NovelToon NovelToon
KEKASIH DARI KEGELAPAN

KEKASIH DARI KEGELAPAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Romansa Fantasi / Penyelamat
Popularitas:107
Nilai: 5
Nama Author: LailaHaidar

Di antara cahaya yang tak pernah cukup dan bayangan yang tak pernah padam, namanya terucap hanya dalam hening: Orion.

Ia bukan milik dunia yang kau kenal. Pangeran dari kedalaman kegelapan, sosok yang dikabarkan tak pernah menyentuh sinar matahari, yang berjalan di tempat di mana cahaya tak mampu menjangkau. Banyak yang gemetar menyebut namanya; banyak yang menganggapnya kutukan. Namun bagi Aruna—ia adalah satu-satunya keberkahan yang menyelamatkannya dari jurang.

Aruna, gadis yang hidup di antara keraguan dan bahaya yang datang tanpa peringatan, selalu menemukan dirinya ditarik ke tepi jurang—sampai sepasang tangan yang kuat, hangat meski berasal dari kegelapan, menariknya kembali. Orion selalu hadir tepat saat dunia tampak membelakanginya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LailaHaidar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sudut yang Terlupakan

Pagi berikutnya aku bangun sendirian. Tidak ada rasa cemas seperti dulu — di meja samping tempat tidur ada selembar kertas kecil bertuliskan tulisan tangan yang indah namun samar: "Menunggu di tempat biasa. Jangan terburu-buru, aku punya waktu selamanya untukmu." Senyum merekah di bibirku. Dia selalu tahu cara membuat hariku terasa lebih ringan.

Setelah beres-beres, aku berjalan ke perpustakaan kota. Bukan karena ada tugas kuliah, tapi karena ada sesuatu yang terus mengganggu pikiranku. Cerita Elara, ramalan lama, dan kutukan yang ternyata dibangun di atas kebohongan — semua itu membuatku sadar: aku perlu tahu lebih banyak. Bukan sekadar dari cerita lisan, tapi dari catatan yang benar-benar tertulis di zaman itu.

Perpustakaan itu sepi seperti biasa. Hanya bau kertas tua dan debu yang menyambutku saat aku melangkah masuk. Aku berjalan melewati rak-rak tinggi yang menjulang sampai ke langit-langit, mencari bagian sejarah kuno yang jarang disentuh orang. Semakin aku masuk ke sudut belakang, semakin berdebu, semakin sunyi, dan semakin terasa seolah waktu berhenti berputar di sini.

Di pojok paling gelap, di belakang tumpukan buku tebal yang judulnya sudah pudar, ada sebuah naskah kecil terbungkus kulit berwarna cokelat tua. Tidak ada label, tidak ada nomor rak. Seolah sengaja disembunyikan agar tidak ada yang menemukannya. Aku mengulurkan tangan, menariknya perlahan. Debu beterbangan di udara saat aku membukanya pelan-pelan. Kertasnya tipis namun kuat, warnanya sudah menguning, dan tinta yang digunakan sebagian besar sudah memudar — tapi belum sepenuhnya hilang.

Aku duduk di bangku kayu panjang di dekat jendela yang cahayanya masuk miring. Dengan hati-hati aku membaca baris per baris, ejaan kuno dan bahasanya agak sulit dimengerti, tapi perlahan ceritanya mulai terbentuk.

"...Putra kedua Raja Valdris, lahir dengan cahaya di matanya, bukan api amarah seperti ayahnya. Dia tidak suka pedang, tidak suka teriakan perang. Dia lebih suka berjalan sendirian di batas kabut, berbicara dengan bunga yang tak pernah dilihat orang lain. Banyak yang berkata dia aneh. Banyak yang mengejek kelembutannya sebagai kelemahan. Namun mereka tidak tahu... dia adalah jiwa yang paling murni yang pernah lahir dari garis keturunan itu."

Hatiku berdebar kencang. Ini tentang Orion.

Halaman berikutnya membuat napasku tertahan.

"Saat dia beranjak dewasa, dia menemukan naskah kuno yang berbicara tentang penyatuan dua dunia. Dia bermimpi membuka gerbang, mengajak manusia berdamai. Tapi mimpi itu dianggap pengkhianatan. Ayahnya marah besar. Bukan karena takut perang kalah, tapi takut anaknya lebih dicintai daripada dirinya sendiri. Maka dijatuhkanlah kutukan — bukan untuk melindungi kerajaan, tapi untuk membungkam kebenaran. Dia diusir ke perbatasan, dikutuk hidup sendirian, dan namanya dihapus dari semua catatan. Semua orang dilarang menyebutnya. Dilarang mengingatnya."

Tanganku gemetar. Ribuan tahun. Dia dikucilkan, dihapus dari sejarah, dibiarkan sendirian hanya karena dia bermimpi damai.

Aku membalik halaman terakhir yang tertulis — tulisannya berbeda, lebih baru, seolah ditulis puluhan tahun setelah kejadian itu.

"Namun ramalan menyebutkan: suatu hari nanti akan datang seseorang yang jiwanya bersinar terang tanpa menyilaukan. Seseorang yang tidak akan takut pada bayangannya. Saat pertemuan itu terjadi, kutukan akan diuji. Bukan dengan pedang, tapi dengan ikatan hati. Karena kekuatan terbesar yang dimiliki dunia ini bukanlah kebencian, melainkan kesetiaan yang tak tergoyahkan."

Air mata jatuh ke kertas tua itu, aku buru-buru menyekanya agar tidak merusak tulisan. Jadi aku bukan sekadar kebetulan. Bukan sekadar orang asing yang dia temui di jalan. Aku adalah bagian dari cerita yang sudah ditulis jauh sebelum kami lahir. Aku adalah harapan yang ditunggu ribuan tahun lamanya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!