Realitanya,kita tidak pernah tahu bagaimana jalan menuju takdir itu sendiri
yang membuat kita menerka-nerka dimana kaki ini akan menapak esok hari.
'Tuhan tidak pernah salah dan tidak pula terlambat dalam menetapkan suatu takdir kepada hamba-Nya'
'Kamu tahu sayang?aku bertaruh dengan diriku sendiri bahwa suatu saat hatimu yang sempit itu akan menjadikanku tempat pulang yang paling nyaman untuk kamu singgahi'.~ Elvita
'pernikahan ini hanya sementara,Sampai Kakak pertamaku melahirkan anak pertamanya mari mengurus surat perceraian'~Bian
Pernikahan yang awal nya berdasarkan kesepakatan itu akhirnya mengungkap tabir lama kedua keluarga yang hampir diambang kehancuran.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Twdyaaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
masalah hati membuat runyam!
Khanza berjalan memasuki sebuah restoran mewah yang biasanya dijadikan tempat pertemuan para pengusaha dengan langkah cepat.
bisa dia lihat gadis yang membuat janji dengannya semalam belum juga datang.
Khanza lantas mengambil ponselnya mencari nama yang kemarin sempat membuat rencana gila bersamanya.
tuttt
tuttt
satu kali tidak diangkat.
tutt
tutt
dua sampai tiga kali pun bahkan tidak diangkat oleh orang disebrang sana.
"ohh siall!" pekik Khanza frustasi
dia pikir apakah Lea sedang bercanda dengannya sekarang?
saat dia akan berdiri tiba-tiba saja seorang laki-laki masuk kedalam ruangan yang sama dengannya.
Khanza jelas mengerutkan keningnya melihat penampakan yang ada didepannya.
"kenapa kamu bisa berada disini?" tanya Khanza pada laki-laki dihadapannya
"seharusnya aku yang bertanya,sedang apa kamu disini? apakah Lea juga menyuruhmu untuk datang?"
laki-laki itu adalah Leo.
ohhh kepala Khanza rasanya mau pecah saat ini.
Dia sedang tidak ingin bertemu dengan Leo setelah kejadian semalam.
Khanza memilih melangkahkan kakinya tanpa menoleh ke arah laki-laki yang saat ini sedang menatapnya.
dia pikir akan meminta penjelasan pada Lea setelah ini!
Saat baru dua tiga langkah Khanza berjalan tiba-tiba saja tas nya ditarik yang membuat dia berkata tanpa menoleh
"bisakah kamu tidak memaksaku untuk menetap disini?aku tidak tertarik untuk menikah dengan laki-laki yang tidak aku cintai"
ucapan Khanza membuat Leo mengerutkan keningnya dan lantas berjalan keluar mendahulu gadis itu tanpa berkata apapun.
"Leo dengar a aku uu..."
ucapan Khanza mengambang saat melihat laki-laki itu keluar dan tas yang ada di tangannya saat ini masih dia rasakan seolah ditarik oleh seseorang.
'jika bukan Leo yang menariknya,jadi siapa?'pikir Khanza
dia menoleh cepat dan alangkah malu nya Khanza saat mendapati tas nya tersangkut di kursi yang membelakangi dirinya.
"ya tuhan!"
akhhhh
Khanza merutuki dirinya yang terlalu percaya diri tanpa mengetahui kebenarannya,tidak bisa dia bayangkan bagaimana ekspresi Leo tadi.
dia semakin tidak ingin bertemu dengan laki-laki itu sekarang!.
'daddy....' pekik Khanza
*sedangkan disatu sisi Leo jelas saja meninggalkan gadis yang bisa membuat perasaannya naik turun itu.
sejak Khanza masuk kedalam hidupnya, tiba-tiba saja hidupnya berubah total.
entah mengapa hampir di setiap pertemuan pasti gadis itu selalu membuatnya takjub dengan kelakuan dan ide gila nya yang justru menarik Leo untuk terus memikirkan bungsu kesayangan Brawijaya.
disaat Khanza datang dengan rencana gila yang memintanya untuk menjadi calon suami palsu dalam satu hari jelas saja dia membiarkan gadis itu untuk merayunya terlebih dahulu.
"ya sudahlah aku mencari laki-laki lain saja yang tidak sekaku kamu!" pekik Khanza
mendengar itu jelas saja Leo langsung menarik tangannya seolah tidak ingin gadis itu mendapati laki-laki lain yang mungkin akan mengambil keuntungan pada Khanza.
saat semalam Arga meminta untuk melamar Khanza secepatnya,entah kenapa dia dengan tegas menjawab 'secepatnya'
seakan-akan hatinya lebih dulu berkata daripada mulutnya.
dia bukan tipe laki-laki yang pandai merayu,dia lebih suka langsung beraksi dan bersikap jujur
mungkin karena itu tidak ada perempuan yang berani mendekatinya selama ini.
tapi mendengar ucapan Khanza barusan entah mengapa membuat hatinya sedikit kecewa.
'ohh ayolah Leo kenapa harus marah karna ucapan gadis itu'rutuk Leo pada dirinya.
nyatanya,ucapan itu terus terngiang-ngiang dipikirannya.
Hanya dirinya kah yang mulai jatuh cinta?
dia jelas tidak ingin kehilangan kesempatan saat Arga sudah memberi lampu hijau untuk melamar putrinya,dengan keyakinan itu saja jelas Khanza tidak akan bisa menolak!
bukankah Khanza sendiri yang membawanya?maka tidak akan ada cara lain untuk menghentikan permainan ini kecuali mereka berdua menikah!
Ahhh memikirkan itu Leo jadi tersenyum samar,dia pikir akan secepatnya nya membawa kedua orang tua nya mendatangi kediaman Brawijaya.
......................
"sayang..."
Elvita memanggil suaminya yang saat ini sedang dia pakaikan dasinya untuk bersiap ke kantor.
laki-laki itu berulang kali protes sebab Elvita selalu memanggil namanya tidak seperti seorang istri memanggil suami pada umumnya.
"aku seperti orang lain jika kamu memanggilku begitu sayangg..." protes Bian saat itu yang membuat Elvita akhirnya mengubah panggilannya.
"ada apa.." tanya Bian
dia masih menatap pada wanita yang sedang memasangkan dasinya dengan lekat.
'bukankah dia sangat cantik?ahhh tiba-tiba membuatku bergairah' batin Bian
wajah cantik dengan aksen khasnya sangat menggoda untuk dipandang terus menerus,Bian jadi takut jika orang lain akan tertarik pada istrinya.
memikirkan jika orang lain menikmati wajah cantik istrinya tiba-tiba membuatnya murka!
"aku mendapatkan undangan reuni,bolehkah aku datang besok...jika kamu tidak mengizinkan aku tidak akan datang" jawab Elvita tersenyum
dia pikir bagaimanapun Bian berhak mengaturnya dan Elvita pun harus mengikuti perkataan suaminya jika masih dalam konteks yang baik sesuai ajaran agamanya.
dia ingin mengajarkan suaminya untuk selalu melibatkan satu sama lain.
"selesai.."
Elvita senang melihat hasil dasi yang dia pakaikan di baju suaminya.
Bian terlihat begitu tampan dan berwibawa berkali-kali lipat dengan setelan jas kantornya.
"apakah kamu ingin datang?" tanya Bian penasaran
"aku sangat rindu dengan teman-teman sekolahku,meskipun begitu aku tidak akan pegi jika kamu tidak mengizinkan" jawab Elvita
mendengar itu Bian terharu,bagaimana Elvita sangat menghargai pendapatnya sebagai seorang suami.
"aku tidak memberatkan kamu untuk pergi kemana pun Elv,selagi kamu tahu batasan dan status mu sebagai seorang istri" jawab Bian yang membuat Elvita bersyukur.
sebenarnya dia sedikit takut jika Bian akan melarangnya,tapi mendengar penuturan suaminya jelas saja Elvita bernafas lega.
" terimakasih sayang " Elvita reflek memeluk Bian yang langsung mendapat respon lain dari tubuh laki-laki itu.
"ahhh aku menjadi malas ke kantor,sepertinya lebih baik seharian menikmati tidur diatas kasur"
mendengar itu Elvita tertawa dan mendorong suaminya untuk segera turun ke bawah mendapatkan sarapan.
"kamu harus rajin bekerja untuk menghidupi anak-anak nantinya" jawab Elvita spontan.
anak-anak?
Bian jadi penasaran apakah diperut kecil Elvita sudah tertanam benih premiumnya.
"kita harus lebih rajin lagi mengerjakan proyek malam" jawab Bian.
issss
Elvita geleng-geleng melihat tingkah Bian yang semakin lama semakin mesum.
......................
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
note : cerita Leo dan Khanza akan ada novel khusus,ditunggu yaa!
*maaf jika ada typo atau kesalahan dalam penulisan kata