NovelToon NovelToon
Menikah Dengan Duda Pengacara

Menikah Dengan Duda Pengacara

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Duda / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: Ulfa Zahra

"Menikahlah denganku dan jadilah istri juga ibu untuk kedua anakku!"
Apa jadinya jika pertemuan mu dengan seorang duda beranak dua bisa mengubah hidupmu dalam waktu singkat?
Itu yang dirasakan oleh Azkia Anandita Ayunindya. Gadis berusia dua puluh satu tahun. Seorang mahasiswa dari Universitas New Student Spirit, dari jurusan PG/SD.
Pertemuannya yang tidak disengaja dengan dua gadis kecil berhasil merubah hidupnya dalam waktu singkat. Sebab, ayah dari kedua gadis kecil itu memintanya untuk menikah dengannya.
Arkanza Abbiyya Bassam.
Seorang pengacara muda yang berusia dua puluh delapan tahun. Arkanza terkenal sebagai pengacara yang selalu berhasil menyelesaikan setiap permasalahan kliennya berkat ketelitiannya.
Karena desakan dari ibu nya, yang selalu memintanya untuk menikah dalam waktu cepat, membuat Arkanza pusing. Padahal banyak wanita yang selalu mengantri untuk menjadi istrinya, meskipun mereka tau bahwa Arkanza adalah seorang duda beranak dua.
Namun sayangnya Arkanza tidak bisa

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ulfa Zahra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24

Happy reading

❄️❄️❄️

Sesampainya di depan bangunan mansion keluarga Bassam, mobil Ailsie berhenti. Kedua gadis itu menatap ke arah bangunan itu dengan kagum. Karena rumah mereka tidak sebesar bangunan didepan mereka.

"Wuuu, rumahnya sangat megah!" Puji Naila jujur tidak menutupi kalau dia takjub dengan rumah itu.

"Kamu seperti tinggal di istana Az. Ini rumah lebih besar dari rumahku." Lanjut Ailsie tidak kalau kagumnya.

"Kayaknya kamu harus rebut hatinya tuh laki, biar rumah besar ini jadi milik mu." Saran Naila mendapatkan tabukan dari Azkia."Hehehe, bisa jadi dia bisa mencintai kamu dan kamu menjadi nyonya besar di rumah besar ini,"

"Tidak mungkin… kami menikah kontrak, tidak mungkin dia bisa menyukai ku." Elak Azkia tidak terima."Jangan sampai aku mencintai laki-laki seperti dia. Itu tidak akan... dia jauh lebih menyebalkan daripada pria lainnya. Aku tidak sudi menghabiskan waktu sepanjang hidupku dengan dia." Lanjut Azkia mendapatkan gelangan dari kedua sahabatnya.

"Ckckck jangan munafik Az. Kebanyakan yang berbicara begitu, yang duluan jatuh cinta." Celetuk Ailsie membuat Azkia terdiam mendengarnya.

"Itu tidak akan mungkin." Sangkal Azkia cepat.

"Ailsie, jangan berbicara seperti itu. Seharusnya kita mendoakan suami Azkia agar mencintai Azkia terlebih dahulu, biar dia bisa jadi nyonya besar di rumah ini. Hehehe." Sambung Naila terkekeh."Sudah jangan terus mengobrol. Lihat sih manis Kifa sejak tadi menyimak obrolan kita." Ucap Naila mengalihkan topik perbincangan mereka agar tidak terus menyudutkan Azkia.

"Maaf aku nggak bisa ajak kalian masuk kedalam. Kalian taukan, kala itu bukanlah rumah ku."

"Aman saja Az. Kami paham posisi mu." Sahut Naila.

"Semangat, rebut hatinya. Setelah itu jadilah nyonya besar!" Seru Ailsie bersemangat."Kamu tidak selema itu Azkia. Kamu bisa!" Azkia hanya bisa menggeleng melihat tingkah sahabatnya itu.

Azkia di bantu Naila menurunkan koper dari bagasi.

“Kalian hati-hati dijalan ya,”

“Yoi Besty. Bay-bay!”

Setelah mobil sahabatnya menjauh kini giliran Azkia yang menarik koper memasuki bangunan mewah itu. Tangan kirinya memegang koper sementara tangan kanannya menggenggam tangan Khilva, yang berjalan mengikuti setiap langkahnya.

Pintu didorong pelan kedatangannya langsung disambut penuh semangat oleh Vatha.

"Bunda!" Serunya sambil berlari ke arah Azkia."Bunda tau tidak, Vatha berhasil menghafal ABCD dan juga hitung-hitungan." Cerita Vatha antusias membuat Azkia menyambutnya tidak kalah antusias nya mendengar cerita gadis kecil itu.

"Benarkah, kalau begitu Vatha pinter banget hari ini, bunda semakin bangga dengan Vatha!" Sahut Azkia terlihat sangat antusias.”Sebagai hadiah Vatha mau apa?”

“Tidak mau apa-apa bunda, Vatha maunya di peluk sama bunda… boleh…?” Tanyanya sambil Bergayut di tangan Azkia.

“Tentu saya, sini biar bunda peluk banyak-banyak.” Seperti permintaan Vatha Azkia langsung memeluk gadis kecil itu dengan penuh kasih sayang.”

Melihat itu Khilva yang tadi ikut senang dengan cerita kakaknya, kini merubah ekspresi nya menjadi muram. Akhirnya pecah juga suara tangisnya."Unda, tida cayan Kifa ladi. Unda Hanya cayan kak fata. Huaaa."

"Kenapa ngomong kayak gitu, ade. Bunda juga sayang sama kifa. Sayang dua-duanya." Ucap Azkia sambil memeluk Khilva tidak lupa dia juga menarik Vatha dalam pelukannya."Bunda sayang dua duanya jadi jangan nangis ya."

"Benaltah Unda."

"Iya."

Akhirnya drama ketiganya terhenti dengan kedatangan Zafina yang masih terlihat kesulitan saat berjalan.

"Kamu sudah lama datangnya, Az?"

"Baru saja Bu." Jawab Azkia."Ibu sendiri sudah pulang?"

"Iya baru saja. Ibu malas kalau lama-lama di rumah sakit." Sahut Zafina."Pergi lah ke kamar kalian, Arkanza sejak tadi datang. Dia pasti mencarimu" Ucap Zafina.

"Baik Bu." Azkia melihat ke arah keduanya yang masih saja menempel padanya."Kakak, ade sama bibi Mira dulu ya. Bunda mau pergi temui papa di kamar."

"Kifa ikut." Rengek Khilva.

"Khilva sama Oma saja dulu. Biar bunda pergi temui papa." Sambung Zafina.

"Baik Oma."

……

Azkia membuka pintu kamar Arkanza yang tidak di kunci. Gadis itu masuk kedalam dan menelusuri setiap sudut kamarnya tapi tidak menemukan keberadaan pria itu. Azkia yakin kalau Arkanza tidak berada didalam kamar. Baru saja saja langkah akan keluar, suara batuk mengalihkan nya membuat dia berbalik ke belakang, dan di sana dia melihat pria itu tidak mengenakkan apa-apa selain handuk yang menutupi bagian bawah tubuhnya.

"Apa anda tidak malu tuan sampai tidak mengenakan pakaian! Apa yang kamu lakukan disana tanpa mengenakan apapun!" Omel Azkia kembali membelakangi Arkanza. Pipi nya sampai memerah melihat pemandangan yang indah itu.

"Seharusnya saya yang bertanya seperti itu, ngapain anda di dalam kamar saya tanpa izin." Jawab Arkanza tidak mau kalah.

"Saya disuruh ibu untuk menemui anda. Saya hanya ingin mengecek apakah anda ada di dalam kamar atau tidak."

"Benarkah?" Tubuh Azkia merinding dibuatnya saat tiba-tiba saja pria itu berdiri di belakangnya. Entah sejak kapan pria itu melangkah, tapi Azkia tidak mendengar suara langkah kakinya."anda tau nona Azkia. Anda datang tepat waktu ke sini." Bisik Arkanza berhasil membuat darah Azkia berdesis hembusan nafasnya terlalu dekat hingga dia bisa merasakannya."Kumpulkan pakaian kotor saya dan cuci. Tapi ingat jangan menggunakan mesin melainkan tangan. Saya tidak mau kalau sampai pakaian saya rusak jika menggunakan mesin." Lanjutnya sebelum pria itu melangka ke Walk-in closet.

Azkia menghembuskan nafas saat pria itu menjauh. Rasa kesal menjalar di dadanya saat pria itu menyuruhnya untuk mencuci pakaian."Apakah dia mengerjai ku dengan cara menyuruhku mencuci? Benar-benar pria sialan!" Umpat Azkia mengepalkan tangannya kuat.

“Jangan mengumpati saya nona, Azkia. Saya masih bisa mendengarnya!” teriak Arkanza dari Walk-in closet.

“Kepedean, siapa juga yang mengumpati anda.” Sahut Azkia sewot. Tidak ingin berdebat panjang, Azkia melangkah ke arah keranjang pakaian kotor dan mengambil keranjang itu. Sebelum keluar, Azkia punya rencana yang lebih gila. Dia melirik Walk-in closet yang kuncinya berada di luar. Tiba-tiba saja bibirnya mengukir senyuman. Dia mengunci pintu Walk-in closet dan dengan cepat melangkah keluar dari kamar Arkanza.

Tidak berselang berselang lama, Suara teriakan terdengar dari dalam sana.”AZKIA!!”

“Ups, satu target kena.”

💧💧💧

Terima kasih sudah membaca, jangan lupa kasih like, vote dan subscribe biar author makin semangat buat update lagi.

Salam manis dari author😉

1
Lisa
👍👍 Azkia..semangat yaa 💪
Lisa
Setuju Kak..Azkia harus bersikap tegas terhadap Arkanza..
Ulfa Zahra: okey kak
total 1 replies
Sak
jangan mau kalah Azkia. lanjutkan Thor
Ulfa Zahra: siap kak
total 1 replies
Lisa
😊😊👍 biar kapok tuh si Arkanza
Sak
Nggak apa-apa Vatha masih ada bunda mu di rumah..
Lisa
Kasihan banget y Vatha..punya papa model kyk gitu 🤭
Ulfa Zahra: harus banyak banyak sabar kak
total 1 replies
Lisa
Kasihan 2 anak itu..moga aj papanya mau membuka hatinya utk wanita lain.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!