NovelToon NovelToon
Ketulusan Yang Nyata

Ketulusan Yang Nyata

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Percintaan Konglomerat / Mafia / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:202
Nilai: 5
Nama Author: dtf_firiya

Freya Rodriguez seorang wanita cantik anggun dan dewasa dijodohkan oleh orang tuanya dengan pria misterius yang dingin bahkan tak seorangpun tau kehidupannya dengan jelas. Pria itu bernama Pablo Xander seorang pria yang hidup sendirian setelah kakeknya meninggal, kakeknya menjodohkan dia dengan freya yang mau tak mau harus menurut karena kakeknya adalah kesayanganya.

_
Tanpa disadari mereka berdua telah saling mencintai satu sama lain setelah pertemuan pertama. Freya yang menerima semua kekurangan Pablo begitupun sebaliknya membuat mereka berdua sangat bahagia dengan keluarga kecilnya bersama dengan anak Pablo yang selama ini di rahasiakan dari publik.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dtf_firiya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

First date

Suara gemericik air yang terdengar dari kamar mandi mulai tidak terdengar lagi, seorang wanita cantik melangkah keluar dari kamar kamar mandi dan menuju walk in closet untuk memilih pakaian. Dia menggunakan dress pink nude sepaha dipadukan dengan sepatu heels berwarna krem.

"hmm perfect aku bingung harus memilih tas yang mana." wanita itu masih memilih tas dan akhirnya pandangannya jatuh ke tas berwarna krem nude.

Dia keluar dari walk in closet setelah semuanya rapi, penampilannya juga tidak heboh tapi anggun, dia terlihat sangat cantik.

Dia melangkah keluar dari kamar lalu berjalan menuruni tangga satu persatu.

"Hmm cantik dan wangi memangnya anak mommy mau kemana?" langkahnya terhenti saat mendengar suara ibunya, dia menoleh kebelakang dan tersenyum.

"Aku akan ke kantor Daddy mom." dia melangkah menghampiri ibunya dan mencium pipi ibunya, ibunya tersenyum dan mengangguk.

"Wait bukannya kamu masih menjadi penulis artikel?"

"Aku sudah resign mom dan akan mulai membantu Daddy di perusahaan."

"Baiklah hati hati dijalan sayang." Freya mengangguk dan melanjutkan kembali langkahnya yang terhenti tadi.

Hari ini dia tidak memakai sopir dia mengendarai mobilnya sendiri, setelah beberapa menit akhirnya sampai diperusahaan yang megah.

Freya menghirup dalam dalam udara disini, telihat sangat bersih dan membuatnya nyaman, dia melangkah berjalan masuk kedalam, lalu disambut beberapa karyawan ayahnya, mereka semua sudah mengenal freya dari kecil jadi wajar jika semua karyawan ramah.

"tok tok tok" suara ketukan pintu terdengar dari ruangan yang besar itu, seorang pria paruh baya telah menanti kedatangan sang putri.

"Masuklah little princess!" freya melangkah masuk kedalam ruangan itu dan melihat ayahnya sedang fokus didepan laptop dengan menggunakan kacamata.

"Bagaimana kamu sudah memutuskan untuk ikut bekerja disini?"

"Iya Dad tapi aku harus bekerja menjadi apa?"

"Kamu menjadi wakil ceo sayang nanti biarkan asisten Daddy memberitahumu dan Daddy juga akan mengawasimu."

"Hmm baiklah berarti aku akan sibuk di perusahaan ini."

"Tenang saja asisten dan sekretaris Daddy pasti akan membantumu."

"Baiklah Daddy." freya masih berada diruangan itu, dia duduk didepan meja ayahnya sambil mengamati ruangan, tatapannya jatuh di figura kecil yang dimana dirinya ibu dan ayahnya sedang berada di sebuah Disneyland, dia tersenyum melihat itu.

"Dad bagaimana dengan pria itu?" tanya freya

"Dia kebetulan akan datang kesini karena akan ada rapat." Pablo menoleh sekilas ke arah putrinya yang bertanya tentang pria yang dijodohkan dengannya.

"Oh iyakah tapi menurut pendapat Daddy apakah dia benar-benar pria baik?" Pablo mengangguk tersenyum lembut kearah putrinya, raut diwajahnya menandakan dia benar benar setuju memilih pablo sebagai menantunya.

"Dia masih menjadi pilihan yang terbaik menurut Daddy jadi jangan ragu untuk menerima perjodohan ini sayang."

"Baiklah Dad."

_

"tok tok tok" suara ketukan pintu memecah lamunan freya.

"masuk" mereka berdua memandang siapa yang datang mengetuk pintu ternyata yang mengetuk pintu adalah asisten ayahnya.

"Ada apa?"

"Bapak sudah ditunggu klien diruangan meeting." setelah sang asisten mengatakan itu Pablo bangkit dari duduknya.

"Daddy ke ruangan meeting dulu kamu bisa disini atau makan ke kantin." freya menoleh ke arah ayahnya dan mengangguk mengerti.

Pablo dan asistennya keluar dari ruangan itu lalu berjalan ke ruang meeting, sang asisten berjalan dibelakang bossnya.

Freya mengelilingi ruangan ayahnya, dia melihat setiap sudut ruangan, lalu setelah selesai mengamati dia pergi ke kantin untuk membeli sesuatu.

Dia berjalan ke kantin dan membeli sebuah susu full krim dan salad, lalu dia berjalan mencari tempat duduk, matanya mencari tempat duduk yang pas dan pilihannya tepat di ujung.

Freya menikmati makanannya sambil melihat ponsel, dia melihat instagram reels karena merasa bosan jika hanya makan saja.

Tiba-tiba pria kemarin malam yang dijodohkan dengannya menghampiri dirinya, dia duduk tanpa dipersilahkan.

"Kau disini? Bukankah ada meeting?" pria itu tidak menjawab pertanyaan freya tapi dia malah meminta seseorang untuk membawa makanan yang telah dia pesan sebelumnya.

"Saya sudah selesai meeting dan hanya ada beberapa orang yang membahas hal lebih disana." freya hanya mengangguk kemudian kembali memakan makanannya.

Saat hendak berjalan kembali ke ruangan ayahnya, pria itu menghentikan langkah freya.

"Ada apa?"

"Bisakah kita pergi nanti malam? I mean untuk saling mengenal." pablo ikut berdiri menyamakan posisinya didepan freya.

"Sure tapi kemana?" tanya freya

"Ke restaurant saja, kita akan makan malam sekalian disana." freya mengangguk mengiyakan kemudian melepaskan tangan pablo dan kembali melangkah menuju ruangan ayahnya dan meninggalkan pablo disana.

Pablo menatap punggung freya dari belakang, dia ingin mengikutinya tapi jadwalnya masih banyak.

_

Pablo berada di mansion miliknya sendiri

dia bersiap-siap untuk menjemput freya, tapi tiba tiba seorang anak kecil sekitar berusia 5 tahun menghampirinya dikamar.

"Hey ada apa baby boy?" pablo menghampiri nak kecil tersebut, dia berlutut agar sejajar dengan tinggi anak kecil itu.

"Daddy aku boleh ikut pergi bersamamu?"

"Sorry baby boy kali ini tidak bisa tapi besok Daddy akan mengajakmu bermain okay?" dia mengelus pelan surai rambut anaknya.

"Promise." anak itu menunjukkan jari kelingkingnya meminta sang ayah untuk berjanji padanya.

"I promise sekarang tidur okay Daddy akan menemanimu sampai tertidur setelah itu Daddy akan pergi." anak itu mengangguk lalu Pablo membawanya kerah ranjang dan menarik selimut untuknya.

Pablo menemani anaknya sampai tertidur lalu setelah tertidur dia mengecup pelan kening anaknya dan membuka pintu kamar dengan pelan lalu berjalan keluar.

"Tolong jaga putraku sampai aku pulang!" pinta Pablo kepada beberapa bodyguard di ruang tamu, lalu dia berjalan keluar sendiri tak lupa dia membawa sebuah pistol dibalik jas nya untuk jaga-jaga, dia juga mengendarai mobil sendirian.

_

Pablo sampai dirumah sang wanita, dia memarkirkan mobil didepan mansion, lalu berjalan masuk kedalam.

"Tumben kau kemari pablo." sang ayah dari wanita itu menemui pablo didepan ruang tamu setelah bodyguard mengatakan ada dia disini.

"Saya ingin membawa anak anda untuk makan malam di restoran." Pablo mengangguk, dia lalu berjalan ke kamar sang putri tapi tiba-tiba suara heels menggema, seorang wanita turun dari tangga dengan dress yang panjangnya semata kaki tanpa lengan, pablo memandangnya dengan intens hatinya juga berdesir.

Wanita itu berdiri diantara dua pria yang menatapnya terus menerus, dia pun menjadi awkward.

Sang ibu juga keluar dari kamar dan berada di ruang tamu sekarang, dia memperhatikan putrinya dan pablo secara bergantian dengan tersenyum.

"Kalian akan pergi sekarang atau masih mau saling bertatapan?" freya mengalihkan tatapannya ke sang ibu, melirik untuk memberi isyarat agar diam.

"Mom Dad kita akan pergi sekarang sampai jumpa muah." freya menarik tangan pablo untuk keluar dari rasa canggung yang dialami, sang ibu dan sang ayah saling melirik dengan senyum lalu mereka berdua bergandengan tangan untuk menuju ke kamar.

Pablo membukakan pintu mobil untuk freya, dan melajukan mobilnya k restoran yang sudah di pesan.

"Jangan menatapku seperti itu." tatapan pablo kepadanya membuat tak nyaman rasanya agak canggung jika terus ditatap seperti itu.

"Kau sangat cantik malam ini." pipi freya bersemu memerah setelah pablo mengatakan hal itu.

"Rayuanmu tidak membuatku tergoda tuan." freya melirik sinis kearah pablo dan pablo hanya terkekeh pelan.

setelah beberapa menit sampailah mereka disebuah restoran bintang lima, mereka berdua berjalan beriringan membuatnya tampak serasi seperti pasangan.

Mereka duduk di meja saling berhadapan menikmati hidangan yang dihidangkan diatas meja, saling bercerita dan saling mengenal lebih.

setelah dirasa semakin malam akhirnya mereka pulang, pablo mengantarkan freya dengan selamat sampai dimansion.

"Terima kasih untuk hari ini pablo." freya masih didepan pintu mansion, dia belum masuk kedalam karena dia akan masuk setelah pablo mengendarai mobilnya keluar dari mansion.

Pablo tersenyum, dia memasuki mobilnya, mengucapkan selamat tinggal lalu mengendarai mobilnya keluar mansion untuk menuju mansion miliknya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!