NovelToon NovelToon
Bidadari Pak Letnan Minta Bercerai

Bidadari Pak Letnan Minta Bercerai

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Raja Tentara/Dewa Perang / Perjodohan
Popularitas:38.7k
Nilai: 5
Nama Author: Ibah Ibah

"Rin mau kemana? kenapa diam-diam membawa koper begitu?" Tanya Aga merasa curiga pada istrinya, mendadak istrinya pamit pergi, padahal dia baru saja pulang dari pasar. Arin diam saja dan tetap memasukkan kopernya ke dalam bagasi mobil. "Rin aku nanya sama kamu? Kalau mau pergi, aku antar" "Tidak perlu mas, di dalam masih ada tamu" "Tamu Istimewa" Imbuh Arin dalam hati. Arin menyerah. Sejak kecil dia sudah mengabdi di keluarga suaminya karena mereka telah di jodohkan sejak kecil. Arin kira pengorbanan dan kesabarannya akan membuat suaminya luluh, namun dia salah. Suaminya bahkan membawa wanita idamannya ke dalam rumah. Arin sudah tidak tahu apa yang ingin dia pertahankan di rumah ini, bahkan setelah satu tahun menikah, tak sekalipun dia di sentuh. "Tunggu aku sebentar, keluarkan kopermu. Masukkan ke mobil ku, aku akan mengantarmu" Pinta Aga, namun Arin sudah mati rasa, dia langsung meminta supir melajukan mobilnya.Arin tak memperdulikan Aga yang berteriak sambil berlari mengejarnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ibah Ibah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

15

Setelah berhasil membawanya ke ranjang, aku hanya menatapnya. Tubuhnya begitu panas dan lemah. Aku ingin membantu, tapi aku masih kesal saat melihat foto itu, foto yang di kirim Dewa ke nomor ponsel ku.

Dia baru saja liburan ke puncak bersama pujaan hatinya, sampai-sampai dia tidak perduli dengan kesehatannya sendiri. Aku ingin tidak perduli, tapi mendengarnya merintih membuat rasa kemanusiaan ku tergugah, pada akhirnya aku tidak bisa abai padanya. Aku mengambilkan baju ganti, memanaskan bubur yang ku buat dan memberinya obat.

Tidak ada percakapan sedikit pun di antara kami, andai hubungan kami tidak sekaku ini, aku pasti sudah memijitnya, mencium keningnya, mendekapnya agar lebih hangat. Tapi kami seperti minyak dan air, meski aku mencoba memberikan begitu banyak curahan perhatian untuknya, kami tetap saja tidak bisa menyatu.

"Tidur mas, istirahat" Ucapku pasnya. Dia hanya menatapku tanpa mengagguk ataupun mengatakan sepatah kata apapun. Matanya nanar, mungkin karena menahan panas di tubuhnya, dia juga pasti lelah karena mendaki seharian.

"Mau di bawa ke rumah sakit?" Tanyaku. Dia seorang letnan yang kuat, tapi dia juga tetap manusia, yang dalam keadaan sakit perlu berobat dan istirahat. Bukan malah keluyuran dan mendaki di gunung yang dingin.

Andai saja dia tidak ada jarak pada kami, aku pasti sudah mengomeli dia sejak tadi.

"Tidak usah"

Aku mengagguk, ku ambil mangkuk sisa bubur di nakas, aku ingin ke dapur untuk mengambilkan dia air kompres. Tubuhnya benar-benar panas, mungkin karena kelelahan juga, jadi panasnya tidak kunjung turun.

Aku kembali dengan baskom kecil, dia nampak duduk sambil memejamkan mata. Ku lihat di dinding hampir jam satu malam. Sebenarnya aku sangat mengantuk, tapi mau bagaimana lagi? Ada Bayi besar yang harus aku rawat.

"Tiduran mas, biar aku kompres"

Dia mengagguk dan membaringkan tubuhnya, aku membenarkan selimutnya dan segera mengompres dia.

"Besok kalau badan mas masih panas, kita harus ke rumah sakit"

Namun dia hanya diam saja, jadi aku ikut tidak bersuara lagi.

Aku duduk di lantai sambil mengompres kepalanya, berharap suhu panas di tubuhnya sedikit menurun.

Mata ini mulai mengantuk, akhirnya aku tertidur di samping ranjang Aga.

Keesokan harinya, aku mengira tubuhku akan kaku, karena aku tidak tidur dengan benar, namun semua itu salah, rasanya tubuh ini begitu nyaman, pundak dan punggung ku juga tidak pegal-pegal. Saat aku membuka mata, aku begitu terkejut karena tubuhku sudah berada di atas ranjang Aga.

Apa Aga yang memindahkan ku ke atas? Apa semalam dia menggendong ku? Apa di hatinya mulai menerimaku? Apa ini awal hubungan kami yang akan membaik? Aku begitu senang, namun aku menggeleng pelan, aku tidak boleh terlalu bahagia, mungkin mas Aga hanya kasihan padaku tidur di lantai, mungkin ini sebagai tanda terima kasih karena semalam aku merawatnya.

Aku segera turun dari ranjang, dia masih di sampingku sambil memegangi kepalanya. Entah dia sudah terjaga atau masih tidur, aku juga tidak tahu, karena dia menutup matanya rapat.

Aku bergegas ke kamar mandi, membersihkan diri dan melaksanakan sholat subuh yang sudah sedikit kesiangan.

Ku lihat mas Aga masih menutup kepalanya dengan lengan, jadi aku berinisiatif memeriksa keadaannya.

"Masih sangat panas" Gumamku pelan.

Aku segera menelfon Nana agar mencarikan aku seorang supir. Aku berniat membawa mas Aga ke rumah sakit.

Panasnya tidak turun hanya dengan obat, Mas Aga perlu di infus agar tidak terlalu dehidrasi.

Aku menyiapkan barang-barang yang akan ku bawa.

"Mas ayo ke rumah sakit" tanyaku padanya. Dia sedikit menurunkan lengannya.

"Aku tidak mau"

"Badan mas panas sekali, mas harus ke sana"

"Tapi aku tidak bisa menyetir dalam keadaan begini"

"Arin sudah pesan supir, Ayo Arin bantu ke mobil"

Mas Aga bangun sediri, awalnya dia tidak ingin ku papah, namun tubuhnya oleng, jadi aku langsung memegangi tangannya.

"Jangan hawatir, Arin tidak akan macam-macam"

"Kau tidak akan meminta balas budi dari ku kan?"

Aku sangat terkejut saat mas Aga mengatakan itu.

"Kenapa mas berpikir begitu? Tentu saja aku tidak akan menuntut apa-apa dari mas Aga"

Dia meringis sambil sedikit mengejek.

"Pertama kali menolong ku kau minta imbalan jadi anaknya ibu, yang kedua kau minta aku jadi suamimu, padahal kita masih SMA, aku hanya takut kamu akan meminta anak dari ku setelah melaksanakan ini"

Astaga! Jadi itu anggapan mas Aga tentang diriku? Aku sama sekali tekan pernah minta apa-apa, Ibu yang memaksa ku, dulu ibu yang memintaku ikut, dulu ibu juga yang memaksa perjodohan ini. Aku sama sekali tidak pernah memintanya.

"Aku tidak pernah memikirkan balasan apapun saat aku membantu mas Aga, Ibu yang meminta ku ikut ke sini, Ibu juga yang meminta mas menikah dengan ku. Mas pikir aku bahagia dengan pernikahan ini? Mas pikir hanya mas yang terluka di sini? Mas kira aku senang menikah dengan mas Aga? Tidak mas. Aku juga tersiksa, jika mas berani bahkan aku bersedia bercerai hari ini juga dengan mas Aga. Aku masih berdiri di sini hanya karena ibu. Mas selalu abai padaku, mas selalu dingin, selalu menelfon wanita lain, bahkan punya kekasih di luar sana. Mas bahkan tidak mau menyentuh ku, mas tahu kenapa aku tidak pergi? itu semua demi melihat ibu tetap tersenyum. Bukan demi kamu!"

Aku memaksa memapahnya dengan sedikit kasar, ternyata tubuhnya begitu berat,untung saja aku terbiasa mengangkat karung berisi tepung jadi tubuhku tidak oleng.

Jujur ini pertama kalinya badan kami bersentuhan begitu dekat, Hati ini masih kesal karena dia begitu berpikiran pendek tentang ku.

Sampai di mobil, supir sudah menunggu kami, kami langsung ke rumah sakit. Aku diam saja tanpa suara, tak menatap nya juga.

Aku bahkan duduk menjauh darinya, awalnya aku ingin di kursi depan saja, tapi aku hawatir dia kenapa-kenapa jadi aku duduk di kursi belakang.

Aku hanya menatap ke arah jendela, hati ini benar-benar sesak di buatnya, pantas saja mas Aga selama ini sangat membenciku, ternyata dia mengaggap ku wanita yang haus akan balas Budi. Tidak tahukah dia kalau dulu aku juga jatuh sakit setelah mendonorkan banyak darah untuknya? Tidak tahukah dia aku pernah kehilangan satu pendengaran ku saat menolong dia di laut.

Aku bahkan menggunakan semua uang tabungan ku untuk sekolah militernya. Bisa-bisanya dia berpikir aku memanfaatkan keadaan.

Sesampainya di rumah sakit, aku meminta Pak supir yang memapah dia masuk ke IGD. Aku berjalan mendahului dia dan meminta perawat yang berjaga agar membawakan brangkar untuk mas Aga.

Dokter segera mengecek keadaannya dan benar dugaanku, dia mengalami radang dan juga kelelahan berlebih. Mas Aga di minta rawat inap. Jadi aku bilang ke Nana, kalau besok jangan buka pesanan dulu, cukup buka toko saja. Karena aku tidak bisa ke toko kue kami.

Aku ke parkiran, meminta supir meninggalkan kami, aku memberinya upah dan minta nomer ponselnya jika aku memerlukan bantuannya. Setelah urusan pak supir selesai, aku kembali masuk ke IGD, namun seseorang menghentikan langkah ku.

"Dia begitu bersikap buruk padamu, kenapa kamu masih perduli dengannya?"

Aku menoleh, ternyata itu Dewa. Kenapa dia bisa tahu aku di sini?

1
D_wiwied
woyy jahatnya kamu bu, kan terhitung masih keponakan kamu to main pukul aja untung Aga sdh terlatih jd bs tau klo ada bahaya/ serangan mendadak.. eling bu eling
Buruan Ga segera kejar si Arin smg blm sempat terbang pesawatnya
D_wiwied
kan kaaan.. sudah kudugong dr awal. pasti ada keterlibatan ibunya Dewa, niat banget ya bu nyingkirin Arin sampe ke luar negeri, berdoa sj bu jangan sampe terjadi apa2 sm kandungan Arin bisa diamuk si Aga nanti
D_wiwied
baru jg surat pengajuan perceraian, tp Dewa sdh ngajak nikah walaupun siri.. gatau jg sih hukumnya nanti jatuh ttp sah atau tidak, mana si Arin dlm kondisi hamil lg dan yg ngidam eeeh mlh si Aga 🤭😆
sunaryati jarum
😃😃😃 tugas beri cucu kok tugas apa?
sunaryati jarum
Makanya ibu Dewa kok langsung merestui ternyata ada maksud.Untuk Aga lagi dan lagi kamu terlambat menyadari kesalahan kamu pada Arin.Semoga Arin menemukan kedamaian di tempat barunya.Sialun jodohmu nanti yang penting buat kamu nyaman dan bahagia.Emak tadinya heran masih terikat status istri kok minta dinikahi dalam waktu seminggu.
mama
blm bercerai udh nikah lgi km rin,kyk perempuan gatal ajj..gk suka btg sm peran arin..
sunaryati jarum
Jangan sampai gagal pernikahan Dewa dan Arin
sunaryati jarum
Penyesalan kamu terlambat Ga,kau membiarkankan kesalahpahaman berlarut, apalagi kau pernah memperkosa Arin dalam keadaan mabuk.Dan kamu langsung melupakannya.Lepaskan Arin agar bahagia,itu yang kau harapkan sejak awal pernikahan kan mengharap Arin segera pergi darimu
sunaryati jarum
Belum cerai kok mau nikah, memang pernah dengar jika suami bilang lepas atau cerai jatuhnya telah cerai,apalagi mereka sudah lebih tiga bulan tidak bersama
D_wiwied
Arin Arin.. jd org koq plin plan, awalnya aja gayanya ogah2 an ky ga antusias tp giliran ada si Aga lgs deh manas2 in pake acara panggil sayang segala ke Dewa, jd makin curiga ini pasti ada sesuatu yg msh disembunyikan🤔
Ibah Ibah: hampir ....
total 3 replies
falea sezi
gatel jg lu rin cerai dlu lahh jd janda jangan jd istri orang lu gatel ke bujang🤣
D_wiwied
dr sejak Arin menerima lamaran dewa setelah menerima pesan, ak dah curiga ini pasti ada andil dr mamanya dewa pasti... hmm ada rencana apa kamu bu, feeling ku bukan sesuatu yg baik sih
Ambo Nai: ternyata si arin perempuan murahan,kasihan anak yg gak di ketahui ayahnya.semoga pernikahannya batal.dewa bukannya cinta tapi obsesi.
total 1 replies
sunaryati jarum
Benar mulai cintai dirimu sendiri, sebaiknya kau bikin kue saja,itu kan keahlian kamu.Siapa tahu rezeki anakmu kau bisa punya toko kue
Lee Mba Young
semua orang mudah nemuin km krn km pergi nya cm di situ situ saja. cm kabur kabur an gk niat kabur beneran.
kl kabur beneran pasti kluar kota Naik bus ganti kapal pesiar pasti gk Ada yg nemuin. ntah Arin itu goblok apa tolol jd wanita. pdhl dah dewasa dah pernh kawin tp ttp oon.
niat kabur Dr awal pergi jauh ganti nmr jng hub orang rumah lagi. kemarin mncing hub mertua oalah alah. cewek plin plan.
D_wiwied
pengennya sih ga mau komen tp tanganku koq gatel ya 🤭
terus aja Rin keraskan hatimu buat dirimu sama ky si Aga yg suka menyimpan dendam jd kamu ga ada bedanya sama si Aga kan
heran koq bisa si Dewa tau2 nongol bawa bunga bawa cincin, ntar pas mereka lg pandang2 an ato pegangan tangan si Aga nongol tuh, lanjut lg salah pahamnya gitu aja terus ga kelar2
Ibah Ibah: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
YuWie
sulit buk2..dewa cintanya sdh mendarah daging, krn kehadiran arin begitu membekas dijiwanya.
sunaryati jarum
Ternyata Dewa sudah cinta sama Arin sejak SMP karena orang yang mau berteman dengan Dewa hanya Arin,dan Arin penolongnya sejak itu
Noveni Lawasti Munte
ahhhhh pantas dewa kecintaan bgt sama arin😥
Ambo Nai
bukan cinta tapi opsesi,karena kamu pernah di tolong mana ada orang bisa bercerai saat hamil
sunaryati jarum
Kamu memang juga sedikit salah Arin, meminta tolong Dewa terus- terusan padahal kamu tahu dia mencintai kamu.Selesaikan dulu hubungan kamu dengan Aga , Jangan lari dan sembunyi dari masalah.Emak juga geram pada Aga atas tindakannya padamu selama ini,apalagi tidak ingat telah memperkosamu. Kamu memang korban dari perjodohan dan kesalahpahaman Aga, yang keterlaluan.Emak percaya dan iba padamu tapi kamu jangan deket dengan pria dulu sebelum hubungan pernikahan kamu dan Aga jelas sudah bercerai.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!