NovelToon NovelToon
Menjadi Istri Tuan Muda

Menjadi Istri Tuan Muda

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Romantis / Nikah Kontrak
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: Mapple_Aurora

Di balik hiruk-pikuk kehidupan modern, setiap manusia menyimpan rahasia gelap yang mereka simpan sendiri. Kota yang tampak gemerlap di siang hari menyembunyikan luka, pengkhianatan, dan pilihan-pilihan sulit yang mengubah arah hidup seseorang.

Ini kisa tentang Naya, yang menerima pengkhianatan dari tunangan dan adik tirinya. Tentang Naya yang terjebak dalam pernikahan kontrak dengan pria paling berkuasa di negaranya. Dan tentang Naya yang ternyata tidak punya siapa-siapa, selain lapisan rumit labirin hidup yang membuatnya berjuang memecahkan teka-teki, lalu dengan tanpa pilihan memilih percaya pada suaminya.

*

Cerita ini hanyalah karangan penulis, kesamaan nama tokoh dan latar hanyalah fiksi belaka untuk kebutuhan tulisan dan tidak ada hubungannya dengan dunia nyata.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mapple_Aurora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3

Naya jelas terkejut mendengarnya. Kenapa Ardan tidak setuju? Seharusnya dia senang karena setelah ini bisa melanjutkan hubungan dengan Rima tanpa sembunyi-sembunyi lagi.

Matahari siang menyinari taman belakang dengan kejam, seolah tidak peduli dengan dua manusia yang sedang bersitegang itu. Daun-daun bergoyang pelan tertiup angin, kontras dengan ekspresi Naya yang kaku saat ia berdiri.

“Keputusanku sudah jelas, aku mau kita selesai, Ardan,” katanya tanpa basa-basi lagi.

Ardan yang masih duduk di ayunan langsung mengernyit. Kemeja yang ia kenakan sudah sedikit kusut, keringat menempel di pelipisnya, entah karena panas atau karena panik.

“Kenapa kamu tiba-tiba gini, sih?” tanyanya mulai tersulut emosi. “Kita lagi baik-baik aja, Nay. Pernikahan impian kita udah di depan mata, persiapannya juga hampir selesai.”

Baik-baik saja? Naya rasa tidak. Hanya ia yang jatuh cinta, dan Ardan hanya terpaksa, karena itulah Ardan selingkuh.

Ardan menatap Naya tajam, lalu menggeleng tegas. “Kamu nggak bisa batalin semuanya gitu aja, Nay. Nggak bisa!”

“Aku bisa. Lagipula aku udah bertemu pria lain, aku jatuh cinta padanya dan jelas perasaanku pada dia lebih besar daripada perasaan untukmu.” Naya sengaja mengatakan itu supaya Ardan tidak mempersulitnya.

“Nggak.” Ardan menggeleng seraya terkekeh sinis. “Kamu nggak bisa jatuh cinta semudah itu pada pria lain.”

“Kenapa nggak bisa? Aku bisa jatuh cinta pada siapa saja yang aku mau…” Naya menjeda sejenak, memperhatikan wajah Ardan yang semakin merah. Kali ini pria ini sepertinya memang beneran marah. “...aku juga bisa membuang siapa saja yang aku mau, termasuk kamu.”

Ekspresi Ardan membeku, seolah tidak percaya mendengar Naya mengatakan kalimat sejahat itu.

“Kita bisa perbaiki apa yang salah–”

“Tidak ada yang salah, aku hanya ingin kita berakhir.”

Ardan mencoba memahami apa yang ada dalam pikiran Naya, namun saat dia mencoba menatap mata Naya, Naya menghindarinya.

“Kamu benar-benar mau mengakhiri semuanya? Di sini? Sekarang?”

Naya mengangguk pelan. Matanya berkaca-kaca, tapi berusaha untuk tetap teguh. Ardan meraih tangan Naya, refleks. Naya menariknya kembali.

“Jangan, Ardan. Tolong hormati keputusanku.”

“Aku ingin tahu siapa pria itu,”

Naya menatapnya lama. “Kamu nggak perlu tahu, yang jelas dia lebih baik darimu.”

Rahang Ardan mengeras, dia tampak marah. Mungkinkah dia benar-benar tidak ingin berakhir? Lalu kenapa dia selingkuh dengan Rima?

“Kamu perlu menenangkan diri, kalau sudah tenang kita bicara lagi.” Kata Ardan akhirnya. “Jaga dirimu,” katanya singkat, lalu pergi tanpa menoleh lagi ke belakang.

...\=\=\=...

Bohong kalau Naya tidak merasa sedih sekarang, ia sendiri yang sudah mengakhiri hubungannya dengan Ardan tapi ia tidak bisa membohongi dirinya kalau ia terluka atas keputusan itu.

Malam itu, Naya nekat pergi ke klub malam kelas atas di ibu kota. Ia duduk sendirian di meja sudut dengan banyak botol wine di atas meja.

“Hari yang buruk?”

Ia mendongak ketika mendengar satu suara bertanya, suara berat yang entah kenapa membuatnya tertarik untuk melihat wajah si pemilik suara.

“Lucio… kamu juga ada disini?”

Benar. Lucio lah yang sekarang menempati kursi di sebelahnya. Wajah tampan pria itu terlihat semakin menawan diterpa cahaya lampu klub yang redup dan berkedip-kedip.

“Kamu tampan sekali,” ujar Naya yang setengah mabuk, jemarinya dengan kurang ajar menyusuri rahang tegas Lucio. “Mari kita habiskan malam bersama,”

Lucio menelan ludah, jakunnya naik turun. Naya tidak sadar sehebat apa pengaruh tindakan dan kata-kata Naya untuk dirinya.

“Jangan memancingku, Naya, atau kamu akan menyesal di kemudian hari.” Geram Lucio menepis tangan Naya dari wajahnya.

“Menyesal?” Naya terkekeh, antara sakit dan pasrah. “Aku tidak menyesali apapun lagi. Kamu tahu… aku sudah pernah mati. Kata orang-orang kamu orang yang mengerikan, apa kamu berani membunuhku?”

“Jangan bicara sembarangan.” Kata Lucio memperingatkan.

Naya yang tidak menyadari kemarahan Lucio kembali melanjutkan. “Aku benar-benar pernah mati karena tunanganku selingkuh. Aku hidup lagi. Ini gila kan? Aku tahu… aku putuskan hubungan dengan pria itu, tapi sekarang aku patah hati.”

Tak lama kemudian Naya mulai menangis, awalnya hanya tangisan kecil tapi lama kelamaan berubah menjadi tangisan histeris yang membuat beberapa pengunjung memusatkan perhatian pada mereka.

“Hei, berhenti! Jangan menangis,” Lucio membekap mulut Naya untuk menghentikan tangisnya, tapi Naya malah menggigit tangannya.

“Shit!” Lucio berusaha menarik tangannya yang digigit Naya.

“Kamu jahat!!!” Naya kembali menangis setelah Lucio menjauhkan tangannya, kemudian mulai memukuli Lucio.

Wanita ini! Lucio mengumpat dalam hati. Tidak mau orang-orang memandangnya sebagai seorang pria yang menjadi penyebab seorang wanita menangis, Lucio pun mengangkat Naya ke dalam gendongannya dan membawanya keluar dari klub tersebut.

“LEPASKAN AKU! AKU BISA JALAN,”

Lucio mempercepat langkahnya diiringi dengan teriakan Naya yang menggelegar.

Sesampainya di luar klub, Lucio membawa Naya ke mobilnya dan melemparkan ke kursi penumpang. Lalu memberi perintah pada supirnya untuk segera meninggalkan tempat itu.

...***...

1
saptonah dppkad
Naya yg bodoh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!