NovelToon NovelToon
After Married

After Married

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: zahra

apa yang akan terjadi jika kamu bangun dari tidur mu , tiba tiba sudah memiliki suami yang begitu menolak mu

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zahra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

latihan sebelum ngidam

Cavin duduk dengan punggung tegak, namun hatinya mendidih.

Tangannya bergerak mekanis menyuapi istrinya Setiap suapan yang ia berikan dibarengi dengan sorot mata yang tajam, seolah sepasang netra gelap itu sanggup menelan sang istri hidup-hidup.

 Amarahnya beralasan ia dipaksa menembus dinginnya malam demi mencari hidangan titipan sang ibu,

sebuah ritual yang disebut "latihan menghadapi ngidam", padahal teknologi pengantar makanan ada di genggaman. Namun, di hadapan Mama Hera, titah adalah hukum yang tak terbantahkan.

"Kak, biar aku makan sendiri saja," bisik Thalia lirih. Jemari nya berusaha menggapai gagang sendok itu.

Thalia menangkap kilatan amarah yang disembunyikan Cavin di balik topeng kebaikan.

Ia tahu benar, kelembutan ini hanyalah sandiwara di depan mertuanya. Di balik senyum tipis itu, ada ancaman sunyi yang membuat kuduknya meremang.

"Cepat habiskan," desis Cavin nyaris tak terdengar, menjauhkan sendok dari jangkauan Thalia.

Suaranya serendah geraman harimau yang tertahan.

"Tapi aku sudah kenyang, Kak..."

"Jangan memikirkan diet, Sayang. Tubuhmu masih lemah" sela Mama Hera dengan nada yang tak ingin dibantah.

"Tapi Ma, Thalia benar-benar sudah tidak sanggup."

"Ini baru beberapa suap. Makan ini tidak akan membuatmu gendut seketika. Ayo, buka mulutmu," ujar Cavin, mengabaikan rintihan istrinya dengan ketegasan yang dingin.

Thalia melemparkan pandangan memelas ke arah Mama Hera,

berharap ada dewa penolong yang memutus siksaan halus ini. Beruntung, Papa Ru yang sejak tadi berdiri di ambang pintu akhirnya bersuara.

"Sudahlah, jangan dipaksa jika ia sudah kenyang," ucap Papa tenang.

"Cavin, angkat istrimu ke sofa. Setelah itu, ganti seprai ranjangnya dengan yang baru."

Cavin meletakkan piring di atas nakas dengan denting halus yang tajam. Ia mengangkat tubuh Thalia yang ringan ke sofa beludru, lalu melangkah menuju pintu.

"Mau ke mana kamu?" cegat Mama Hera.

"Memanggil pelayan untuk mengganti seprai, Ma."

"Bibi sudah beristirahat. Kalau jam segini Jangan jadi pria manja, Cavin. Hanya mengganti kain alas tidur, masa tidak bisa?"

"Tidak ada laki-laki yang mengerjakan hal rumah seperti itu, Ma," bela Cavin, harga dirinya terusik.

"Siapa bilang? Papamu selalu melakukannya sendiri di kamar kami."

Papa Ru segera merangkul pundak istrinya, berusaha meredam perdebatan yang mulai memanas sebelum rahasia domestik lainnya terbongkar. "Ayo Ma, biarkan mereka beristirahat."

Hening menyergap saat orang tua mereka pergi.

Namun, kekacauan baru menanti di balik pintu kamar mandi yang terbuka.

"Hanya diminta menyiapkan air hangat, kenapa bisa sampai sekacau ini?" tanya Cavin retoris, menatap genangan air di lantai kamar mandi.

"Tadi sabunnya tumpah, Kak. Aku terpeleset dan tidak sengaja menyenggol tuas shower," jelas Thalia dengan suara bergetar.

"Kenapa tidak langsung dimatikan?"

"Kaki aku sakit... aku tidak bisa berdiri tadi."

"Kenapa tidak memanggilku?"

"Aku sudah memanggil berkali-kali, tapi Kakak tidak menjawab."

"Alasan," dengus Cavin sinis.

Ia mulai menyentak sudut-sudut seprai yang basah dengan gerakan kasar. Kamar itu dipenuhi bunyi kain yang dikibaskan dengan penuh emosi.

Cavin bergulat dengan ujung-ujung seprai yang seolah enggan menempel pada tempatnya. Saat satu sudut terpasang, sudut lain lepas, memancing umpatan tertahan dari bibirnya. Thalia yang mencoba menawarkan bantuan justru terkena imbas amarahnya yang meledak lewat tatapan maut.

Inilah alasan Cavin membenci tinggal di rumah orang tuanya. Di sini, ia selalu menjadi pihak yang bersalah atas setiap kecerobohan kecil yang dilakukan istrinya.

Belum lagi, setiap pagi ia harus berperang dengan batinnya sendiri. Melihat Thalia tidur dalam posisi kacau

dengan selimut yang sering kali jatuh ke lantai—menciptakan gejolak aneh yang harus ia tekan dalam-dalam di balik dadanya yang bidang.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!