NovelToon NovelToon
Terjebak Duda Dan Tiga Pewaris Nakalnya

Terjebak Duda Dan Tiga Pewaris Nakalnya

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu Tiri / Identitas Tersembunyi / Mafia
Popularitas:67.2k
Nilai: 5
Nama Author: Aisyah Alfatih

Arabelle Vasillo kabur dari rumah demi membuktikan bahwa dirinya bisa hidup mandiri tanpa bantuan keluarga. Dengan waktu satu tahun sebagai taruhan, ia membuka warung sarapan sederhana dan berusaha menjalani hidup biasa.

Namun, hidup tenangnya berakhir saat tanpa sengaja memecahkan kaca mobil Nathan Pradipta Anderson, seorang duda kaya dan berpengaruh yang memiliki tiga anak super nakal, Elang, Theo, dan Alya.

Dari satu kesalahan kecil, Arabelle justru terjebak dalam kehidupan keluarga Anderson yang penuh kekacauan, rahasia, dan konflik. Bisakah Arabelle bertahan menghadapi duda dingin dan tiga anak nakalnya, atau justru mereka akan mengubah hidupnya selamanya?

"Menikah denganku dan jadi ibu tiri dari ketiga anakku, maka hutangmu ku anggap lunas,"

Arabelle, hanya tersenyum menanggapi ucapan Nathan, tetapi Arabelle justru tak punya pilihan lain, semenjak hidup mandiri semua kartunya dan fasilitasnya telah dia serahkan pada keluarganya.

"Oke, deal! Setahun tidak lebih!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyah Alfatih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

25

Sementara itu, di taman pusat kota, suasana sore terasa cukup ramai. Langit perlahan berubah jingga. Cahaya matahari yang mulai tenggelam membuat seluruh area taman terlihat hangat.

Di salah satu bangku taman, Alya dan Reno masih duduk berdampingan. Es krim di tangan Alya hampir habis. Gadis itu terlihat jauh lebih santai dibanding beberapa jam sebelumnya. Ia sama sekali tidak menyadari bahwa di rumah, seseorang sedang mencarinya.

"Aku suka rasa yang ini." Ujar Alya sambil memakan sesendok es krim.

Reno hanya mengangguk singkat. Perhatiannya justru tertuju pada jam tangan baru yang melingkar di pergelangan tangannya. Beberapa kali ia mengangkat tangannya dan memperhatikan jam itu dengan puas.

Alya melirik sekilas. "Kamu senang banget sama jam itu."

"Tentu." Jawab Reno. "Harganya mahal."

Alya hanya tersenyum kecil. Namun, senyum itu perlahan menghilang saat Reno kembali berbicara.

"Nanti malam aku ada balapan."

Alya menoleh. "Balapan lagi?"

"Iya." Reno menyandarkan tubuhnya ke bangku.

"Aku butuh uang taruhan dua puluh juta."

Alya langsung terdiam. "Dua puluh juta?"

Baru beberapa jam lalu ia membayar jam tangan seharga tiga puluh lima juta rupiah.

Sekarang Reno meminta uang lagi.

"Aku nggak punya uang lagi." Jawab Alya jujur.

Reno menoleh. "Nggak punya?"

Alya menggeleng. "Tadi aku sudah belikan jam tangan buat kamu."

"Itu beda."

"Aku benar-benar nggak punya lagi."

Reno mulai terlihat tidak senang. "Ayah pasti kasih kamu uang."

"Iya, tapi bukan buat itu."

"Alya." Raut wajah Reno berubah. "Jangan pelit sama aku."

Alya langsung gugup.b"Aku nggak pelit."

"Terus kenapa nggak mau bantu?"

"Nggak gitu maksud aku." Alya buru-buru menjelaskan.

"Aku memang nggak bisa ambil uang sebanyak itu terus-terusan."

Nada suaranya mulai melemah. "Nanti Ayah curiga."

Mendengar itu, Reno terdiam. Wajah kesalnya masih terlihat, tetapi kali ini ia berpikir sejenak. Bagaimanapun juga, Alya ada benarnya. Kalau Nathan sampai mengetahui transaksi jam tangan tadi, situasinya bisa menjadi rumit. Dan Reno jelas tidak ingin kehilangan sumber uangnya. Beberapa saat kemudian, ia menghela napas panjang.

"Ya sudah." Gumamnya. "Aku cari cara lain."

Alya terlihat lega. "Maaf..."

Reno mengangkat bahu. "Nggak apa-apa."

Ia lalu kembali duduk di samping Alya seperti tidak terjadi apa-apa. Namun, jauh di dalam hatinya, Reno mulai memikirkan cara lain untuk mendapatkan uang taruhan malam ini.

Sementara Alya tersenyum kecil karena mengira masalah mereka sudah selesai. Ia masih percaya bahwa Reno hanya sedang kesal sesaat. Masih percaya bahwa pria itu sebenarnya baik.

Di saat yang sama, ponsel Alya yang berada di dalam tas bergetar beberapa kali. Ada beberapa panggilan masuk. Semuanya berasal dari nomor yang tidak dikenalnya. Namun, karena sedang asyik bersama Reno, Alya sama sekali tidak memperhatikan ponselnya.

Langit sudah berubah jingga keemasan. Lampu-lampu taman mulai menyala satu per satu ketika Reno melirik jam tangannya.

"Pukul enam lewat tiga puluh." Gumamnya puas.

Alya yang melihat langit mulai gelap pun berdiri dari bangku.

"Aku harus pulang."

Reno ikut berdiri. "Nggak usah buru-buru."

"Ayah bisa marah."

"Aku antar nanti."

Alya ragu-ragu, tetapi belum sempat menjawab, Reno tiba-tiba melangkah lebih dekat. Tatapannya membuat Alya tidak nyaman. Gadis itu tanpa sadar mundur setengah langkah.

"Reno..."

Pria itu tidak menjawab. Tangannya terangkat dan menyentuh pipi Alya.

Alya membeku. "Reno, kamu kenapa?"

Reno justru semakin mendekat. "Alya..."

Namun tepat saat itu,

"Aagrh!"

Sesuatu menghantam kepala Reno dengan keras. Pemuda itu langsung memegangi kepalanya.

"Apa-apaan?!"

Sebuah sandal wanita jatuh ke tanah, Reno melotot dan Alya ikut terkejut. Keduanya serempak menoleh ke arah asal sandal tersebut.

Seorang wanita berdiri beberapa meter dari mereka. Satu kaki masih memakai sandal, satu kaki lagi sudah tidak. Kedua tangan terlipat di dada, tatapannya tajam.

"Kalau berani, coba saja." Ucap wanita itu dingin.

Alya langsung membelalakkan mata.

"I-Ibu?!"

Ara mendengus. "Bukan ibu peri."

Wajah Alya langsung pucat, selesai sudah hidupnya. Sementara Reno yang masih memegang kepalanya menatap Ara penuh amarah.

"Kamu?!"

"Iya aku." Jawab Ara santai. "Kembalikan sandalku."

Reno mengepalkan tangannya. "Kamu lempar aku?!"

Ara mengangguk. "Untung cuma kena kepala."

"Apa maksudmu?!"

Ara melangkah mendekat. Setiap langkahnya membuat Alya semakin gugup. Sementara Reno terlihat semakin marah.

"Aku bisa bunuh kamu!" Teriaknya marah.

Ara malah tertawa kecil. "Kalau berani, coba saja."

Suasana taman yang tadinya tenang langsung berubah tegang. Beberapa pengunjung mulai memperhatikan mereka. Alya berdiri di antara rasa panik dan takut. Ia tidak tahu harus membela siapa. Ibu tirinya yang seharusnya berada di rumah kini berdiri di depannya.

Ara lalu mengulurkan tangan. "Sandalku."

"Hah?"

"Ambil," tunjuknya ke tanah. "Terus kembalikan."

Reno melotot tidak percaya. Sementara Alya menelan ludah. Entah kenapa, firasatnya mengatakan malam ini tidak akan berakhir dengan damai. Saat Reno membuka mulut untuk membalas, Ara tiba-tiba mengeluarkan sesuatu dari sakunya.

Sebuah ponsel, layar ponsel itu menyala. Begitu melihat apa yang ada di layar tersebut, wajah Alya langsung memucat.

"Astaga..." Bisiknya pelan.

Ara tersenyum tipis. Senyum yang justru membuat bulu kuduk Alya berdiri.

"Alya..." Panggil Ara tanpa mengalihkan pandangan dari Reno. "Ibu rasa kita perlu ngobrol..."

1
Endang 💖
Ais Reno, si cowok mokondo itu
beybi T.Halim
ayo ara lakukan investigasi,minta tolong kenzo jebloskan reno kepenjara,biar mata alya terbuka lebar bagaimana jahatnya si reno bukan barrac itu
seribu nama
Ayolah biar Tahu Rena si pacar Alya itu dapat pelajaran dari mamah Ara dan si Alya ga deket lagi sama si Reno😠
Retno Palupi
oh Kenzo yg punya arena balap?
Ariany Sudjana
semoga Theo lekas mendapatkan penanganan yang terbaik, dan pasti Arabelle yang akan mengurusnya
Jaya Fandi
menegangkan,,mksh ka,,banyak " up nya,, semangat 💪🏽💪🏽
Jaya Fandi
terserah otornya lah yg menang siapa,,misal nnti theo kalah psti ada hikmahnya,,💪💪
T&K
Heeeeey Reno! kamu kira akan lolos dr Kenzo? tunggulah penyelidikannya
Lisa Halik
semoga saja nathan tidak akan menyalahkan arabelle.....lepas ini kamu sadarlah theo
Les Tary
jgn sampai nanti nathan menyalahkan ara
Ita rahmawati
bengek sih kamu elang malah mikir nti setelah sadar Theo bakal diamuk emak tiri 🤦🤣🤣🤣
yumna
reno licik ara pasti dapet bukti bwat jeblosin reno k pnjraa....bukti d lintasin cctv.....abis lah kau reno...dan kau theo d amuk m ara
Aditya hp/ bunda Lia: puas juga ntar sama si Alya dia nanti jadi tau kalo si Reno emang berengsek
total 2 replies
Fia Ayu
🤣🤔🤣🤣
Fia Ayu
Awalnya aku ragu mau baca nie novel, kaga taunya asik banget
Dr bab pertama ngakak mulu bacanya 🤣🤣🤣
seribu nama
Kalau Thei tahu pacarnya Alya itu Reno musuhnya gimana ya pasti marah banget. Plis Theo hati" jangan sampai dengan kamu celaka rahasia ibu tirimu terbongkar
Ariany Sudjana
Theo kecelakaan, Arabelle yang akan turun tangan untuk merawatnya
Ita rahmawati
tuh kan Theo kuwalat udh ngelawan SM ibu tiri sih 😂😂
Ariany Sudjana
wah kakaknya Arabelle jadi pengelola lintasan balap 😄
Ita rahmawati
owalah Kenzo toh
Ita rahmawati
ikut sedih ih aku 😔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!