NovelToon NovelToon
Rumah Yang Tak Lagi Utuh

Rumah Yang Tak Lagi Utuh

Status: tamat
Genre:Single Mom / Hamil di luar nikah / Cintapertama / Tamat
Popularitas:46.8k
Nilai: 5
Nama Author: Aure Vale

Bagaimana rasanya ketika suami yang Aurel selalu banggakan karena cintanya yang begitu besar kepadanya tiba-tiba pulang membawa seoarang wanita yang sedang hamil dan mengatakan akan melangsungkan pernikahan dengannya? Apakah setelah ia dimadu rumah yang ia jaga akan tetap utuh?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aure Vale, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian Dua Puluh Lima

Sudah sebulan ini Erven tidak pulang ke rumah, pesan yang ia kirim pun tidak pernah dibalas, jangankan dibalas dibaca saja tidak pernah padahal ia selalu lihat jika Erven sering aktif tapi ketika ketika ia telpon tiba-tiba menjadi centang satu.

Ada apa? Aurel tidak pernah mendapati perubahan sebesar ini pada diri Erven? Rasanya sakit sekali suami yang berhasil ia cintai dengan sepenuh hati mendadak tidak pernah memperdulikan dirinya lagi.

Hari ini Aurel nekat untuk mengunjungi kantor Erven, tidak peduli jika ia harus melihat kemesraan Erven dan Jihan, ia hanya ingin meminta penjelasan mengapa ia sampai tidak pulang sebulan ini bahkan tidak pernah membalas pesannya.

Hari ini sengaja ia berdandan sedikit berlebihan untuk menarik perhatian suaminya, tidak peduli jika orang-orang melihatnya aneh, ia hanya ingin suaminya kembali lagi padanya.

Sesampainya di depan gedung kantor suaminya, Aurel melangkah masuk dengan percaya dirinya, ia bahkan menyapa beberapa karyawan yang melewati dirinya, tentu saja mereka langsung menunduk hormat karena mengenal Aurel, apalagi ia istri pertama Erven yang sudah pasti sering datang ke kantor atasan dari mereka itu.

Dengan santainya ia berjalan melewati banyak karyawan yang sedang berkumpul di lantai tempat suaminya memiliki ruang kerja, Aurel hendak bertanya ada apa mereka sampai berkumpul di lantai itu, tapi baru saja ia membuka mulutnya untuk bertanya, seseorang yang menjadi tujuan utamanya ia ke kantor datang bersama dengan Jihan di sisi kirinya, tangannya bahkan merangkul mesra Jihan yang menundukkan kepalanya.

"Saya tanya sekali lagi, siapa yang baru saja menyiram istri saya dengan teh panas diantara kalian semua?" tanya Kaivan dengan suara datar dan dinginnya membuat orang-orang yang berkumpul ketakutan, tidak pernah sekalipun mereka melihat Erven yang marah sampai segitunya, sekali pun jika ada kesalahan yang dibuat salah satu karyawannya, ia hanya akan memanggilnya untuk berbicara langsung di dalam ruangannya.

"Siapa?" bentak Kaivan karena tidak satupun yang mengaku diantara banyaknya karyawan yang ia kumpulan di lantai tempatnya bekerja.

Kedua pandangan Aurel berpindah pada Jihan, dan benar saja, ia melihat kemeja putih Jihan yang sedikit berwarna kecoklatan, bahkan dari daerah dada sampai perutnya penuh dengan tumpahan air berwarna kecoklatan itu, Erven bahkan sampai harus menutupinya dengan kemeja hitam miliknya, jadilah ia hanya menggunakan kemeja putihnya tanpa jas.

"Tidak ada yang mau mengaku, hah?" teriak Erven sekaki lagi, tatapannya sangat tajam sehingga siapapun yang tidak sengaja bertatapan dengannya pasti akan merinding sebadan-badan, karena tatapannya sungguh membuat nyali seseorang menjadi ciut.

Semuanya diam, tidak ada yang berani bersuara sedikitpun, tapi di tengah-tengah kesunyian itu, suara seorang laki-laki bergema, Aurel sampai harus berjinjit untuk melihat siapa pemilik suara itu, lalu tatapannya jatuh pada seorang pria berkulit sedikit gelap, dan rambut sedikit keriting.

Tatapan Erven langsung berlaih ke arah pria yang bersuara tadi, ia menatapnya tajam, tapi sebelum Erven berucap, suara pria itu kembali membuat Erven menutup mulutnya yang sudah terbuka.

"Saya sempat melihat jika tadi seorang pembersih di lantai empat tidak sengaja menjatuhkan air teh kepada bu Jihan," beritahu pria itu dengan suara lantangnya.

"Panggil semua OB yang bekerja di kantai empat!" perintah Erven yang langsung dituruti oleh salah satu karyawan di sana.

Tidak sampai lima menit, sekitar sepuluh OB berkumpul di depan Erven dan Jihan, mereka semua terlihat menunduk ketakutan karena tiba-tiba mendapatkan panggilan mendadak dari atasan mereka.

"Siapa diantara kalian yang menumpahkan teh pada baju istri saya?" tanya Erven tajam.

Semuanya diam, tidak ada satupun dari mereka yang berani menjawab apalagi mendongak untuk melihat Erven.

"Jawab!" bentak Erven membuat semua yang ada di sana tersentak karena hentakan yang tidak main-main dari Erven.

Aurel yang melihatnya merasa greget sendiri, ia tidak pernah melihat Erven semarah ini sebelumnya, ia terkenal dengan sosok pria lembut dan sopan, mengapa sekarang berubah menjadi seorang pria yang pemarah? Apa yang dilakukan Jihan sampai merubah Erven terlalu jauh dari kepribadian dia yang dulu.

Erven yang hendak memukul salah satu OB yang berada tepat di hadapannya langsung menghentikan gerakannya karena suara lantang dari suara perempuan.

Erven mengira jika itu salah satu karyawannya, tapi begitu pandangannya melihat Aurel yang melangkah mendekat, Erven langsung diam dan kembali mundur.

"Kamu kenapa, mas?" tanya Aurel pelan.

Erven diam, ia hanya menatap datar istri pertamanya yang melangkah dengan percaya diri dengan perut buncitnya.

"Kalian semua bisa bubar dan kembali ke ruangan masing-masing!" perintah Aurel menatap para karyawan itu yang masih menundukkan kepalanya, mendengar perintah dari istri pertama Erven, mereka langsung mengangguk penuh hormat dan membubarkan diri.

"Kalian juga, boleh melanjutkan pekerjaan kalian," tunjuk Aurel kepada barusan para OB yang masih bertahan dengan posisi yang sama.

"Apa maksudmu, Aurel, kamu tidak tahu mereka baru saja membuat baju Jihan basah?" tanya Erven menatap tajam istri pertamanya.

"Mereka tidak sengaja menumpahkannya mas, kamu tidak perlu sampai memarahi mereka sebegitunya sampai mereka ketakutan, lagi pula Jihan tidak sampai kenapa-napa hanya karena teh yang tumpah di baju kemeja putihnya itu," balas Aurel tidak bisa menerima suaminya yang menjadi sangat pemarah, padahal hanya masala sepele, lalu ia bertingkah layaknya ada masalah besar yang terjadi di kantor.

"Biasa bagaimana jika dalaman yang sedang di pakai Jihan sampai terlihat," bentak Erven menunjukkan Jihan yang sedang memakai jas yang ia Pakaikan pada istrinya.

"Jika kamu takut terlihat kenapa tidak dari awal saja diajarkan agar konsisten dalam memakai hijab bukannya malah membiarkan ia membuka auratnya," balas Aurel langsung membuat Erven diam.

Jihan yang sejak awal hanya diam saja, mengangkat kepalanya dan menatap Aurel dengan pandangan satunya, memperlihatkan kepada Aurel jika dirinya baru saja menangis karena hal yang ia alami.

"Maaf mbak, sebenarnya aku tidak mempermasalahkan, hanya saja mas Erven yang tidak terima jika aku terkena tumpahan teh sampai membuat pakaianku menjadi terawang," lirih Jihan dengan wajah sedihnya.

"Kamu kenapa tidak pulang ke rumah sebula ini mas? Bahkan kamu tidak pernah membaca pesanku, dan juga mengangkat telponku?" tanya Aurel mengabaikan ucapan Jihan.

Erven diam, lalu menghela napasnya, "siapa yang bilang aku tidak pulang ke rumah? aku pulang, tapi ke rumah yang di dalamnya ada Jihan," balas Erven membuat Aurel melotot tidak percaya.

Pantas saja. Ternyata memang benar dugaan dia, jika Erven pulang ke rumah barunya yang pasti dari awal sudah dibangun khusus untuk Jihan.

Bodoh. Mengapa dulu Aurel percaya-percaya saja ketika ia menemukan sketsa rumah di tumpukan kertas kerja di meja suaminya dan suaminya mengatakan jika ia sedang membangun rumah baru untuk mereka tinggali jika sudah memiliki anak nanti.

Dulu ia mempercayainya, tapi kini ia sadar, tidak satupun ucapan suaminya yang dapat ia percaya. Erven pembohong handal.

1
evi carolin
gila dah si erven ,ga lama dia yg masuk RSJ dan jd penghuni dsana
evi carolin
terimalah kondisi istri yg kau rujuk balik erven dan selamat melihara istri yg kondisi mentalnya dah gila
cinta semu
Aurel akhirnya bahagia
cinta semu
ayo bikin lagi novel bertema selingkuh 😁q suka
cinta semu
nah kan erven ikutan gila seperti Jihan...harus ny diri ny ikut tinggal juga di RS jiwa biar Jihan ada temannya
cinta semu
jgn cuma Jihan yg di buat gila ..tolong buat erven lebih gila lagi
cinta semu
karma buat erven mana thor
cinta semu
Aurel memang ikutan eror ...fokus knp sm kehidupan sendiri dgn anak2 ny ...dah tau di lepeh sm erven masih aja tergila-gila sm.mantan ..belum cukup oh hinaan erven pada u rel...
cinta semu
Aurel terlalu bucin
cinta semu
bagus sih Thor tapi knp Aurel ny kok di buat bodoh sich... kasian ...di kadalin terus sm suami ny
cinta semu
dah tau suami ny ketempelan belatung nangka masih aja di pertahankan ...entah kalo sudah melihat sendiri penghianat kembali erven sm Jihan ..g yakin juga kalo erven dah benar2 pisah sm jihan
cinta semu
dah di tipu mentah2 masih aja nantangin suami durjana yg ada u cuman di jadikan cadangan sm suami u Aurel ...u aja menderita lalu bagaimana nasib anakmu kelak ...yg ada u sendiri yg membuat neraka dlm hidup u ..jelas2 erven cinta mati sm Jihan ,,u aja yg masih haus validasi
Amilawati
karakter Aurel terlalu bodoh dn tolol si,murahan,anakya di curi dia TDK melaporkan ke polisi anakya di serang bahakn sampai celaka dia cuman diam ajah,muak SM karakter yg terlalu bodoh
cinta semu
kapan kebongkar ny tu perselingkuhan erven ...kasian Aurel di tipu mentah2...
cinta semu
erven kayak habis ketempelan roh halus langsung aja pengen nikahin anak orang dgn drama recehan
Daplun Kiwil
rugi sendiri erven,, semangat thor
Soraya
lanjut
Dian Fitriana
update
Soraya
kaivan itu siapa banyak typo thor
Aurevale: makasih kak udah kasih tau, udah aku perbaiki lagi ya babnya
total 1 replies
Soraya
Erven bukannya sadar malah oleng otaknya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!