NovelToon NovelToon
Sang Penakluk 2

Sang Penakluk 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Action
Popularitas:9.3k
Nilai: 5
Nama Author: RantauL

Season 2 dari Novel Sang Penakluk.

Hi Cesss, Novel Sang Penakluk kembali lagi ni. Semoga klean suka dengan alur ceritanya Cesss.

Jangan Lupa Like, Komen dan Supportnya Cesss. Karena setiap like, komen dan support dari kalian akan sangat berguna bagiku yang pemula ini.

Selamat Membaca...,,,

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RantauL, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 24. Kedatangan Gorblac

Kai Lun menggeram kesakitan, palu raksasanya goyah sesaat, namun sorot matanya sama sekali tidak menunjukkan niat mundur. Otot-otot di lengannya menegang, urat-uratnya menonjol seperti ular yang merayap di bawah kulit.

Zhang Luo tidak menyia-nyiakan celah itu.

“Sekarang!” teriaknya.

Energi kultivasi ranah Kuno *1, melonjak dari tubuhnya, membentuk gelombang tajam seperti bilah tak kasat mata.

Di saat yang sama, Lian Zhi meraung rendah, cahaya emas menyelimuti tubuhnya. Kedua telapak tangannya berubah warna, berkilau seperti emas cair yang dipadatkan. Aura kekuatannya melonjak drastis, kultivasi ranah Kuno *2.

Ren Zen merasakan tekanan itu menghantam dadanya seperti dinding raksasa.

Ia mundur cepat, kakinya menggesek tanah, meninggalkan jejak panjang. Namun meski refleksnya tajam, tekanan gabungan itu terlalu kuat untuk sepenuhnya dihindari.

“Ren Zen!” teriak Lyra.

Satu belatinya melesat, berputar cepat, memotong jalur energi emas Lian Zhi. Ledakan kecil terjadi di udara, cukup untuk memecah konsentrasi Lian Zhi sesaat.

Ren Zen tidak menyia-nyiakan kesempatan itu.

Dengan satu tarikan napas panjang, ia mengeluarkan pedang merahnya dari cincin penyimpanan. Begitu pedang itu muncul, aura panas dan tajam menyapu area sekitar. Tanah di bawah kaki mereka bergetar ringan, dedaunan di sekitar berguguran.

Pedang itu seakan bernapas. Aura kultivasinya juga merembes keluar, menunjukkan jika ia sudah berada diranah Kuno *1.

Mata Zhang Luo menyempit. “Pedang itu lagi… sialan.”

Ren Zen melangkah maju.

Pedangnya bergerak seperti kilat merah yang membelah kabut. Satu tebasan bersih mendarat di bahu Lian Zhi. Darah muncrat, disusul pukulan telak di perut yang membuat pemuda berambut emas itu terpental jauh, menghantam batang pohon dengan suara berat.

“Argh—!” Lian Zhi terbatuk, tubuhnya terkulai sebelum akhirnya jatuh berlutut.

Namun itu belum berakhir.

“Bocah keparat!” Rong Ze meraung.

Ia menyerang Lyra dengan brutal, aura merahnya mengamuk tanpa kendali. Setiap serangan seperti cakar binatang buas, penuh niat membunuh.

Lyra menyambutnya dengan gerakan lincah, belati beradu dengan kuku-kuku tajam Rong Ze. Percikan energi memenuhi udara, menimbulkan suara nyaring yang memekakkan telinga.

“Kau benar-benar menyebalkan!” desis Rong Ze.

Lyra tersenyum miring meski keringat membasahi pelipisnya. “Aku sudah sering mendengar itu.”

Di sisi lain, Kai Lun mengangkat palunya tinggi-tinggi.

“Palu Penghancur Gunung!”

Palu itu menghantam tanah dengan kekuatan mengerikan. Tanah pecah, batu-batu beterbangan. Ren Zen melompat mundur, namun serpihan batu tetap menghantam bahu dan pahanya. Rasa nyeri menjalar, darah merembes.

Zhang Luo tidak memberi waktu bernapas.

Ia menghunus pedang hitamnya—bilah gelap yang menyerap cahaya, memancarkan aura dingin dan mematikan.

“Pedang Naga Hitam!” serunya.

Siluet naga hitam terbentuk. Naga itu mengaum, dan tekanan spiritualnya membuat seluruh area pertarungan bergetar.

Ren Zen tidak tinggal diam. Ia juga ikut mengeluarkan tekniknya.

"Tebasan Pedang Merah."

BOOM.

Ledakan besar terjadi.

Dua pedang bertemu.

Dentang keras menggema saat pedang hitam dan pedang merah beradu. Percikan energi menyebar liar. Ren Zen merasakan tekanan luar biasa dari tebasan Zhang Luo, membuat lengannya bergetar.

“Pergilah ke neraka bocah bodoh,” gumam Zhang Luo dingin. “Matilah.”

Lian Zhi, meski terluka, bangkit dengan amarah membara. Kedua telapak tangannya bersinar emas terang.

“Telapak Emas Peledak!”

Ia menghantam udara. Setiap pukulan melepaskan ledakan cahaya emas yang menghantam area sekitar Ren Zen. Ledakan-ledakan itu membuat tanah berlubang, pohon-pohon terbelah.

Ren Zen berusaha menghindar, namun jumlah serangan terlalu banyak.

Satu ledakan menghantam dadanya.

“Urgh—!”

Tubuhnya terlempar, menghantam tanah keras. Napasnya tercekat, pandangannya bergetar. Darah mengalir dari sudut bibirnya.

Ling Xiu berdiri agak jauh, kedua tangannya terangkat perlahan. Udara di sekitarnya membeku.

“Kristal Es Kutub,” katanya datar.

Kabut pagi berubah menjadi kristal es. Lantai tanah ditutupi lapisan licin. Gerakan Ren Zen menjadi terbatas.

"Kami menang Ren Zen." lanjutnya.

“Ren Zen!” teriak Lyra, mencoba mendekat.

Namun Rong Ze menghalangi jalannya, menyerang dengan lebih brutal. Sebuah cakar energi menggores sisi lengan Lyra. Darah mengalir, membuat senyumnya sedikit memudar.

“Sial…” gumamnya, melompat mundur.

Ren Zen bangkit dengan susah payah, pedang merahnya tertancap di tanah sebagai penopang. Napasnya berat. Tubuhnya penuh luka—bahu, dada, paha, semuanya terasa perih.

Jumlah dan perbedaan kekuatan mulai terasa.

Zhang Luo melangkah mendekat, pedang hitamnya terangkat. “Berakhir di sini, bocah.”

Kai Lun dan Lian Zhi ikut mendekat, membentuk tekanan dari tiga arah. Ling Xiu tetap tenang di belakang, siap mengunci mereka dengan es kapan saja.

Lyra terpojok, Rong Ze berdiri di hadapannya, tersenyum liar. “Permainan selesai.”

Untuk sesaat—hanya sesaat—keheningan turun.

Lalu—

BOOM.

Tekanan luar biasa menyapu seluruh area.

Tanah bergetar hebat, pepohonan di sekitar berguncang keras. Aura buas dan kuat turun seperti gunung runtuh.

Semua orang refleks berhenti.

Dari balik kabut, sebuah sosok besar melangkah keluar.

Tubuhnya tinggi besar, kekar, kulit gelap berkilau seperti logam hitam. Mata merahnya memandang ke depan dengan ketenangan yang menakutkan.

Gorblac.

Ia baru saja tiba ditempat itu, karena sebelumnya ia merasakan adanya pertarungan di area pengawasannya.

Ia berdiri di antara Ren Zen dan para pengejarnya, kedua lengannya bersilang, ekspresinya datar.

“Mengeroyok orang yang sudah tidak berdaya,” katanya pelan, namun suaranya menggema berat. “Dasar pecundang.”

Mata Zhang Luo membelalak. “Si.., Siapa kau?”

“Kalian mundur,” bisik Ling Xiu cepat, instingnya mengatakan jika makhluk didepan mereka, cukup berbahaya.

Zhang Luo sudah kehilangan kesabaran. “Bunuh dia!” teriaknya, menyerang lebih dulu.

Pedang hitamnya menebas, energinya mengamuk. Kai Lun mengayunkan palunya, Lian Zhi menghantam dengan telapak tangan emasnya. Rong Ze ikut menerjang dari sisi lain dengan cakarnya.

Empat serangan mematikan datang bersamaan.

Gorblac tidak bergerak.

Ia hanya mengangkat satu tangan.

Lalu mengepalkannya.

BOOM!

Benturan keras terjadi. Gelombang kejut menyapu area, memaksa semua orang terlempar.

Zhang Luo terpental, menghantam tanah dengan keras. Kai Lun terseret beberapa meter, palunya terlepas dari genggaman. Lian Zhi memuntahkan seteguk darah. Rong Ze terhempas ke batang pohon, pingsan seketika.

Ling Xiu membeku di tempat. “Perbedaan… kekuatan terlalu besar...” gumamnya pelan.

Gorblac melangkah maju, setiap langkahnya membuat tanah bergetar ringan. Ia memandangi Zhang Luo yang berusaha bangkit.

“Pergi,” katanya singkat.

Zhang Luo menggertakkan gigi, darah mengalir dari keningnya. “Ini belum selesai… Bocah!”

Gorblac menoleh sedikit, mata merahnya berkilat tajam.

“Sekarang,” katanya lebih dingin, “atau kalian tidak akan pernah bisa pergi.”

Ling Xiu segera bergerak. “Mundur!” teriaknya sambil menarik Zhang Luo. “Kita tidak mungkin menang melawannya!”

Lian Zhi dan Kai Lun, meski enggan, tidak punya pilihan. Tubuh mereka sudah terluka cukup parah. Dengan bantuan Ling Xiu, mereka menyeret Rong Ze dan mundur ke dalam kabut.

Zhang Luo menoleh sekali lagi, menatap Ren Zen dengan kebencian yang membara. “Ini belum berakhir,” sumpahnya sebelum menghilang.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Jangan Lupa Like dan Komennya Cesss.....

Selamat Membaca.....

Lanjut Terussss.....

1
Zul Fiandi
jadi lira musuh nya keluwarga rayzen apa ada salah paham tor ayotur semangat😄
Zul Fiandi
ayo tor sebelum kompenrisi bawa adiak adiak nya raizen kedunia tersembunyi untuk menambah kekuatan nya toor
teguh andriyanto
lima tangkai mawar 🌹 buatmu thor..
teguh andriyanto
setidaknya ada keterangan siapa si lyra wanita terkutuk ini Thor...🤣🤣
Jojo Prabowo Gemblung
ayo dunk lebih semangat lagi,thor.....
reader yg setia masih menanti update yg terbaru
MF
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Hary
pertanyaan kaisar belum di jawab lyra
Salsa billa 1494
lanjut thor.....
Abdul Rahman
Lanjuuuut👍
Hary
Mu Che... MUKA CHETAN....😜
Hary
PANGERAN KOPLAK LAH....
Zul Fiandi
makasih up nya yg memuaskan ini tor ayoraizen bawak adiak mu kedunia tersembunyi itu buat adiak adik dan kakak mu menjadi kuwat biar kamu meni gal kan kekaisan nanti kamu gak perlu kuwatir lagi dengan saudara dan ayah mu semya sudah kuwat masak pengawal musaja yg di bawa ayo tor semangat
Zul Fiandi
boleh saran tor biasa nya kalau anak nya kuat biaaa bapak nya ju ga di bawa kuat sama anak nya kwnapaya raizen gak memperkuat kekuatan kasar bapak nya sendiri jagi gak bisa pejabat nya semena mena lagi
RantauL: Sippp Cesss, makasih sarannya 🙏🙏🙏
total 1 replies
teguh andriyanto
5 mawar buatmu thor👍👍
MF
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
MF
💪💪💪💪💪
Harno
cuuus
teguh andriyanto
Thor.. Tuhan selalu suka hitungan ganjil, kenapa author sukanya hitungan genap, spt apdetannya..🤭
RantauL: Aduhh Cesss... kayak mana lagi ya kan 🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
MF
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
ArganLK10
Wihhh dah ada lanjutannya nih.. Gassss terusss Thor, jngan nanggung" lah.👍👍👍👍🙏🙏🙏🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!