When Gods Grow Bored berlatar di sebuah benua kuno "Nirenva" yang dilanda perang tanpa akhir, tempat kerajaan-kerajaan saling membantai atas nama para dewa yang pernah turun dan meminjamkan kekuatan mereka kepada umat manusia. Di dunia di mana nilai hidup diukur dari restu ilahi, Kai Jhoven: seorang anak tanpa berkah dan tanpa asal-usul tumbuh sebagai sosok terbuang, dipaksa bertahan di tengah kekacauan yang tidak pernah ia pilih. Ketika sebuah kekuatan asing akhirnya menjamah dirinya, Kai Jhoven terseret ke dalam pusaran konflik yang jauh lebih besar dari perang antar manusia: intrik ilahi, kekuasaan yang dipinjam, dan kebenaran kelam di balik mukjizat yang disembah dunia. Dalam perjalanan dari medan perang hingga jantung kekuasaan, takdir, kepercayaan, dan kemanusiaan diuji; sementara langit yang selama ini dipuja perlahan mulai retak.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon jhoven, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Vs Jörmungandr (14)
Laut Utara, terkenal dengan ombaknya yang ganas , disertai perubahan cuaca ekstrim yang tidak menentu. Bahkan tanpa kehadiran Jörmungandr, laut ini sudah banyak menelan korban jiwa. Apalagi sekarang, kehadiran Sang Ular Dunia menambah kengerian lautan ini.
*BRRZZTT BRRZZTT.
1 km dari pesisir pantai..
10 km dari pesisir pantai..
25 km dari pesisir pantai..
"Bella !! Kamu gapapa?? Kamu masih sadar kan?!" Tanya Kai.
"Iyaaa, aku masih sadar kok! Hanya saja.. Saat melewati kegelapan itu nafasku menjadi berat dan perutku mual sekali !" Balas Bella.
"WKAKAKA! serangkaian kegelapan yang sering kita lewati itu adalah ruang hampa! Biasanya orang normal akan mati ketika memasukinya dalam waktu lebih dari 1 detik, tapi kita tidak akan mati, karena kita hanya berada sepersekian detik saja didalamnya." Lanjut Kai menjelaskan.
"Wow.. Kenapa kamu bisa setenang itu melewati tekanan ekstrim dari kehampaan ruang Kai.."
"Tenang darimana?! Kalau gaada buff milikmu aku sudah tepar saat ini ! WKAKAK!"
"Hee.. Tapi Kai.. Kita sudah 25 km dari bibir pantai.. Daratannya hampir tidak terlihat lagi, disisi lain kabut mulai tebal.. Ombak lautnya juga besar sekali ! Jika kita tetap 'berpindah ruang' didekat air , kita akan tersapu ombak Kai !"
"Kau benar.. Kalau begitu kita ke langit saja ya!
*BBRRZZTT
Kai mengalihkan pandangannya ke langit dan mereka berpindah ruang kesana.
"WOAAHHH!! KITA AKAN JATUH KAI!!!" Teriak Bella panik.
"WKAKA! Pegang yang erattt, gak kira jatuh kokk!"
Bella mempererat pelukannya dan Kai melesat semakin jauh dari daratan.
50 km dari pesisir pantai..
60 km dari pesisir pantai..
"Kai.. Kabut beracun ini semakin tebal.. Dan keberadaan Jörmungandr juga belum terdeteksi.. Apa sebaiknya kita kembali saja dulu??"
"Tidak. Keberhasilan misi ini tergantung pada kita untuk segera menemukan lokasi Jörmungandr, menganalisis pola gerakannya dan jika memungkinkan menemukan titik vitalnya."
####
[15:00]
"Hei.. Ini sudah 3 jam bukan..? Kenapa mereka lama sekali??" Tanya Ingrid khawatir.
"Ayo Kai.. Cepatlah.. Sebelum matahari terbenam.." Gumam Given.
Disisi lain, Raamez sudah 3 jam menahan tarikan anak panahnya, ia sangat mempercayai Kai dan Bella sehingga energi spiritual yang tersimpan pada anak panahnya begitu besar saat ini. Ia berfokus, menanti sinyal dari Kai.
####
100 km dari pesisir pantai..
"Baiklah, aku sudah muak. Bersiaplah untuk merasakan Zeno Punch milikku , dasar Ular Pengecut !!"
*BRRZZTTT
Kai mengepalkan tinjunya, distorsi ruang terpadatkan , membentuk lingkaran biru halus yang berbahaya jika dihantamkan pada materi lain.
"Pegangan yang erat, Bella."
"SIAP PAK!"
*SWOOOSHH!!
Dari atas langit, Kai berhenti berpindah ruang dan menjatuhkan dirinya ke atas air laut itu.
Namun, tepat sebelum tinju Kai mengenai air laut, bayangan hitam berukuran besar muncul dari dalam air. Bayangan hitam itu sangat besar.
*ROAARR!!
Mulut sang ular dunia terbuka lebar, bersiap menelan Kai dan Bella yang sedang terjun bebas tanpa penjagaan.
"KITA AKAN DIMAKAN KAII !" Teriak Bella ketakutan sambil memejamkan matanya.
"YAHAHA! AKHIRNYA KELUAR JUGA KAU SIALAN !"
*TSZZIINGGGG!!
Kai menyalakan sinyal; menghancurkan batu magis yang mengeluarkan cahaya sangat terang. Tapi jarak mereka berbeda 100 km, dan kabut racun mungkin menutupi sinyal itu.
"SEKARANG, BANG RAAMEZ !" Teriak Kai dari jarak yang tidak dapat Raamez lihat.
Ultimate Sol Dominus: Divine Arrow!!!
*JBOOOMMM !!
Raamez melepaskan anak panahnya. Hempasan dari tarikan panahnya membuat angin kencang.
"Bang Raamez?? Sudah saatnya kah? Tapi kita tidak melihat sinyal apapun.." tanya Ingrid.
"Hanya Bang Raamez yang bisa melihatnya Ingrid.. Percayalah." Balas Given.
Benar seperti kata Given, anak panah Raamez melesat dengan kecepatan luar biasa membawa energi spiritual berdaya hancur besar.
*BOOOOMMMM !!!
Panahnya tepat mengenai mulut si Jörmungandr, sebelum dia berhasil menelan Kai dan Bella.
AAAARGGHHHH! Ular raksasa itu mengerang kesakitan.
*Set!
Dengan Zeno Steps miliknya, Kai membawa Bella untuk segera kabur dengan berpindah ruang ke langit jauh dari jangkauan Jörmungandr.
"Itu tadi.." (bella)
"Ya.. Panah Bang Raamez !" (Kai)
"Yosh, sekarang apa yang akan kau lakukan ular bangsat..?!"
Kenapa.. Kenapa kalian semua selalu menyiksa dan memanfaatkan kami terus.
Jörmungandr mulai berbicara.
"HUH?! Jadi semua Monster sihir kuno bisa berbicara ya?" Tanya Bella.
"Apa maksudmu?! Kau yang sudah mengusik manusia terlebih dahulu ! Jangan salahkan kami jika sekarang kami yang akan berganti menyerangmu." Balas Kai pada sang Ular Dunia.
AKU TIDAK PERNAH MAU MENGUSIK SIAPA PUN ! BEGITU PULA DENGAN TYPHON.
"HUH?? NGOMONG APA SIH!? SUDAH JELAS KAU MEMBUNUH BANYAK PENDUDUK KOTA SETEMPAT DENGAN RACUN YANG KAU SEBARKAN ! JANGAN MENGOCEH TIDAK JELAS !"
Memang itu yang terlihat, namun kebenaran dibaliknya sangat berbeda. Para Dewa lah yang telah memaksa kami untuk mengusik kalian.
Kai dan Bella dibuat terkejut oleh perkataan Jörmungandr. Perlahan fakta dunia mulai terlihat. Bagaimana respon Kai dan Bella mendengarnya?