NovelToon NovelToon
Setelah Status, Kita Kehilangan

Setelah Status, Kita Kehilangan

Status: sedang berlangsung
Genre:Angst / Romansa
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Mentari_Senja

Zafira Amara, belajar bahwa cinta tidak selalu berakhir dengan indah. Ditinggal Anggara tanpa kabar setelah janji melamar, ia membangun benteng tinggi di hatinya.

Hingga akhirnya datang Aditya Pranata, pengagum rahasia yang mengisi kekosongan itu. Dari teman, menjadi hubungan tanpa status, hingga akhirnya resmi berpacaran.

Namun ironi terjadi, saat status sudah jelas, mereka justru kehilangan esensi. Trauma masa lalu Zafira bertabrakan dengan ketakutan komitmen Aditya.

Di tengah hiruk pikuk Yogyakarta, mereka belajar bahwa tidak semua yang dicintai bisa bertahan. Tidak semua janji bisa ditepati. Dan terkadang, melepaskan adalah bentuk cinta paling tulus meski itu menyakitkan. Sebuah kisah tentang kehilangan, trauma, dan keberanian untuk move on.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mentari_Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pertanyaan, yang Dijawab Setengah Hati!

Ditya dateng tepat jam tujuh. Motornya berhenti di depan kost, senyum lebar kayak biasa sambil membawa helm cadangan. Tapi kali ini Fira ngeliat sesuatu yang beda di mata Ditya. Ada gugup di sana. Kayak dia juga tau malam ini bakal jadi malam yang penting.

"Kamu sudah siap?" tanya Ditya sambil ngasih helm.

Fira mengangguk pelan, lalu menerima helm sambil mencoba senyum meski jantungnya udah kayak mau copot.

Mereka jalan ke warung makan langganan. Pesen nasi goreng sama es teh manis kayak biasa. Tapi suasananya beda. Nggak ada obrolan ringan kayak biasanya, nggak ada canda tawa, yang ada cuma keheningan yang canggung.

Ditya sesekali melirik Fira, sambil mengunyah pelan. Fira masih mengaduk nasi gorengnya tanpa makan banyak, perutnya udah penuh sama nervous.

"Fir, kenapa kamu nggak makan? Apa nggak enak ya?" tanya Ditya pelan.

"Enak kok, Dit. Aku cuma lagi nggak terlalu laper."

"Kamu baik-baik aja kan?" tanya Ditya kembali.

Fira mengangkat kepalanya, lalu menatap Ditya. Mata coklatnya yang biasanya hangat, sekarang keliatan khawatir gitu.

"Aku nggak tau, Dit."

"Maksudnya?"

Fira menaruh sendok, ngeliatin piring di depannya. "Aku bingung, aku merasa bingung dengan hubungan kita."

Seketika Ditya langsung berhenti makan, ia menaruh sendoknya juga, nafasnya terlihat begitu berat.

"Fira," panggilnya pelan.

"Dit, abis makan kita ngobrol yuk. Di taman deket sini aja. Aku pengen bicara sesuatu sama kamu."

Ditya diam sebentar, terus ia mengangguk. "Oke. Kita ngobrol di sana aja."

***

Sepuluh menit kemudian mereka udah duduk di bangku taman yang sepi. Lampu taman terlihat redup, cuma ada suara jangkrik sama angin yang begitu terasa dingin. Fira duduk sambil melihat tanah, tangannya menggenggam tas erat-erat.

Ditya duduk di sebelahnya, dan sedikit agak jaga jarak, tangannya dilipet di paha. Dia tau ini bakal jadi percakapan yang berat.

"Ditya," Fira mulai, membuka obrolan. Suaranya terlihat gemetar. "Kita udah kenal berapa bulan sih?"

"Hampir empat bulan kayaknya."

"Iya, empat bulan. Dan, satu bulan terakhir kita menjalin HTS, tapi rasa pacaran kan?"

Ditya mengangguk pelan. "Iya Fir, memangnya kenapa?"

"Kita pegangan tangan, kamu nyuapin aku, aku tidur di bahu kamu, kamu cium kening aku waktu nganterin pulang. Itu bukan hal yang dilakukan sama temen biasa kan?"

"Bukan Fir."

Fira tarik nafas dalem-dalem, ngeluarin pelan pelan. Tangannya semakin gemetar.

"Ditya, aku mau nanya sama kamu. Dan aku butuh jawaban jujur dari kamu."

"Tanya aja Fir, aku bakal jawab jujur kok."

Fira akhirnya mengangkat kepala, menatap mata Ditya secara langsung. Matanya udah berkaca-kaca.

"Kita ini apa sih sebenernya? Apa kita bakal selamnya HTS kayak gini?"

Pertanyaan yang udah berminggu minggu dia pendem akhirnya keluar. Dan begitu keluar, rasanya kayak beban berat diangkat dari dada, tapi diganti sama ketakutan yang lebih besar lagi.

Ditya hanya terdiam begitu lama. Nafasnya berat, tangannya menggenggam celananya erat. Matanya nggak berani menatap Fira langsung.

"Dit, jawab aku. Please," bisik Fira pelan, air matanya mulai turun.

"Fira," suara Ditya juga gemetar. "Kamu spesial banget buat aku."

"Spesial gimana maksud kamu?"

"Spesial lebih dari temen, jauh lebih dari temen."

Jantung Fira berdetak kenceng. Lebih dari temen. Berarti ada harapan kan?

"Terus, kenapa kita nggak pacaran aja? Kenapa kita cuma HTS kayak gini?"

Ditya menutup mata, mengusap muka pake kedua tangan. "Fira, aku belum siap untuk semua ini."

Deg.

Rasanya kayak ditampar.

"Belum siap, apa maksudnya?"

"Belum siap kasih label. Belum siap buat.. buat komitmen yang lebih serius. Karena aku takut di antara kita ada yang membuat kecewa, aku takut hubungan yang di mulai dengan pacaran, akan berakhir asing kembali. Dan aku nggak mau, jika suatu saat kita malah saling menyakiti hingga harus asing kembali."

"Tapi kita udah kayak pacaran, Dit. Bedanya apa sama pacaran beneran?"

"Bedanya ada komitmen Fir. Ada tanggung jawab. Ada ekspektasi. Dan aku takut, aku nggak bisa memenuhi ekspektasi kamu."

Air mata Fira makin deras. Dia nggak ngerti. Nggak ngerti kenapa Ditya bilang sayang tapi takut kasih label.

"Dit, aku nggak ngerti. Kalau kamu sayang sama aku, kalau aku spesial buat kamu, kenapa kamu takut? Kenapa nggak mau coba?"

"Soalnya aku takut ngecewain kamu, Fir."

"Ngecewain gimana?"

Ditya membuka mata, menatap Fira dengan tatapan penuh penyesalan.

"Aku pernah nyakitin orang yang aku sayang, Fir. Bahkan dia sampai ninggalin aku. Dan aku takut ngulang kesalahan yang sama. Aku takut jadi orang yang nyakitin kamu juga."

"Tapi aku bukan dia, Dit! Aku Fira. Orang yang berbeda."

"Aku tau, Fir. Tapi trauma aku belum hilang. Aku masih takut komitmen, takut tanggung jawab, takut kalo aku nggak bisa jadi pacar yang baik buat kamu."

Fira menggelengkan kepalanya, air matanya nggak berhenti mengalir.

"Ditya, kalau kamu takut, ya kita belajar bareng. Aku bisa ngerti kok. Aku bisa sabar. Tapi aku butuh kepastian, Dit, butuh kepastian soal hubungan ini."

"Fira."

"Aku udah capek di gantung kayak gini. Capek mikir kita ini apa. HTS? Temen? Lebih dari temen? Atau cuma main-main?"

"Bukan main-main, Fir! Perasaan aku ke kamu bukan main-main!"

"Terus kenapa nggak mau kasih kepastian?!"

Tanpa sadar, suara Fira meninggi, ia nggak bisa menahan emosi lagi. Ditya hanya terdiam, dan nggak bisa menjawab.

Hening.

Cuma suara Fira yang terisak yang terdengar.

"Ditya," bisik Fira pelan sambil ngelap air mata. "Apa kamu masih sayang orang lain? Atau mungkin, kamu masih sayang sama masa lalu kamu?"

Ditya tersentak dengan apa yang Fira ucapkan, "Fira, aku..."

"Apa kamu belum move on dari mantan kamu? Sehingga kamu takut untuk menjalin pacaran sama aku?"

"Bukan begitu, Fir."

"Terus apa?! Jelasin ke aku Dit! Soalnya aku bingung dengan hubungan ini!"

Ditya berdiri, lalu mengusap wajahnya frustasi. Nafasnya berat, tangannya gemetar.

"Fir, aku udah ninggalin dia. Udah hapus semua foto dia. Udah nyoba move on. Tapi traumanya belum juga hilang. Trauma aku soal komitmen, soal tanggung jawab, itu semua masih ada."

"Dan kamu nggak mau coba ngelawan trauma itu buat aku?"

Ditya langsung menatap Fira yang masih duduk sambil menangis.

"Bukan nggak mau, Fir. Tapi aku takut, takut buat kamu kecewa, sama seperti aku membuat dia kecewa."

"Asal kamu tahu, aku juga takut, Dit!" teriak Fira sambil berdiri. "Aku juga takut disakitin lagi! Aku juga punya trauma ditinggalin tanpa alasan! Tapi aku mau mencoba buka hati lagi buat kamu. Kenapa kamu nggak mau lakuin hal yang sama buat aku?"

Ditya diem. Nggak bisa jawab. Air matanya mulai turun perlahan.

"Maafkan aku, Fira"

"Aku nggak butuh maaf dari kamu, Dit. Aku cuma butuh kepastian soal hubungan ini. Atau mungkin, kamu mau kalo kita HTS selamanya, iya?"

"Fira, nggak begitu. Tolong kasih aku waktu. Please. Aku janji, aku bakal..."

"Waktu berapa lama lagi, Dit? Satu bulan? Dua bulan? Sat tahun? Atau kamu cuma mengulur waktu, soalnya kamu nggak tega untuk menolak aku?"

"Bukan begitu Fira, tolong mengertilah."

"Terus apa, Ditya?! Kamu nyuruh aku buat ngertiin kamu, tapi kamu sendiri nggak pernah ngerti dengan perasaan aku."

Seketika suasana menjadi hening, Ditya hanya menunduk, tangannya menggenggam rambutnya frustasi.

"Aku nggak tau, Fir. Aku beneran nggak tau."

Fira ketawa pahit sambil mengusap air matanya.

"Oke Dit. Oke. Aku ngerti sekarang."

"Fira."

"Kamu nggak siap. Dan mungkin kamu nggak akan pernah siap. Soalnya kalau kamu beneran sayang, kamu nggak akan seberat ini buat ngasih aku kepastian."

"Fira jangan begitu, please!"

Fira mengambil tasnya, lalu mulai jalan dan meninggalkan Ditya sendirian.

"Fir, tunggu!" ucap Ditya sambil mengejar, lalu mengenggam tangan Fira.

"Lepaskan aku, Ditya!"

"Jangan pergi dulu, kita belum selesai bicara."

"Bicara apa lagi, Dit? Kamu udah jawab kan? Kamu nggak siap, dan aku nggak bisa terus-terusan menunggu orang yang nggak tau kapan siapnya."

"Fira, please!"

Fira menarik tangannya lalu melepaskan tangan Ditya, Fira melihat Ditya dengan mata sembab yang penuh dengan air mata.

"Makasih, Dit. Makasih buat semuanya. Buat perhatian kamu, waktu kamu. Tapi aku nggak bisa kayak gini terus. Aku butuh kepastian. Dan kalau kamu nggak bisa kasih itu, mending kita jaga jarak dulu."

"Fira."

Tapi Fira udah jalan. Jalan cepet sambil menangis, keluar dari taman, langsung pesen ojek online.

Ditya berdiri di situ, melihat Fira pergi dengan perasaan yang hancur. Dia pengen ngejar, pengen peluk Fira, pengen bilang "oke aku mau, kita pacaran". Tapi kata-kata itu nggak keluar. seperti tertahan di tenggorokan, tertahan sama ketakutan yang masih terlalu besar.

***

Fira naik ojek sambil nangis kenceng. Abang ojeknya nggak nanya apa-apa, cuma sesekali ngasih tissue dari dashboard.

"Dek, kamu baik-baik aja?" tanya abang ojek itu pelan.

Fira cuma menggeleng sambil menutup wajah pake tangan, tangisan Fira semakin pecah.

"Cowok ya? Udahlah dek, nangis yang puas. Besok juga baikan lagi kok biasanya."

Tapi Fira nggak yakin mereka bakal baikan. Soalnya yang dia tanya bukan hal kecil. Yang dia minta bukan hal yang mustahil. Dia cuma minta kepastian, tapi Ditya nggak bisa kasih itu.

Sampe di kos, Fira langsung masuk kamar, jatuh ke kasur sambil nangis sejadi-jadinya. Bantalnya basah, matanya perih, tenggorokannya sakit. Tapi dia nggak bisa berhenti menangis.

Bodoh, Fira merasa bodoh banget. Bodoh karena udah berharap terlalu banyak. Bodoh karena berpikir bahwa Ditya bakal beda dari Anggara. Bodoh, karena ternyata dia jatuh cinta lagi sama orang yang ternyata belum siap.

"Kenapa aku selalu salah pilih," isaknya sambil memeluk bantal. "Kenapa selalu kayak gini."

Ponselnya berbunyi. Puluhan pesan masuk dari Ditya.

"Fir maafin aku."

"Fira please jawab."

"Aku bukan nggak sayang, aku sayang banget sama kamu. Tapi aku..."

"Fir kumohon jangan kayak gini."

"Aku takut kehilangan kamu, Fira."

Fira baca satu-satu sambil menangis semakin kenceng. Dia pengen bales, pengen bilang "iya aku maafin, ayo kita coba lagi". Tapi dia tau, kalau dia balik sekarang, nggak akan ada yang berubah.

Ditya masih takut, dia belum siap. Dan Fira nggak bisa terus menunggu. Dia block nomor Ditya. Block Instagramnya, bahkan semua kontaknya Fira hapus.

Soalnya dia tau kalau dia nggak lakuin itu sekarang, dia bakal lemah lagi besok. Bakal balik lagi. Bakal nyiksa diri sendiri lagi dalam hubungan yang nggak jelas.

"Maafkan aku, Dit," bisiknya pelan sambil nangis. "Tapi aku harus jaga diri aku sendiri. Aku nggak bisa terus-terusan sakit kayak gini."

Malam itu Fira menangis sampe ketiduran. Tidur dengan mata sembab, hati hancur, dan pertanyaan yang terus bergema di kepala.

Kalau dia sayang, kenapa takut untuk pacaran? Apa dia masih sayang orang lain?

Apa dia pernah beneran sayang sama Fira Atau Fira cuma pelarian dari luka yang belum sembuh?

Pertanyaan pertanyaan itu bakal terus menghantui Fira, sampai dia nemuin jawabannya. Atau sampai Fira belajar ikhlas tanpa ada jawaban.

1
Lee Mba Young
eleh entar Jessica putus ma pacarnya pasti oleng lagi. kl Aku jd fira ogah banget ma laki model gini. tp fira bucin banget 😂😂 smp segitunya nangisin laki pdhl masih pacar.
jadilah wanita teges jng terlalu bucin ma laki. fira Cinta sendirian 🤣
Leoruna: blum jdi pacar loh kak, mereka msih HTS/Shy/
total 1 replies
Rieya Yanie
aditya nya maruk
Leoruna: begitulah kak, sana sini mau/Facepalm/
total 1 replies
NNPAPALE🦈🦈🦈🦈
si author kayak nya bakal jahil deh,, sesudah dedemit sama fira baikan trus mantannya datang....🤣🤣🤣🤣🤣 oleng lagi si dedemit....🤣🤣🤣🤣🤣
Leoruna: sok tau kmu kak/Facepalm/
total 3 replies
NNPAPALE🦈🦈🦈🦈
ibarat kata cinta bikin tolol,,,, yg harusnya bisa ke S3 eh balik ke pelajaran TK A....🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Leoruna: astagfirullah/Facepalm/
total 1 replies
NNPAPALE🦈🦈🦈🦈
benerrrrrrrrrrrrr 100000000% bener dim,,,, si dedemit emang bego tolol... 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 aku punya sekutu dan sekufu...🤣🤣🤣🤣🤣
NNPAPALE🦈🦈🦈🦈
itu yg namanya LANANGAN GARONG,, semua pengen di embat...😅😅😅 ih aku jadi sebel sama si dedemitya ini....
Leoruna: sabar kak, jangan esmosi/Facepalm/
total 1 replies
NNPAPALE🦈🦈🦈🦈
eke gek senggep jeke keme leme leme dengen seperte ene.... nye nye nye nye .....😤😤😤😤😒😒😒😒
Leoruna: /Joyful/
total 1 replies
NNPAPALE🦈🦈🦈🦈
balas aja fir, balas pesannya dengan kata "TAEEEEEKKKKKKKKK"... 🤣🤣🤣🤣🤣
Leoruna: astaga/Facepalm/
total 1 replies
Nur Haswina
HTS itu artinya apa ya 🙏
Leoruna: Hubungan Tanpa Status, Kak.☺
total 1 replies
Nur Haswina
sebaiknya jangan pacaran kamu ditinggalkan jessica karna belum siap ke jenjang yg lebih serius, dan Fira pasti akan minta apa yg Jessica perna minta kejelasan hubungan yg serius pernikahan
Leoruna: karena wanita hanya butuh kepastian, bukan hanya janji dan omong kosong belaka.🤭🙏🙏
total 1 replies
Lee Mba Young
move on bangun diri lbih baik, jng mikirin Cinta Cinta dulu. buktikan ke mantan mantan mu kl km sukses dan bhgia. dan satu jng gampang bucin.
kalea rizuky
heleh ywda lah jauhin. laki gitu blok semua sosmed hindarin dia kayak g kenal. abaikan bodoh amat sakit kok di cari sendiri bego
kalea rizuky
cwek lebay kn bisa bilang jauhin q.. q bukan pelarian mu uda gampang kok nanges menye hadeh
kalea rizuky
laki apaan kayak gini jahat amat
NNPAPALE🦈🦈🦈🦈
bener sih,,, dibuat pelarian itu nyesek banget... kita memiliki raganya tapi tidak dengan hati nya...ea ea ea....🤣🤣🤣🤣
Leoruna: bandel banget kmu ya, kak/Shy/
total 5 replies
Lee Mba Young
ya mnding jujur ngapain pura pura🤣. devinisi sakit di buat sendiri. mkne banyak wanita sakit sakit an ya krn sakit tp gk jujur trus pura pura.ini akn bhaya kl mnikah.wanita itu akn pura pura bhgia walau sakit gk berani cerai atau lepas krn kebhagiaan nya tergantung ke lelaki bukan tergantung ke diri sendiri.
Leoruna: lebih baik jujur ya kak, meskipun kejujuran itu memang selalu menyakitkan😫
total 1 replies
checangel_
Nah, fokus dulu sama dirimu baru perlahan fokus sama orang yang ada di sampingmu/ di hadapanmu/Hey/
checangel_
Lepaskan, ikhlaskan, abaikan, Fira ... masih banyak kok kesempatan itu dari lelaki yang beneran tulus sama kamu di luar sana, tapi tetap hati² juga ya karena yang terlihat tulus belum sepenuhnya lulus dalam ujian hidup /Facepalm/
checangel_: 💯benar Kak🤗
total 2 replies
checangel_
Yes, kepastian dan pasti itu harus 'No debate' 🤝🤧
checangel_
/Smile/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!