NovelToon NovelToon
Kyara, Bangkitnya Istri Yang Tersakiti

Kyara, Bangkitnya Istri Yang Tersakiti

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Selingkuh / CEO
Popularitas:7.2k
Nilai: 5
Nama Author: Ama Apr

Punya rumah tangga bahagia adalah dambaan setiap orang. Apalagi bagi seorang wanita. Suami dan mertua yang baik adalah anugerah yang tak ternilai harganya.

Seperti itulah harapan Kyara Nawasena. Menikah dengan lelaki yang ia cintai dan mencintainya ternyata tidak menjamin rumah tangganya berjalan mulus.

"Mas, tidakkah kau punya sedikit pun rasa iba kepadaku? Aku ini istrimu, bukan seorang babu!"

"Kalau kau sudah tak mau menuruti semua perintahku, lebih baik kau keluar dari rumah ini! Aku capek dan muak setiap pulang kerja harus mendengar ocehanmu! Kau itu adalah istri yang menyusahkan dan pembangkang!" Doni menghardik Kyara seraya melemparkan bantal ke wajah istrinya.

Kyara tersenyum getir, "Jika aku istri pembangkang, berarti kau adalah suami yang tidak bertanggung jawab!"

"Kyaraaa!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ama Apr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25

"Hah?!" Kyara mengedip cepat, mengira ia salah melihat. Ia mendekatkan ponsel itu ke wajahnya. Angka-angka di layar tetap sama.

Jumlah pembaca.

Jumlah komentar.

Dan jumlah orang yang menambahkan ceritanya ke daftar bacaan.

"Huh?" Napas Kyara tercekat. "Ini ... serius?"

Baru dua bab. Baru satu malam. Namun angka pembacanya sudah menembus puluhan ribu. Komentarnya juga ratusan. Tangannya sedikit gemetar saat ia menggulir layar ke bawah.

Satu komentar muncul.

"Baru dua bab tapi sudah bikin emosi! Kasihan banget Gyara."

Komentar lain muncul lagi. "Tolong lanjut kak! Aku curiga suaminya pasti selingkuh."

Kyara menelan ludah. Ia terus membaca.

"Ini kisah nyata ya? Rasanya real banget."

"Aku doain Gyara nanti bangkit dan membalas semua yang menyakitinya!"

Tanpa sadar, dada Kyara terasa hangat.

Perasaan yang sudah lama tidak ia rasakan perlahan muncul kembali. Dihargai, didengar dan dimengerti.

Kyara duduk perlahan di tepi ranjang sambil terus menatap layar ponselnya. Komentar demi komentar terus berdatangan.

Notifikasi bahkan masih muncul di bagian atas layar. Tangannya menutup mulutnya sendiri. Matanya mulai berkaca-kaca. "Aku nggak nyangka ..." Selama ini ia merasa sendirian. Merasa tidak ada yang tahu luka yang ia rasakan. Namun sekarang ... ribuan orang membaca ceritanya. Ribuan orang seperti berdiri di sisinya.

Kyara mengembuskan napas panjang, mencoba menenangkan dirinya. Di sudut bibirnya perlahan muncul senyum kecil. Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, Kyara merasa hidupnya mungkin benar-benar bisa berubah.

Tanpa ia sadari, di layar ponselnya muncul satu komentar baru. "Aku yakin suatu hari Gyara akan jadi wanita kuat yang tidak bisa lagi diinjak-injak."

Kyara menatap kalimat itu lama. Lalu tanpa sadar ia berbisik pelan. "Iya." Matanya mulai mengeras. "Aku juga berharap begitu."

Layar ponselnya terus menampilkan notifikasi yang bermunculan tanpa henti. Angka pembaca terus bertambah. Komentar baru terus masuk.

Kyara menatap layar itu dengan mata yang masih membola, seolah takut semua ini hanya mimpi. Perlahan tangannya naik menutup bibirnya sendiri. Dadanya terasa sesak, bukan karena sedih. Tapi karena haru. "Masya Allah," bisiknya lirih. Ia menggulir layar lagi, membaca komentar demi komentar dari para pembaca yang bahkan tidak ia kenal.

"Cerita ini bikin aku nangis."

"Gyara harus kuat!"

"Author, lanjut ya. Aku sudah jatuh hati sama ceritanya."

Air mata tiba-tiba menggenang di pelupuk matanya. Kyara menggeleng kecil, seperti tidak percaya. "Ceritaku ... benar-benar dibaca orang."

Mungkin jika Erna tak memberitahunya dan mendukungnya untuk menulis di aplikasi My Story, ia tidak akan berada di titik ini.

Setetes demi setetes air mata akhirnya jatuh lagi di pipinya. Kyara cepat-cepat menyekanya dengan punggung tangan. Namun bukannya berhenti, air mata lain justru ikut turun. Ia tertawa kecil di sela tangisnya. "Saking bahagianya, aku malah nangis." Kyara menunduk, memeluk ponselnya ke dada.

Perasaan hangat memenuhi hatinya. Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, ia merasa seperti ada orang-orang yang berdiri di belakangnya, mendukungnya. Meskipun mereka tidak mengenalnya. Meskipun mereka hanya membaca ceritanya.

Kyara menarik napas panjang, mencoba menenangkan diri. Matanya kembali melihat layar ponselnya. Jumlah pembaca terus bertambah. Tangannya menyentuh layar dengan lembut, seolah itu sesuatu yang sangat berharga. "Terima kasih," bisiknya pelan, seakan berbicara kepada semua pembaca yang sudah meluangkan waktu membaca ceritanya.

Senyum tipis terbit di wajahnya. Air matanya masih tersisa di sudut mata, tetapi kini bukan lagi air mata kesedihan. Melainkan air mata bahagia.

Kyara mengusap pipinya lagi, lalu menarik napas panjang. "Baiklah ..." Ia berdiri dari ranjang, semangatnya terasa berbeda dari sebelumnya. "Aku harus lanjut menulis." Sebelum mandi, Kyara mengunggah bab tiga dan empat sekaligus.

Matanya kembali berbinar. Di dalam hatinya, sebuah harapan kecil mulai tumbuh. Mungkin ... dari cerita inilah hidupnya perlahan akan berubah.

_____

Mobil Doni meluncur mulus memasuki area parkir kantor. Gedung tempatnya bekerja menjulang tinggi dengan dinding kaca yang memantulkan cahaya matahari pagi.

Sebagai manajer keuangan di perusahaan itu, Doni selalu datang lebih pagi dari kebanyakan karyawan lain. Ia mematikan mesin mobilnya, lalu merapikan kerah kemeja sebelum turun.

Begitu pintu mobil terbuka, langkah sepatu hak tinggi terdengar mendekat. Doni menoleh sekilas.

Nayla berjalan ke arahnya. Perempuan itu mengenakan blazer kerja berwarna krem yang membuat penampilannya terlihat profesional.

Namun di balik penampilan formal itu, Nayla adalah seseorang yang jauh lebih pribadi bagi Doni. Wanita yang sudah sering berbagi peluh, ludah sampai cairan cinta dengannya.

Mereka berdua berhasil menutupi hubungan terlarang itu dari para rekan kerja dan juga atasan.

Begitu mata mereka bertemu, Nayla hanya tersenyum tipis seperti rekan kerja biasa. "Pagi, Pak Doni," sapanya santai.

Doni juga memasang ekspresi datar. "Pagi." Ia mengunci mobilnya sambil menambahkan, "Datang pagi juga?"

"Iya, kebetulan ada laporan yang harus aku cek."

Nada suara mereka terdengar formal. Tidak ada sentuhan, tidak ada senyum berlebihan.

Bagi orang lain yang melihat, mereka hanyalah dua rekan kerja yang kebetulan bertemu di parkiran kantor. Namun ketika mereka berjalan menuju pintu gedung, Nayla sempat melirik Doni sekilas. Lalu, perempuan itu mengedip nakal. Sangat cepat. Begitu cepat hingga orang lain mungkin tidak akan menyadarinya.

Nayla kemudian mempercepat langkahnya, berjalan lebih dulu menuju lift tanpa berkata apa-apa lagi.

Doni menahan senyum tipis. Ia memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana dan berjalan santai di belakang kekasih gelapnya itu.

Baru beberapa langkah, ponselnya tiba-tiba berdenting. Doni berhenti sebentar dan mengeluarkan ponselnya dari saku. Sebuah pesan masuk. Dari Nayla. Sudut bibir Doni langsung terangkat. Ia membuka pesan itu.

"Mas, Mamamu bersedia bertemu denganku?"

Doni menatap layar ponselnya sejenak, lalu mulai mengetik balasan. "Sangat bersedia. Bahkan Mama tidak sabar ingin segera bertemu dengan kamu, Sayang."

Tak lama, balasan dari Nayla masuk lagi. "Aaaa syukurlah!"

Doni tersenyum tipis sambil kembali berjalan menuju lift di depannya. Jarinya kembali mengetik. "Nanti malam, dandan yang cantik ya." Ia menekan tombol kirim.

Tak sampai satu menit, ponselnya kembali bergetar. Balasan dari Nayla muncul di layar. "Oke."

Doni mematikan layar ponselnya dan memasukkannya kembali ke saku. Di depan sana, Nayla sudah berdiri di depan lift bersama beberapa karyawan lain. Perempuan itu terlihat tenang, seolah tidak terjadi apa-apa.

Namun ketika pintu lift terbuka dan semua orang masuk ke dalam termasuk Doni, Nayla sempat melirik lelaki itu lewat pantulan dinding lift yang mengilap. Senyum kecil tersungging di bibirnya.

Sementara Doni, menatap lurus ke depan. Namun di dalam pikirannya hanya ada satu bayangan. Makan malam nanti. Makan malam yang akan mempertemukan Nayla dengan ibunya. Langkah awal menuju sesuatu yang lebih besar.

_______

Langit siang itu cerah ketika Kyara melangkah pelan di antara deretan makam yang sunyi. Angin berembus lembut, menggoyangkan daun-daun pohon kamboja yang tumbuh di sekitar area pemakaman. Di tangannya ada sebuket kecil bunga mawar merah dan sekantong kelopak bunga.

Langkah Kyara akhirnya berhenti di sebuah makam yang sangat ia kenal. Nisan itu sederhana. Namun nama yang terukir di sana selalu membuat hatinya terasa hangat sekaligus perih.

Kalia, ibunya.

Kyara berjongkok perlahan di depan makam itu. Tangannya gemetar sedikit saat ia mulai menaburkan bunga di atas tanah yang sudah dirapikan penjaga makam. "Ibu ..." suaranya lirih. Ia menunduk sebentar, mencoba menenangkan perasaannya yang tiba-tiba bergolak.

Sudah lama sejak terakhir kali ia datang. Bukan karena lupa, tapi karena ia terlalu sibuk bekerja tanpa digaji, baik di rumah dan di rumah makan.

Kyara mengusap pelan batu nisan itu. "Maaf ya, Bu. Aku baru bisa datang lagi." Ia tersenyum kecil, walau matanya sudah mulai berkaca-kaca. "Aku rindu sekali sama Ibu." Angin kembali berembus pelan, seolah ikut mendengarkan.

Kyara menarik napas panjang sebelum melanjutkan. "Ibu, aku mau cerita sesuatu." Suaranya kini terdengar lebih hidup, meskipun masih pelan. "Kemarin, aku nekat membuat novel di salah satu platform online." Ia tertawa kecil, sedikit malu sendiri. "Aku upload bab satu dan dua." Kyara menunduk lagi, menatap bunga-bunga yang baru saja ia taburkan. "Tapi, alhamdulillah ... yang baca banyak sekali." Air matanya akhirnya jatuh perlahan. Namun kali ini bukan tangisan sedih. Kyara tersenyum sambil menyeka pipinya. "Aku sampai kaget, Bu." Ia menggeleng kecil, masih seperti tidak percaya. "Banyak yang komentar, banyak yang dukung ceritaku."

Kyara menatap nisan itu seolah ibunya benar-benar ada di depannya. "Mereka bilang kasihan sama tokohnya ... mereka mendoakan dia kuat." Suaranya bergetar sedikit. "Secara tidak langsung, mereka mendoakanku, Bu. Karena yang kutulis adalah ceritaku sendiri." Kyara tertawa kecil di sela air matanya. "Ibu tahu kan ... aku dulu suka menulis." Ia mengusap lagi batu nisan itu dengan lembut. "Dulu Ibu selalu bilang, kalau aku punya hati yang kuat." Air mata kembali jatuh. "Kadang aku merasa nggak sekuat itu, Bu." Kyara menunduk dalam. "Tapi hari ini, rasanya seperti ada banyak orang yang berdiri di belakangku."

Ia mengangkat wajahnya lagi. Senyumnya kini lebih tulus. "Aku bahagia hari ini." Angin kembali berembus, membuat beberapa kelopak bunga bergerak pelan di atas makam.

Kyara memejamkan mata sebentar. "Ibu ... doakan aku ya." Suaranya hampir seperti bisikan. "Aku ingin benar-benar bangkit." Ia membuka matanya lagi dan menatap nama ibunya di batu nisan itu. "Aku ingin hidupku berubah, sedikit demi sedikit."

Kyara mengusap air matanya untuk terakhir kali, lalu tersenyum lembut. "Aku akan sering datang ke sini, Bu. Bercerita ke Ibu." Ia menepuk pelan tanah makam itu, seperti sedang berpamitan kepada seseorang yang ia sayangi. "Terima kasih sudah selalu jadi tempatku pulang, Bu." Lalu Kyara mulai membacakan doa untuk ibunya.

1
falea sezi
bkin cerai lah lama amat g sat set kya menye menye agak. oon
falea sezi
harusnya semua isi ATM di kuras
falea sezi
muter. doank. sih. Thor hadehh. g sat sett. kelamaan. drama. doank
falea sezi
menye menye oon
stela aza
menjijikan
stela aza
males bgt kebanyakan drama
stela aza
Nora bgt biyunge Doni Karo Doni ,, melayat kaya mau kondangan
Ama Apr: haha orkay sombong adigung kk
total 1 replies
stela aza
Thor emang si Kya g punya kelebihan selain beres2 rumah ,,, kasian amat mau minggat dari rumah itu nunggu ngumpulin duit di kasi Doni 🤦
stela aza: kalau bisa karakter cewenya jgn cuma cantik doank Thor harus punya kelebihan yg bisa di banggakan 🤭
total 2 replies
I Love you,
🤣🤣🤣🤣🤣 kaget ya...🙏🙏
Ama Apr: hehe iya
total 1 replies
I Love you,
nnk karma tunai bayar nya g nyicil loh🤣🤣
Ama Apr: hehehe
total 1 replies
I Love you,
😤😤😤😤selingkuh dia😡😡
Ama Apr: iya kk
total 1 replies
falea sezi
bertele tele tolol males
Ama Apr: skip aja kk
total 1 replies
falea sezi
ngadu ngadu percuma ambil tindakan. lah. goblok. je males. like. lahh g jelas
falea sezi
oon menye menye
Amy
jgn mau kyaa
Ama Apr: semoga kya nggak luluh
total 1 replies
CB-1
lanjut kaak💪
Ama Apr: siap kk, makasih🫰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!