NovelToon NovelToon
Terjebak Duda Dan Tiga Pewaris Nakalnya

Terjebak Duda Dan Tiga Pewaris Nakalnya

Status: tamat
Genre:Ibu Tiri / Identitas Tersembunyi / Mafia / Tamat
Popularitas:4M
Nilai: 4.9
Nama Author: Aisyah Alfatih

Arabelle Vasillo kabur dari rumah demi membuktikan bahwa dirinya bisa hidup mandiri tanpa bantuan keluarga. Dengan waktu satu tahun sebagai taruhan, ia membuka warung sarapan sederhana dan berusaha menjalani hidup biasa.

Namun, hidup tenangnya berakhir saat tanpa sengaja memecahkan kaca mobil Nathan Pradipta Anderson, seorang duda kaya dan berpengaruh yang memiliki tiga anak super nakal, Elang, Theo, dan Alya.

Dari satu kesalahan kecil, Arabelle justru terjebak dalam kehidupan keluarga Anderson yang penuh kekacauan, rahasia, dan konflik. Bisakah Arabelle bertahan menghadapi duda dingin dan tiga anak nakalnya, atau justru mereka akan mengubah hidupnya selamanya?

"Menikah denganku dan jadi ibu tiri dari ketiga anakku, maka hutangmu ku anggap lunas,"

Arabelle, hanya tersenyum menanggapi ucapan Nathan, tetapi Arabelle justru tak punya pilihan lain, semenjak hidup mandiri semua kartunya dan fasilitasnya telah dia serahkan pada keluarganya.

"Oke, deal! Setahun tidak lebih!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyah Alfatih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

25

Sementara itu, di taman pusat kota, suasana sore terasa cukup ramai. Langit perlahan berubah jingga. Cahaya matahari yang mulai tenggelam membuat seluruh area taman terlihat hangat.

Di salah satu bangku taman, Alya dan Reno masih duduk berdampingan. Es krim di tangan Alya hampir habis. Gadis itu terlihat jauh lebih santai dibanding beberapa jam sebelumnya. Ia sama sekali tidak menyadari bahwa di rumah, seseorang sedang mencarinya.

"Aku suka rasa yang ini." Ujar Alya sambil memakan sesendok es krim.

Reno hanya mengangguk singkat. Perhatiannya justru tertuju pada jam tangan baru yang melingkar di pergelangan tangannya. Beberapa kali ia mengangkat tangannya dan memperhatikan jam itu dengan puas.

Alya melirik sekilas. "Kamu senang banget sama jam itu."

"Tentu." Jawab Reno. "Harganya mahal."

Alya hanya tersenyum kecil. Namun, senyum itu perlahan menghilang saat Reno kembali berbicara.

"Nanti malam aku ada balapan."

Alya menoleh. "Balapan lagi?"

"Iya." Reno menyandarkan tubuhnya ke bangku.

"Aku butuh uang taruhan dua puluh juta."

Alya langsung terdiam. "Dua puluh juta?"

Baru beberapa jam lalu ia membayar jam tangan seharga tiga puluh lima juta rupiah.

Sekarang Reno meminta uang lagi.

"Aku nggak punya uang lagi." Jawab Alya jujur.

Reno menoleh. "Nggak punya?"

Alya menggeleng. "Tadi aku sudah belikan jam tangan buat kamu."

"Itu beda."

"Aku benar-benar nggak punya lagi."

Reno mulai terlihat tidak senang. "Ayah pasti kasih kamu uang."

"Iya, tapi bukan buat itu."

"Alya." Raut wajah Reno berubah. "Jangan pelit sama aku."

Alya langsung gugup.b"Aku nggak pelit."

"Terus kenapa nggak mau bantu?"

"Nggak gitu maksud aku." Alya buru-buru menjelaskan.

"Aku memang nggak bisa ambil uang sebanyak itu terus-terusan."

Nada suaranya mulai melemah. "Nanti Ayah curiga."

Mendengar itu, Reno terdiam. Wajah kesalnya masih terlihat, tetapi kali ini ia berpikir sejenak. Bagaimanapun juga, Alya ada benarnya. Kalau Nathan sampai mengetahui transaksi jam tangan tadi, situasinya bisa menjadi rumit. Dan Reno jelas tidak ingin kehilangan sumber uangnya. Beberapa saat kemudian, ia menghela napas panjang.

"Ya sudah." Gumamnya. "Aku cari cara lain."

Alya terlihat lega. "Maaf..."

Reno mengangkat bahu. "Nggak apa-apa."

Ia lalu kembali duduk di samping Alya seperti tidak terjadi apa-apa. Namun, jauh di dalam hatinya, Reno mulai memikirkan cara lain untuk mendapatkan uang taruhan malam ini.

Sementara Alya tersenyum kecil karena mengira masalah mereka sudah selesai. Ia masih percaya bahwa Reno hanya sedang kesal sesaat. Masih percaya bahwa pria itu sebenarnya baik.

Di saat yang sama, ponsel Alya yang berada di dalam tas bergetar beberapa kali. Ada beberapa panggilan masuk. Semuanya berasal dari nomor yang tidak dikenalnya. Namun, karena sedang asyik bersama Reno, Alya sama sekali tidak memperhatikan ponselnya.

Langit sudah berubah jingga keemasan. Lampu-lampu taman mulai menyala satu per satu ketika Reno melirik jam tangannya.

"Pukul enam lewat tiga puluh." Gumamnya puas.

Alya yang melihat langit mulai gelap pun berdiri dari bangku.

"Aku harus pulang."

Reno ikut berdiri. "Nggak usah buru-buru."

"Ayah bisa marah."

"Aku antar nanti."

Alya ragu-ragu, tetapi belum sempat menjawab, Reno tiba-tiba melangkah lebih dekat. Tatapannya membuat Alya tidak nyaman. Gadis itu tanpa sadar mundur setengah langkah.

"Reno..."

Pria itu tidak menjawab. Tangannya terangkat dan menyentuh pipi Alya.

Alya membeku. "Reno, kamu kenapa?"

Reno justru semakin mendekat. "Alya..."

Namun tepat saat itu,

"Aagrh!"

Sesuatu menghantam kepala Reno dengan keras. Pemuda itu langsung memegangi kepalanya.

"Apa-apaan?!"

Sebuah sandal wanita jatuh ke tanah, Reno melotot dan Alya ikut terkejut. Keduanya serempak menoleh ke arah asal sandal tersebut.

Seorang wanita berdiri beberapa meter dari mereka. Satu kaki masih memakai sandal, satu kaki lagi sudah tidak. Kedua tangan terlipat di dada, tatapannya tajam.

"Kalau berani, coba saja." Ucap wanita itu dingin.

Alya langsung membelalakkan mata.

"I-Ibu?!"

Ara mendengus. "Bukan ibu peri."

Wajah Alya langsung pucat, selesai sudah hidupnya. Sementara Reno yang masih memegang kepalanya menatap Ara penuh amarah.

"Kamu?!"

"Iya aku." Jawab Ara santai. "Kembalikan sandalku."

Reno mengepalkan tangannya. "Kamu lempar aku?!"

Ara mengangguk. "Untung cuma kena kepala."

"Apa maksudmu?!"

Ara melangkah mendekat. Setiap langkahnya membuat Alya semakin gugup. Sementara Reno terlihat semakin marah.

"Aku bisa bunuh kamu!" Teriaknya marah.

Ara malah tertawa kecil. "Kalau berani, coba saja."

Suasana taman yang tadinya tenang langsung berubah tegang. Beberapa pengunjung mulai memperhatikan mereka. Alya berdiri di antara rasa panik dan takut. Ia tidak tahu harus membela siapa. Ibu tirinya yang seharusnya berada di rumah kini berdiri di depannya.

Ara lalu mengulurkan tangan. "Sandalku."

"Hah?"

"Ambil," tunjuknya ke tanah. "Terus kembalikan."

Reno melotot tidak percaya. Sementara Alya menelan ludah. Entah kenapa, firasatnya mengatakan malam ini tidak akan berakhir dengan damai. Saat Reno membuka mulut untuk membalas, Ara tiba-tiba mengeluarkan sesuatu dari sakunya.

Sebuah ponsel, layar ponsel itu menyala. Begitu melihat apa yang ada di layar tersebut, wajah Alya langsung memucat.

"Astaga..." Bisiknya pelan.

Ara tersenyum tipis. Senyum yang justru membuat bulu kuduk Alya berdiri.

"Alya..." Panggil Ara tanpa mengalihkan pandangan dari Reno. "Ibu rasa kita perlu ngobrol..."

1
Rita Juwita
terima kasih thor ceritanya luar biasa..
Sri Wulandari
jangan² cucu sahabat omanya Alya itu Ken 🤔
Sri Wulandari
Ken sprtinya suka qm makanya dia suka ngusilin qm
Sri Wulandari
harus resepsionis itu menghubungi Mohan asisten Nathan buat konfirmasi klu ada Ara yg mengaku istrinya Nathan nah klu sdh gini siap² qm kehilangan pekerjaan mu mbk 😔
Sri Wulandari
pasti itu pelayanan yg sm pas dulu suka ngomporin Alya waktu msh blm menerima Ara jd ibu tirinya 🤔
Sri Wulandari
beruntung Nathan menjadikan Ara sbgai istrinya bagitu pula dg anak²nya memiliki ibu sambung yg peka dg kondisi & keadaan mereka yg sllu mengkhawatirkan mereka setiap saat
Sri Wulandari
ya ampun Alya Theo jahilnya g hilang² orangtua sendiri d jaili malu kan mereka 😅
knp Alya g jd dokter sj drpd jd perawat thour 🤔
atulyaas
nyonya ga sih ka harusnyaa, kan udaa nikah dokternya tau juga itu mama nya elang
Sri Wulandari
baru unboxing ayah Nathan selama 3th kerinduan yg terpendam akhirnya tersalurkan....selamat smoga segera launcing apalagi klu smpai jd 2
Sri Wulandari
klrg Vasilo sangat menyayangi anak² tiri Ara.... mereka sdh menganggap anak² itu menjadi bagian klrg Vasilo
Alya qm pasti BT ya...smua orang mengerjain mu.... tunggu sbntr lg akan ada kejutan luar biasa utk mu qm pasti d buat syok dg hadiah yg qm terima nti....
Happy Birthday Alya bahagia sllu 😍🥰🥰🤗🤗🤗🎂🍭🍭🍦🎉🎆
Sri Wulandari
walaupun tinggal d luar negeri & menjadi bagian klrg kaya tp Alya ttp menjadi pribadi yg sederhana & g sombong begitu pun dg kakaknya yg lain ayah Nathan & Ara sdh berhasil mendidik anak²nya dg sangat baik 🤗
Sri Wulandari
Theo mmng suka buat mslh tp dia sllu bertanggungjawab dg setiap pilihan & mimpinya yg g pernah hilang adalah menjadi pembalap profesional senyum sllu mengembang matanya sllu berbinar karna balapan adalah sebagian dr jiwanya yg g pernah bs dia lepas smpai kpn pun 🤗
Sri Wulandari
mm Ara mmng polos ayah Nathan.... benar² kena mental itu mantan ayah mmng ulat bulu g tau malu salah cari dia mm Ara koq d lawan🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Sri Wulandari
Nathan ayah yg hebat demi demi keutuhan klrgnya & kebahagiaan ketiga anaknya dia akhirnya mendapatkan kesempatan utk bersama Ara walaupun mereka smua hrs berpisah selama 3th... waktu yg tdk sebentar tetapi ada kepastian klu mereka suatu hari bs bersama selama membangun klrg bahagia impian Nathan & anak²nya bersama Ara sbgai mama pilihan mereka 🥰🥰🤗

😍😍😍😍😍
Sri Wulandari
Elang mulai PDKT😄
mars
mafioso ga tuh punya ibu tiri😄
Sri Wulandari
Theo lebih gercep dr ayah Nathan utk membawakan Ara kembali pulang semangat Theo qm pasti bs membawa mm Ara pulang
Sri Wulandari
Theo berusaha menjadi kakak yg baik buat Alya apapun akan dia lakukan utk adiknya demi membawa mm Ara pulang.... semangat Theo bkn kemenangan yg hrs d raih tp sebuah proses & usaha yg gigih utk membuktikan klu kalian menginginkan mm Ara kembali pulang 💪💪💪🤗🤗
Sri Wulandari
Theo si pembuat onar akhirnya berpikiran dewasa & berusaha bertanggungjawab dg smua keputusannya
Sri Wulandari
terharu dech bacanya...
akhirnya Theo bs mengungkapkan perasaannya .....Theo, Alya, & Elang mereka sebenarnya anak² yg baik hamya sj karna kehilangan seorang mama membuat mereka merasa kesepian tanpa perhatian & kasih sayang karna ayah Nathan yg sllu sibuk sehingga mereka benar² kehilangan sosok seorang ibu tp kehadiran Ara membuat mereka sadar bahwa hidup mereka menjadi lebih hangat stlh k hadiran Ara walaupun awalnya mereka menolak karna mereka mengira ibu tiri itu seorang yg kejam & suka melakukan kekerasan & hanya mencintai ayah mereka sj....
tp nyatanya tdk dg Ara....dia bs membuat mereka merasa terlindungi d sayangi... Theo yg suka membuat membantah & membuat mslh pun jg merasakan kasih sayang itu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!