NovelToon NovelToon
Benih Rahasia Sang Dokter

Benih Rahasia Sang Dokter

Status: sedang berlangsung
Genre:One Night Stand / Anak Genius / Dokter Genius
Popularitas:27.8k
Nilai: 5
Nama Author: lala_syalala

Ashela Safira, seorang gadis yang membanting tulang demi melunasi utang ayahnya, terpaksa merelakan kesucian yang ia jaga selama ini direnggut oleh pria asing.

Merasa harga dirinya telah hancur, ia memilih melarikan diri dan menghilang setelah malam panjang itu. Namun, di tengah pelariannya, Ashela justru mendapati dirinya hamil.

Sementara itu, Elvano Gavian Narendra, seorang dokter berhati dingin, terbangun dan mendapati gadis yang bersamanya telah pergi.

Rasa sesal seketika menghantamnya saat melihat bercak merah di atas ranjang, yaitu sebuah tanda bahwa ia telah menodai seorang gadis asing yang bahkan tidak ia ketahui identitasnya.

Bagaimana kelanjutannya???
YUKKKK GAS BACAAAA!!!

IG @LALA_SYALALA13
YT @NOVELLALAAA

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lala_syalala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ketakutan Yang Mencekik

Ambulans itu tiba-tiba melambat sebelum berbelok tajam ke arah sebuah kawasan medis yang sangat elit. Ashela menempelkan wajahnya ke kaca jendela, mencoba membaca papan nama besar di gerbang utama. Seketika, napasnya seolah terhenti di kerongkongan.

NARENDRA HOSPITAL.

Dunia Ashela serasa berhenti berputar. Huruf-huruf perak yang berkilau di bawah lampu jalan itu tampak seperti vonis mati baginya. Jantungnya yang tadi berdetak kencang kini terasa menghantam rusuknya dengan keras.

'Tidak... tidak mungkin...' bisiknya dengan bibir yang memucat.

Seluruh tubuhnya gemetar hebat. Dari ratusan rumah sakit di Jakarta, dari puluhan rumah sakit swasta yang bekerja sama dengan yayasan, kenapa harus tempat ini? Kenapa takdir membawanya kembali tepat ke kandang singa yang paling ia hindari?

Ia segera teringat pada profil majalah bisnis yang pernah ia lihat di kios koran dulu.

Elvano Gavian Narendra – Direktur Muda.

"Pak! Pak Sopir!" Ashela berteriak ke arah jendela kecil yang menghubungkan ruang medis dengan kabin pengemudi.

"Bisa kita pindah rumah sakit? Tolong, saya tidak mau ke sini! Ada rumah sakit lain, kan?" tanya Ashela dengan panik.

Petugas medis yang mendampingi di sampingnya menatap Ashela dengan bingung.

"Ada apa, Bu? Ini rumah sakit jantung terbaik di Indonesia. Fasilitasnya paling lengkap untuk kondisi Leo. Yayasan sudah membayar semua jaminan di sini." ucap sang sopir.

"Tapi saya... saya tidak bisa ke sini." isak Ashela, tangannya mencengkeram kain kerudungnya dengan frustrasi. "Tolong, Pak. Rumah sakit mana saja asal bukan yang ini!"

"Ibu, tenang dulu. Lihat kondisi Leo," petugas itu menunjuk monitor detak jantung yang mulai menunjukkan grafik yang tidak teratur. "Leo tidak akan kuat jika kita mencari rumah sakit lain sekarang. Kita harus segera masuk ke IGD. Ini masalah nyawa, Bu."

Ashela menoleh ke arah Leo. Wajah putranya yang pucat pasi dan tarikan napasnya yang pendek-pendek seolah menampar kesadaran Ashela. Ia terjepit di antara ketakutan pribadinya dan nyawa buah hatinya. Ego sebagai wanita yang terluka berbenturan dengan naluri sebagai seorang ibu.

Ia memejamkan mata rapat-rapat, membiarkan air mata keputusasaan membasahi pipinya.

'Tuhan, jika ini adalah caramu untuk menghukumku, maka lakukanlah. Tapi tolong, selamatkan Leo. Jangan biarkan dia bertemu dengan ayahnya. Jangan biarkan siapapun di sini mengenali siapa aku.' batinnya.

Ambulans mulai memasuki area lobi Instalasi Gawat Darurat (IGD) yang sangat megah. Lantainya yang mengilap dan lampu-lampu kristal di lobi menunjukkan betapa rumah sakit ini hanya ditujukan untuk kalangan atas.

Ashela segera menarik masker medisnya lebih tinggi, menutupi hampir seluruh wajahnya hingga hanya menyisakan matanya yang sembab. Ia juga menarik tudung jaketnya yang kusam, berusaha menenggelamkan diri dalam penyamaran yang sederhana.

"Mama di sini, Leo. Mama tidak akan pergi," bisiknya berkali-kali, lebih untuk meyakinkan dirinya sendiri daripada untuk Leo.

Di dalam pikirannya, Ashela menyusun skenario pertahanan. Ia akan tetap menunduk. Ia tidak akan banyak bicara. Ia akan menggunakan nama panggilannya yang berbeda atau mengaku sebagai kerabat jauh jika ada yang bertanya. Ia berharap Elvano, sang direktur yang sibuk, tidak akan pernah menginjakkan kaki di bangsal kelas rendah atau area pasien hibah. Ia berharap pria itu terlalu tinggi di menara gadingnya untuk sekadar melihat seorang ibu tunggal dari kampung.

Namun, ia tahu bahwa risiko itu tetap ada. Setiap langkah yang ia ambil di koridor rumah sakit ini adalah pertaruhan nyawa dan rahasia.

Pintu belakang ambulans dibuka dengan sentakan cepat. Udara dingin Jakarta yang bercampur aroma antiseptik khas rumah sakit kelas atas segera menyerbu masuk.

"Pasien rujukan dari Sukabumi tiba! Pasien anak, Leonardo, tiga tahun. Kondisi kritis, cyanotic spell!" teriak petugas ambulans saat menurunkan tandu Leo dengan cekatan.

Beberapa perawat dengan seragam biru muda yang sangat rapi segera berlari mendekat, membawa peralatan medis yang canggih. Mereka bergerak dengan efisiensi yang menakutkan, berbeda jauh dengan suasana puskesmas atau rumah sakit daerah yang pernah Ashela kunjungi.

Ashela melompat turun dari ambulans, hampir terjatuh karena kakinya yang terasa lemas seperti jelly. Ia terus menempel pada sisi tandu Leo, tidak membiarkan ada celah antara dirinya dan anaknya.

"Ibu, silakan tunggu di bagian pendaftaran setelah kami membawa Leo masuk ke ruang stabilisasi." ujar salah satu perawat dengan nada sopan namun tegas.

"Tidak! Saya harus ikut!" Ashela mencengkeram pinggiran tandu.

"Hanya sampai pintu ini saja, Bu. Dokter ahli jantung sudah menunggu di dalam. Percayakan pada kami." ucap perawat tersebut.

Ashela terpaksa melepaskan cengkeramannya saat tandu Leo didorong masuk melalui pintu kaca otomatis yang bertuliskan ZONE 1 - CRITICAL CARE. Ia berdiri mematung di depan pintu kaca itu, menatap punggung kecil Leo yang menghilang di balik kerumunan tenaga medis.

Ia berdiri di tengah lobi IGD yang luas dan sangat modern. Di sekelilingnya, dinding-dinding marmer dan foto-foto para pendiri rumah sakit terpampang jelas. Ashela tidak berani menatap dinding-dinding itu, ia takut melihat wajah keluarga Narendra yang mungkin terpajang di sana.

Ia merasa sangat kecil dan kotor di tempat yang begitu bersih dan mewah ini. Pakaiannya yang kusam karena debu perjalanan, sandalnya yang tipis, dan koper tuanya yang rodanya bunyi berderit saat digeser, membuatnya tampak seperti orang asing yang masuk ke dunia yang salah.

"Leo... tolong bertahanlah," bisiknya lirih, punggungnya bersandar pada pilar besar di lobi.

Jantungnya masih berdegup kencang, setiap kali pintu otomatis terbuka, ia akan tersentak dan membuang muka, takut jika sosok yang muncul adalah pria yang pernah menghancurkan hidupnya. Ia merasa seperti sedang berada di dalam sangkar emas yang mematikan.

Di satu sisi, ia bersyukur anaknya berada di tempat terbaik, namun di sisi lain, ia merasa nafasnya semakin sesak karena ketakutan yang mencekik.

Ia tidak tahu bahwa hanya beberapa meter di balik dinding ruang stabilisasi itu, seorang pria dengan jas putih yang sama dengan yang ia benci sedang mempelajari rekam medis Leo.

Pria yang sedang ia hindari dengan sekuat tenaga, ternyata adalah orang yang sudah memberikan perintah khusus untuk menyambut kedatangan putranya.

Ashela duduk di kursi tunggu kayu yang keras di pojok ruangan, menelungkupkan wajahnya di antara kedua lututnya. Ia berusaha mengecilkan eksistensinya, berharap ia bisa menjadi tak kasat mata di rumah sakit megah milik Elvano Gavian Narendra ini.

Ia belum tahu, bahwa takdir tidak akan membiarkannya bersembunyi lebih lama lagi. Gerbang masa lalu telah terbuka lebar, dan tidak ada lagi jalan untuk kembali ke Sukabumi tanpa menghadapi badai yang sesungguhnya di Jakarta.

.

.

Cerita Belum Selesai.....

1
Eliermswati
waduh gawat nih thor pasti bkl ketemu sm leo mama nya el😂😂smga jngn d ambil kshn nnti ashela, smngt thor up nya
4_amiraa_ Tadzkiyaa_
nah nah nenek biasanya jelie melihat kemiripan leo dan elvano.... duhh seruuu thorr
elief
lanjut thor, buat elvano menyadari keberadaan leo dan ashela. semoga mama elvano liat leo hehehe
erviana erastus
ikatan batin yg kuat antara anak dana ayah namun sang ayah belum sadar 😭
Fatmawati Qomaria
elvano apakah kamu tidak ada ikatan batin antara kamu leo dan asyilla?
karna biasanya perempuan menggunakan logika dari pada perasaan...
asyilla cobalah menggunakan hati mu untuk leo
🇧🇬
harus hepi ending ya 🌚🌚🌚 jangan lupa
Deliz Diaz Dla FM B
Semangat ya
Khansa Caca
ayolah cerita nya hanya disitu situ saja langsung ke pointnya Thor biar lebih seru 🤭🙏
Eliermswati
wah akhirnya leo bs ngobrol bareng ayahnya😍😍 smngt leo smg cpt smbh dan bs main lg😍😍 smngt thor up nya
4_amiraa_ Tadzkiyaa_
meleleh dehh leo ngobrol dg bapaknya.. bgmn perasaan ashilla ituuu.... whaaaa pasti terenyuh yaaa.... sukaaaaa semangat up thor😍💪🙏
elfanaya 💞
Sepertinya kamu belum sadar kalau itu anakmu el
Mita Paramita
seru banget 😁😁😁 lanjut Thor 🔥🔥🔥
Ari Atik
deg-segan banget,ikut tahan bafas...😊😊
semoga mereka bisa berkumpul bersama...
Ari Atik
sejauh ini,ceritanya menarik...

next...
4_amiraa_ Tadzkiyaa_
huhu bayangin alat2 n riuhnya r operasi... seru kaa👍🙏
🇧🇬
al udah deg2an kurang darah dan ketahuan! 🦖
chiara azmi fauziah
buat asela bahagia thor please
Nurilbasyaroh
mudah mudahan cepet ketahuan klo leo itu anak y
NN
lanjuttt
Deliz Diaz Dla FM B
Semangat ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!