Sepuluh tahun mengejar cinta suaminya, Lara Margaret Buchanan, tidak kunjung dapat meluluhkan hati lelaki yang sejak masa kuliah itu ia sukai.
Hingga usianya menginjak tiga puluh dua tahun, akhirnya ia pun menyerah untuk mengejar cinta David Lorenzo.
Hingga tanpa sengaja, ia bertemu dengan seorang pemuda, yang memiliki usia sepuluh tahun dibawah usianya.
Siapa sangka, pesona Lara Margaret Buchanan sebagai wanita dewasa, membuat pria muda itu tidak ingin melepaskan Lara.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KGDan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 20.
Liam, Asisten Stefan, yang baru saja akan keluar dari dalam apartemen sementara Stefan, kembali menutup pintu apartemen dengan cepat.
Karena tidak ingin rencana Stefan gagal dalam mengejar Lara, ia harus mengikuti perintah Stefan.
Ia mengintip lewat celah pintu yang terbuka, melihat Stefan menarik tangan Lara keluar dari dalam apartemen Lara.
"Tuan, kamu seperti bukan Tuan Alden yang dingin dan kejam, kalau sudah menyangkut soal Nyonya Buchanan! Tuan sampai rela melukai diri sendiri, demi untuk mendapatkan perhatian dari Nyonya Buchanan!" gumam Liam.
Liam melihat Stefan yang memegang tangan Lara dari balik pintu apartemen.
Ia baru keluar dari dalam apartemen, setelah Stefan dan Lara sudah menuruni anak tangga.
"Seperti begini kah seseorang kalau sudah jatuh cinta? ck ck ck!" gumam Liam tersenyum geleng kepala, melihat Stefan yang kelihatannya mulai posesif pada Lara.
Dengan langkah tenang, ia pun perlahan menuruni anak tangga.
Untuk sementara, ia terpaksa mengurus pekerjaan Stefan, sebelum Stefan berhasil mendapatkan Lara sepenuhnya.
Sementara itu, Stefan dan Lara telah sampai di sebuah restoran hotel.
Ternyata David menunggunya bersama Cindy dan Anna.
Begitu Cindy melihat Lara, ia pun dengan cepat bangkit berdiri dari duduknya, "Lihat! itu dia! dia berani datang bersama dengan lelaki liar itu!!"
Mata David seketika tajam melihat ke arah Stefan, yang tampak berjalan di samping Lara dengan begitu dekat.
Selama sepuluh tahun ia menikah dengan Lara, ia tidak pernah merasa sedikit pun tersentuh, dengan perhatian Lara dalam mengejar cintanya.
Tapi melihat pemandangan saat ini, Lara jalan dengan pria lain, ada sedikit perasaan aneh dalam hatinya.
Mengingat bagaimana terobsesinya Lara padanya selama sepuluh tahun, ia merasa tidak terima setelah mereka bercerai, Lara begitu mudahnya berpaling pada pria lain.
Ada perasaan amarah dalam dirinya, dan tidak senang melihat Lara telah melupakan dirinya.
Dan lelaki yang berjalan di samping Lara, sangat jauh berbeda usianya dengan Lara.
Sudut bibir David menyunggingkan senyuman dingin, melihat pemandangan itu.
"Demi menarik perhatian ku, kamu sampai rela menyewa seorang mahasiswa! Lara kamu memang masih saja tidak berubah sama sekali! Huh! apakah kamu tidak sadar, kalau kamu itu terlihat sangat murahan?!!"
Amarah David pun meledak, dan suara kencangnya membuat beberapa tamu restoran, yang duduk tidak jauh dari tempat mereka duduk, seketika menoleh ke arah mereka.
Cindy dan Anna menyunggingkan senyuman senang mendengar amarah David, yang langsung menjatuhkan reputasi Lara.
Lara terlihat tenang saja mendengar apa yang dikatakan David padanya, karena ia merasa bukan wanita seperti apa yang diteriakkan David.
"Siapa kamu memangnya, sampai aku begitu bodohnya ingin menarik perhatianmu?!" jawab Lara dengan nada yang terdengar begitu tenang.
"Lara! jangan berpura-pura kamu! apa kamu lupa selama sepuluh tahun ini, tidak tahu malu sudah mengikat David, demi mendapatkan perhatian David padamu?!!"
Anna seketika buka suara membentak Lara.
Ia sangat marah mendengar jawaban Lara yang terdengar begitu tenang, dan terlihat tidak merasa melakukan kesalahan sebelumnya pada David.
"Oh, apakah iya? aku lupa!" jawab Lara lagi dengan nada yang begitu tenang.
Sikapnya acuh tak acuh, seakan ia sebelumnya belum pernah menikah dengan David.
Mata David nyaris membulat mendengar jawaban Lara, yang membuat ia nyaris terkena serangan jantung.
Jadi, pernikahan yang ia jalani selama sepuluh tahun dengan Lara, hanya lah pernikahan sandiwara saja bagi Lara.
Tangan David mengepal dengan erat.
Ia benar-benar sangat marah mendengar jawaban Lara.
Harapannya setelah bercerai dari Lara, ia ingin Lara tetap memperlihatkan sikap yang tidak pernah berubah padanya.
Dengan begitu ia merasa puas dapat membuat Lara menderita, karena sudah begitu berani saat itu menjebaknya, agar dapat menikah dengannya.
Lara memandang David dengan tatapan datar, tanpa ada rasa cinta seperti biasanya saat memandang David.
"David! seharusnya kamu senang sudah bersama dengan Cindy! kenapa kamu masih mengungkit masalah, yang sudah putus di antara kita?! jangan katakan, kalau kamu menyesal sudah bercerai dengan ku?!"
"Cih! mimpi kamu! aku sangat senang sekali dapat bercerai dari mu!!!" sentak David.
"Lalu, kenapa kamu sampai berpikiran, kalau aku jalan dengan lelaki lain, hanya ingin menarik perhatian mu?!"
"Bukan kah memang begitu? mengingat tidak tahu malunya dirimu selama ini mengejar ku, sampai kamu rela melemparkan tubuhmu, dalam setiap kesempatan padaku selama ini?!!"
"Oh, aku sepertinya lupa pernah melakukan, seperti apa yang kamu katakan itu!" jawab Lara dengan nada dingin.
Tangan David kembali mengepal dengan begitu eratnya.
Ada semacam rasa sakit hati dalam hatinya mendengar jawaban dingin Lara.
Melihat David yang sepertinya tidak rela, kalau Lara melupakan David begitu saja setelah bercerai, Cindy seketika tersulut oleh rasa cemburu.
Ia mendekati David, dan meraih tangan David yang terkepal, "Kak, kamu seperti bukan dirimu setelah bercerai dari David, apakah karena lelaki liar itu yang membuat kamu jadi dingin seperti ini?" tanya Cindy dengan nada lembut seperti biasanya.
Mendengar pertanyaan Cindy kepada Lara, seketika David pun menyadari akan satu hal.
Mungkin selama ia dalam perjalanan bisnis, Lara diam-diam menjalin hubungan dengan lelaki mahasiswa, yang sedari tadi berdiri diam di samping Lara.
"Oh, sekarang aku tahu! kamu akhirnya mau bercerai dengan ku, karena mahasiswa ini, kan? kamu ternyata berselingkuh dibelakang ku!!!"
Lara nyaris tertawa mendengar nada kencang David, "David! kamu ini memang pria tidak tahu malu! bukankah selama sepuluh tahun pernikahan kita, kamu sudah selingkuh dengan Cindy?! hak apa kamu menghinaku sebagai istri yang berselingkuh?!!"
David seketika terdiam mendengar apa yang dikatakan Lara.
"Selama sepuluh tahun ini, kalian seperti suami istri diluaran sana, aku diam saja! kalian memperlihatkan kemesraan kalian di depan umum, hingga semua orang menganggap Cindy adalah istrimu! apa kamu lupa?!!"
David diam tidak dapat menjawab Lara, dan hanya bisa mengepalkan tangannya dengan erat.
"Sebenarnya aku sudah lama ingin menandatangani surat perceraian, yang kamu berikan pada ku! tapi mengingat pertolonganmu padaku, aku menahan diri untuk tidak bercerai dari mu! tapi, akhirnya aku pun menyerah, saat melihat mu mencium Cindy di layar televisi! dan mendengar kamu akan menikahi Cindy!!"
Lutut David seketika terasa lemas mendengar apa yang dikatakan Lara, karena ia lupa selama ini selalu mesra pada Cindy di saat mereka bersama.
"Jadi, aku jalan dengan pria mana pun, itu adalah hakku!" kata Lara lagi dengan nada dingin tapi terdengar tegas.
"Lara, kamu ini terlalu naif! siapa yang mau jalan dengan wanita tua seperti mu! kamu itu harus mengaca! lihatlah dirimu yang sudah berumur tiga puluh dua tahun ini, pria mana yang mau sama kamu? ha ha haa.. !!" Anna tertawa menyindir Lara.
"Ma, jangan seperti begitu! semua orang kan jadi tahu berapa usia kak Lara sebenarnya!" ujar Cindy dengan nada, yang terdengar membela Lara.
Tapi tekanan dalam nada suaranya, jelas sekali kalau ia sangat menyetujui apa yang dikatakan Ibunya.
Sudut bibir Cindy menyunggingkan senyuman puas, sembari merapatkan tubuhnya pada David dengan mesra.
Bersambung........