Adven Mahardhika Alkhatiri, seorang lelaki yang penuh rahasia dalam hidupnya. Bahkan keberadaan anaknya juga menjadi rahasia dan teka teki tersendiri untuk keluarga Alkhatiri yang begitu terpandang.
Rahasia besar apakah yang selama ini dia simpan? dan mampukah dia mendapatkan jawaban dari rasa penasarannya terhadap seorang perempuan bernama Sukma Paramitha?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ridwan01, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 24 ( Tertangkap )
"Kenapa kamu ke sini? bagaimana kalau polisi mencari kamu ke sini" ucap Munir yang saat Tsania datang langsung membawanya ke lantai atas tempat rental mobil miliknya.
"Aku tidak tahu harus kemana, mas Adam melihatku saat di dalam mobil dan aku yakin sekarang dia sedang mencariku" jawab Tsania
"Dasar bodoh, kamu harusnya berpura pura tetap di rumah dan jelaskan kalau kamu tidak kemana mana malam itu" kesal Munir
"Aku sudah membayar orang dengan mahal, dia akan mengaku sebagai pemilik mobil itu dan sedang dalam keadaan mabuk, dia perempuan juga dan sudah aku berikan pakaian milikku padanya" ucap Tsania
"Semoga saja mereka percaya, kamu pulanglah sekarang, percuma kamu ada di sini, suami kamu itu pasti mencari kamu ke rumah Om Luis" ucap Munir
"Dia pasti sudah tahu bang, aku tidak mau kembali karena pasti dia akan menceraikan aku, aku melihat foto mas Adam dan Anita saat aku memeriksa handphone miliknya kemarin, aku ingin melenyapkan perempuan itu sekali lagi" ucap Tsania
"Dulu kamu sempat ingin mencelakai dia, tapi gagal, coba saja kamu dulu diam diam mengambil anaknya, perempuan itu tidak akan menggangu Adam lagi" ucap Munir
"Aku harus kabur, perasaanku tidak enak, ayo bang kita pergi dari sini, aku tidak mau mas Adam menemukan aku" bujuk Tsania
"Ayo, aku akan bawa kamu ke rumah lama kita, di sana pasti kamu akan aman" jawab Munir merangkul Tsania.
Tsania Hermawan, seorang wanita berusia tiga puluh sembilan tahun yang merupakan adik kelas Adam sejak masih sekolah, dia menyukai Adam secara diam diam dan selalu mengikuti Adam kemanapun, dan saat kejadian hari itu, Adam dan teman temannya sedang mengadakan pesta di sebuah club malam tempat Tsania bekerja jadi Tsania yang sudah lama tidak melihat Adam punya niat jahat untuk menjebak Adam.
Tsania memasukkan pil perangsang ke dalam minuman Adam dan membuat Adam yang sedang mabuk berat melajukan mobilnya dalam keadaan tidak fokus dengan tubuh yang mulai memanas.
Kebetulan di tempat itu Anita sedang menunggu jemputan dan di lihat oleh Adam yang langsung menariknya ke dalam mobil hingga kejadian pelecehan itu terjadi sampai membuat Anita pingsan saking kerasnya dia melawan.
Tsania menyaksikan semua itu dengan tangan terkepal dan setelah Adam selesai dengan urusannya, Anita di keluarkan oleh Tsania dari dalam mobil, sedangkan Tsania membawa Adam ke tempat lain supaya tidak ada yang menggangu rencananya untuk mendapatkan Adam. Tsania berhasil, Adam percaya kalau dia adalah orang yang sudah dia lecehkan dan tiga hari kemudian menikahi Tsania di saksikan Luis yang merupakan Om Tsania.
Tapi enam bulan setelah menikah dengan Adam dia hanya beberapa kali berhasil tidur dengan Adam itupun dengan bantuan obat, sampai saat melakukan pemeriksaan kesuburan, dia secara tidak sengaja melihat Anita yang baru keluar dari ruangan dokter kandungan dengan perut yang sudah membuncit.
Seketika itu juga niat jahat mulai terbersit di pikirannya untuk menghabisi Anita dan juga bayi yang di yakini Tsania adalah anak dari Adam. Dan satu bulan kemudian rencana yang sangat matang itu di lakukan Tsania dengan bantuan Munir kekasihnya, tapi dia juga mengalami kesialan karena kejadian itu di rekam oleh Monica dan Tsania terpaksa menjadi komplotan Monica sejak saat itu.
"Kamu sudah mengambil uang yang cukup kan untuk kehidupan kita di rumah lama kita?" tanya Munir
"Sudah, aku sudah mengambil semua tabunganku yang di berikan mas Adam, cukup untuk beberapa tahun dan memulai usaha baru" jawab Tsania membuat Munir senang
Mereka berjalan ke luar tapi saat sampai di depan tempat rental mobil itu, mereka langsung di todong senjata polisi dan di ringkus saat itu juga.
"Ada apa ini pak?" tanya Munir
"Saudara Munir Hardian dan saudari Tsania Hermawan, kalian di tangkap atas tuduhan pembunuhan berencana" jawab polisi tersebut memborgol Munir dan Tsania yang shok karena di sana juga ada Adam, Adven dan Akhtar.
"Ma.. mas Adam ... Daddy, Adven" kaget Tsania
Plak.
"Kamu tega Tsania, kamu tega membohongi aku selama sepuluh tahun lebih!" bentak Adam menampar Tsania
"Apa maksud kamu mas, aku tidak mengerti, aku hanya mengunjungi teman lamaku untuk menjual mobil lama aku" ucap Tsania
"Jangan bohong! aku tahu semuanya, aku sudah mendengar obrolan kamu dengan pacar kamu ini sejak satu jam yang lalu!" bentak Adam semakin membuat Tsania shok
"Mas... aku tidak bermaksud untuk mencelakai Paramitha, aku di ancam Monica mas" ucap Tsania
"Aku tidak mau mendengar alasan apapun dari kamu Tsania, bahkan selama sepuluh tahun ini kamu juga berhubungan dengan lelaki lain di belakangku! Dan untuk pertama kalinya aku bersyukur karena tidak punya anak dari kamu Tsania!" bentak Adam
"Aku sudah tidak bisa mempertahankan pernikahan ini Tsania. Aku Adam Mahardika Alkatiri mulai hari ini dan detik ini juga menjatuhkan talak untuk Tsania Hermawan dan mulai sekarang, tidak ada hubungan apapun lagi di antara kita berdua, tangkap mereka pak polisi, saya juga akan mengajukan tuntutan lain untuk mereka" ungkap Adam
"Mas... aku mohon maafkan aku mas, aku cinta sama kamu"
"Cinta itu palsu Tsania, kamu bilang cinta padaku tapi kamu juga punya kekasih lain di belakangku, apa itu cinta?" tanya Adam
"Sudah nak, ayo kita pulang" bujuk Akhtar
Tsania panik, dia tidak mau di penjara dan hidupnya berakhir, apalagi selama ini Tsania sudah mengumpulkan banyak harta yang dia dapat dari Adam dan juga mertuanya, bahkan tempat rental mobil yang Munir miliki adalah hadiah dari Tsania karena berhasil membantunya menjebak Adam, jadi dia tidak mau kehilangan semua itu.
"Aku harus lari, aku tidak mau membusuk di penjara" batin Tsania
Belum sempat Tsania lari, Munir sudah menarik pistol yang ada di baju polisi lalu mengarahkan pistol itu ke arah Adam.
"Kamu boleh merasa menang Adam, tapi aku tidak mau hancur sendirian, setidaknya tuduhan pembunuhan itu harus bisa terbukti dan aku akan membunuhmu!" ucap Munir
"Sembunyi kak" ucap Adven menarik tangan Adam tapi terlambat.
Dor.
Satu tembakan sudah di arahkan Munir dan berhasil melukai tangan Adam, membuat Adam meringis dan segera di lindungi Adven juga Akhtar.
Dor.
"Aakhhh!" Tsania berteriak saat polisi melepaskan tembakan ke arah tangan Munir supaya senjata yang dia pegang terjatuh, dan kesempatan itu di gunakan Tsania untuk pergi dari sana tapi dia berhasil di tangkap polisi yang mengejarnya.
"Jangan melawan atau hukuman anda akan semakin berat!" ucap polisi