NovelToon NovelToon
Istri Nakal Dokter Aziz

Istri Nakal Dokter Aziz

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Dokter / Tamat
Popularitas:4.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: Asni J Kasim

Novel INDA dari episode 1-133 (Tamat)
Part selanjutnya Sequel dari Novel INDA.
-----
Ciuman tanpa disengaja menyebabkan wanita bernama Amrita Venisa harus menikah dengan pria bernama Aziz.

Amrita yang jaim kerap kali mengerjai suaminya. Dan Aziz yang baik hati dia tidak pernah marah akan tindakan konyol sang istri. Seiring berjalannya waktu, benih-benih cinta pun tumbuh dalam hati keduanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Asni J Kasim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

INDA. Episode 24

RS Awal Bros

Aziz ke luar dari mobil lalu masuk ke dalam rumah sakit. Sepanjang jalan, ia terus tersenyum. Ia tidak sabar lagi menunggu istrinya kembali dari gunung Bulusaraung. Entah apa yang dibisikkan istrinya hingga ia tak sabar menunggu istrinya pulang.

"Dokter, aku perhatikan sejak turun dari mobil, dokter terlihat bahagia. Apa ada kabar gembira? tanya Pa Satpam.

Aziz tersenyum. "Tentu saja. Tapi cukup aku yang tahu kabar gembira itu" balas Aziz membuat Pa satpam terkekeh mendengarnya.

"Selamat bekerja ya Pa. Aku mau ke ruangan dulu" kata Aziz berlalu pergi.

Setiap rekan kerja yang berpapasan dengan Aziz, mereka semua merasa heran melihat Aziz yang nampak berbeda dari sebelumnya. Dari kejauhan, Dokter Aher mengerutkan dahinya saat melihat Aziz terlihat seperti orang gila.

"Aziz, kenapa kamu terlihat seperti orang gila? Apa istrimu mencampur sesuatu di makananmu?" tanya Aher penasaran. Selama bekerja dengan Aziz, Aher tidak pernah melihat Aziz melompat bahagia.

Aziz menyentil jidat Aher, membuat Aher meringis kesakitan. "Kamu terlalu berpikiran buruk tentang istriku" kata Aziz.

"Bukan maksud aku berkata seperti itu. Tapi jujur, hari ini kamu berbeda dari biasanya. Kamu terlihat seperti orang yang tidak waras. Kamu melompat, tersenyum bahkan baju jas kamu terbalik" ujar Aher dengan jujur. Kejujurannya itu membuat Aziz menatap baju jas yang ia kenakan.

"Astagfirullah. Pantas semua orang menatapku dengan bingung" balas Aziz. Ia nampak malu. Dengan segera, Aziz berlari kecil memasuki ruangannya. Setelah selesai membalikkan jasnya, Aziz berjalan ke luar menuju rungan Presiden Suite.

Presiden Suite

Cek-lek... Aziz membuka pintu lalu masuk ke dalam. Di dalam ruangan Presiden Suite, Aziz melihat seorang wanita yang ia kenal. Siapa lagi kalau bukan Anaya. Entah apa yang Anaya lakukan di ruangan itu.

"Bagaimana keadaan Bapa hari ini? Apa masih sakit?" tanya Aziz.

"Alhamdulilah sudah tidak dok" balas sang pasien.

Seusai memeriksa keadaan pasien, Aziz kembali ke luar menuju ruang kelas 2. Di perjalanan menuju kelas 2, ia mendengar seseorang memanggilnya. Aziz menoleh ke arah suara, ia melihat Anaya sedang berjalan menghampirinya.

Dengan senyum Anaya berkata. "Terimakasih sudah mengobati pamanku"

Dengan suara lembutnya, Aziz membalas perkataan Anaya. "Itu sudah menjadi tugasku, Anaya"

---------------

Amrita dan teman-temannya sedang mendaki gunung Bulusaraung. Sepanjang jalur pendakian menuju puncak gunung ini, mereka menjumpai berbagai macam jenis tumbuhan mulai dari pohon rotan, kemiri, dan juga kelapa. Selain itu, mereka juga melihat beberapa fauna seperti kera hitam, musang, dan berbagai jenis kupu-kupu.

"Amrita, apa kamu lelah?" tanya Hanin.

"Aku tidak lelah tapi aku bahagia" balas Amrita. Amrita dan teman-temannya sedang beristrahat.

Saat lelah mereka sedikit berkurang, mereka pun melanjutkan perjalanan menuju pos kesembilan. Pos kesembilan adalah pos yang biasanya digunakan sebagai tempat berkemah bagi para pendaki yang ingin menikmati momen matahari terbit di puncak gunung. Tak membutuhkan waktu lama, mereka pun sampai di pos kesembilan.

"Hanin, Amrita, kalian berdua tetap di sini. Jangan berpisah dengan rombongan" kata Fakri. Ia memperingatkan sahabatnya karena bukan hanya mereka yang pergi mendaki. Ada beberapa kelompok lain yang juga datang mendaki.

--------------

RS Awal Bros

Aziz sedang bersiap siap untuk pulang ke rumahnya. Ia mengambil kunci mobil lalu ke luar menelusuri lorong rumah sakit. Sesampainya di lantai satu, Aziz melihat satpam yang pagi tadi sedang tersenyum kearahnya.

"Senyum terus Pa" kata Aziz bergurau.

"Hahahaha. Saya bahagia saat melihat Dokter bahagia" balas Pa Satpam.

"Iya Pa. Hari ini aku sangat bahagia. Oh ya, aku pamit pulang ya. Assalamualaikum" kata Aziz tersenyum ramah pada Pa Satpam.

"Baik Dok, hati-hati di jalan" balas Pa Satpam

Aziz berlalu pergi menaiki mobilnya. Ia memakai sabuk pengaman lalu menyalakan mesin mobil. Mobil perlahan bergerak menuju jalan raya. Dalam perjalanan, Aziz terus memikirkan apa yang dibisikkan istrinya.

"Apa yang ibu dan papa lakukan sekarang? Lebih baik aku ke rumah ibu" gumam Aziz. Ia terus mengendarai mobilnya menuju rumah ibunya.

------------

Aziz memakirkan mobilnya di depan rumah orang tuanya. Di depan rumah, ada seorang wanita yang Aziz kenal. Wanita itu bernama Afika Anjani, sepupu Aziz yang tinggal di Surabaya.

"Kak Aziz...!" sorak Afika, ia berlari memeluk Aziz.

Aziz tersenyum lalu membalas pelukan adik sepupunya. "Kamu terlihat cantik sekarang" puji Aziz.

"Kakak, mana istri kakak? Aku ingin berteman dengannya" kata Afika. Ia menunggu seseorang turun dari mobil tapi orang yang ia ingin lihat tak kunjung ke luar.

"Kamu tunggu siapa?" tanya Aziz mengerutkan dahinya.

"Istri kakak!" ketus Afika.

Aziz tersenyum. "Istri kakak lagi pergi mendaki bersama Fakri dan teman-teman mereka. Besok baru dia pulang" ujar Aziz.

"Ayo kita masuk. Ada ibu dan papa kan di rumah?" tanya Aziz sembari melingkarkan tangannya di leher Afika.

"Paman dan tante ada di dalam. Aku tidak tahu apa yang terjadi pada mereka. Sejak semalam mereka terus tertawa. Dan pagi tadi, mereka kembali terlihat aneh" balas Afika dengan jujur.

Aziz membulatkan mata saat melihat ibu dan papanya sedang berjoget di ruang keluarga. Mereka memutar lagu yang berjudul "Mengenang masa lalu". "Fika, apa kita harus memanggil dokter ahli untuk ibu dan papa?" tanya Aziz.

"Aku rasa begitu kak. Semalam pas aku tiba di rumah, aku melihat paman dan tante sedang bernyanyi sambil joget-joget gitu. Bahkan aku melihat Fakri menatap aneh paman dan tante" jelas Afika.

Aziz mengambil ponselnya, ia berencana untuk menghubungi psikiater. Saat hendak menghubungi psikiater, tiba-tiba tante Eka merampas ponsel Aziz.

"Apa yang mau kamu lakukan? Apa kamu pikir ibu tidak dengar percakapan kalian berdua!!" ketus Tante Eka.

"Alhamdulilah ya Allah. Akhirnya engkau mengembalikan ibuku seperti dulu" ujar Aziz.

Tante Eka menyentil jidat putranya membuat Aziz meringis kesakitan. "Ibu...!! Sakit tahu..." ketus Aziz.

----------

Gunung Bulusaraung

Malam hari

Hanin dan Amrita sedang merebahkan tubuh mereka di dalam tenda. Keduanya sedang bercanda gurau hingga tawa kecil terdengar di dalam. Hanin melontarkan satu pertanyaan pada Amrita. Pertanyaan yang Amrita sendiri malu untuk menjawabnya.

"Amrita, kenapa kamu diam. Kamu sudah melakukannya kan dengan suamimu?" tanya Hanin penasaran.

"Aku malu untuk menjawabnya. Ayo tidur" kata Amrita.

"Maafkan aku Hanin, bukannya aku tidak mau memberitahumu tapi aku malu pada diriku sendiri yang sangat egois. Aku membuat suamiku menahan nafsunya" batin Amrita.

Amrita mencoba memejamkan matanya namun pikirannya selalu tertuju pada suaminya. "Apa yang Om Aziz lakukan sekarang?" ucap Amrita dalam hati.

"Tunggu aku kembali Om" batinnya sembari memejamkan mata.

1
Adinda Bramantio
Luar biasa
Rhmad Flash
kalau amrita hml BKN seronoh sedunia
Rhmad Flash
visualnya toor
Rhmad Flash
gila lucu banget.andai mertuaku seperti itu.tapi kenyataannya tdk,,,
Rhmad Flash
tapiku dokter Aziz msh menyimpan ft anaya
Lilisdayanti
mantu sama camer sama²somplak,,🤭🤭🤭
Lilisdayanti
mampir aqu,thur,aqu lagi bosan sama yg kebanyakan konflik,,lagi pengen baca yg ringan²
Siti Aniah
maaf author mao tanya tabe itu apa ya thor?
Asni J Kasim: Maaf baru balas, karena baru aktif setelah sekian purna sibuk di dunia nyata. 🤣🤣🤣🤣

Tabe itu permisi. Jadi kalau mau lewat, harus minta permisi.
total 1 replies
❤️ TISAFOREVER ❤️
mampir kak... seperti nya seru...😁😁😁
Masita Fangky
🥰
Qaisaa Nazarudin
Kiiiaaahaa Idah sayang sayang aja nih,muntang muntang udah belah duren 🤣🤣🤣😜😜
Qaisaa Nazarudin
Dengantak langsung kamu telah melukai perasaan istri kamu lagi dan lagi ,,Apa kamu sadar??
Qaisaa Nazarudin
# Ibu nya modus
Qaisaa Nazarudin
🤣🤣🤣🤣🤣 Benar kata Aziz,,nih inu nya modus banget😂😂😂😜😜
Qaisaa Nazarudin
Dasar anak durhakim..
Qaisaa Nazarudin
Kenapa kamu gak jujur saja kalo emang gak ada apa2 lagi,.siapa pun yg mendengar kamu berteleponan begitu mesra dgn mantan mu,akan mengira seperti apa yg istri kamu kira,tentang hibungan mu dgn Anaya,,
Qaisaa Nazarudin
Itu sudah menjawab dr pertanyaan Amrita,,
Qaisaa Nazarudin
Ada yg kebakaran jenggot tuh 🤣🤣🤣
Qaisaa Nazarudin
Apa kamu juga lupa dan gila karna kamu juga mengenalkan nya ke Anaya sebagai sepupu mu,, nah rasakan sekarang,apa perasaan mu??👏🏻👏🏻👏🏻👍🏻👍🏻
Qaisaa Nazarudin
ONG apakah Aziz masih mencintai mantan,apa gak sadar sekarang dia udah punya istri?? kenapa masih mengingati mantan?? Udah ditinggal saat harinpernikahan juga,masih diningatin lagi?? Astaga..kok aku yg emosi..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!