NovelToon NovelToon
Gugatan Dari Suami Yang Tertindas

Gugatan Dari Suami Yang Tertindas

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Duda / Romansa Fantasi
Popularitas:20.8k
Nilai: 5
Nama Author: Ra H Fadillah

Selama tiga tahun pernikahan, Dimas Alvaro rela menjadi "bayangan" di rumahnya sendiri. Sebagai suami dari Reina Darmawanti, seorang pemilik cafe yang sukses namun angkuh, Dimas setiap hari menelan hinaan. Ia dianggap pria tak berguna, pengangguran yang hanya bisa memasak, dan menumpang hidup pada harta istri. Demi menjaga perasaan orang tua mereka dan sebuah rahasia masa lalu, Dimas memilih diam, meski Reina bahkan tak sudi disentuh olehnya.
​Namun, di luar pagar rumah itu, Dimas adalah sosok yang berbeda. Ia adalah pemilik jaringan Rumah Sakit Medika Utama, seorang dokter jenius yang memegang kendali atas ribuan nyawa.
​Kehidupan ganda Dimas mulai goyah saat takdir mempertemukannya dengan Kathryn Danola. Gadis mahasiswa yang ceria, sopan, dan tulus itu memberikan apresiasi yang tidak pernah Dimas dapatkan dari istrinya sendiri. Pertemuan tak sengaja di koridor rumah sakit saat Kathryn menyelamatkan keponakannya, Sean, membuka babak baru dalam hidup Dimas.
​Ketika Reina akhirnya mengu

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ra H Fadillah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35 Makan Malam yang Berbisa

Mobil perak milik Rendy membelah kemacetan Jakarta dengan keanggunan yang kontras dengan kekacauan di hati Kathryn. Di dalam kabin yang kedap suara itu, hanya terdengar alunan musik jazz instrumen yang sengaja dipasang Rendy untuk mencairkan suasana. Kathryn duduk mematung, matanya menatap lurus ke aspal jalanan, namun telinganya tajam menangkap setiap gerak-gerik pria di sampingnya.

​Rendy membawa Kathryn ke sebuah restoran rooftop eksklusif di kawasan pusat bisnis. Tempat itu hanya melayani tamu dengan reservasi khusus, jauh dari jangkauan mata-mata biasa. Dari ketinggian lantai lima puluh, kelap-kelip lampu Jakarta tampak seperti hamparan berlian, namun bagi Kathryn, itu semua hanyalah fatamorgana yang melelahkan.

​Pelayan dengan seragam rapi menarikkan kursi untuk Kathryn. Rendy duduk di hadapannya, memesankan menu terbaik tanpa bertanya, sebuah gestur dominasi yang halus.

​"Kamu terlihat lebih tenang di sini, Kathryn," buka Rendy sembari menyesap wine merahnya. "Jauh dari kejaran pengawal-pengawal kaku milik Dimas Alvaro, dan jauh dari tatapan bersalah kakakmu yang menyesakkan itu."

​​Rendy menuangkan air mineral ke gelas Kathryn dengan gerakan yang sangat sopan. "Kamu belum menyentuh makananmu, Kathryn. Setidaknya minumlah sedikit agar tenagamu pulih."

​Kathryn menatap gelas itu, lalu perlahan mengangkat pandangannya. Matanya yang sembab kini terlihat lebih tajam, sebuah pertahanan alami dari seorang mahasiswi tingkat akhir yang sudah kenyang dengan asam garam kehidupan kampus dan dinamika sosial.

​"Kita belum berkenalan secara resmi," suara Kathryn keluar, serak namun tegas. "Siapa nama Anda? Dan kenapa Anda repot-repot membawa saya ke sini, bukan mengantar saya pulang?"

​Pria itu tersenyum tipis, sebuah senyuman yang sangat terukur. "Nama saya Rendy. Rendy Mahendra. Soal kenapa saya membawa kamu ke sini... anggap saja saya tidak tega melihat seorang gadis dengan potensi besar seperti kamu harus pulang ke rumah yang saat ini terasa seperti neraka."

​Kathryn menyipitkan mata. "Mas Rendy tahu banyak tentang rumah saya untuk seseorang yang baru bertemu kemarin."

​"Dunia ini sempit, Kathryn. Apalagi jika melibatkan nama sebesar Dimas Alvaro," jawab Rendy santai sembari memotong steak nya. "Aku tahu kamu kecewa. Ditipu oleh pria yang berpura-pura menjadi dokter biasa, lalu ditekan oleh kakakmu sendiri untuk memaafkan kebohongan itu hanya karena uang. Itu menyakitkan, bukan?"

​Kathryn terdiam. Kata-kata Rendy tepat sasaran, namun instingnya sebagai wanita mulai memberikan sinyal bahaya. Rendy terlalu lancar berbicara tentang lukanya. Pria di depannya ini bukan sekadar orang asing yang baik hati, dia memiliki aura yang sama dengan Dimas aura kekuasaan yang terbiasa mendapatkan apa yang diinginkan.

​"Kenapa kamu diam saja? Kamu punya hak untuk marah. Kamu punya hak untuk menghancurkan mereka kembali," lanjut Rendy dengan nada provokatif yang dibungkus kelembutan. "Katakan padaku, apa yang paling kamu benci dari Dimas? Apakah cara dia menipumu dengan kemeja lusuhnya? Atau cara dia merasa bisa membeli maafmu dengan rumah sakit megahnya?"

​Mendengar itu, jemari Kathryn sedikit mengetat pada gagang gelas. Rendy tersenyum tipis, merasa pancingannya mulai bekerja.

Kathryn perlahan mengangkat wajahnya. Ia menatap Rendy langsung ke mata. Sorot matanya dingin, namun di balik itu, ada kewaspadaan yang tinggi. Kathryn bukanlah gadis bodoh. Pengkhianatan Dimas dan kekasaran Paul telah menempa instingnya menjadi lebih tajam dalam semalam.

​Ia melihat cara Rendy menatapnya tatapan seorang pemburu yang sedang mengamati mangsa yang terluka. Ia tahu, Rendy tidak benar-benar peduli pada lukanya. Pria ini hanya ingin informasi, ingin senjata untuk menjatuhkan Dimas, atau mungkin ingin menjadikannya mainan baru dalam catur bisnisnya.

​"Kenapa Mas Rendy ingin tahu?" suara Kathryn akhirnya keluar. Halus, namun kering tanpa emosi.

​"Mas Rendy ingin menjebak saya?" tanya Kathryn langsung, tanpa basa-basi. "Mas ingin menggunakan rasa benci saya pada Dimas untuk kepentingan Mas?"

​Rendy sedikit tertegun. Ia tidak menyangka Kathryn akan seberani itu di tengah kondisinya yang sedang hancur. "Jebakan? Kenapa berpikiran begitu? Aku hanya menawarkan perspektif baru."

Kathryn menatap menu di meja, lalu kembali menatap Rendy. "Mas Rendy ingin menjebakku dalam permainan baru, kan? Mas ingin aku memihakmu agar Mas punya 'kartu as' melawan Medika Group. Jangan pikir karena aku sedang hancur, aku bisa dijadikan alat."

​Rendy menatap Kathryn dengan pandangan baru. Rasa penasaran yang awalnya hanya bersifat strategis kini berubah menjadi rasa kagum yang nyata. Gadis ini tidak sedang rapuh, dia sedang dalam mode bertahan yang sangat kuat.

​"Kamu salah paham, Kathryn. Aku hanya ingin menawarkan bantuan"

​"Aku tidak butuh bantuan dari pria yang bahkan tidak kukenal namanya kemarin sore," Kathryn memotong lagi. Ia meletakkan serbet di meja dan berdiri. "Terima kasih untuk air putihnya. Aku bisa pulang sendiri."

Kathryn sudah berdiri hendak pergi. Rendy mencoba menahannya dengan memegang pergelangan tangannya secara halus.

​"Kathryn, tunggu. Aku tidak bermaksud menyinggungmu. Aku benar-benar ingin membantu," ujar Rendy dengan nada yang sangat meyakinkan.

​Kathryn menepis tangan Rendy. "Membantu atau memanfaatkan? Mas Rendy dan Mas Dimas tidak ada bedanya. Kalian berdua sama-sama merasa bisa mengatur hidup saya seolah saya ini barang pajangan. Saya permisi."

​Kathryn melangkah menuju lift dengan langkah cepat. Ia ingin segera pergi dari tempat yang penuh kepalsuan ini. Namun, jauh di lubuk hatinya, ia merasa lelah. Ia merasa tidak punya tempat untuk pulang. Kakaknya membela pembohong, dan dunianya yang dulu sederhana kini telah hancur berkeping-keping.

​Saat pintu lift terbuka di lobi, Kathryn menarik napas panjang, mencoba mengumpulkan sisa-kekuatannya. Namun, sosok yang berdiri tepat di depan pintu lift saat terbuka membuatnya mematung.

​Dimas Alvaro berdiri di sana. Wajahnya pucat, matanya merah menunjukkan ia tidak tidur selama berhari-hari. Tidak ada kemarahan di wajah Dimas, hanya ada permohonan yang begitu dalam.

​"Kathryn..." bisik Dimas lirih.

​Kathryn merasa dunianya kembali berputar. Di belakangnya, Rendy baru saja keluar dari lift dan menyadari kehadiran Dimas. Sebuah rencana kilat muncul di kepala Kathryn yang sedang kalut. Jika Dimas ingin menjaganya, maka ia akan memberikan luka yang paling dalam untuk pria itu sebagai balasan atas kebohongannya.

1
Anonymous
up
Idah Jafar
nih cerita lama kok nyebelin sm tokoh utamanya
Idah Jafar
tor sy kok menialn si ken in terlalu over JD sy gregetan bukan sm ceritanya
tp sm siken inninlebay berlebihan dn menjemukan
cerita ny udah bagus tinggal tokoh utama ny bikin infil
Idah Jafar
bener jg sih kt KK ny Paul biarkn dia tahu rasa ny hidup tanpa keluarga
Idah Jafar
prinsip yg tidak harus d pertahan kn
yg tidak bisa menerima penjelasan at pembelaan
prinsip yg kaku yg bisa menghancurkan dr sendiri
Idah Jafar
lanjut
Ra H Fadillah
ini cerita saya, semoga kalian suka 😇
jajangmyeon
up
ceuceu
bikin males banget baca dengan keras kepala kathryn
ceuceu
Emang klw Dimas kaya raya kenapa Kathryn ga Nerima?
Ayudya
ceritanya menarik
Ra H Fadillah: Terima kasih, senang sekali melihat komentarmu yang sangat positif 💞
total 1 replies
ceuceu
Dimas kenapa bisa nikah sama cewe modelan Medusa sih
Naufal hanifah
cerita nya bagus
Ra H Fadillah: Terima kasih, senang sekali melihat komentarmu yang sangat positif 💞
total 1 replies
jajangmyeon
lnjutttttttt 🥳
Anonymous
up 😎
Anonymous
Aku suka banget sama ceritanya! Plotnya seru, karakternya terasa hidup, dan setiap bab bikin makin penasaran. Semoga ceritanya semakin dikenal dan banyak pembaca yang ikut menikmati!
Ra H Fadillah: Terima kasih, senang sekali melihat komentarmu yang sangat positif 💞
total 1 replies
Ira Janah Zaenal
kamu wanita tangguh kath😍
Anonymous
ayo up terus thor makin seru niii
Yensi Juniarti
lama2 saya GK suka sifat ketryin ini ...
terlalu berlebihan
Yensi Juniarti
maaf ya tor.. itu terlalu childrens..
terlalu berlebihan kalau kata aku...
seolah2 dia paling korban disini padahal sama2 sakit juga
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!