NovelToon NovelToon
Masih Tentangmu Di Setiap Detikku

Masih Tentangmu Di Setiap Detikku

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Romansa / Kehidupan di Sekolah/Kampus
Popularitas:9.3k
Nilai: 5
Nama Author: Veline ll

Bagi Liana, mencintai Justin dimulai dari sebuah sore di lobi kampus. Hanya karena melihat Justin bermain basket di bawah hujan, Liana nekat mengejar pria dingin itu hingga mereka bersatu di tengah lapangan basket yang basah.

Namun, janji itu hancur saat Justin memutusnya secara sepihak di hari kelulusan Justin dan menghilang tanpa jejak.

Tiga tahun kemudian.
Liana terkejut saat harus berhadapan dengan CEO baru di kantor tempatnya melamar kerja. Justin kembali, namun ia kini asing, dingin, dan terjebak dalam pusaran perjodohan.

Meski waktu berlalu, Liana menyadari: "There was something about you that I can't forget." Hidupnya tetap terjebak pada melodi yang sama Lagu kesukaannya "About You" milik The 1975. Karena baginya, ini masih tentang Justin di setiap detiknya.

Apakah takdir memberi mereka kesempatan kedua, ataukah hujan kali ini benar-benar menghapus jejak mereka selamanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Veline ll, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5: Debaran Cinta di Meja Kantin

Sinar matahari siang itu terasa menyengat di atas aspal kampus, membuat udara di dalam gedung Fakultas Ekonomi terasa agak gerah meski AC sudah full derajat maksimal. Begitu dosen kelas Pengantar Akuntansi menutup kuliahnya dengan salam, Liana segera mengembuskan napas lega. Otaknya terasa sedikit berasap setelah dua jam berkutat dengan angka-angka debit dan kredit.

"Gila, Li. Pak Bram kalau ngasih penjelasan cepet banget kayak kereta ekspres. Gue baru nulis judul, dia udah pindah ke slide sepuluh," keluh Dhea sambil memasukkan buku tulisnya ke dalam tas dengan asal-asal.

Liana terkekeh. "Makanya, jangan curhat mulu pas kuliah. Yuk ah, kantin? Gue laper banget, tadi pagi cuma makan nasi goreng dikit."

"Cuss! Sebelum diserbu anak-anak jurusan manajemen. Mereka kalau istirahat kayak pasukan tawuran, rame banget!"

Keduanya berjalan cepat menuju kantin utama. Beruntung bagi mereka, jam istirahat baru saja dimulai beberapa menit yang lalu. Suasana kantin belum terlalu sesak. Liana dan Dhea berhasil mendapatkan tempat duduk strategis di pojok dekat jendela besar yang menghadap ke taman fakultas. Angin sepoi-sepoi masuk dari sana, memberikan sedikit kesejukan.

"Lo pesen apa, Li? Biar gue yang antre, lo jagain kursi ya. Awas jangan sampai diambil orang!" instruksi Dhea.

"Gue mie ayam bakso aja deh, sama es teh manis. Makasih ya, Dhe!"

Liana menyandarkan punggungnya di kursi kayu, menatap kerumunan mahasiswa yang mulai berdatangan. Matanya sesekali melirik ke arah pintu masuk kantin, entah apa yang ia harapkan, tapi hatinya merasa gelisah. Ia mencoba mengalihkan perhatian dengan memainkan ponselnya, namun bayangan Justin di dalam bus pagi tadi masih menempel erat di ingatannya.

Di sudut lain kampus, tepatnya di ruang sekretariat UKM Basket yang letaknya tak jauh dari Gedung Olahraga, suasana tampak lebih serius. Justin duduk di kursi ketua, dikelilingi oleh Raka dan beberapa pengurus inti lainnya. Mereka baru saja menyelesaikan rapat koordinasi terakhir untuk pendaftaran anggota baru sore nanti.

"Oke, jadi fiks ya. Justin yang pegang meja wawancara satu, gue di meja dua buat administrasi. Inget, Tin, jangan terlalu galak sama maba cewek. Kasihan kalau mereka nangis sebelum dapet kartu anggota," seloroh Raka sambil merapikan tumpukan map.

Justin hanya memutar bola matanya malas. Ia bangkit dari kursi, menyampirkan tasnya. "Gue cuma seleksi yang niat. Dah, gue laper. Ke kantin nggak?"

"Wah, tumben nawarin duluan! Kuy lah, laper banget gue mikirin taktik musim depan," sahut Raka semangat.

Keduanya berjalan menuju kantin. Namun, begitu sampai di pintu masuk, pemandangan yang menyambut mereka adalah lautan mahasiswa. Kursi-kursi yang tadi kosong kini sudah terisi penuh. Suara denting sendok dan obrolan riuh memenuhi ruangan.

"Duh, penuh banget, Tin. Apa kita makan di luar aja?" tanya Raka sambil celingak-celinguk mencari celah.

Justin menyapukan pandangannya ke seluruh penjuru kantin. Ia sebenarnya tidak suka keramaian seperti ini. "Terserah. Kalau nggak ada tempat, gue balik ke perpus aja."

"Eh, bentar! Itu... itu bukannya maba ekonomi yang tadi pagi di lobi ya?" Raka menunjuk ke arah pojok dekat jendela. "Nah, itu ada dua bangku kosong di depan mereka! Pas banget, Tin. Yuk ke sana!"

Justin melirik ke arah yang ditunjuk Raka. Ia melihat Liana. Gadis itu sedang menatap keluar jendela, tampak melamun. Justin mengernyitkan dahi. "Nggak usah. Cari tempat lain aja."

"Yaelah, Tin! Tempat lain mana ada yang kosong? Lo mau makan sambil berdiri kayak jerapah? Udah, ayo! Anak ekonomi juga itu, santai aja kali," paksa Raka sambil menarik lengan Justin.

Justin mendengus kesal, tapi perutnya memang sudah sangat lapar. Ia akhirnya mengikuti langkah kaki Raka yang sudah meluncur duluan menuju meja Liana dan Dhea.

Liana sedang asyik memperhatikan burung-burung di taman saat tiba-tiba sebuah suara ceria membuyarkan lamunannya.

"Permisi... Boleh gabung nggak? Kursi di kantin udah kayak tiket konser, ludes semua nih," ucap Raka dengan senyum lebarnya yang khas.

Liana tersentak dan menoleh. Jantungnya mendadak berpacu dua kali lebih cepat saat melihat siapa yang berdiri di belakang Raka. Justin. Laki-laki itu berdiri dengan wajah datar, tangan dimasukkan ke saku celana, dan pandangannya seolah tidak tertuju pada siapa pun.

Dhea, yang baru saja kembali membawa nampan berisi mie ayam, langsung memasang wajah ramah. "Oh, boleh banget, Kak! Silakan duduk aja, masih kosong kok."

"Wah, makasih ya! Kenalin, gue Raka, ini temen gue yang paling 'hangat' sedunia, Justin," kata Raka sambil menyenggol Justin agar duduk.

Justin menarik kursi di samping Liana tanpa mengeluarkan sepatah kata pun. Aroma parfum Justin—campuran kayu cendana dan kesegaran air—langsung menyerbu indra penciuman Liana. Jarak mereka begitu dekat, bahkan Liana bisa merasakan suhu tubuh Justin yang berada tepat di sebelahnya. Liana menunduk dalam, mendadak merasa mie ayam di depannya menjadi objek paling menarik di dunia.

Raka, yang dasarnya memang "si paling supel", langsung memulai obrolan sambil menunggu pesanannya datang.

"Kalian berdua maba Ekonomi juga kan? Tadi pagi gue kayak liat kalian di lobi," tanya Raka pada Dhea.

"Iya, Kak! Kita berdua dari jurusan Akuntansi. Gue Dhea, dan ini temen gue, Liana," jawab Dhea semangat. Ia tampak tidak terintimidasi sama sekali oleh kehadiran dua senior populer ini.

"Oh, Akuntansi! Pantesan mukanya kelihatan pusing angka semua," canda Raka yang membuat Dhea tertawa. "Btw, kalian udah ikut UKM apa nih? Atau masih mau jadi kaum 'kupu-kupu' alias kuliah-pulang kuliah-pulang?"

Dhea melirik Liana sekilas, lalu menjawab dengan bangga. "Kita rencananya sore ini mau daftar UKM Basket, Kak. Liana nih yang ngajakin, katanya pengen hidup sehat."

Mendengar kata "Basket", Justin yang tadinya sibuk dengan ponselnya, tiba-tiba menghentikan gerakannya. Ia melirik sedikit ke arah Liana dari sudut matanya.

"Oh ya? Mau ikut basket?" tanya Raka dengan nada antusias yang dibuat-buat. "Wah, pas banget! Nih, di samping lo ini Kaptennya. Kalau mau daftar, mending sogok dia pake gorengan sekarang juga, soalnya dia galak banget kalau lagi seleksi."

Liana merasa wajahnya memanas. Ia memberanikan diri melirik Justin. Ternyata, Justin juga sedang menatapnya. Mata tajam itu seolah sedang menilai apakah Liana benar-benar sanggup memegang bola basket atau hanya sekadar main-main.

"Beneran mau daftar?" Suara Justin terdengar untuk pertama kalinya. Berat dan dingin, seperti gema di koridor kampus kemarin sore.

Liana menelan ludah. "I... iya, Kak. Pengen coba."

"Basket bukan tempat buat coba-coba atau sekadar gaya-gayaan," ucap Justin datar, lalu kembali menatap ponselnya.

Suasana mendadak menjadi canggung. Raka segera menengahi dengan tawa kecil. "Duh, jangan dengerin dia. Dia emang lagi PMS kayaknya. Tapi serius, kalian harus latihan fisik yang kuat ya. Sore ini jam empat pendaftaran terakhir di Gedung Olahraga. Datang aja, nanti ketemu kita lagi di sana."

"Siap, Kak Raka!" sahut Dhea mantap.

Selama sisa waktu makan, Liana tidak berani bersuara banyak. Ia merasa setiap gerakannya diawasi oleh sosok di sampingnya. Ia makan dengan sangat hati-hati, takut suara kunyahannya terdengar oleh Justin. Sementara itu, Raka dan Dhea terus mengobrol asyik, seolah sudah kenal lama.

Di balik ketegangannya, Liana merasakan sebuah "detik" yang berharga. Ia duduk di samping Justin. Ia menghirup udara yang sama dengan Justin. Dan yang paling penting, Justin sekarang tahu bahwa ia akan mendaftar basket.

"Gue bakal buktiin kalau gue nggak cuma gaya-gayaan, Kak," batin Liana sambil meremas ujung blusnya di bawah meja.

Saat Justin dan Raka akhirnya pamit untuk kembali ke sekretariat, Justin sempat melirik Liana sekali lagi sebelum beranjak. Pandangan yang sulit diartikan, namun cukup untuk membuat Liana tidak bisa tidur siang itu.

"Tuh kan, Li! Apa gue bilang, Kak Justin cakep banget tapi serem!" bisik Dhea begitu kedua senior itu menjauh. "Tapi lo hebat, bisa duduk tenang di samping dia. Gue aja tadi hampir keselek bakso pas dia nanya."

Liana hanya tersenyum tipis. Ia menatap punggung Justin yang menjauh di antara kerumunan mahasiswa.

“There was something about you...”

Melodi lagu itu kembali terngiang. Liana tahu, sore nanti di Gedung Olahraga, tantangan sebenarnya baru akan dimulai. Dan ia tidak akan membiarkan Justin meremehkannya begitu saja.

1
nesha
🤭🤭
Yoyoh Rokayah
lanjut thor
Kostum Unik
Justin Timberlake jealous /Slight/
Kostum Unik
Justin Timberlake.. Jgn cemburu kan kamu yg minta putus. Apapun alasannya ttp kalian sudah putus. Biarkan Liana memulai hidup baru. Dan buat Liana move on jgn naif jgn baper
Azalea Qziela
mulai muncul saingan justin😄
Reni Anjarwani
cemburu justin
Elprasco
😍💪
Widya Ekaputri
semangatttt!!!😍
SarSari_
iyaa...aku pun juga sama penasarannya sama liana🫣 halo kakak ..aku mampir di novelnya kakak ..mampir juga ya di novel aku. mkasih....🤗
Celine
Keren Author, lanjut thor
MayAyunda
keren👍👍
Reni Anjarwani
lanjut thor semanggat doubel up
Azalea Qziela
bagus KK,, ditunggu crazy up nya👍
Azalea Qziela
semangat kak😍💪
Veline: Terimakasih udah Mampir
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!