NovelToon NovelToon
Batal Cerai Setelah Suami Mendengar Isi Pikiran Sang Istri

Batal Cerai Setelah Suami Mendengar Isi Pikiran Sang Istri

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Penyesalan Suami
Popularitas:639.3k
Nilai: 5
Nama Author: Santi Suki

Lorenzo Matteo Romano sudah mantap menceraikan Alina Seraphine Bellamy, setelah tiga tahun menikah.

Namun, kecelakaan terjadi tepat setelah Lorenzo mengajukan perceraian. Ketika sadar, Lorenzo justru mendapatkan kemampuan aneh—ia bisa mendengar isi pikiran Alina.

Betapa terkejutnya Lorenzo saat mengetahui bahwa wanita yang selama ini terlihat begitu patuh ternyata menyimpan segudang rahasia, keluhan, dan komentar pedas yang tak pernah berani diucapkannya.

Lorenzo akhirnya memutuskan berpura-pura amnesia agar perceraian mereka batal.

Sayangnya, rencana itu justru membuat Alina semakin stres. Sebab, di depan Lorenzo, Alina harus tetap menjadi istri yang lembut dan penurut.

Sementara di dalam hatinya, “Ya Tuhan, kenapa orang ini belum juga ingat kalau dia mau menceraikanku?!”

Sejak saat itu, pernikahan mereka berubah menjadi permainan rahasia: seorang istri yang tak sadar isi kepalanya bisa didengar, dan seorang suami yang berbalik mati-matian mempertahankan pernikahannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33

“Lorenzo!” teriakan Alina membuat Lorenzo langsung menoleh ke depan.

Sebuah truk besar melaju dari arah kanan. Jaraknya sudah terlalu dekat. Dalam hitungan detik, mereka bisa menghantam bagian samping truk itu.

Wajah Lorenzo langsung berubah. “Alina, minggir!”

“Aku tidak tahu caranya!”

“Lepaskan kakimu dari pedal!”

Alina refleks mengangkat kedua kakinya dari pedal. Justru karena itu, mobil mereka terus meluncur tanpa kendali.

“Aku ambil alih!”

Lorenzo segera membuka sabuk pengamannya. Dalam satu gerakan cepat, ia meraih kemudi dari tangan Alina dan menginjak pedal rem. Tubuhnya sedikit condong ke depan ketika ia memutar setir dengan kuat.

Suara klakson truk menggelegar di belakang mereka. Alina menjerit sambil memejamkan mata.

“Aaaaaaa!”

Lorenzo juga mengertakkan gigi sambil berusaha mengendalikan mobil.

“Pegangan yang kuat!” Lorenzo langsung meraih kemudi dari tangan Alina.

“Lorenzo!”

“Jangan gerak!”

Tangan pria itu memutar setir dengan cepat. Mobil mereka bergeser tajam ke kiri, lalu melaju kencang melewati sisi truk. Suara klakson panjang menggema di belakang mereka.

Alina menjerit sambil menutup wajah dengan kedua tangan. Sementara Lorenzo menginjak pedal gas, lalu segera mengendalikan mobil agar tetap berada di jalurnya. Untungnya, jalan di samping truk sedang kosong. Tidak ada kendaraan lain yang melaju dari arah berlawanan.

Beberapa detik terasa seperti berlangsung sangat lama. Barulah setelah berhasil melewati truk, Lorenzo mengurangi kecepatan. Mobil melaju beberapa meter sebelum akhirnya berhenti di pinggir jalan.

Mesin masih menyala. Namun, tidak satu pun dari mereka langsung berbicara.

Alina masih menutup mulut dengan telapak tangannya. Napasnya pendek-pendek. Wajahnya pucat, sedangkan kedua matanya berkaca-kaca.

Lorenzo memegang kemudi erat-erat. Dada pria itu naik turun. Ia baru menyadari telapak tangannya berkeringat.

“Ya Tuhan ...,” bisik Alina. Dia menatap ke belakang melalui kaca mobil, memastikan truk tadi benar-benar sudah jauh.

“Aduh ....” Ia mengusap dadanya. “Selamat ... kita selamat.”

Lorenzo menoleh sekilas. Dia lalu bersandar ke kursi dan kepalanya mendongak, sementara matanya terpejam. Ia menarik napas dalam-dalam, lalu mengembuskannya perlahan. Baru sekarang tubuhnya merasakan ketegangan yang sejak tadi tertahan.

“Nyaris saja,” gumam Lorenzo.

Alina menoleh.

“Aku kira kita benar-benar akan pindah alam. Tadi seakan malaikat pencabut nyawa sudah berdiri di depan mataku.” Lorenzo membuka mata dan menatapnya.

“Jangan bicara begitu,” balas Alina pelan.

“Kamu tahu siapa yang membuat kita hampir pindah alam?”

Alina langsung terdiam. Matanya bergerak ke arah Lorenzo. Kemudian menunjuk dirinya sendiri dengan jari.

“Aku?”

Lorenzo menatapnya tanpa berkedip.

“Siapa lagi?”

“Maaf.” Alina menundukkan kepalanya.

Lorenzo mengusap wajahnya. Ia sungguh ingin marah. Namun, ketika melihat wajah Alina yang masih pucat dan kedua tangannya yang masih gemetar, amarahnya perlahan mereda. Bagaimanapun juga, wanita itu bukan sengaja ingin membahayakan mereka. Alina memang benar-benar tidak bisa menyetir dengan baik.

Lorenzo menghela napas lagi. “Sudahlah.”

“Aku benar-benar minta maaf,” kata Alina merasa bersalah.

“Jangan menyetir lagi,” ucap Lorenzo dengan nada lembut.

Alina mengangguk cepat. “Setuju.”

Alina menunduk. Tangannya masih gemetar. “Aku benar-benar takut.”

Kalimat itu keluar begitu saja. Tidak ada nada bercanda.

Lorenzo memandangnya beberapa saat. Kemudian tangannya bergerak perlahan dan menepuk punggung tangan Alina yang berada di atas paha.

Alina menoleh.

“Kita tidak apa-apa.”

Alina mengangguk kecil. “Iya.” Beberapa detik kemudian, ia menarik napas panjang. “Maaf.”

Lorenzo mengerutkan kening. “Jangan dipikirkan sekarang.”

“Tapi kalau kamu tidak cepat mengambil kemudi ....”

Alina tidak melanjutkan kalimatnya. Ia tidak sanggup membayangkan apa yang akan terjadi jika Lorenzo terlambat mengambil alih.

Lorenzo juga tidak ingin membayangkannya. “Sudah,” katanya sekali lagi. “Yang penting kita selamat.”

Alina mengangguk. “Terima kasih.”

Lorenzo menatapnya sekilas. Ia kemudian menjalankan mobil lagi dengan kecepatan rendah. Tidak ada percakapan selama beberapa menit. Alina duduk sambil menatap keluar jendela. Sesekali ia mengembuskan napas panjang.

Baru ketika melihat lampu sebuah restoran di pinggir jalan, Lorenzo membelokkan mobil. “Kita makan di sini.”

Lorenzo mematikan mesin. “Aku masih tidak tenang.”

Alina memperhatikannya.

Lorenzo membuka sabuk pengaman. “Dan aku tidak mood memasak.”

Alina mengangguk. “Baik.”

Mereka turun dari mobil. Namun, baru saja kaki Alina menyentuh tanah, lututnya langsung melemas. Tubuhnya hampir jatuh.

“Eh!”

Lorenzo buru-buru menangkap lengannya. “Kenapa?”

Alina memegang bahu Lorenzo. “Kakiku.”

Lorenzo mengernyit. “Kenapa dengan kakimu?”

“Kedua kakiku lemas.” Alina mencoba berdiri lagi. Namun baru satu langkah, tubuhnya kembali goyah.

Alina langsung memegang Lorenzo lebih erat. “Lorenzo, tolong aku! Aku kayaknya tidak bisa jalan. Kaki aku rasanya tidak ada tenaga.”

Lorenzo melihat kedua kaki Alina yang sedikit bergetar.

1
Muft Smoker
harus ny km cari informasi yg bnr2 akurat dluu ,, baru bertindak ,, setelah tau semua kebenaran ny ,, gmn rasanya ed ,, penyesalan udh pasti , malu mungkin ad , duka tentu km rasakan ,, tp di balik semua tu pertanggung jawaban ttap harus km jalani ,,
Felycia Fernandez
pantesan gak update ya kk Thor,semoga cepat sembuh ya kk.banyak minum air putih hangat kk...
Hadi Mulyono
ini bab panjaang
Atik Kiswati
next......
RiriChiew🌺
emang salah nya kamu ed , dulu hrusnya tanya Lorenzo dulu gimana kejadian nya bukan langsung menuduh dan balas dendam kaya beginii 😔
Inooy
setelah semua misteri kematian Xavier terbuka dengan jelas, nyesel kan kamu Ed?
maka nya sebelum kamu benar2 menyalahkan seseorang atas kematian kaka mu..sebaik nya kamu telusuri dulu kebenaran nya sampai sedetail detail nya, jangan hanya meliat sepotong video yg g lengkap kamu langsung menyalahkan orang tanpa tau kebenaran yg sebenar benar nya....
setelah smua nya terbuka, sekarang kamu tanggung konsekuensi dendam mu Ed..karena akibat dendam mu kamu mencelakai Lorenzo yg notabene telah berusaha menyelamatkan kaka kamuu...
jadiiii siap2 hukum yg akan mengambil alih masalah kamu, Ed....
ryuka
haduuhh edgar kamu terlalu sulit mempercayai nya ya
Inooy
Ya Allah aq kira kaka sehat2 aj, pantesan up nya lama..aq pikir lg rehat sejenak utk mengembalikan mood yg suka naik turun, ternyata rehat nya benar2 rehat karena sakit 🥺
cepet sehat dn pulih lg y ka Santi,,biar Alina dn Lorenzo nya g kesepian 🤭
sehat selalu kakaaaa...!!!!
Inooy
sekarang kamu mengakui klo Lorenzo membantu kalian utk bebas dr penyekapan..kenapa waktu om Roberto belum datang dn belum berbicara soal kebebaran tetang kejadian belasan tahun k belakang,,kamu dn Pabio dengan yakin nya menyalahkan Lorenzo..kamu takut ama kemarahan om Roberto yg sangat amat melindungi alorenzo??
maka nya klo mo ngomong kebenaran itu d pikirin dulu baik buruk nya,,jangan hanya demi menyelamatkan diri sendiri kalian mengorbankan orang lain...lagian udh jelas2 4 kluarga udh berbicara tentang kejadian itu dn udh saling menerima dn memahami nya..kenapa kalian tiba2 seolah olah g tau apa2??? 😡
Inooy
nah lhoo saksi hidup lain nya masih ada, dn saksi hidup nya bakalan murka ama kalian Pabio dn Darius..karena pernyataan kalian yg asal bunyi udh bikin seorang Lorenzo d siksa Edgar....
siap siaaaap kalian menerima erupsi nya seorang Robertoo!!!! ha ha haaaa
Inooy
tuuuh kaan kalian g bisa menjelaskan secara rinci, padahal kalian jg korban penculikan tersebut..aneh aj kalian langsung menyalahkan Lorenzo, padahal dr awal kalian d sekap kalian tau Lorenzo jg tertangkap..dn tau jg gimana berusaha keras nya Lorenzo membantu kalian utk bebas,,tp koq sekarang malah seolah olah Lorenzo yg bersalah atas kematian Xavier..ada apa dengan kalian??

bikin emosi aj s Pabio ama s Darius inii..😤
Inooy
dn kalian jg jangan asal men-judge Lorenzo..tooh video kalian cuma sepotong d tambah lg kalian keburu pingsan kaan..jd kronologi keseluruhan nya tidak tau pasti.....
hati2 atas pernyataan kalian, orang yg kalian fitnah bukan orang sembarangan..kalian seolah olah menuduh Lorenzo 100% bersalah, kalian menuduh Lorenzo menjadikan Xavier tameng bagi diri nya..padahal kalian tidak tau d balik tubuh Xavier yg tidak secara langsung membentengi tembakan bagi Lorenzo...kalian hanya berasumsi sendiri, ato mungkin kalian hanya berlindung dr kemarahan Edgar?
tp kalian menyepelekan kemarahan nya Alina dn papa Alessandro klo terbukti pernyataan kalian membuat Lorenzo menderita dn terluka!!!
Ummee
iyaa... knp si edgar bebal banget, gengsi kali ya mau ngaku salah

semoga lekas sembuh kak, sehat²...
Arin
Biar Edgar tau sebab dan akibatnya karena berusaha mencelakai Lorenzo. Akibat dendam lama yang salah sasaran
Ummee
lah... ternyata pengkhianat nya orang yg ditolong dulu, apa motifnya coba?
tau gitu dulu jgn ditolong
Inooy
ternyata teman lucknat yg udh bikin Edgar salah paham dn mengakibatkan Lorenzo jd bulan bulanan dendam nya Edgar....
Pabio dn Darius kalian layak nya anjing yg lg kejepit d tolongin, tp ngebalas gigit orang yg nolongin kalian ckckck....
seandai nya dulu kalian g d tolongin Lorenzo, aq yakin kalian g akan hidup kaya sekarang..kalian benar2 teman durjanaa, g mikir apa ketika Lorenzo mati matian nolongin kalian..sampe2 Lorenzo mempertaruhkan nyawa nya jg??? 😡
sekarang malah kalian memutarbalikkan fakta..ingaaat hukum tabur tuai Pabio, Dariuuus!!!! 😤
Halimah
Makanya Gar....Edgar jd orang tuh yg pinter jgn bodoh.Cuma dr potongan sebuah video singkat km lgsg menyimpulkan sendiri tanpa km cari tau kejadian sebelumnya gmn Malu ga Lo skrg???? pasti malu laaaah
Halimah
Emang iya bebal bgt si Edgar...Getok aja thor pake palu biar pinteran dikit🤣🤣🤣
Semangat thor semoga lekas sehat ya
Uba Muhammad Al-varo
Edgar makanya kepintaran otak mu dipakai untuk menyelidiki kebenaran yang sebenarnya terjadi bukan malah pintar kebelingger jadinya salah paham 🤔🤔🤔
Halimah
Tegang bgt bacanya...Itu Pablo n Darius oon apa gmn sih? udah d tolongin malah kek gitu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!