia sengaja menyuruh Ferdy untuk mencampurkan obat tidur ke dalam minuman Helena. Karena dia sudah menyuruh seorang pria untuk meniduri Helena, lalu merekamnya.
Dia melakukan itu semua untuk menjatuhkan reputasi Helena. Sehingga nama baik Helena tercoreng, agar Helena langsung didiskualifikasi sebelum kompetisi medis dimulai. Jadi dia bisa langsung menjabat sebagai direktur tanpa harus bersusah payah.
Namun, rencananya gagal. Helena malah jatuh pingsan di restoran. Apalagi, tiba-tiba lampu gantung itu terjatuh, sehingga Helena malah dilarikan ke rumah sakit.
Jika dia dan ibunya ingin mencelakai Helena, mereka tidak mungkin bertindak terang-terangan seperti itu.
Axel bertanya untuk memastikan. "Jadi, kamu sama sekali tidak menyuruh orang untuk mencelakai Helena dengan lampu gantung itu?"
Nova bersikukuh. "Nggak, Pa."
Axel mengerutkan keningnya. Jika bukan Nova, siapa yang melakukannya?"
...****************...
Di sebuah rumah mewah, terlihat seorang pria sambil memutar-mutar gelas yang berisi wine, dia tersenyum puas. "Arjuna, ternyata kamu telah kehilangan kekuatanmu."
Orang itu adalah Bima.
Bima memang datang ke pesta itu. Dia hanya dengan tatapan matanya saja, mampu membuat lampu gantung itu terjatuh saat melihat Helena yang sedang berdiri di bawah lampu itu.
Dia melakukannya hanya untuk menguji kekuatan Arjuna.
sengaja otornya biar cari jawaban lain🤣🤣🤣
mungkin juna belum siap jujur kekamu helena, apalagi ayah kamu dan duo nenek lampir zora dan nova. selalu menghina dan merendahkan juna.
juna cari waktu tepat suatu saat nanti pasti akan jujur, apalagi juna juga telah cinta kamu helena. buktinya dia ingin minta haknya berarti juna mencintai kamu.
jangan berpikiran yg negatif helena berpikir yg positif aja, kamu takut jatuh cinta sama juna karena takut ditinggalkan suatu saat nantikan.
klo juna benar-benar mencintai kamu bakal akan kembali kezaman kuno, pasti akan berhak dizaman modern...
apalagi kamu sampai helena juna akan berat meninggalkan kembali zaman kuno, pasti akan bertahan dizaman modern.
tanpa disadari kalian telah jatuh cinta tapi helena gengsinya tinggi sekali dan masih jual mahal🤣🤭
klo sampai sinenek lampir nova tahu tuan mahendra adalah juna, pasti tambah semangat mendekati juna🤣🤭
juna merasa jijik dan muak sama perempuan model sinenek lampir nova, menghalalkan cara demi mendapatkan keinginannya...
Arjuna atau Bima?